KONTROL DIRI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN UPAYA PENINGKATANNYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM
KONTROL DIRI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN UPAYA
PENINGKATANNYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN
KONSELING ISLAM
Mansyur. S1, Casmini2
1
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
1
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
1
,
Abstract: This study seeks to provide a conceptual framework about self-control in
an Islamic perspective and efforts to improve it through Islamic counseling and
guidance services. This research is library research with descriptive type, the data
collection is taken from various books and journals related to the theme and
discussion. The results showed that self-control in Islam is a person's ability to
direct his attitude and behavior based on faith and piety to Allah SWT. Efforts that
can be made in increasing self-control are to provide Islamic counseling guidance
services through individual counseling services using a Sufistic approach (takhalli,
tahalli, and tajalli).
Keywords: Self Control, Islamic Counseling Guidance Service
Abstrak:
Penelitian ini berusaha untuk memberikan kerangka konseptual tentang kontrol diri
dalam perspektif Islam dan upaya peningkatannya melalui layanan bimbingan
konseling Islam. Penelitian ini adalah penelitian library research dengan jenis
deskriptif, pengumpulan datanya diambil dari berbagai buku dan jurnal terkait
dengan tema dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri
dalam Islam adalah kemampuan seseorang dalam mengarahkan sikap dan
perilakunya di dasarkan pada keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Usaha
yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kontrol diri adalah dengan memberikan
1 | JURNAL AT-TAUJIH BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2022 (http://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih)
pelayanan bimbingan konseling Islam melalui layanan konseling individu dengan
menggunakan pendekatan sufistik (takhalli, tahalli, dan tajalli).
Kata Kunci: Kontrol Diri, Layanan Bimbingan Konseling Islam
A. PENDAHULUAN
Kontrol diri merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap individu.
Kontrol diri adalah kemampuan individu dalam mengontrol dan mengelola faktorfaktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam
melakukan
sosialisasi
kemampuan
untuk
menegendalikan
perilaku,
kecenderungan menarik perhatian, keinginan mengubah perilaku agar sesuai
untuk orang lain, menyenangkan orang lain, selalu konfom dengan orang lain, dan
menutupi perasaannya.1
Kontrol diri sangat erat kaitannya dengan pengendalian emosi karena pada
hakikatnya emosi itu bersifat feedback atau timbal balik. Emosi merupakan bagian
dari aspek afektif yang memiliki pengaruh besar terhadap kepribadian dan perilaku
seseorang. Emosi bersifat fluktiatif dan dinamis, artinya perubahan emosi sangat
tergantung pada kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri.2 Sederhananya
kontrol diri adalah kemampuan untuk mengarahkan kesenangan naluriah langsung
dan kepuasan untuk memperoleh tujuan masa depan, yang biasanya dinilai secara
sosial.3
Berdasarkan beberapa defenisi di atas, maka dapat dipahami bahwa kontrol
diri merupakan kemampuan seseorang dalam usaha untuk mengendalikan sikap
dan perilakunya agar dapat disesuaikan dengan keadaan dan harapan dalam
lingkungannya. Seseorang yang memiliki kemampuan kontrol diri yang rendah
1
M. Nur Ghufron dan Rini Risnawita. S, 2010. Teori-teori Psikologi, Jakarta: Ar-Ruz
Media. Hal. 21-22
2
Agoes Dariyo, Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama Psikologi Atitama,
Bandung: Refika Aditama, Hal. 180
3
Asihwardji, Danuyasa. 1996, Ensiklopedi Psikologi, Jakarta: Arcan, Hal. 272
2 | JURNAL AT-TAUJIH BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2022 (http://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih)
akan memberikan citra negatif terhadap lingkungannya, sebaliknya seseorang
yang memiliki kemampuan kontrol diri yang tinggi akan memberikan citra positif
terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
Dalam Islam sendiri, banyak dalil-dalil yang menjelaskan pentingnya
kontrol atau pengendalian diri dari berbagai sikap atau perilaku negatif. Sebagai
mana firman Allah SWT:
Artinya: “Hai orang-orang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka…” (QS. At-Tahriim ayat 6).
Ayat ini dengan tegas menyerukan kepada setiap individu untuk berusaha
menjaga dan memelihara dirinya dari berbagai keburukan-keburukan yang
ditimbulkan oleh sikap dan perilakunya. Mujahid mengatakan: “Bertakwalah
kepada Allah dan berpesanlah kepada keluarga kalian untuk bertakwa kepada
Allah.” Sedangkan Qatadah mengemukakan: “Yakni, hendaklah kamu menyuruh
mereka berbuat taat kepada Allah dan mencegah mereka durhakan kepada-Nya.
Dan hendaknya engkau menjalankan perintah Allah kepada mereka dan
perintahkan mereka untuk menjalankannya, serta membantu mereka dalam
menjalankannya. Jika engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah,
peringatkan dan cegahlah mereka”.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa kontrol diri
merupakan hal yang sangat esensial dalam kehidupan manusia. Menjaga dan
memelihara diri sendiri merupakan sesuatu yang urgen namun kesempurnaan dari
penjagaan/kontrol diri itu harus diikuti oleh usaha untuk memberikan kesadaran
dan pemahaman bagi keluarga atau lingkungan untuk juga melakukan
pemeliharaan terhadap dirinya secara individu maupun kolektif.
Dewasa ini, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan tekhnologi
yang semakin canggih berbagai persoalan mulai menjamur di berbagai lapisan
masyarakat. Mulai dari permasalahan individu, keluarga, sosial, pendidikan,
3 | JURNAL AT-TAUJIH BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2022 (http://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih)
ekonomi, kesehatan bahkan sampai pada permasalahan agama.Salah satu faktor
penyebabnya adalah kurangnya kemampuan individu ataupun kelompok individu
dalam menempatkan serta menyesuaikan diri terhadap perkembangan tekhnologi
yang semakin canggih tersebut.
Menurut hasil penelitian Marpaung yang berjudul “Kurangnya Kontrol Diri
Siswa di Lingkungan SMK Negeri 2 Batam” menyebutkan bahwa ketika seseorang
tidak memiliki kontrol diri yang baik maka ada berbagai konsekuensi yaitu; emosi
meledak-ledak, tidak mampu mengendalikan diri, penolakan dalam belajar dan
penolakan
dalam
bermain.
Dengan
demikian
dapat
dipahami
bahwa
ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol dirinya akan terlihat dari berbagai
tindakan atau perilaku negatif yang dimunculkannya.4
Oleh karena itu, berangkat dari persoalan dan permasalahan yang semakin
tidak dapat dikendalikan, maka perlu kiranya membuat berbagai konsep dan
praktek nyata dalam usaha untuk meningkatkan kontrol diri individu ataupun
kelompok individu. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
kontrol diri adalah melalui lembaga dan layanan bimbingan konseling.
Bimbingan konseling Islam adalah proses pemberian bantuan terhadap
individu, agar mampu menyadari kembali akan eksistensinya sebagai makhluk
Allah yang seharusnya selaras dengan ketentuan dan p (...truncated)