Effect Local Microorganisms Coconut Pulp in Increasing The Resistance of Red Chilli Plants To Fungus Colletotrichum acutatum J.H. Simmonds

Jurnal Biologi Tropis, May 2024

The fungus Colletotrichum acutatum which often attacks chili plants causes anthracnose disease. Farmers generally use fungicides to control this disease. Continuous use of synthetic fungicides will have negative impacts. Plant extracts as an alternative to natural fungicides can be an appropriate and environmentally friendly choice. One of them is the use of Local Microorganisms (MOL). This research aims to determine the optimal concentration of coconut pulp MOL in increasing the resistance of red chilli plants to the fungus Colletotrichum acutatum that causes anthracnose disease. The study used a Totally Randomized Design (CRD) with 6 drugs, namely A (0 ml/water), B (5 ml/water), C (10 ml/water), D (15 ml/water), E (20 ml/water). ml/water), F (25 ml/water). There are four treatments each time. Information was broken down using ANOVA and continued with the Fair Genuine Contrast (BNJ) test at the 5% level (α = 5%). with a level of 5% (α = 5%). The results showed a significant effect on fungal colony diameter, germination period, plant height, plant incubation period, and disease severity. The best concentration of local coconut pulp microorganisms in inhibiting anthracnose disease was 25 ml/l water.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JBT/article/download/6803/3909

Effect Local Microorganisms Coconut Pulp in Increasing The Resistance of Red Chilli Plants To Fungus Colletotrichum acutatum J.H. Simmonds

