Pemberdayaan Kader Bina Keluarga Balita Dalam Penanggulangan Stunting Di Desa Bukian, Kecamatan Payangan

Jurnal aplikasi IPTEK, Jul 2023

Stunting adalah salah satu bentuk gangguan gizi dari segi ukuran tubuh yang ditandai dengan kondisi tubuh yang pendek melebihi defisit -2SD menurut standar WHO. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Provinsi Bali tahun 2007, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kabupaten di Bali dengan prevalensi stunting yang tinggi. Salah satunya di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa masalah stunting cukup tinggi. Dari hasil wawancara dengan kader diperoleh beberapa permasalahan terkait program pencegahan stunting yaitu minimnya informasi yang diperoleh kader dan rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan stunting. Mitra yang diberdayakan adalah Kader BKB (Bina Keluarga Balita). Dari hal tersebut maka pemberdayaan kader sangat diperlukan untuk pencegahan stunting di Kabupaten Payangan. Target luaran dari kegiatan ini adalah menurunkan stunting di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan PKM dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Secara umum program ini dapat dikatakan berhasil karena telah terjadi penurunan angka stunting di Desa Bukian Kecamatan Payangan. Saran yang dapat disampaikan adalah Kader BKB dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program penanggulangan stunting secara berkesinambungan di wilayahnya masing-masing sehingga dapat memberdayakan kader untuk mengurangi permasalahan stunting di Kabupaten Gianyar.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/para_dharma/article/download/2509/3182

Pemberdayaan Kader Bina Keluarga Balita Dalam Penanggulangan Stunting Di Desa Bukian, Kecamatan Payangan

