Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi 2020

Jurnal Farmasi Etam, Feb 2022

Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang yang berada diatas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik, dan penyakit ini dikategorikan sebagai the silentdisease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas kebun handil kota jambi 2020 yang dilakukan secara retrospektif berdasarkan karakteristik pasien dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi berdasarkan usia yaitu 45-54 tahun 37 pasien (74%), jenis kelamin yaitu perempuan sebanyak 34 pasien (68%), dan klasifikasi hipertensi yaitu hipertensi tingkat dua sebanyak 26 pasien (52%). Berdasarkan data kuantitatif dengan persentase tertinggi pada golongan obat dan nama obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah calsium channel blocker (CCB) dan amlodipine sebanyak 48 pasien (60,76%). Persentase hipertensi berdasarkan dosis,bentuk sediaan dan aturan pakai yang paling banyak digunakan adalah tablet amlodipin 10 mg sekali sehari 44 pasien (55,70%), sedangkan berdasarkan jumlah kombinasi obat yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi 2 antihipertensi sebanyak 25 pasien (50%).

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jfe/article/download/200/132

Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi 2020

JURNAL FARMASI ETAM ISSN : 2797-6696 Volume 1, Nomor 2, Desember 2021 DOI: 10.52841/jfe.v1i2 Research Article Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi 2020 Profile of Antihypertension Drug Use in Hypertension Patients in Puskesmas Kebun Handil Jambi City 2020 Muhammad Azis Islama1*, Rasmala Dewi1, Indri Meirista1. 1 Prodi Farmasi, Stikes Harapan Ibu, Jl. Kol Tarmizi Kodir No.71, Pakuan Baru, Kec. Jambi Selatan, Jambi, 36122, Indonesia *Korespondensi: Submit : Desember 2021 Diterima : Januari 2022 Diterbitkan : Februari 2022 ABSTRAK Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang yang berada diatas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik, dan penyakit ini dikategorikan sebagai the silentdisease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas kebun handil kota jambi 2020 yang dilakukan secara retrospektif berdasarkan karakteristik pasien dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi berdasarkan usia yaitu 45-54 tahun 37 pasien (74%), jenis kelamin yaitu perempuan sebanyak 34 pasien (68%), dan klasifikasi hipertensi yaitu hipertensi tingkat dua sebanyak 26 pasien (52%). Berdasarkan data kuantitatif dengan persentase tertinggi pada golongan obat dan nama obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah calsium channel blocker (CCB) dan amlodipine sebanyak 48 pasien (60,76%). Persentase hipertensi berdasarkan dosis,bentuk sediaan dan aturan pakai yang paling banyak digunakan adalah tablet amlodipin 10 mg sekali sehari 44 pasien (55,70%), sedangkan berdasarkan jumlah kombinasi obat yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi 2 antihipertensi sebanyak 25 pasien (50%). Kata kunci: Antihipertensi, Hipertensi, Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi ISSN : 2797-6696 72 | 81 Islama dkk. Jurnal Farmasi Etam Vol. 1 No. 2 Desember 2021 ABSTRACT Hypertension is a condition of a person’s blood pressure that is above normal or optimal, namely 120 mmHg for systolic and 80mmHg for diastolic, and this disease is categorized as a silent disease because the patient does not know he has hypertension before checkhing his blood pressure. This study aims to determine the profile of the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients at the Puskesmas Kebun Handil Jambi City 2020 which was carried out retrospectively based on patient characteristics and quantitative data. The result showed that hypertensive patients were based on age, namely 45-54 years, 37 patients (74%), female sex as many as 34 patients (68%), and classification of second-degree hypertension as many as 26 patients (52%). Based on quantitative data, the highest percentage in the class of drugs and the names of the most widely used antihypertensive drugs were calcium channel blockers (CCBs) and amlodipine as many as 48 patients (60,76%). The percentage