Jurnal Biologi Tropis Original Research Paper Effect Local Microorganisms Coconut Pulp in Increasing The Resistance of Red Chilli Plants To Fungus Colletotrichum acutatum J.H. Simmonds Raisa Rahmi Putri Asrul Rusadi1*, Yulianty1, Sri Wahyuningsih1, & Eti Ernawiati1 1 Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia; Article History Received : April 25th, 2024 Revised : May 01th, 2024 Accepted : May 13th, 2024 *Corresponding Author: Raisa Rahmi Putri Asrul Rusadi, Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Lampung, Indonesia; Email: Abstract: The fungus Colletotrichum acutatum which often attacks chili plants causes anthracnose disease. Farmers generally use fungicides to control this disease. Continuous use of synthetic fungicides will have negative impacts. Plant extracts as an alternative to natural fungicides can be an appropriate and environmentally friendly choice. One of them is the use of Local Microorganisms (MOL). This research aims to determine the optimal concentration of coconut pulp MOL in increasing the resistance of red chilli plants to the fungus Colletotrichum acutatum that causes anthracnose disease. The study used a Totally Randomized Design (CRD) with 6 drugs, namely A (0 ml/water), B (5 ml/water), C (10 ml/water), D (15 ml/water), E (20 ml/water). ml/water), F (25 ml/water). There are four treatments each time. Information was broken down using ANOVA and continued with the Fair Genuine Contrast (BNJ) test at the 5% level (α = 5%). with a level of 5% (α = 5%). The results showed a significant effect on fungal colony diameter, germination period, plant height, plant incubation period, and disease severity. The best concentration of local coconut pulp microorganisms in inhibiting anthracnose disease was 25 ml/l water. Keywords: Anthracnose, coconut, Colletotrichum acutatum, red chili. Pendahuluan Capsicum annuum L. atau biasa disebut semur merah merupakan tanaman yang dikembangkan dan mempunyai banyak manfaat dan dimanfaatkan untuk kebutuhan penyedap masakan, serta dapat diolah sebagai bahan baku obat, makanan dan berbagai usaha (Polii et al., 2019). . Menurut Luthfi et al., 2023, penanganan cabai merah di Indonesia mayoritas masih dilakukan dengan teknik yang lugas sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar. Antraknosa merupakan penyakit yang menyerang tanaman cabai dan menjadi masalah besar bagi petani cabai yang berusaha mendapatkan hasil maksimal dari hasil panennya. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat mengganggu karena dapat menyebabkan matinya tunas tanaman, terutama pada musim berangin kencang (Hersanti et al., 2016). Salah satu marga Colletotrichum acutatum mempunyai This article is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. 271 gejala awal yaitu terdapat bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman dan kemudian pada tanaman yang sudah positif terkena jamur tersebut akan mengalami pembusukan, mengkerut, dan rontok (Prihatiningsih et al., 2020). Penggunaan fungisida salah satu solusi yang tepat saat ini untuk mengendalikan penyakit antraknosa, dan beberapa penyakit yang dapat merusak tanaman (Septariani et al., 2019). Namun penggunaan fungisida sintetik yang berkepanjangan akan mengakibatkan kerusakan keseimbangan ekosistem dan kesehatan manusia. Alternatif yang dapat digunakan ramah bagi lingkungan yaitu dengan memanfaatkan esktrak tumbuhan (Nurhayati, 2011). Bahan alami untuk membuat fungisida alami dalam pengendalian jamur telah dikenal secara luas (Purwantisari et al., 2023). Total luas produksi kelapa 3.566.103 hektar dan 2.890.734 ton, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar. Pembuatan ampas © 2024 The Author(s). This article is open access. Rusadi et al., (2024). Jurnal Biologi Tropis, 24 (2): 271 – 280 DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jbt.v24i2.6803 kelapa jumlahnya cukup besar (Panjaitan, 2021). Pembuangan sisa tumbukan kelapa yang tidak diawasi dengan baik di lingkungan sekitar bisa menjadi sebuah pertaruhan yang mengerikan (Pratiwi et al., 2016). Pemberian ampas kelapa yang dijadikan pupuk kandang dapat lebih meningkatkan struktur tanah dan dapat meningkatkan laju pergerakan organik tanah sehingga semakin banyak unsur hara yang tersedia dan tanaman dapat dengan mudah menyerap unsur hara (Roidah, 2013). Temuan Farhan et al., (2018), pemberian ampas kelapa sebanyak 150 gram ampas kelapa per tanaman pada tanaman cabai rawit memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan dan produksinya, yaitu rata-rata menghasilkan berat buah segar sebesar 5,33 gram. Sementara itu, temuan penelitian Suarna et al., (2021), cara terbaik untuk meningkatkan tinggi, panjang daun, dan lebar daun sawi adalah dengan memupuk tanaman dengan ampas kelapa organik sebanyak 100 gram. Ampas kelapa mengandung bahan-bahan seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan pati yang dapat menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan suatu tanaman (Asneti et al., 2015). Mikroorganisme Lokal (MOL) merupakan fungisida alami yang mengandung beragam mikroba Saccharomyces sp., Lactobacillus sp., Azospirillum sp., Bacillus sp., Pseudomonas sp., Azobacter sp., Aeromonas sp (Alimin et al., 2018). Mikroorganisme tersebut dapat menekan perkembangan parasit patogen dengan menciptakan campuran antijamur dan bahan kimia hidrolitik ekstraseluler yang dapat memisahkan dinding sel menular sehingga dapat menghambat perkembangan parasit (Sriwahyuni et al., 2023). Berdasarkan latar belakang diatas, penelitian perlu dilakukan untuk meningkatkan ketahanan tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) terhadap jamur Colletotrichum acutatum J.H. Simmonds penyebab penyakit antraknosa, dan menentukan konsentrasi terbaik dari MOL ampas kelapa dalam menghambat pertumbuhan jamur. jamur, gunting, alumunium foil, autoklaf, pipet tetes, jarum ose, sprayer, pembakar bunsen, tisu, hotplate, magnetic stirrer, timbangan analitik, ember cat, laminar air flow, polybag. Bahan penelitian adalah kultur murni Colletotrichum acutatum, ampas kelapa, gula merah, air kelapa, kentang, dextrose, kloramfenikol, agar, alkohol 70%, spirtus, benih cabai merah, pupuk kandang, tanah, dan aquades steril. Waktu dan tempat penelitian Penelitian berlangsung di bulan Desember 2023 - Februari 2024. Proses peremajaan isolat jamur Colletotrichum acutatum dan perlakuan uji in vitro dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi danpembuatan MOL dilakukan pada Laboratorium Botani Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Metode penelitian Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan enam perlakuan dan empat kali ulangan yaitu kontrol (A), 5 ml/l air (B), 10 ml/l air (C), 15 ml/l air (D), 20 ml/l air (E), 25 ml/l air (F). Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) ampas kelapa Ampas kelapa sebanyak 1 kg dimasukkan ke dalam ember. Gula merah yang sudah dipotong kecil-kecil ditambahkan sebanyak 500 gram. Kemudian dicampurkan air kelapa sebanyak 5 liter dan memas (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JBT/article/download/6803/3909
Article home page: http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JBT/article/view/6803/3909

Asrul Rusadi Raisa Rahmi Putri, Yulianty Yulianty, Sri Wahyuningsih, Eti Ernawiati. Effect Local Microorganisms Coconut Pulp in Increasing The Resistance of Red Chilli Plants To Fungus Colletotrichum acutatum J.H. Simmonds, Jurnal Biologi Tropis, 2024, pp. 271-280,