ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN PRODUK TEMPE DI KELURAHAN SENDANG MULYASARI KECAMATAN TONGAUNA KABUPATEN KONAWE
JOURNAL
GEOEKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN PRODUK TEMPE DI
KELURAHAN SENDANG MULYASARI KECAMATAN TONGAUNA
KABUPATEN KONAWE
Heriswanto1, Radiasi Alam Kendek Membaka2
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lakidende, Unaaha
ABSTRAK
Sendang Mulya Sari merupakanKelurahan penghasil Tempe yang terbesar di Kabupaten konawe,
dengan adanya industri tempe rumahan banyak masyarakat yang membuka usaha beraneka
ragam menurut usia, pendapatan, dan tingkat pendidikannya.menjual tempe dengan cara
berlangganan di Industri tersebut. Dengan masa covid19 hari ini industri ini menjadi salah satu
peluang masyarakat kabupaten konawe untuk melangsungkan kehidupannya baik berlangganan
langsung ataupun dengan sistem on line. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Elastisitas
Permintaan Produk Tempe di Kelurahan Sendang Mulyasari Kecamatan Tongauna Kabupaten
Konawe. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif
yaitu menganalisis data dengan secara induktif.Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa
menurut informan bahwa elastisitas permintaan produk tempe di kelurahan sendang mulyasari
dikatakan inelastis hal ini karena Ed < 1. Elastisitas PermintaanTempe di Kelurahan Sendang
Mulyasari tergolong inelastis yaitu nilai d (permintaan) lebih besar dari 1 (Ed = <1 ). Pada jenis
elastisitas ini konsumen kurang peka terhadap perubahan harga. Artinya, meskipun harga naik
atau turun, masyarakat akan tetap membelinya. Saran bagi produsen produk tempe hendaknya
mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan tempe seperti faktor
jenis produk,faktor harga, faktor selera, faktor pendapatan konsumen, faktor ketersediaan produk,
dan kualitas produk.
Kata kunci: Elastisitas, Permintaan Produk
ABSTRACT
Sendang Mulya Sari is the largest tempe-producing village in Konawe Regency, with a homebased tempe industry, many people open businesses that vary according to age, income, and
education level. Selling tempeh by subscribing to the industry. With the Covid-19 period today,
this industry has become one of the opportunities for the people of Konawe Regency to carry out
their lives, either by direct subscription or by an online system. This study aims to analyze the
elasticity of demand for tempe products in Sendang Mulyasari Village, Tongauna District,
Konawe Regency. The analytical tool used in this study is a qualitative descriptive method, which
analyzes the data inductively. classified as inelastic, namely the value of d (demand) is greater
than 1 (Ed = <1 ). In this type of elasticity, consumers are less sensitive to price changes. That
is, even if the price goes up or down, people will still buy it. Suggestions for tempe product
producers should consider the factors that affect the elasticity of demand for tempe such as
product type, price factor, taste factor, consumer income factor, product availability factor, and
product quality.
Keywords: Elasticity, Product Demand
27
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117
Volume 13 Nomor 01 Maret 2022 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi
http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi
JOURNAL
GEOEKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
PENDAHULUAN
Perkembangan pangan saat ini di sebabkan oleh polapikir masyarakat dan inovasi makanan
yang semakin beragam di masyarakat. Dengan dasar inilah maka dapat di katakana bahwa
permintaan akan tempe sangat signifikan.
Kebutuhan konsumsi pokok salah satunya adalah kebutuhan akan protein yang baik untuk
memenuhi kecukupan gizi yang diperlukan dalam proses pertumbuhan. Konsumsi bahan
pangan masyarakat sehari-hari hendaknya memenuhi tiga kriteria diantaranya adalah
kecukupan gizi, kecukupan kalori dan protein salah satunya adalah yang terdapat pada tempe.
Saat ini Indonesia merupakan negara produsen kedelai keenam terbesar di dunia setelah
negara-negara lain,sebanyak 50% dari konsusmi kedelai di indonesia di produksi dalam
bentuk tempe. Komsumsi tempe rata-rata perorang pertahun di Indonesia saat ini di duga 7,45
kg (Astawan M., Wresdiyati T., Widowati S., Bintari S.H., 2013).
Kabupaten konawe memiliki kurang lebih 50 industri rumahan pembuat tempe yang tersebar
di beberapa wilayah kabupaten konawemenjajakan dagangannya di berbagai tempat dimana
pedagang bisa menjangkau konsumen. Banyaknya pedagang tempe tersebut menjadi salah
satu fakta bahwatempe sangat diminati oleh banyak konsumen. Permintaan konsumen akan
tempe dapat berubah-ubah. Tingkat ekspektasi atau harapan yang semakin tinggi, berdampak
pada konsumen yang menuntut adanya kualitas lebih,maka produsen tempe di Kabupaten
konawe dituntut untuk dapat mempertahankan, dan meningkatkan produk sehingga dapat
memicu permintaan konsumen agar lebih meningkat lagi dan menciptakan kepuasan
konsumen setelah mengonsumsi tempe. Permintaan terhadap produk tempe berkaitan erat
dengan kemampuan atau daya beli konsumen. Tiga peubah ekonomi yang cukup dominan
sebagai determinan konsumsi tempe adalah pendapatan, harga dan selera (Suprayitno E.,
2017).
Kelurahan sendang mulyasari di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe kurang lebih 6
industri rumahan yang bergerak di pembuatan produk tempe yang masyarakatnya beraneka
ragam menurut usia, pendapatan, dan tingkat pendidikannya. Kelurahan sendang mulyasari
memiliki jumlah penduduk yang padat dengan tingkat penghasilan menengah ke bawah.
Mengingat potensi tempe sebagai sumber makanan yang bergizi dan memiliki banyak
manfaat lainnya serta kebutuhan masyarakat akan sumber protein, maka mendorong penulis
untuk mengkaji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi elastisistas permintaan
tempe yang ada di Kelurahan Sendang Mulyasari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe.
KAJIAN TEORI
Lukman (2007:18) menyatakan bahwa permintaan (demand) terhadap suatu barang dan jasa
dapat didefinisikan sebagai suatu hubungan antara sejumlah barang atau jasa yang di
inginkan oelh konsumen untuk dibeli dipasar pada tingkat harga dan waktu tertentu.
Dalam menganalisis mengenai permintaan perlu di sadari perbedaan antara permintaan
dengan jumlah barang yang diminta. Ahli ekonomi mengatakan bahwa permintaan
menggambarkan keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah permintaan.
Sedangkan jumlah barang yang diminta dimaksudkan sebagai banyaknya permintaan pada
suatu tingkat harga. Jadi permintaan merupakan keinginan konsumen untuk membeli suatu
barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu (Firdaus, 2009).
Elastisitas untuk mengukur kepekaan dari suatu variabel terhadap yang lainya. Secara
spesifik elastisitas adalah suatu bilangan yang menginformasikan kepada kita persentase
perubahan terjadi pada satu variabel sebagai reaksi suatu perubahan satu persen pada satu
variabel lain.apakah ini bereaksi cukup signifikan atau tidak (M. Nur Rianto Al Arif & Euis
Amalia, 2010)
28
Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086- (...truncated)