Rancang Bangun Sistem Automatic Transfer Switch Antara Listrik PLN Dan PLTS Skala Kecil Untuk Alat Penetas Telur Berbasis Internet Of Things

JTE(Jurnal Teknik Elektro), Jul 2021

Listrik yang dihasilkan oleh PLN tidak selamanya kontinu dalam penyalurannya ke konsumen, ketiadaan akan energi listrik tersebut dapat mengganggu keberlangsungan kegiatan konsumen. Dalam industri penetasan telur, membutuhkan listrik dengan ketersediaan yang stabil untuk mengoperasikan alat penetas telur yang berfungsi membantu proses penetasan dengan menghangatkan suhu pada telur melalui media lampu sebagai pengganti pengeraman alami oleh indukan. Upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik yang kontinu, memacu dikembangkannya kebaruan penelitian dengan penggabungan antara listrik PLN sebagai sumber utama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber cadangan. Penggabungan dua sumber listrik dapat dioptimalkan dengan otomatisasi pemindahan sumber listrik yang digunakan dengan menggunakan sistem Automatic Transfer Switch (ATS). Pengawasan parameter suhu alat penetas dapat dimaksimalkan dengan menambahkan sistem monitoring jarak jauh menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sistem ATS antara listrik PLN dan PLTS skala kecil untuk alat penetas telur berbasis IoT, mengetahui kinerja sistem ATS, PLTS serta unjuk kerja alat penetas telur berbasis IoT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Setelah melakukan penelitian diperoleh hasil penelitian yaitu sistem ATS bekerja dengan baik untuk memindahkan koneksi apabila listrik PLN (utama) gangguan sehingga alat penetas dapat beroperasi menggunakan sumber listrik PLN atau PLTS. Pengujian penggunaan PLTS menghasilkan tegangan dan arus rata-rata sebesar 12,85 V dan 1,37 A. Dalam proses pengisian baterai berbeban, PLTS dapat menaikkan tegangan baterai sebesar 0,2 V. Lama penggunaan PLTS untuk mensuplai listrik adalah 14 jam. Pengawasan parameter data suhu dan kondisi lampu alat penetas dapat dilakukan secara jarak jauh melalui gawai yang terhubung internet. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu industri penetasan telur dalam memperoleh ketersediaan sumber listrik cadangan agar proses penetasan telur tidak mengalami kegagalan. Kata Kunci: Alat penetas Telur, Automatic Transfer Switch, Internet of Things, PLTS

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/download/41833/35980

Rancang Bangun Sistem Automatic Transfer Switch Antara Listrik PLN Dan PLTS Skala Kecil Untuk Alat Penetas Telur Berbasis Internet Of Things

