KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA DI LINGKUNGAN SMP Negeri 10 KENDARI

Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), Jun 2017

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Indonesia siswa di lingkungan SMP Negeri 10 Kendari.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengungkap sebuah fakta empiris secara objektif ilmiah dengan berlandaskan pada logika keilmuan, prosedur dan didukung oleh metodologi dan teoritis yang kuat sesuai disiplin keilmuan yang ditekuni.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Metode rekam yaitu teknik yang digunakan untuk merekam percakapan seluruh pembicaraan informan dilingkunganSMP Negeri 10 Kendari.Teknik simak yaitu cara yang digunakan untuk memperolehdata dengan menyimak penggunaan bahasa dari percakapan sedangkan catat yaitu teknik yang digunakan dengan cara mencatat percakapan informan untuk mendapatkan data tambahan.Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenaiKesantunan Berbahasa Indonesia di Lingkungan SMP Negeri 10 Kendari maka penulis dapat disimpulkan bahwa kesantunan berbahasa di lingkungan SMP 10 Kendari menggunakan Prinsip kesantunanyang dikembangkan oleh Leech. Prinsip kesantunan yang dimaksud yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim kesimpatian dan maksim pertimbangan yang terdapat di Lingkungan SMP Negeri 10 Kendari. Prinsip kesantunan tidak selalu diterapkan dalam percakapan karena dalam lingkunganSMP 10 Kendari yang dijadikan penelitian tidak memperhatikan prinsip-prinsip kesantunan pada saat berbicara antara penutur dan mitra tutur dengan konteks dan situasinya.Kata Kunci: Kesantunan, Berbahasa Indonesia, Lingkungan Sekolah.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/article/download/2402/1750

KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA DI LINGKUNGAN SMP Negeri 10 KENDARI

