GAMBARAN HISTOPATOLOGI KARTILAGO SENDI LUTUT TIKUS WISTAR SETELAH PEMBERIAN SIPROFLOKSASIN

JURNAL BIOMEDIK, Feb 2013

Abstract: Ciprofloxacin is a kind of antibiotic which belongs to the fluoroquinolone group. It is very effective against microbes, but has several side effects in bones, joints, and tendons, especially for individuals under 18 years. The purpose of this study was to find out the side effects of ciprofloxacin on wistar rats’ knee joints. This was an experimental and descriptive study, using 12 wistar rats as samples, which were grouped in 4 groups: 3 treated, 1 control. The treated groups were given different total daily oral doses of ciprofloxacin (2 mg, 6 mg, and 18 mg) for 14 days. On the 15th day, all the samples were terminated, and their right back knees were examined pathologically, focusing on the knee cartilages. Wistar rats treated with 18 mg ciprofloxacin showed foci of cartilage matrix edema and degradation of chondrocytes. This study concluded that 18 mg doses of ciprofloxacin daily caused destruction of the matrix and chondrocytes of the wistar rats’ knee joint cartilages. Key words: ciprofloxasin, knee joint, matrix edema, chondrocytes’ degradation. Abstrak: Siprofloksasin adalah antibiotik golongan fluorokuinolon yang sangat efektif untuk mengobati infeksi, namun dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain gangguan pada tulang, sendi, dan tendon, terutama pada yang berusia dibawah 18 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek siprofloksasin pada sendi lutut tikus. Penelitian ini bersifat eksperimental deskriptif dengan menggunakan sampel 12 ekor tikus wistar yang dibagi atas empat kelompok (3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol). Pada kelompok perlakuan diberikan siprofloksasin per oral dengan dosis 2mg, 6 mg, dan 18 mg setiap hari selama 14 hari. (Dosis ini pada manusia dengan berat badan rata rata 50 kg setara dengan dosis 1000 mg, 3000 mg, dan 9000 mg per hari). Pada hari ke15, tikus kontrol dan perlakuan diterminasi kemudian sendi lutut di eksisi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi. Pemeriksaan histopatologi sendi lutut difokuskan pada jaringan kartilago hialin. Tikus kontrol dan tikus perlakuan dengan pemberian siprofloksasin dosis 2 mg dan 6 mg memperlihatkan jaringan kartilago normal; sedangkan pada tikus perlakuan dengan dosis 18 mg terlihat fokus-fokus pembengkakan matriks tulang rawan dan degradasi kondrosit. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian siprofloksasin pada tikus wistar dengan dosis 18 mg (setara dengan 9000 mg pada manusia) per hari selama 14 hari telah menimbulkan kelainan fokal pada kartilago berupa pembengkakan matriks dan degradasi kondrosit. Kata kunci: siprofloksasin, sendi lutut, pembengkakan matriks, degradasi kondrosit.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/biomedik/article/download/810/628