JURNAL PARADHARMA 7(1): 17-22 ISSN: 2549-7405 Pemberdayaan Kader Bina Keluarga Balita Dalam Penanggulangan Stunting Di Desa Bukian, Kecamatan Payangan 1*Luh Gede Pradnyawati, 2Dewa Ayu Putu Ratna Juwita, 3Ni Made Hegard Sukmawati, 4Anny Eka Pratiwi 1,2,3,4 Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas-Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa *Email: __________________________________________________________________________________ ABSTRAK Stunting adalah salah satu bentuk gangguan gizi dari segi ukuran tubuh yang ditandai dengan kondisi tubuh yang pendek melebihi defisit -2SD menurut standar WHO. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Provinsi Bali tahun 2007, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kabupaten di Bali dengan prevalensi stunting yang tinggi. Salah satunya di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa masalah stunting cukup tinggi. Dari hasil wawancara dengan kader diperoleh beberapa permasalahan terkait program pencegahan stunting yaitu minimnya informasi yang diperoleh kader dan rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan stunting. Mitra yang diberdayakan adalah Kader BKB (Bina Keluarga Balita). Dari hal tersebut maka pemberdayaan kader sangat diperlukan untuk pencegahan stunting di Kabupaten Payangan. Target luaran dari kegiatan ini adalah menurunkan stunting di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan PKM dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Secara umum program ini dapat dikatakan berhasil karena telah terjadi penurunan angka stunting di Desa Bukian Kecamatan Payangan. Saran yang dapat disampaikan adalah Kader BKB dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program penanggulangan stunting secara berkesinambungan di wilayahnya masingmasing sehingga dapat memberdayakan kader untuk mengurangi permasalahan stunting di Kabupaten Gianyar. Kata kunci: pemberdayaan, kader, stunting, Bukian ABSTRACT Stunting is a form of nutritional disorder in terms of body size characterized by a short body condition that exceeds a -2SD deficit according to WHO standards. Based on the results of the Basic Health Research of Bali Province in 2007, Gianyar Regency is one of the regencies with a high prevalence of stunting. One of them is in Bukian Village, Payangan Subdistrict, Gianyar Regency. Based on the description above, it appears that the problem of stunting is quite high. From cadre’s interview results, several problems related to the stunting prevention program were obtained such as the lack of information socialized by cadres and the low knowledge of cadres about stunting prevention. The empowered partners are BKB (Bina Keluarga Balita) cadres. From BKB, cadre empowerment is needed for stunting prevention in Payangan Regency. The target output of this activity is to reduce stunting in Bukian Village, Payangan District, Gianyar Regency. The activity results that the partners play an active role in every community service (PKM) activity with a percentage of 100% attendance and 100% active participation. In general, this is a succeed program because in stunting rates has been decreasing in Bukian Village, Payangan District. The suggestion can be conveyed is that BKB cadres’ spearheads for sustainability of the stunting prevention program in their respective areas, therefore they can empower cadres to reduce stunting problems in Gianyar Regency. Keywords: empowerment, cadres, stunting, Bukian 17 Jurnal Paradharma – April 2023 JURNAL PARADHARMA 7(1): 17-22 ISSN: 2549-7405 berbagai kondisi lain (Pradnyawati et al, 2019) yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan balita (Pradnyawati and Juwita, 2022). Menurut UNICEF, 37 persen dari anak - anak balita di Indonesia menderita gizi buruk dalam bentuk stunting, yang mana ini berarti 1 dari 3 anak di Indonesia menderita stunting. Anak yang mengalami stunting menghadapi hambatan belajar di sekolah, berpenghasilan lebih rendah ketika dewasa dan cenderung mewariskan siklus kemiskinan antar generasi (UNICEF, 2014). Kementerian Kesehatan RI telah menyusun Rencana Tindak Stunting yang akan diimplementasi di 160 Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia pada tahun 2019, salah satunya adalah Kabupaten Gianyar, yang terletak di Provinsi Bali (Kemenkes RI, 2016). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Provinsi Bali tahun 2007, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kabupaten di Bali dengan prevalensi stunting yang tinggi (Balitbangkes, 2008). Salah satu daerah dengan angka stunting yang tinggi adalah di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar (Dinkes Kabupaten Gianyar, 2013). Mitra yang diberdayakan dalam program pemberdayaan ini adalah Kader BKB (Bina Keluarga Balita) yang khusus menangani masalah stunting. Dari hasil wawancara dengan mitra didapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan stunting, antara lain: a. Minimalnya informasi yang didapatkan kader dan ibu rumah tangga yang memiliki balita tentang pencegahan stunting. Program pencegahan stunting ini merupakan wadah bagi para kader dan ibu rumah tangga yang memiliki balita untuk mendapatkan informasi seputar bahaya dari stunting, faktor risiko, serta cara pencegahannya. b. Minimalnya pengetahuan kader mengenai pencegahan stunting tersebut. Mereka tidak mengetahui apa saja bahaya dari stunting, faktor risiko, serta cara pencegahannya. c. Sejauh ini para kader dan ibu rumah tangga yang memiliki balita hanya pernah mendengar sekilas saja bahkan tidak tahu tentang stunting. Para kader dan ibu rumah tangga yang memiliki balita cenderung sibuk mengurus balita dan keluarganya. PENDAHULUAN Salah satu tujuan pada Sustainable Development Goals (SDGs) yang mulai berlaku di seluruh dunia adalah mengentaskan kelaparan, mencapai keamanan pangan dan perbaikan gizi, menggalakkan hidup sehat dan mendukung adanya kesejahteraan untuk semua usia. Didalamnya terdapat tujuan khusus untuk mengurangi rasio kematian ibu hamil secara global, mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada bayi baru lahir dan anak – anak di bawah usia lima tahun, mengurangi kematian dini akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan dan pengobatan hingga sepertiganya serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan (WHO, 2016). Stunting merupakan salah satu bentuk kelainan gizi dari segi ukuran tubuh yang ditandai dengan keadaan tubuh yang pendek hingga melampaui defisit -2SD di bawah standar WHO (WHO, 2010). Kejadian stunting pada anak balita memerlukan perhatian khusus karena berkaitan dengan risiko penurunan kemampuan intelektual, produktivitas dan peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang (Eka Kusuma & Nuryanto, 2013). Indonesia termasuk dalam kelompok negara berkembang dengan tingkat prevalensi yang tinggi (30-39%) yaitu sebesar 35,6% (BPS, 2012) (Riskesdas 2010). Indonesia, masih memiliki masalah mengenai kesejahteraan penduduk dan keluarga yang belum memenuhi st (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/para_dharma/article/download/2509/3182
Article home page: https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/para_dharma/article/view/2509/3182

Luh Gede Pradnyawati, Dewa Ayu Putu Ratna Juwita, Ni Made Hegard Sukmawati, Anny Eka Pratiwi. Pemberdayaan Kader Bina Keluarga Balita Dalam Penanggulangan Stunting Di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Jurnal aplikasi IPTEK, 2023,