Menyoal Pembangunan Hunian Modern di Kota Bekasi Dalam Perspektif Etika Pembangunan

Jurnal Administrasi Publik (JAP), Jun 2021

Urbanisasi dan mobilisasi yang sangat tinggi di perkotaan meningkatkan permintaan hunian atau tempat tinggal. Rencana tata ruang dan wilayah sebuah kota harus dibuat sedemikian rupa agar dampak yang ditimbulkan tidak bertentangan nilai-nilai keadilan sosial sebagai bagian dari etika pembangunan. Penelitian ini akan membahas beberapa kasus pembangunan hunian di Kota Bekasi dalam perspektif etika pembangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Analisis dari penelusuran beberapa data dan informasi yang telah penulis dapatkan menunjukkan bahwa perkembangan hunian berupa apartemen dan perumahan di Kota Bekasi belum sepenuhnya merepresentasikan kondisi ideal yang diharapkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ijin pembangunan diberikan, namun di beberapa kasus tidak melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pengambilan keputusan. Protes serta kerugian lingkungan adalah dampak yang dirasakan oleh kelompok masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jap/article/download/11076/7486

Menyoal Pembangunan Hunian Modern di Kota Bekasi Dalam Perspektif Etika Pembangunan

p-issn : 2087-8923 e-issn : 2549-9319 Jurnal Administrasi Publik (JAP) MENYOAL PEMBANGUNAN HUNIAN MODERN DI KOTA BEKASI DALAM PERSPEKTIF ETIKA PEMBANGUNAN Anisa Pramitasari Universitas Krisnadwipayana Kampus Unkris Jatiwaringin-Pondok Gede Jakarta Timur 13077 Email: ABSTRAK Urbanisasi dan mobilisasi yang sangat tinggi di perkotaan meningkatkan permintaan hunian atau tempat tinggal. Rencana tata ruang dan wilayah sebuah kota harus dibuat sedemikian rupa agar dampak yang ditimbulkan tidak bertentangan nilai-nilai keadilan sosial sebagai bagian dari etika pembangunan. Penelitian ini akan membahas beberapa kasus pembangunan hunian di Kota Bekasi dalam perspektif etika pembangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Analisis dari penelusuran beberapa data dan informasi yang telah penulis dapatkan menunjukkan bahwa perkembangan hunian berupa apartemen dan perumahan di Kota Bekasi belum sepenuhnya merepresentasikan kondisi ideal yang diharapkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ijin pembangunan diberikan, namun di beberapa kasus tidak melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pengambilan keputusan. Protes serta kerugian lingkungan adalah dampak yang dirasakan oleh kelompok masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Kata Kunci : Etika Pembangunan, Keadilan Sosial, Pembangunan Hunian Modern ABSTRACT Urbanization and high mobilization increases demand for housing. Spatial and territorial plan of a city must be design in such a way to resulting impacts do not conflict with the values of social justice as part of development ethics. This research will discuss several cases of residential development in Bekasi City from the perspective of development ethics. The research method used descriptive. The analysis from tracing some of the data and information that the author has obtained shows that the development of housing form of apartmens and housing in Bekasi City has not fully represented the ideal conditions expected by the community. The development permits granted in some cases do not involve local communities in the decision-making process. As a result, protest and environmental loses are felt by community groups around the construction sit. Keywords: Development Etics, Social Justice, Development of Modern Housing manusia PENDAHULUAN Kehidupan masyarakat saat ini telah cenderung meninggalkan lingkungan alam. 40% penduduk memilih banyak meninggalkan pedesaan dan pindah tinggal ke kota. Daya tarik perkotaan membuat urbanisasi pulau jawa, tahun 1996 tercatat kehidupan pertanian di desa tidak lagi 54,6 juta jiwa; tahun 2018 naik menjadi menarik bagi sebagian orang. Fenomena 146,9 juta jiwa; tahun 2035 diprediksi akan abad 21 semakin menunjukkan bahwa tumbuh sebesar 11,82% menjadi 167,3 juta 67 di perkotaan. Seperti populasi p-issn : 2087-8923 e-issn : 2549-9319 Jurnal Administrasi Publik (JAP) jiwa atau naik sebesar 3 kali lipat dari tahun 1974-1978. 