Monitoring dan Kendali Charger Accu Berbasis Node-RED
Monitoring dan Kendali Charger Accu Berbasis Node-RED
Monitoring dan Kendali Charger Accu Berbasis Node-RED
Muhammad Abdus Salam
D4 Teknik Listrik, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Surabaya
E-mail:
Widi Aribowo, Mahendra Widyartono, Ayusta Lukita Wardani
D4 Teknik Listrik, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Surabaya
E-mail : , ,
Abstrak
Baterai/aki merupakan sebuah komponen yang menyimpan energi listrik yang didalamnya berlangsung
proses elektrokimia yang reversible (dapat berkebalikan) pada efisiensi yang tinggi. Pada saat ini
pengguna baterai aki tidak memperhatikan kinerja dari baterai aki itu sendiri, sehingga pada saat
melakukan pengisian aki akan mengakibatkan terjadinya kerusakan elektrokimia pada aki tersebut.
Tujuan dari penelitian ini dilakukan yaitu untuk memudahkan kalibrasi cut – off pada sistem pengisian
aki yang menggunakan batuan mikrokontroller sehingga dapat dipantau saat berpergian. Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian rakayasa pengembangan dengan
pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa alat yang digunakan
dalam pengisian aki 12V dapat di monitoring menggunakan aplikasi node-RED. Adanya perbedaan pada
tegangan dari tiga percobaan yang ditunjukkan pada rata-rata persentase eror sensor teganggan pada
sensor INA 219 sebesar 0,23%. Perbedaan lainnya juga ditunjukkan pada arus saat pengisian aki dalam
tiga percobaan yang telah dilakukan menggunakan sensor INA 219 sebesar 0,19%. Dari pernyataan
tersebut, adapun saran yang ingin disampaikan oleh peneliti pada hasil penelitian ini yaitu diharapkan
untuk memberi proteksi pada sensor INA 219 dan untuk pembacaan teganggan diharapkan menggunakan
sensor yang hanya dapat membaca tegangan saja agar sesuai aki yang terisi penuh dapat terbaca
teganggannya dengan sesuai.
Kata kunci: Aki, Charger, Node-RED, Mikrokontroller.
Abstract
A battery is a component that stores electrical energy in which a reversible electrochemical process takes
place at high efficiency. Currently, battery users do not pay attention to the performance of the battery
itself, so that when charging the battery it will result in electrochemical damage to the battery. The
purpose of this research is to facilitate cut-off calibration on battery charging systems that use
microcontrollers so that inspections can be carried out while traveling. The research method used in this
research is a development engineering research method with a quantitative approach. In this research,
results were obtained showing that the tools used to charge 12V batteries can be monitored using the
node-RED application. The differences in voltage from the three experiments are shown in the average
voltage sensor error percentage on the INA 219 sensor of 0.23%. Another difference was also shown in
the current when charging the battery in three experiments carried out using the INA 219 sensor,
amounting to 0.19%. From this statement, the suggestion that the researcher wants to convey regarding
the results of this research is that it is hoped to provide protection to the INA 219 sensor and for voltage
reading it is hoped to use a sensor that can only read voltage so that a fully charged battery can read the
voltage appropriately.
Keywords: Battery, Charger, Node-RED, Microcontroller.
PENDAHULUAN
Kebutuhan energi listrik saat ini merupakan kebutuhan
pokok yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari –
hari, baik digunakan untuk kebutuhan rumah tangga,
industri, maupun otomotif. Semakin tinggi jumlah
penduduk, maka semakin besar pula kebutuhan akan energi
listrik
untuk
memenuhi
kebutuhannya.
(Gunawan,dkk.2021) listrik terus meningkat, namun
ketersediaan belum mencukupi kebutuhan. Penggunaan
listrik yang tidak terkontrol berdampak buruk pada
kelestarian lingkungan. Energi listrik masih tergantung
pada energi fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas
alam. Pada era perkembangan industri 4.0 saat ini perlu kita
ketahui bahwa energi listrik yang ada sangat terbatas,
sehingga kekurangan energi listrik pun tidak dapat
dihindari.
Oleh karena itu, dibuatlah alat/benda sebagai tempat
penyimpanan energi listrik yang biasanya disebut dengan
baterai/aki. Baterai/aki adalah sel listrik yang didalamnya
berlangsung proses elektrokimia yang reversible (dapat
berbalikan)
dengan
efisiensinya
yang
tinggi.
(Rusdianar,dkk. 2020) Baterai aki merupakan alat yang
biasanya digunakan untuk mensuplai kelistrikan dalam
dunia otomotif baik untuk stater mesin, sistem pengapian,
lampu – lampu dan komponen lainnya. Dengan
menggunakan baterai aki yang dapat diisi/dicharger
kembali tentunya memberikan keuntuingan untuk
lingkungan. Charger adalah sebuah alat untuk mengisi daya
pada aki agar dapat digunakan kembali.
Pada saat ini terdapat charger aki dengan sistem cut-off
14
Jurnal Teknik Elektro, Volume 13 Nomor 1 Tahun 2024, 14-19
otomatis. Sistem cut-off otomatis ini bekerja apabila level
tegangan itu telah mencapai setting tegangan maksimal,
maka arus pengisian akan diputus, atau terhenti secara
otomatis sesuai dengan setting yang diberikan, sehingga
tidak sampai terjadi kelebihan muatan (over charging).
Dalam sistem cut-off otomatis ini tidak dapat dikendalikan
dan di monitoring jarak jauh sehingga pengisian berjalan
dengan semestinya tanpa adanya kendali kontrol, hal ini
disebabkan oleh sebuah sistem yang tidak selalu berjalan
dengan maksimal dikarenakan kalibrasi yang kurang sesuai,
yang akan mengakibatkan sistem cut – off otomatis tidak
berfungsi sehingga terjadi over charging dan meledaknya
aki. Di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi
berkembang sangat pesat khususnya perkembangan
internet. Dengan munculnya perkembangan Internet of
Things (Iot) dapat dimanfaatkan dalam setiap kegiatan yang
dilakukan salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai
pengendalian perangkat elektronik.
Dalam penelitian sebelumnya yang berjudul “Rancang
Bangun Alat Charger Otomatis Baterai 12 V 35 AH”
(Wulandari dan Amna. 2018)yang dilakukan oleh
mahasiswa Teknik Mesin Unesa telah melakukan analisis
charger aki menggunakan transformator CT dan Non CT
tetapi pada penelitian tersebut tanpa adanya monitoring
alatnya. Terdapat juga penelitian “Monitoring State Of
Charge Accumulator Berbasis Graphical User Interface
Menggunakan Arduino” (Firanda dan Yuhendri. 2021)
Yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri
Padang. Pada penelitian tersebut hanya dilakukan
monitoring melalui Aplikasi MATLAB sehingga menurut
saya penelitian ini dapat dikembangkan lagi agar
monitoring dan kendalinya dapat dilakukan menggunakan
aplikasi android berbasis web browser (Node-RED).
Dalam tugas akhir ini melihat studi kasus dan
permasalahan diatas untuk mengetahui keadaan charger aki
masih mengisi atau telah memutus arus, Dapat kita
monitoring dan kendali dari jarak jauh menggunakan sistem
IoT. Sistem IoT adalah sistem monitoring konsumsi daya
listrik dirancang untuk memperoleh data yang berkaitan
dengan pengukuran parameter listrik antara lain ar (...truncated)