Sistem Pelacakan Senjata Yang Berbasis Modul Gnss Single Band Dengan Penggunaan Teknologi Real Time Kinematic (RTK)
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM)
Vol. xx, No. xx (20xx), DOI: 10.33650/jeecom.v4i2
p-ISSN: 2715-0410; e-ISSN: 2715-6427
85
Sistem Pelacakan Senjata Yang Berbasis Modul Gnss Single Band
Dengan Penggunaan Teknologi Real Time Kinematic (RTK)
Alfan Sholeh1, Mokhammad Syafaat 2, Rafi Maulana Alfarizi3, Dekki Widiatmoko4, Kasiyanto5
1 ,2,3,4,5
Poltekad Kodiklatad, Kota Batu, Jawa Timur, Indonesia
Article Info
ABSTRAK
Article history:
Perkembangan teknologi pelacakan senjata sangat penting dalam konteks
militer dan keamanan, memungkinkan deteksi, pelacakan, dan identifikasi
yang akurat terhadap perangkat senjata. Penelitian ini berfokus pada
pengembangan sistem pelacakan senjata menggunakan modul GNSS single
band dan RTK untuk mencapai presisi dan akurasi tinggi. Analisis mendalam
terhadap GNSS dan RTK dilakukan, dengan memanfaatkan teknologi modul
GNSS single band. Sistem perangkat keras dan lunak diimplementasikan
dengan mikrokontroler untuk akuisisi data GNSS real-time dan perhitungan
posisi senjata dengan presisi sub-meter. Metode penelitian melibatkan studi
literatur untuk memahami konsep GNSS, RTK, dan sistem pelacakan senjata.
Pengujian laboratorium dan lapangan dilakukan untuk mengevaluasi kinerja
modul GNSS single band dan sistem pelacakan. Hasilnya menunjukkan
bahwa sistem yang dikembangkan mampu mencapai presisi sub-meter dalam
menentukan posisi senjata, bahkan dalam kondisi lingkungan yang sulit.
Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teknologi pelacakan
senjata, memperkuat kemampuan operasional dan taktis serta mendukung
keamanan dan pertahanan nasional, dengan temuan dan metodologi yang
dapat diterapkan dalam aplikasi pelacakan di luar aplikasi militer.
Diterima 25 Maret 2024
Revisi
30 Maret 2024
Diterbitkan 6 April, 2024
Keywords:
Sistem Pelacakan Senjata
Real Time Kinematic
GNSS Single Band
Mikrokontroler
Aplikasi Militer
This is an open access article under the CC BY-SA license.
Corresponding Author:
Alfan Sholeh,
Poltekad Kodiklatad, Jl. Raya Anggrek No.1, Pendem, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur 60293
, Indonesia
Email: :
1. PENDAHULUAN
Dalam periode ketidakpastian global, evolusi teknologi pelacakan senjata menjadi aspek kritis dalam menjaga
stabilitas dan pertahanan suatu negara. Fokus penelitian ini terpusat pada pengembangan sistem pelacakan
senjata yang inovatif, mengintegrasikan modul Global Navigation Satellite System (GNSS) single band dengan
teknologi Real Time Kinematic (RTK) [1]. Keberhasilan suatu negara dalam menelusuri, mendeteksi, dan
mengidentifikasi perangkat senjata menjadi landasan pokok dalam menghadapi tantangan keamanan
kontemporer [2]. Pada fase awal penelitian, analisis mendalam terhadap karakteristik GNSS dan prinsip dasar
RTK dilakukan untuk memahami dasar teknologi yang melandasi sistem pelacakan senjata ini.[3] Penjelajahan
opsi modul GNSS single band dilakukan untuk memilih solusi yang optimal dalam konteks pelacakan senjata,
dengan tujuan mencapai kepresisian tinggi. Implementasi perangkat keras dan lunak menjadi langkah penting
dalam membangun fondasi teknologi ini. Pemanfaatan mikrokontroler sebagai elemen integral dari sistem
memungkinkan akuisisi data GNSS secara real-time dan perhitungan posisi senjata dengan presisi submeter[4], [5]. Dengan demikian, penelitian ini mengarah pada pengembangan solusi teknologi yang tidak
hanya inovatif tetapi juga praktis dalam memenuhi kebutuhan pelacakan senjata dengan akurasi yang