Jurnal Bastra [KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA DI LINGKUNGAN SMP Negeri 10 KENDARI] KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA DI LINGKUNGAN SMP Negeri 10 KENDARI Reski Lestari 1 2 Marwati ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Indonesia siswa di lingkungan SMP Negeri 10 Kendari.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengungkap sebuah fakta empiris secara objektif ilmiah dengan berlandaskan pada logika keilmuan, prosedur dan didukung oleh metodologi dan teoritis yang kuat sesuai disiplin keilmuan yang ditekuni.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Metode rekam yaitu teknik yang digunakan untuk merekam percakapan seluruh pembicaraan informan dilingkunganSMP Negeri 10 Kendari.Teknik simak yaitu cara yang digunakan untuk memperolehdata dengan menyimak penggunaan bahasa dari percakapan sedangkan catat yaitu teknik yang digunakan dengan cara mencatat percakapan informan untuk mendapatkan data tambahan.Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenaiKesantunan Berbahasa Indonesia di Lingkungan SMP Negeri 10 Kendari maka penulis dapat disimpulkan bahwa kesantunan berbahasa di lingkungan SMP 10 Kendari menggunakan Prinsip kesantunanyang dikembangkan oleh Leech. Prinsip kesantunan yang dimaksud yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim kesimpatian dan maksim pertimbangan yang terdapat di Lingkungan SMP Negeri 10 Kendari. Prinsip kesantunan tidak selalu diterapkan dalam percakapan karena dalam lingkunganSMP 10 Kendari yang dijadikan penelitian tidak memperhatikan prinsip-prinsip kesantunan pada saat berbicara antara penutur dan mitra tutur dengan konteks dan situasinya. Kata Kunci: Kesantunan, Berbahasa Indonesia, Lingkungan Sekolah. PENDAHULUAN Dalam masyarakat ada komunikasi atau saling hubungan antar anggota. Untuk keperluan itu dipergunakan suatu wahana yang dinamakan bahasa. Dengan demikian setiap masyarakat dipastikan memiliki dan menggunakan alat komunikasi sosial tersebut. Tidak ada masyarakat tanpa bahasa, dan tidak ada pula bahasa tanpa masyarakat (Soeparno, 2002: 5). Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan kita, karena setiap hari kita berkomunikasi menggunakan bahasa. Para pakar lingustik deskriptif 1 2 Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UHO Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UHO Jurnal Bastra Volume 1 Nomor 4 Maret 2017 1 Jurnal Bastra [KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA DI LINGKUNGAN SMP Negeri 10 KENDARI] biasanya mendefinisikan bahasa sebagai “satu sistem lambang bunyi yang bersifat mana suka (arbiter), yang kemudian lazim ditambah dengan “yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat untuk berinteraksi dan mengidentifikasikan diri.” (Chaer, 2003: 32). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kesantunan berbahasa Indonesia siswa di lingkungan SMP Negeri 10 Kendari? Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Indonesia siswa di lingkungan SMP Negeri 10 Kendari. Penelitian ini membahas tentang kesantunan berbahasa Indonesia siswa di lingkungan SMP Negeri 10 Kendari. Peneliti mengharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran yang rinci dan mendalam tentang kesantunan berbahasa Indonesia sehingga dapat memberikan sumbangan pengkajian pragmatik. Selain itu manfaat lain yang diharapkan peneliti dalam penelitian ini adalah: 1. Sebagaiinformasidanmasukankepadasiswamaupunmasyarakattentangkesantun anberbahasa Indonesia siswa di lingkungan SMP Negeri 10 Kendari. 2. Sebagai bahan rujukan atau perbandingan bagi peneliti selanjutnya yang relevan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini terdapat batasan istilah agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan istilah, yakni sebagai berikut. 1. Kesantunan berbahasa adalah kesopanan dan kehalusan dalam menggunakan bahasa ketika berkomuniksi. 2. Maksim adalah kaidah kebahasaan di dalam interaksi lingual; kaidahkaidah yang mengatur tindakannya, penggunaan bahasanya dan interprestasi-interpretasinya terhadap tindakan dan ucapan lawan tuturnya. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Bahasa Bahasa dipergunakan sebagai alat komunikasi atau sarana pergaulan sesama manusia. Bahasa menjadi ciri identitas suatu bangsa. Melalui bahasa, orang dapat mengidentifikasi kelompok masyarakat, bahkan dapat mengenali perilaku dan kepribadian masyarakat penuturnya. Oleh karena itu, masalah kebahasaan tidak terlepas dari kehidupan masyarakat penuturnya. Menurut Sukmawati dkk, (2008: 1), bahasa sebagai alat komunikasi verbal merupakan suatu sistem lambang bunyi yang bersifat arbiter. Artinya tidak ada hubungan wajib antara lambang sebagai hal yang menandai yang berwujud kata dengan benda atau konsep yang ditandai yaitu referen dari kata tersebut. Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, seperti tercantum pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang berbunyi “Kami Putra Putri Indonesia Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa indonesia”. Artinya bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional yang kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. Rahardi, (2009: 8). Pragmatik Levinson (dalam Tarigan, 2009:31), mengungkapkan bahwa pragmatik merupakan telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan Jurnal Bastra Volume 1 Nomor 4 Maret 2017 2 Jurnal Bastra [KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA DI LINGKUNGAN SMP Negeri 10 KENDARI] dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa, dengan kata lain telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta penyerasian kalimat-kalimat dan konteks secara tepat.Berarti pragmatik adalah bidang linguistik yang mengkaji telaah tuturan bahasa dari segi makna. Pragmatik menelaah ucapan-ucapan khusus dalam situasi-situasi khusus dan memusatkan perhatian pada aneka ragam cara yang merupakan wadah aneka konteks sosial. Dengan demikian pragmatik sangat erat dengan tindak tutur.Tuturan tersebut memiliki makna, maksud atau tujuan, sehingga perlu dikaji dengan bidang pragmatik.Terjadinya sebuah tindak ujar atau tuturan tentu karena adanya situasi ujaran. Paker (dalam Rahardi, 2005: 22) menjelaskan bahwa pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal.Adapun yang dimaksud dengan hal ini adalah bagaimana satuan lingual tertentu digunakan dalam komunikasi yang sebenarnya.Pakar ini membedakan pragmatik dengan studi tata bahasa yang dianggapnya sebagai studi tata bahasa yang dianggapnya sebagai studi seluk-beluk bahasa secara internal.Menurutnya, studi tata bahasa tidak perlu dikaitkan dengan konteks, sedangkan studi pragmatik mutlak dikaitkan dengan konteks. Dapat diketahui bahwa pragmatik sebagai salah satu disiplin ilmu bahasa yang memiliki peranan cukup penting.Dengan mempelajari dan menguasainya, seseorang tidak hanya memahami struktur formal sebuah bahasa tetapi juga struktur fungsional yang menyangkut bagaimana unsur-unsur formal itu berfungsi dalam tindak (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/article/download/2402/1750
Article home page: http://ojs.uho.ac.id/index.php/BASTRA/article/view/2402/1750

Reski Lestari. KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA DI LINGKUNGAN SMP Negeri 10 KENDARI, Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 2017,