Implementasi Direct Shipment Pada Aplikasi Distribusi Abate (Studi Kasus RW.05 Lenteng Agung)
JRKT (Jurnal Rekayasa Komputasi Terapan)
Vol 01 No 04 Tahun 2021
e-ISSN : 2776-5873
IMPLEMENTASI DIRECT SHIPMENT PADA
APLIKASI DISTRIBUSI ABATE (Studi Kasus RW. 05, Lenteng Agung)
Syasya Adinta Cipta Sari
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer,
Universitas Indraprasta PGRI
Jalan Raya Tengah No 80, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur
Abstrak
Sistem distribusi yang baik menjadi kunci utama dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan
pengiriman maupun penerimaan barang. Jalur distribusi tidak hanya mengandalkan konsep semata,
melainkan juga butuh pendataan yang jelas dan rinci. Dalam penelitian ini, proses distribusi bubuk abate
yang diterapkan kader Jumantik masih tergolong sederhana yaitu bubuk abate langsung didistribusikan dari
Puskesmas ke Petugas Jumantik untuk diberikan kepada warga yang rumahnya berstatus positif jentik
nyamuk Aedes aegypti. Maka dalam perancangan aplikasi pendistribusian abate ini, penulis menggunakan
salah satu konsep dalam distribusi yaitu metode direct shipment. Metode direct shipment dipilih karena
metode ini memfokuskan pendistribusian secara langsung tanpa adanya titik – titik penyimpanan sementara.
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini ialah merancang suatu aplikasi distribusi bubuk abate dengan
menerapkan metode direct shipment, dimana proses distribusi abate menjadi lebih tepat sasaran bagi warga
yang rumahnya berstatus positif jentik nyamuk. Sementara, permasalahan yang dapat timbul dari direct
shipment ialah biaya transportasi yang cenderung lebih besar. Serta aplikasi ini hanya mencatat distribusi
abate dari petugas ke warga.
Kata Kunci : Distribusi, Direct Shipment, Aplikasi, Bubuk Abate.
Abstract
Good distribution system is the main key in various activities related to the delivery and receipt of goods.
Distribution channels not only rely on concepts alone, but also need clear and detailed data collection. In
this study, the distribution process of abate powder applied by Jumantik was still relatively simple, the abate
powder was directly distributed from the Puskesmas to Jumantik Officers to be given to residents whose
houses were positive for Aedes aegypti mosquito larvae. So in designing this abate distribution application,
the author uses one of the concepts in distribution, that’s the direct shipment method. The direct shipment
method was chosen because this method focuses on direct distribution without any temporary storage points.
The aim of this study is to design an application for distribution of abate powder by applying the direct
shipment method, where the abate distribution process becomes more targeted for residents whose houses
are positive for mosquito larvae. Meanwhile, problems that can arise from direct shipments are
transportation costs which tend to be higher. And this application only records the distribution of abate from
officers to residents.
Keyword : Distribution, Direct Shipment, Application, Abate Powder.
PENDAHULUAN
Dalam penelitian (Fitrianingsih, 2019), dikatakan bahwa setiap tahun kejadian penyakit demam
berdarah dengue (DBD) di Indonesia cenderung meningkat pada pertengahan musim penghujan
sekitar bulan Januari dan cenderung turun pada bulan Februari hingga ke penghujung tahun.
Sepanjang Januari 2016 Direktorat Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kementerian
Kesehatan mencatat 3.298 kasus DBD dengan jumlah kematian sebanyak 50 kasus di Indonesia.
Penyebaran penyakit DBD terkait erat dengan kepadatan penduduk, mobilitas, perilaku
masyarakat, kondisi iklim, serta tingginya perkembangbiakan nyamuk penular DBD atau yang
dikenal dengan nyamuk Aedes aegypti. Upaya penanggulangannya ialah dengan dibentuknya
Kelompok Kerja Operasional Demam Berdarah Dengue (Pokjanal DBD) dan kegiatan Juru
Pemantau Jentik (Jumantik). Menurut (Porogoi et al., 2019), Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
merupakan kader yang berasal dari masyarakat di suatu daerah, yang pembentukannya dan
265
JRKT (Jurnal Rekayasa Komputasi Terapan)
Vol 01 No 04 Tahun 2021
e-ISSN : 2776-5873
pengawasan kinerja bertanggungjawab sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten/kota. Namun meski
telah di bentuk Jumantik, angka penyebaran DBD masih belum dapat ditekan sepenuhnya. Salah
satunya karena distribusi abate yang kurang tepat sasaran.
Menurut (Karundeng et al., 2018), Distribusi atau place adalah proses menyalurkan barang dan jasa
dari produsen kepada target konsumen. Dari saluran distribusi untuk consumer product market,
perantara yang langsung berhubungan dengan konsumen adalah retailer atau pengecer. Dalam
distribusi produk akan terbentuk suatu rantai atau saluran yang dilewati oleh produk yang disebut
saluran distribusi. Secara garis besar, strategi distribusi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu cross
docking (yang biasa disebut sebagai just-in-time distribution), direct shipment, dan warehousing.
Pada penelitian ini penulis menggunakan metode direct shipment yang merupakan strategi dengan
pelayanan point-to-point sehingga pabrik langsung mengirimkan barang ke retail (Soetanto, 2015).
Dimana metode tersebut sesuai dengan permasalahan distribusi bubuk abate di Jumantik RW. 05,
Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Proses distribusi
bubuk abate yang diterapkan petugas Jumantik masih tergolong sederhana yaitu bubuk abate
langsung didistribusikan dari Puskesmas ke Petugas Jumantik untuk diberikan kepada warga yang
rumahnya berstatus positif jentik nyamuk Aedes aegypti. Oleh karena itu, penulis menggunakan
metode direct shipment untuk mencapai tujuan dari penelitian ini yaitu merancang suatu aplikasi
distribusi bubuk abate dengan menerapkan metode direct shipment, dimana proses distribusi abate
menjadi lebih tepat sasaran bagi warga yang rumahnya berstatus positif jentik nyamuk.
PENELITIAN RELEVAN
Beberapa penelitian yang relevan dengan Implementasi Metode Direct Shipment Pada Aplikasi
Distribusi Bubuk Abate antara lain, penelitian yang dilakukan (Abdul & Evitha, 2019), yang
berjudul Desain Jaringan Distribusi Berbasis E-Business Pada Sistem Rantai Pasok. Pada jurnal ini,
dapat ditentukan model jaringan distribusi yang baik dengan pendekatan desain jaringan distribusi
dan memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik melalui jangka waktu pengiriman peralatan
dan material sampai di lokasi konsumen, tetapi juga penekanan biaya yang dapat memberikan
harga yang lebih bersaing kepada calon calon konsumen. Dari 6 desain jaringan distribusi,
pendekatan model jaringan last mile delivery dan carrier delivery, tepat diterapkan dalam jaringan
distribusi e-commerce. Perusahaan internasional yang telah menerapkan model jaringan last mile
delivery dan carrier delivery adalah Amazon.
Dan yang terakhir penelitian (Kurniawan et al., 2019), yang berjudul Analisis Kinerja Distribusi
Logistik Pada Pasokan Barang Dari Pt. Surya Pamenang Ke Konsumen. Kebijakan pengendalian
manajemen distribusi logistic akan berpengaruh dengan terhadap meningkat performa kinerja
perusahaan (...truncated)