GAMBARAN HISTOPATOLOGI KARTILAGO SENDI LUTUT TIKUS WISTAR SETELAH PEMBERIAN SIPROFLOKSASIN

GAMBARAN HISTOPATOLOGI KARTILAGO SENDI LUTUT TIKUS WISTAR SETELAH PEMBERIAN SIPROFLOKSASIN Poppy M Lintong Carla Kairupan Mulyadi Saul Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado e-mail: Abstract: Ciprofloxacin is a kind of antibiotic which belongs to the fluoroquinolone group. It is very effective against microbes, but has several side effects in bones, joints, and tendons, especially for individuals under 18 years. The purpose of this study was to find out the side effects of ciprofloxacin on wistar rats’ knee joints. This was an experimental and descriptive study, using 12 wistar rats as samples, which were grouped in 4 groups: 3 treated, 1 control. The treated groups were given different total daily oral doses of ciprofloxacin (2 mg, 6 mg, and 18 mg) for 14 days. On the 15th day, all the samples were terminated, and their right back knees were examined pathologically, focusing on the knee cartilages. Wistar rats treated with 18 mg ciprofloxacin showed foci of cartilage matrix edema and degradation of chondrocytes. This study concluded that 18 mg doses of ciprofloxacin daily caused destruction of the matrix and chondrocytes of the wistar rats’ knee joint cartilages. Keywords: ciprofloxasin, knee joint, matrix edema, chondrocytes’ degradation Abstrak: Siprofloksasin adalah antibiotik golongan fluorokuinolon yang sangat efektif untuk mengobati infeksi, namun dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain gangguan pada tulang, sendi, dan tendon, terutama pada yang berusia dibawah 18 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek siprofloksasin pada sendi lutut tikus. Penelitian ini bersifat eksperimental deskriptif dengan menggunakan sampel 12 ekor tikus wistar yang dibagi atas empat kelompok (3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol). Pada kelompok perlakuan diberikan siprofloksasin per oral dengan dosis 2mg, 6 mg, dan 18 mg setiap hari selama 14 hari. (Dosis ini pada manusia dengan berat badan rata rata 50 kg setara dengan dosis 1000 mg, 3000 mg, dan 9000 mg per hari). Pada hari ke15, tikus kontrol dan perlakuan diterminasi kemudian sendi lutut di eksisi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi. Pemeriksaan histopatologi sendi lutut difokuskan pada jaringan kartilago hialin. Tikus kontrol dan tikus perlakuan dengan pemberian siprofloksasin dosis 2 mg dan 6 mg memperlihatkan jaringan kartilago normal; sedangkan pada tikus perlakuan dengan dosis 18 mg terlihat fokusfokus pembengkakan matriks tulang rawan dan degradasi kondrosit. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian siprofloksasin pada tikus wistar dengan dosis 18 mg (setara dengan 9000 mg pada manusia) per hari selama 14 hari telah menimbulkan kelainan fokal pada kartilago berupa pembengkakan matriks dan degradasi kondrosit. Kata kunci: siprofloksasin, sendi lutut, pembengkakan matriks, degradasi kondrosit 45 46 Jurnal Biomedik, Volume 1, Nomor 1, Maret 2009 hlm. 45-54 Siprofloksasin merupakan antibiotik golongan fluorokuinolon turunan kuinolon. Disebut demikian karena adanya atom fluor pada posisi 6 dalam struktur molekulnya. Daya antibiotiknya lebih kuat dari golongan kuinolon sebelumnya. Siprofloksasin efektif pada penanggulangan infeksi berat, khususnya yang disebabkan oleh kuman gram negatif misalnya E.coli, klebsiela, enterobacter, proteus, H.influenzae, providensia, serratia, salmonella, N.meningitidis, N. gonorhoeae, B.catarralis, dan yersinia enterocolitica. Terhadap kuman gram positif, daya anti bakterinya kurang kuat.1 Obat ini dapat di berikan dalam bentuk oral atau intravena. Dosis untuk anak-anak: oral: 20-30/mg/kg/hari dalam 2 dosis, dosis maksimum1,5g/hari. Dalam bentuk IV: 20-30/kg/hari setiap 12 jam, dosis maksimum 800/mg/hari. Dosis untuk orang dewasa; oral: 250-750 mg setiap 12 jam, IV:200-400 mg setiap 12 jam.2 Siprofloksasin umumnya diberikan secara oral, tetapi dapat diberikan juga secara parenteral. Siprofloksasin dan golongan fluorokuinolon lainnya dapat diabsorbsi dengan baik melalui traktus gastrointestinalis, dan memiliki masa paruh eleminasi yang panjang dalam tubuh sehingga pemberian obat cukup 2 kali sehari. Bioavailabilitasnya pada pemberian oral sama dengan parenteral. Penyerapan siprofloksasin dan mungkin juga fluorokuinolon lainnya terhambat bila diberikan bersama dengan antasida. Obat ini terdistribusi dengan baik pada berbagai organ tubuh. Dalam urin siprofloksasin mencapai kadar yang melampaui kadar hambat minimal untuk kebanyakan kuman patogen selama minimal 12 jam. Salah satu kelebihan obat ini dibanding golongan fluorokuinolon lainnya adalah obat ini dapat mencapai ka- dar tinggi dalam cairan cerebrospinalis pada meningitis. Siprofloksasin dimetabolisme di hati dan diekskresi melalui ginjal. Sebagian obat akan dikeluarkan melalui empedu. Hemodialisis hanya sedikit mengeluarkan obat ini dari tubuh sehingga penambahan dosis tidak diperlukan.1 Siprofloksasin bekerja dengan menghambat enzim topoisomerase II pada kuman. Enzim ini berfungsi menimbulkan terjadinya relaksasi DNA yang mengalami positive supercoiling (pilinan positif yang berlebihan) pada waktu transkripsi dalam proses replikasi DNA.1 Keamanan dan keefektifan siprofloksasin pada pasien anak dan remaja (kurang dari 18 tahun) belum ditetapkan. Siprofloksasin mempunyai efek samping antara lain: mual, muntah, halusinasi, kejang, delirium, kardiotoksisitas, disglikemia, fototoksisitas, dan ruptur tendon.3 Siprofloksasin juga dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan pada tulang, sendi, dan tendon (muskuloskeletal) pada yang berusia kurang dari 18 tahun. Gangguan tersebut dapat berupa erosi pada tulang dengan tandatanda pembengkakan matriks, kehilangan proteoglikan, dan munculnya celah horizontal pada sendi.4-11 Pemberian siprofloksasin dosis tinggi dapat menyebabkan kepincangan pada anjing usia muda dan belum dewasa. Pemeriksaan histopatologi pada sendi yang menahan beban pada anjing percobaan memperlihatkan adanya erosi kartilago. Obat golongan kuinolon lainnya juga menyebabkan erosi kartilago dari sendi yang menahan beban dan tanda-tanda artropati lain pada berbagai spesies hewan yang belum dewasa.3,5 Efek samping yang lain mencakup gangguan gastrointestinal, kerusakan tubulus ginjal (pengendapan kuinolon), reaksi Lintong, Kairupan, Saul: Gambaran Histopatologi Kartilago Sendi Lutut…47 alergi dan eksantema, fotosensibilitas, reaksi neurotoksik (antagonis GABA), serta yang jarang-jarang berupa tendonitis, sindroma hemolisis, dan trombositopeni.1,12 Berdasarkan hal-hal tersebut di-atas maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat efek siprofloksasin pada kartilago sendi lutut tikus wistar. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental deskriptif bertempat di Laboratorium Riset Biomedik dan Patologi Anatomi selama 3 bulan. Sampel yang digunakan adalah 12 ekor tikus wistar muda berusia 3 bulan yang dibagi atas 4 kelompok, masing-masing terdiri dari 3 ekor tikus. Tikus di pelihara dalam wadah yang ditabu (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/biomedik/article/download/810/628
Article home page: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/biomedik/article/view/810/628

Poppy Lintong, Carla Kairupan, Saul Mulyadi. GAMBARAN HISTOPATOLOGI KARTILAGO SENDI LUTUT TIKUS WISTAR SETELAH PEMBERIAN SIPROFLOKSASIN, JURNAL BIOMEDIK, 2013,