optimal.Uji coba lapangan menjadi tahap krusial untuk mengevaluasi kinerja sistem dalam beragam kondisi
lingkungan dan situasi penggunaan yang mungkin terjadi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem
pelacakan senjata berbasis modul GNSS single band dengan RTK memiliki kemampuan memberikan tingkat
akurasi yang memadai, bahkan dalam kondisi yang dipenuhi dengan gangguan sinyal atau ketika senjata
bergerak dengan cepat[3]. Sebagai hasilnya, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam
pengembangan teknologi pelacakan senjata, melalui integrasi GNSS single band dan RTK.Dengan
Journal homepage: https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/jeecom
86
ISSN: 2715-6427
menggunakan android sebagai ouput sistem yang dihasilkan dapat di ketahui lokasi dari senjata tersebut.[4]
Dan tidak hanya memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan operasional dan taktis, tetapi juga
berfungsi sebagai unsur penting dalam mendukung keamanan dan pertahanan nasional. Temuan teknolohi IOT
membantu dalam kesempurnaan kerja dari system[5]. Dan metodologi yang dihasilkan dalam penelitian ini
diharapkan dapat diterapkan secara luas dalam berbagai aplikasi pelacakan, tidak hanya di ranah militer tetapi
juga di sektor keamanan global secara menyeluruh [6].
2.
METODE
Pemilihan Modul Single Band: Identifikasi kriteria krusial untuk modul GNSS single band, termasuk
kompatibilitas dengan RTK, sensitivitas sinyal, daya tahan terhadap gangguan, dan presisi pemosisian[7].
Lakukan pencarian dan evaluasi modul yang tersedia di pasar, mempertimbangkan kriteria yang telah
diidentifikasi. Pilih modul yang paling sesuai dengan kebutuhan penelitian, dengan memperhatikan
keseimbangan antara kriteria yang telah ditentukan.
1. Penentuan Lokasi Pengujian:
Identifikasi daerah yang representatif, mencakup berbagai kondisi lingkungan seperti area urban,
hutan, dan lahan terbuka [8]. Pastikan bahwa lokasi-lokasi ini mencerminkan situasi penggunaan yang
berbeda dan mencakup tantangan yang mungkin dihadapi dalam pelacakan senjata.
2. Perizinan dan Izin:
Peroleh izin dan perizinan yang diperlukan untuk melakukan pengujian di lokasi-lokasi tertentu,
terutama jika ada batasan atau peraturan terkait dengan penggunaan teknologi GNSS [9]. Koordinasikan
dengan pihak berwenang dan pastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku[10].
3. Penyiapan Lokasi Pengujian:
Persiapkan setiap lokasi pengujian dengan memasang perangkat keras dan perangkat lunak yang
diperlukan untuk mengintegrasikan modul GNSS single band dengan RTK [11]. Pastikan bahwa semua
perangkat siap digunakan, terkalibrasi dengan baik, dan dapat beroperasi di lingkungan yang diinginkan.
4. Pelaksanaan Pengujian:
Lakukan pengujian di setiap lokasi dengan mengumpulkan data GNSS secara real-time. Pastikan
bahwa data pemosisian yang dikumpulkan mencakup berbagai kondisi, termasuk kondisi yang dapat
mempengaruhi akurasi seperti cuaca buruk atau gangguan sinyal [12].
5. Analisis Data:
Analisis data yang telah dikumpulkan untuk mengevaluasi akurasi dan presisi sistem pelacakan dalam
setiap lokasi pengujian. Bandingkan hasil pemosisian dengan data referensi yang telah diperoleh
sebelumnya untuk mengukur tingkat kesesuaian [13].
6. Kesimpulan dan Interpretasi:
Berdasarkan hasil analisis, buat kesimpulan mengenai kemampuan sistem pelacakan dalam berbagai
kondisi lingkungan. Interpretasikan temuan-temuan ini dan identifikasi perbedaan yang signifikan antara
lokasi-lokasi pengujian.[14]
7. Dokumentasi dan Pelaporan:
Dokumentasikan semua langkah-langkah, data, hasil, (...truncated)