of hypertension based on dosage, dosage form and the most widely used rule of use was amlodipine 10 mg once a day tablets for 44 patients (55,70%), while based on the number of drug combinations the most widely used was the combination of 2 antihypertensives as many as 25 patients (50%). Keywords: Antihypertensive, Hypertension, Puskesmas Kebun Handil Jambi City PENDAHULUAN Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang yang berada diatas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik.Dan penyakit ini dikategorikan sebagai the silentdisease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Hipertensi yang terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang lamah dapat memicu penyakit lain misalnya stroke, serangan jantung, gagal jantung dan merupakan penyebab utama gagal ginjal kronik, sehingga untuk mencapai manfaat klinis dilakukan penurunan tekanan darah dengan terapi yang tepat [1]. Menurut WHO (World Health Organization) 2011, sekitar 1 milyar penduduk di seluruh dunia menderita hipertensi dimana dua pertiganya terdapat di Negara-negara berkembang. Hipertensi menyebabkan 8 juta penduduk di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya, dimana hampir 1,5 juta penduduk diantaranya terdapat di kawasan Asia tenggara. WHO mencatat pada tahun 2012 terdapat 839 juta kasus penderita hipertensi dan diperkirakan meningkat menjadi 1,15 milyar pada tahun 2025 atau sekitar 29% dari total penduduk dunia. Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) 2013, Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran menurut usia ≥18 tahun sebesar 25,8%. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang diperoleh melalui kuesioner terdiagnosis tenaga kesehatan sebesar 9,4% yang di diagnosis tenaga kesehatan sebesar atau sedang minum obat sebesar 9,5%. Jadi terdapat 0,1% yang minum obat sendiri. Responden yang mempunyai tekanan darah normal tetapi sedang minum obat hipertensi sebesar 0,7%. Jadi prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 26,5% [2,3]. Berdasarkan hasil dari riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebutkan bahwa hipertensi adalah penyakit terbesar nomor tiga di Indonesia setelah stroke dan tuberculosis, yakni mencapai 24% laki-laki dan 22,6% perempuan [4]. Menurut data yang di peroleh dari dinas kesehatan provinsi jambi. Jumlah hipertensi pada tahun 2017 sebanyak 122.198 jiwa yang menempati urutan ketiga setelah penyakit Nashoparingitis akut dan infeksi saluran nafas atas. Sedangkan jumlah penderita hipertensi pada tahun 2017 di kota Jambi sebanyak 35.690 jiwa dan menempati urutan kedua setelah penyakit Nashoparingitisakut dengan persentase (11,41%) [5]. ISSN : 2797-6696 73 | 81 Islama dkk. Jurnal Farmasi Etam Vol. 1 No. 2 Desember 2021 Berdasarkan survei awal yang dilakukan di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Jambi yaitu Puskesmas Kebun Handil pada tanggal 7 april 2021 dimana penyakit hipertensi termasuk kedalam 10 penyakit terbesar pada tahun 2020 dan menempati urutan pertama di puskesmas tersebut. Menurut salah satu tenaga medis yang berada di puskesmas tersebut, tercatat kurang lebih 220 pasien yang terdiagnosis hipertensi pada tahun 2020, yang mana berdasarkan dari rekam medik yang diperoleh terdapat 50 pasien hipertensi tanpa komplikasi yang sudah termasuk kriteria inklusi.Agar terjadinya penurunan angka kejadian hipertensi dan pengobatannya yang lebih rasional dilakukan penelitian mengenai Profil Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi METODOLOGI Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan dengan cara observasional dengan rancangan analisis deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dari rekam medik pasien yang menderita Hipertensi di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi Tahun 2020. 1. Kriteria inklusi : a. Pasien hipertensi tanpa kompl (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jfe/article/download/200/132
Article home page: https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jfe/article/view/200/132

Muhammad Azis islama Muhammad Azis islama. Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi 2020, Jurnal Farmasi Etam, 2022, pp. 72-81,