ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN PRODUK TEMPE DI KELURAHAN SENDANG MULYASARI KECAMATAN TONGAUNA KABUPATEN KONAWE

Jurnal GeoEkonomi, Mar 2022

Sendang Mulya Sari merupakanKelurahan penghasil Tempe yang terbesar di Kabupaten konawe, dengan adanya industri tempe rumahan banyak masyarakat yang membuka usaha beraneka ragam menurut usia, pendapatan, dan tingkat pendidikannya.menjual tempe dengan cara berlangganan di Industri tersebut. Dengan masa covid19 hari ini industri ini menjadi salah satu peluang masyarakat kabupaten konawe untuk melangsungkan kehidupannya baik berlangganan langsung ataupun dengan sistem on line. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Elastisitas Permintaan Produk Tempe di Kelurahan Sendang Mulyasari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif yaitu menganalisis data dengan secara induktif.Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa menurut informan bahwa elastisitas permintaan produk tempe di kelurahan sendang mulyasari dikatakan inelastis hal ini karena Ed < 1. Elastisitas PermintaanTempe di Kelurahan Sendang Mulyasari tergolong inelastis yaitu nilai d (permintaan) lebih besar dari 1 (Ed = <1 ). Pada jenis elastisitas ini konsumen kurang peka terhadap perubahan harga. Artinya, meskipun harga naik atau turun, masyarakat akan tetap membelinya. Saran bagi produsen produk tempe hendaknya mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan tempe seperti faktor jenis produk,faktor harga, faktor selera, faktor pendapatan konsumen, faktor ketersediaan produk, dan kualitas produk. Sendang Mulya Sari is the largest tempe-producing village in Konawe Regency, with a home-based tempe industry, many people open businesses that vary according to age, income, and education level. Selling tempeh by subscribing to the industry. With the Covid-19 period today, this industry has become one of the opportunities for the people of Konawe Regency to carry out their lives, either by direct subscription or by an online system. This study aims to analyze the elasticity of demand for tempe products in Sendang Mulyasari Village, Tongauna District, Konawe Regency. The analytical tool used in this study is a qualitative descriptive method, which analyzes the data inductively. classified as inelastic, namely the value of d (demand) is greater than 1 (Ed = <1 ). In this type of elasticity, consumers are less sensitive to price changes. That is, even if the price goes up or down, people will still buy it. Suggestions for tempe product producers should consider the factors that affect the elasticity of demand for tempe such as product type, price factor, taste factor, consumer income factor, product availability factor, and product quality.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/download/174/93

ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN PRODUK TEMPE DI KELURAHAN SENDANG MULYASARI KECAMATAN TONGAUNA KABUPATEN KONAWE

JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BALIKPAPAN ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN PRODUK TEMPE DI KELURAHAN SENDANG MULYASARI KECAMATAN TONGAUNA KABUPATEN KONAWE Heriswanto1, Radiasi Alam Kendek Membaka2 Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lakidende, Unaaha ABSTRAK Sendang Mulya Sari merupakanKelurahan penghasil Tempe yang terbesar di Kabupaten konawe, dengan adanya industri tempe rumahan banyak masyarakat yang membuka usaha beraneka ragam menurut usia, pendapatan, dan tingkat pendidikannya.menjual tempe dengan cara berlangganan di Industri tersebut. Dengan masa covid19 hari ini industri ini menjadi salah satu peluang masyarakat kabupaten konawe untuk melangsungkan kehidupannya baik berlangganan langsung ataupun dengan sistem on line. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Elastisitas Permintaan Produk Tempe di Kelurahan Sendang Mulyasari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif yaitu menganalisis data dengan secara induktif.Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa menurut informan bahwa elastisitas permintaan produk tempe di kelurahan sendang mulyasari dikatakan inelastis hal ini karena Ed < 1. Elastisitas PermintaanTempe di Kelurahan Sendang Mulyasari tergolong inelastis yaitu nilai d (permintaan) lebih besar dari 1 (Ed = <1 ). Pada jenis elastisitas ini konsumen kurang peka terhadap perubahan harga. Artinya, meskipun harga naik atau turun, masyarakat akan tetap membelinya. Saran bagi produsen produk tempe hendaknya mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan tempe seperti faktor jenis produk,faktor harga, faktor selera, faktor pendapatan konsumen, faktor ketersediaan produk, dan kualitas produk. Kata kunci: Elastisitas, Permintaan Produk ABSTRACT Sendang Mulya Sari is the largest tempe-producing village in Konawe Regency, with a homebased tempe industry, many people open businesses that vary according to age, income, and education level. Selling tempeh by subscribing to the industry. With the Covid-19 period today, this industry has become one of the opportunities for the people of Konawe Regency to carry out their lives, either by direct subscription or by an online system. This study aims to analyze the elasticity of demand for tempe products in Sendang Mulyasari Village, Tongauna District, Konawe Regency. The analytical tool used in this study is a qualitative descriptive method, which analyzes the data inductively. classified as inelastic, namely the value of d (demand) is greater than 1 (Ed = <1 ). In this type of elasticity, consumers are less sensitive to price changes. That is, even if the price goes up or down, people will still buy it. Suggestions for tempe product producers should consider the factors that affect the elasticity of demand for tempe such as product type, price factor, taste factor, consumer income factor, product availability factor, and product quality. Keywords: Elasticity, Product Demand 27 Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086-1117 Volume 13 Nomor 01 Maret 2022 | DOI: doi.org/10.36277/geoekonomi http://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BALIKPAPAN PENDAHULUAN Perkembangan pangan saat ini di sebabkan oleh polapikir masyarakat dan inovasi makanan yang semakin beragam di masyarakat. Dengan dasar inilah maka dapat di katakana bahwa permintaan akan tempe sangat signifikan. Kebutuhan konsumsi pokok salah satunya adalah kebutuhan akan protein yang baik untuk memenuhi kecukupan gizi yang diperlukan dalam proses pertumbuhan. Konsumsi bahan pangan masyarakat sehari-hari hendaknya memenuhi tiga kriteria diantaranya adalah kecukupan gizi, kecukupan kalori dan protein salah satunya adalah yang terdapat pada tempe. Saat ini Indonesia merupakan negara produsen kedelai keenam terbesar di dunia setelah negara-negara lain,sebanyak 50% dari konsusmi kedelai di indonesia di produksi dalam bentuk tempe. Komsumsi tempe rata-rata perorang pertahun di Indonesia saat ini di duga 7,45 kg (Astawan M., Wresdiyati T., Widowati S., Bintari S.H., 2013). Kabupaten konawe memiliki kurang lebih 50 industri rumahan pembuat tempe yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten konawemenjajakan dagangannya di berbagai tempat dimana pedagang bisa menjangkau konsumen. Banyaknya pedagang tempe tersebut menjadi salah satu fakta bahwatempe sangat diminati oleh banyak konsumen. Permintaan konsumen akan tempe dapat berubah-ubah. Tingkat ekspektasi atau harapan yang semakin tinggi, berdampak pada konsumen yang menuntut adanya kualitas lebih,maka produsen tempe di Kabupaten konawe dituntut untuk dapat mempertahankan, dan meningkatkan produk sehingga dapat memicu permintaan konsumen agar lebih meningkat lagi dan menciptakan kepuasan konsumen setelah mengonsumsi tempe. Permintaan terhadap produk tempe berkaitan erat dengan kemampuan atau daya beli konsumen. Tiga peubah ekonomi yang cukup dominan sebagai determinan konsumsi tempe adalah pendapatan, harga dan selera (Suprayitno E., 2017). Kelurahan sendang mulyasari di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe kurang lebih 6 industri rumahan yang bergerak di pembuatan produk tempe yang masyarakatnya beraneka ragam menurut usia, pendapatan, dan tingkat pendidikannya. Kelurahan sendang mulyasari memiliki jumlah penduduk yang padat dengan tingkat penghasilan menengah ke bawah. Mengingat potensi tempe sebagai sumber makanan yang bergizi dan memiliki banyak manfaat lainnya serta kebutuhan masyarakat akan sumber protein, maka mendorong penulis untuk mengkaji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi elastisistas permintaan tempe yang ada di Kelurahan Sendang Mulyasari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe. KAJIAN TEORI Lukman (2007:18) menyatakan bahwa permintaan (demand) terhadap suatu barang dan jasa dapat didefinisikan sebagai suatu hubungan antara sejumlah barang atau jasa yang di inginkan oelh konsumen untuk dibeli dipasar pada tingkat harga dan waktu tertentu. Dalam menganalisis mengenai permintaan perlu di sadari perbedaan antara permintaan dengan jumlah barang yang diminta. Ahli ekonomi mengatakan bahwa permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah permintaan. Sedangkan jumlah barang yang diminta dimaksudkan sebagai banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga. Jadi permintaan merupakan keinginan konsumen untuk membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu (Firdaus, 2009). Elastisitas untuk mengukur kepekaan dari suatu variabel terhadap yang lainya. Secara spesifik elastisitas adalah suatu bilangan yang menginformasikan kepada kita persentase perubahan terjadi pada satu variabel sebagai reaksi suatu perubahan satu persen pada satu variabel lain.apakah ini bereaksi cukup signifikan atau tidak (M. Nur Rianto Al Arif & Euis Amalia, 2010) 28 Jurnal GeoEkonomi ISSN-Elektronik (e): 2503-4790 | ISSN-Print (p): 2086- (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/download/174/93
Article home page: https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/view/174/93

Heriswanto Heriswanto, Radiasi Alam Kendek Membaka. ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN PRODUK TEMPE DI KELURAHAN SENDANG MULYASARI KECAMATAN TONGAUNA KABUPATEN KONAWE, Jurnal GeoEkonomi, 2022, pp. 27-39,