Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi 2020
JURNAL FARMASI ETAM
ISSN : 2797-6696
Volume 1, Nomor 2, Desember 2021
DOI: 10.52841/jfe.v1i2
Research Article
Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas
Kebun Handil Kota Jambi 2020
Profile of Antihypertension Drug Use in Hypertension Patients in Puskesmas
Kebun Handil Jambi City 2020
Muhammad Azis Islama1*, Rasmala Dewi1, Indri Meirista1.
1
Prodi Farmasi, Stikes Harapan Ibu, Jl. Kol Tarmizi Kodir No.71, Pakuan Baru, Kec. Jambi
Selatan, Jambi, 36122, Indonesia
*Korespondensi:
Submit : Desember 2021
Diterima : Januari 2022
Diterbitkan : Februari 2022
ABSTRAK
Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang yang berada diatas normal atau
optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik, dan penyakit ini
dikategorikan sebagai the silentdisease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap
hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas kebun handil kota jambi
2020 yang dilakukan secara retrospektif berdasarkan karakteristik pasien dan data kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi berdasarkan usia yaitu 45-54 tahun 37
pasien (74%), jenis kelamin yaitu perempuan sebanyak 34 pasien (68%), dan klasifikasi hipertensi
yaitu hipertensi tingkat dua sebanyak 26 pasien (52%). Berdasarkan data kuantitatif dengan
persentase tertinggi pada golongan obat dan nama obat antihipertensi yang paling banyak
digunakan adalah calsium channel blocker (CCB) dan amlodipine sebanyak 48 pasien (60,76%).
Persentase hipertensi berdasarkan dosis,bentuk sediaan dan aturan pakai yang paling banyak
digunakan adalah tablet amlodipin 10 mg sekali sehari 44 pasien (55,70%), sedangkan berdasarkan
jumlah kombinasi obat yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi 2 antihipertensi sebanyak
25 pasien (50%).
Kata kunci: Antihipertensi, Hipertensi, Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi
ISSN : 2797-6696
72 | 81
Islama dkk.
Jurnal Farmasi Etam Vol. 1 No. 2 Desember 2021
ABSTRACT
Hypertension is a condition of a person’s blood pressure that is above normal or optimal, namely
120 mmHg for systolic and 80mmHg for diastolic, and this disease is categorized as a silent
disease because the patient does not know he has hypertension before checkhing his blood
pressure. This study aims to determine the profile of the use of antihypertensive drugs in
hypertensive patients at the Puskesmas Kebun Handil Jambi City 2020 which was carried out
retrospectively based on patient characteristics and quantitative data. The result showed that
hypertensive patients were based on age, namely 45-54 years, 37 patients (74%), female sex as
many as 34 patients (68%), and classification of second-degree hypertension as many as 26
patients (52%). Based on quantitative data, the highest percentage in the class of drugs and the
names of the most widely used antihypertensive drugs were calcium channel blockers (CCBs) and
amlodipine as many as 48 patients (60,76%). The percentage of hypertension based on dosage,
dosage form and the most widely used rule of use was amlodipine 10 mg once a day tablets for 44
patients (55,70%), while based on the number of drug combinations the most widely used was the
combination of 2 antihypertensives as many as 25 patients (50%).
Keywords: Antihypertensive, Hypertension, Puskesmas Kebun Handil Jambi City
PENDAHULUAN
Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang yang berada diatas normal
atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik.Dan penyakit ini
dikategorikan sebagai the silentdisease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap
hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Hipertensi yang terjadi terus menerus dalam
jangka waktu yang lamah dapat memicu penyakit lain misalnya stroke, serangan jantung, gagal
jantung dan merupakan penyebab utama gagal ginjal kronik, sehingga untuk mencapai manfaat
klinis dilakukan penurunan tekanan darah dengan terapi yang tepat [1]. Menurut WHO (World
Health Organization) 2011, sekitar 1 milyar penduduk di seluruh dunia menderita hipertensi
dimana dua pertiganya terdapat di Negara-negara berkembang. Hipertensi menyebabkan 8 juta
penduduk di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya, dimana hampir 1,5 juta penduduk
diantaranya terdapat di kawasan Asia tenggara. WHO mencatat pada tahun 2012 terdapat 839 juta
kasus penderita hipertensi dan diperkirakan meningkat menjadi 1,15 milyar pada tahun 2025 atau
sekitar 29% dari total penduduk dunia. Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
(Kemenkes RI) 2013, Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran menurut
usia ≥18 tahun sebesar 25,8%. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang diperoleh melalui kuesioner
terdiagnosis tenaga kesehatan sebesar 9,4% yang di diagnosis tenaga kesehatan sebesar atau
sedang minum obat sebesar 9,5%. Jadi terdapat 0,1% yang minum obat sendiri. Responden yang
mempunyai tekanan darah normal tetapi sedang minum obat hipertensi sebesar 0,7%. Jadi
prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 26,5% [2,3].
Berdasarkan hasil dari riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebutkan bahwa
hipertensi adalah penyakit terbesar nomor tiga di Indonesia setelah stroke dan tuberculosis, yakni
mencapai 24% laki-laki dan 22,6% perempuan [4]. Menurut data yang di peroleh dari dinas
kesehatan provinsi jambi. Jumlah hipertensi pada tahun 2017 sebanyak 122.198 jiwa yang
menempati urutan ketiga setelah penyakit Nashoparingitis akut dan infeksi saluran nafas atas.
Sedangkan jumlah penderita hipertensi pada tahun 2017 di kota Jambi sebanyak 35.690 jiwa dan
menempati urutan kedua setelah penyakit Nashoparingitisakut dengan persentase (11,41%) [5].
ISSN : 2797-6696
73 | 81
Islama dkk.
Jurnal Farmasi Etam Vol. 1 No. 2 Desember 2021
Berdasarkan survei awal yang dilakukan di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Jambi
yaitu Puskesmas Kebun Handil pada tanggal 7 april 2021 dimana penyakit hipertensi termasuk
kedalam 10 penyakit terbesar pada tahun 2020 dan menempati urutan pertama di puskesmas
tersebut. Menurut salah satu tenaga medis yang berada di puskesmas tersebut, tercatat kurang lebih
220 pasien yang terdiagnosis hipertensi pada tahun 2020, yang mana berdasarkan dari rekam
medik yang diperoleh terdapat 50 pasien hipertensi tanpa komplikasi yang sudah termasuk kriteria
inklusi.Agar terjadinya penurunan angka kejadian hipertensi dan pengobatannya yang lebih
rasional dilakukan penelitian mengenai Profil Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas
Kebun Handil Kota Jambi
METODOLOGI
Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan dengan cara observasional dengan
rancangan analisis deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif dengan teknik pengambilan
sampel purposive sampling dari rekam medik pasien yang menderita Hipertensi di Puskesmas
Kebun Handil Kota Jambi Tahun 2020.
1. Kriteria inklusi :
a. Pasien hipertensi tanpa kompl (...truncated)