1996 (Deliyanto dan Sumartono, 2018). dilaksanakan melalui sistem regionalisasi Perserikatan (PBB) atau perwilayahan, dengan kota-kota utama menyatakan bahwa 54% penduduk dunia sebagai kutub atau pusat pertumbuhan. tinggal di perkotaan dan akan naik di tahun Tujuan 2050 menjadi 80% (United Nation, 2014). pertumbuhan Bangsa-Bangsa Berkembangnya wilyah perkotaan Pembangunan dari nasional pembangunan pusat diharapkan dapat menyebarkan kemajuan di seluruh wilayah menimbulkan persoalan yang serius jika atau dapat diartikan sebagai upaya tidak dilakukan perencanaan pembangunan menciptakan pemerataan pembangunan. yang matang. Perkembangan kota yang Salah satu kota di Indonesia yang semakin padat akan memberikan dampak ditetapkan sebagai kutub pusat pertumbuhan kecenderungan pada pinggiran kota. Hal adalah Jakarta. sebagai pusat pertumbuhan, tersebut disebabkan karena perkotaan hanya kepadatan penduduk Jakarta memicu banyak dijadikan tempat transit untuk aktifitas masalah perdagangan dan industrialisasi. Setelah disampaikan di muka. Intruksi Presiden kegiatan tersebut selesai sebagian besar dari No.13 mereka kembali ke tempat tinggal mereka di pengembangan wilayah Jakarta, Bogor, pinggiran kota. Depok, Persoalan yang kemudian tidak dapat perkotaan bulan seperti Juli yang 1976, Tangerang telah diadakanlah dan Bekasi (Jabodetabek) untuk meringankan tekanan terbantahkan adalah berkurangnya lahan penduduk terbuka membina pola pemukiman perkotaan dan akibat tingginya kebutuhan permukiman, penyempitan jalan, kemacetan, degradasi kualitas lingkungan, Jakarta yakni dengan cara penyebaran kesempatan kerja. krisis Praktik pembangunan infrastruktur, resiko bencana dan dalam pertumbuhan derajat tertentu aparat pemerintah terlihat ketergantungan yang cukup tinggi bagi belum memiliki kesiapan dalam menghadapi wilayah di sekitarnya terutama dalam bidang kompleksitas ekonomi. permasalahan yang ditimbulkan. Sejarah pembangunan Hirscman penggagas mencatat di bahwa sistem Indonesia telah mengakibatkan pusat teori menjelaskan sebagai pusat adanya derajat ilmuan pertumbuhan ketidakseimbangan dalam pembangunan pusat pertumbuhan dicanangkan sejak REPELITA II tahun (1958). 68 Secara geografis, Hirscman p-issn : 2087-8923 e-issn : 2549-9319 Jurnal Administrasi Publik (JAP) menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi pasti tidak seimbang. synder1989), Dalam tekanan, menimbulkan Berdasarkan survey di atas, Kota tekanan- ketegangan-ketegangan, (Lhust, dalam Malla Paruntung, 2004). selalu dapat dilihat bahwa kemajuan disuatu (titik) akses 1997), kondisi lingkungan (Drabkin, 1980 proses pertumbuhan yang tidak seimbang tempat kemudahan Bekasi menempati posisi kedua setelah dan Tanggerang sebagai kota pilihan tempat dorongan-dorongan kearah perkembangan tinggal penduduk sekitar Jakarta. Penelitian pada tempat-tempat (titik-titik) berikutnya. yang dilakukan oleh Purbosari dan Hendarto Secara empiris, kelemahan atas teori (2012) menunjukkan bahwa Kecenderungan pusat-pinggiran terjadi di Indonesia dimana kaum urban memilih bertempat tinggal di Jakarta sebagai pusat dan kota-kota di Bekasi disebabkan oleh faktor ketersediaan sekitarnya pinggiran/penyangga. fasilitas umum yang memadai, harga rumah telah menawarkan yang ditawarkan, pendapatan dan kondisi kebutuhan lapangan kerja cukup tinggi. lingkungan. Sementara aksesibilitas tidak Kondisi tersebut mendorong kota-kota lain menjadi yang akhirnya menjadi pilihan tempat bertempat tinggal di Kota Bekasi. Tidak tinggal heran jika investasi yang berkembang di Jakarta sebagai dianggap bagi penduduk Jakarta yang berpenghasilan rendah. indikator bagi mereka untuk Kota Bekasi saat ini didominasi oleh Survey yang dilakukan oleh 123.com investasi hunian modern, pusat hiburan dan tahun 2017 menunjukkan terdapat empat pasar modern (radarbekasi.go.id, 25 Agustus kota lain di sekitar Jakarta sebagai pilihan 2018). t (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jap/article/download/11076/7486
Article home page: https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jap/article/view/11076/7486

pramitasari anisa Universitas Krisnadwipayana. Menyoal Pembangunan Hunian Modern di Kota Bekasi Dalam Perspektif Etika Pembangunan, Jurnal Administrasi Publik (JAP), 2021,