Rancang Bangun Sistem ATS antara Listrik PLN dan PLTS Skala Kecil Untuk Alat Penetas Telur Berbasis IoT Rancang Bangun Sistem Automatic Transfer Switch Antara Listrik PLN Dan PLTS Skala Kecil Untuk Alat Penetas Telur Berbasis Internet Of Things Ilham Farisi Almadani S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: Subuh Isnur Haryudo., Unit Three Kartini., Joko S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: , , Abstrak Listrik yang dihasilkan oleh PLN tidak selamanya kontinu dalam penyalurannya ke konsumen, ketiadaan akan energi listrik tersebut dapat mengganggu keberlangsungan kegiatan konsumen. Dalam industri penetasan telur, membutuhkan listrik dengan ketersediaan yang stabil untuk mengoperasikan alat penetas telur yang berfungsi membantu proses penetasan dengan menghangatkan suhu pada telur melalui media lampu sebagai pengganti pengeraman alami oleh indukan. Upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik yang kontinu, memacu dikembangkannya kebaruan penelitian dengan penggabungan antara listrik PLN sebagai sumber utama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber cadangan. Penggabungan dua sumber listrik dapat dioptimalkan dengan otomatisasi pemindahan sumber listrik yang digunakan dengan menggunakan sistem Automatic Transfer Switch (ATS). Pengawasan parameter suhu alat penetas dapat dimaksimalkan dengan menambahkan sistem monitoring jarak jauh menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sistem ATS antara listrik PLN dan PLTS skala kecil untuk alat penetas telur berbasis IoT, mengetahui kinerja sistem ATS, PLTS serta unjuk kerja alat penetas telur berbasis IoT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Setelah melakukan penelitian diperoleh hasil penelitian yaitu sistem ATS bekerja dengan baik untuk memindahkan koneksi apabila listrik PLN (utama) gangguan sehingga alat penetas dapat beroperasi menggunakan sumber listrik PLN atau PLTS. Pengujian penggunaan PLTS menghasilkan tegangan dan arus rata-rata sebesar 12,85 V dan 1,37 A. Dalam proses pengisian baterai berbeban, PLTS dapat menaikkan tegangan baterai sebesar 0,2 V. Lama penggunaan PLTS untuk mensuplai listrik adalah 14 jam. Pengawasan parameter data suhu dan kondisi lampu alat penetas dapat dilakukan secara jarak jauh melalui gawai yang terhubung internet. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu industri penetasan telur dalam memperoleh ketersediaan sumber listrik cadangan agar proses penetasan telur tidak mengalami kegagalan. Kata Kunci: Alat penetas Telur, Automatic Transfer Switch, Internet of Things, PLTS. Abstract The electricity produced by PLN is not always continuous in its distribution to consumers, the absence of this electrical energy can disrupt the continuity of consumer activities. In the egg hatchery industry, electricity is needed with stable availability to operate an egg incubator that functions to assist the hatching process by heating the temperature of the eggs through light media as a substitute for natural incubation by the broodstock. Efforts to meet the demand for continuous electricity, spur the development of new research by combining PLN electricity as the main source with solar power plants (PLTS) as a backup source. The combination of two power sources can be optimized by automating the transfer of the power source used by using the automatic transfer switch (ATS) system. Supervision of incubator temperature parameters can be maximized by adding a remote monitoring system using Internet of Things (IoT) technology. The purpose of this study was to produce an ATS system between PLN electricity and small-scale PLTS for IoT-based egg incubators, determine the performance of the ATS system, determine the performance of PLTS and determine the performance of IoT-based egg incubators. The research method used is the experimental method. The research results obtained that the ATS system worked well to move the connection if the PLN (main) electricity was interrupted so that the incubator could operate using a PLN or PLTS power source. Testing the use of PLTS produces an average voltage and current of 12.85 V and 1.37 A. In the process of charging a loaded battery, PLTS can increase the battery voltage by 0.2 V. Monitoring of temperature data parameters and the condition of the incubator lamp can be carried out remotely via an internet-connected device. The implications of this research are expected to help the egg hatchery industry in obtaining the availability of a backup power source so that the egg hatching process does not fail. Keywords: Automatic Transfer Switch, Egg Incubator, Internet of Things, Solar Power Plant. 565 Jurnal Teknik Elektro Volume 10 Nomer 03 Tahun 2021. 565-575 PENDAHULUAN Energi listrik merupakan suatu hal yang sangat penting dan vital yang dibutuhkan oleh semua kalangan baik individu, rumah tangga, maupun industri. Bertambahnya jumlah penduduk dan adanya perkembangan teknologi, industri dan informasi maka kebutuhan akan konsumsi energi listrik kian meningkat guna menunjang kegiatan manusia. Listrik yang dihasilkan oleh PLN tidak selamanya kontinu dalam penyalurannya ke konsumen, ketiadaan akan energi listrik tersebut dapat mengganggu keberlangsungan kegiatan konsumen sehingga perlu adanya pembangkit listrik lain yang berfungsi sebagai back-up suplai listrik utama dari PLN agar kebutuhan listrik konsumen tidak terganggu. Upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik yang kontinu dan guna menekan penggunaan energi listrik berbasis fosil yang cadangan bahan bakar energinya semakin berkurang sehingga dapat menimbulkan masalah pada kehidupan manusia di masa depan, memacu dikembangkannya pembangkit listrik alternatif dengan sumber energi baru terbarukan (Hidayat dan Firmansyah, 2019). Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan energi baru terbarukan yaitu matahari. Alasan utama dalam penggunaan PLTS adalah sumber energi matahari yang melimpah dan dalam prosesnya tidak menghasilkan emisi gas buang dan limbah cair atau padat yang berbahaya (White, 2015). Sistem PLTS terdiri dari beberapa komponen yaitu panel surya merupakan alat yang mengubah sinar matahari menjadi energi listrik, Solar Charge Controller (SCC) merupakan alat pengubah keluaran panel surya untuk mencapai tingkat tegangan baterai dan mengatur pengisian baterai, baterai berfungsi sebagai penyimpan energi listrik yang dihasilkan panel surya dan digunakan pada saat panel surya tidak mencukupi untuk memasok energi ke beban, dan inverter merupakan pengubah listrik DC menjadi listrik AC (Suryawinata dan Sunardiyo, 2017). Pada prinsipnya PLTS bekerja dengan cara mengubah energi elektromagnetik dari sinar matahari kemudian dikonversi menjadi energi listrik menggunakan panel surya. Energi listrik yang dihasilkan disimpan dalam baterai. Listrik yang disimpan dalam baterai dirubah dengan inverter dari listrik DC (Direct Current) men (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/download/41833/35980
Article home page: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/41833/35980

Almadani Ilham Farisi, Haryudo Subuh Isnur, Kartini Unit Three, Joko Joko. Rancang Bangun Sistem Automatic Transfer Switch Antara Listrik PLN Dan PLTS Skala Kecil Untuk Alat Penetas Telur Berbasis Internet Of Things, JTE(Jurnal Teknik Elektro), 2021, pp. 565-575,