PENGARUH DISIPLIN, MOTIVASI, DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI BADAN KEUANGAN KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA
PENGARUH DISIPLIN, MOTIVASI, DAN KEPEMIMPINAN
TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI BADAN KEUANGAN
KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA
Imam Arrywibowo1, Rahma2
Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan
1
1
2
ABSTRAK
Badan Keuangan Kabupaten Penajam Paser Utara adalah unsur pendukung pelaksana
teknis penyelenggaraan pemerintah daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan dan
berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah
yang mempunyai tugas pokok terhadap kesejahteraan sosial masyarakat Penajam Paser
Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, disiplin
kerja dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai Badan Keuangan Kabupaten
Penajam Paser Utara. Penelitian ini dengan memilih responden pegawai Badan Keuangan
Kabupaten Penajam Paser Utara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran
kuisioner maupun wawancara. Sensus seluruh populasi yang ada yaitu sebanyak 128
pegawai. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan disiplin, motivasi dan
kepemimpinan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai
Badan Keuangan Kabupaten Penajam Paser Utara. Secara parsial disiplin, motivasi dan
kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Pada
penelitian ini yang memiliki pengaruh dominan adalah variabel kepemimpinan.
Kata Kunci: Disiplin, Motivasi, dan Kepemimpinan dan Kepuasan kerja.
ABSTRACT
The financial body Office of Penajam Paser Utara Regency is a supporting element of the technical
implementer of the regional government led by a Head of Service and domiciled and responsible to
the Bupati through the Regional Secretary who has a basic duty on the financial welfare of the
Penajam Paser Utara community. This study aims to analyze the effect of disciplene, motivation
and satisfaction of the staff of the finansial body Office of Penajam Paser Utara Regency. This
study chose respondents from the finansial body Office of Penajam Paser Utara Regency. the
method of data collection is done by distributing quizzes and interviews. The census of the entire
population is 128 employees. The results of the analysis show that simultaneously the
discipline, motivation and Leadershi have a positive and significant effect on job
satisfaction of the staff of the finansial dody Office of Penajam Paser Utara District. While
partially the work environment, work discipline and work motivation have a positive and
significant effect on employee job satisfaction. In this study, the dominant influence was
work motivation.
Keywords: Discipline, Motivation, and Leadership Job satisfaction
150
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Volume 11 Nomor 2 September 2020 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi
http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi
PENDAHULUAN
Tata kelola pemerintahan yang baik merupakan gambaran pemerintah dalam
melaksanakan penyelenggaraan pemerintah. Sejalan dengan meningkatnya tingkat
pengetahuan
masyarakat,
disamping
adanya
pengaruh
globalisasi,
pola
lama
penyelenggaraan pemerintah tidak sesuai lagi bagi tatanan masyarakat yang telah berubah.
Perubahan dengan Berdasarkan Pasal 12 (ayat) 2 UU.No.43 Tahun 1999 yang menjelaskan
bahwa “Pembinaan pegawai negeri dilaksanakan berdasarkan system prestasi kerja dan
system karier yang di titik beratkan pada system prestasi kerja” Pembinaan pegawai negeri
dapat melalui faktor disiplin kerja.
Badan keuangan merupakan salah satu isntansi pemerintah yang memiliki tugastugas organisasi yang terdiri dari 5 bidang yang dimana terbagai atas sub-sub bidang
dengan tugas masing-masing yaitu anggaran, akutansi, sekertariat, pelayanan/penagihan
dan pendaftaran/penetapan. Instansi pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan pajak
harus mampu bekerja secara optimal agar semua urusan-urusan pekerjaan badan keuangan
bisa terlaksana dengan baik. Kepuasan kerja disiplin, motivasi dan kepemimpinan kerja
adalah kunci utama untuk mengarakan para bawahan agar dapat bekerja secara efisien dan
efektif. Kepuasan kerja akan lebih maksimal dengan adanya motivasi kerja didalam
organisasi pegawai demi mempercepat pekerjaan mereka. Ariani dkk, 2019 dalam
penelitian mereka menyimpulkan bahwa motivasi dapat meningkatkan rasa puas dalam
bekerja.
Di samping itu kepemimpinan mempunyai peran dalam organisasi, karena
kepemimpinan dapat meningkatkan kepuasan, dengan memberikan arahan tugas yang
jelas, sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai, yang berdampak pada kepuasan bagi
pegawainya (Ariani dkk, 2018).
TINJAUAN PUSTAKA
Ariani (2018:28) Manajemen sumber daya manusia adalah bagailmana mengatur
tenaga kerja manusia menurut fungsi-fungsi manajemen, agar efektif dan efisien dalam
mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat yang telah ditetapkan sejak
awal.
Darmawan (2013 : 41) Disiplin kerja adalah suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan
yang sesuai peraturan dari organisasi dalam bentuk tertulis maupun tidak. Sejalan dengan
151
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Volume 11 Nomor 2 September 2020 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi
http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi
hasil Penelitian ini Nugrahaningsih dan Julaela (2017:72) menyatakan disiplin kerja secara
parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja jadi, hubungan antara
variabel disiplin kerja dengan kepuasan kerja.
Sutrisno (2011:110), “motivasi adalah suatu perangsang keinginan dan daya
penggerak kemauan bekerja seseorang karena setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang
ingin dicapai. Dengan Penelitian ini Sanger (2013:1302) menyatakan motivasi kerja secara
parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.
Winarno (2011:49) dalam bukunya menyatakan bahwa, “kepemimpinan pada intinya
merupakan proses mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.
Sejalan Dengan Penelitian Sanger (2013:1302) menyatakan motivasi kerja secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.
Hartatik (2014:223) kepuasan kerja adalah Salah satu aspek psikologis yang
mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Sejalan Dengan Penelitian
Cahyanto (2016:3248-3273) Makin tinggi harapan kerja dapat terpenuhi, maka makin
tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan.
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
1. Populasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 128 pegawai.
2. Sampel. Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh dengan
metode sensus sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 128
Pegawai.
3. Data. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data
primer diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada responden sebanyak 128
pegawai. Kemudian dengan menggunakan skala Likert, data dioleh dengan program
SPSS untuk memperoleh hasil yang diperlukan untuk menjawab permasalahan. Data
sekunder diperoleh dengan waw (...truncated)