Optimizing Soybean Chlorophyll Content Under Drought Stress: Unveiling the Potential of Biostimulants from Padina minor Yamada with Different Solvent Extraction
Jurnal Biologi Tropis
Original Research Paper
Optimizing Soybean Chlorophyll Content Under Drought Stress: Unveiling
the Potential of Biostimulants from Padina minor Yamada with Different
Solvent Extraction
Parissa Anandita De Yudanur1, Zozy Aneloi Noli1*, Mansyurdin1
1
Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences; Universitas Andalas, Padang,
Indonesia;
Article History
Received : December 13th, 2023
Revised : January 26th, 2024
Accepted : February 15th, 2024
*Corresponding Author:
Zozy Aneloi Noli,
Biology Department, Faculty of
Mathematics and Natural
Sciences; Universitas Andalas,
Padang, Indonesia;
Email:
Abstract: Biostimulants are natural compounds that can stimulate plant
growth. Biostimulants from Padina minor contain secondary metabolites
and growth-regulating substances needed in various plant growth
metabolisms, including soybeans (Glycine max L.). Biostimulants also play
a role in enhancing drought stress tolerance in plants. Several solvents are
used to extract natural compounds found in P. minor. This study aims to
investigate the effect of P. minor biostimulant extracted using various
solvents on soybeans' chlorophyll content under different drought stress
levels. The study used a completely randomized design (CRD) with two
factors: a. Solvent (control, aquadest, methanol, and ethanol) and b. Soil
field capacity (100%, 75%, 50%, and 25%). Applying P.minor as
biostimulant extracted with methanol solvent showed higher average
chlorophyll a, b, and total chlorophyll than other solvent types. Imposing
stress up to 25% did not significantly affect soybean chlorophyll levels.
However, the interaction between soil field capacity and P. minor extract
from methanol solvent can trigger resilience response to drought conditions
up to 25% soil field capacity and provide the highest average chlorophyll
content compared to other treatments during the soybean vegetative period.
Methanol is the best solvent for extracting P. minor as biostimulant and can
provide the highest average chlorophyll content at 25% soil field capacity.
Keywords: Biostimulant, chlorophyll, Glycine max L., growth stimulation,
water insufficiency.
Pendahuluan
Biostimulan
adalah
sekelompok
molekul, ekstrak, atau biomassa dengan
kandungan heterogen seperti beberapa
senyawa; misalnya fenol, asam salisilat, asam
humat dan fulvat, dan protein hidrolase
(Chiaiese et al., 2018). Biostimulan adalah
bahan organik, baik sintetik maupun alami,
yang tidak termasuk dalam kategori pupuk
dan diaplikasikan dengan disemprotkan pada
tanaman (Noli & Azwar, 2021). Biostimulan
semakin banyak digunakan dalam budidaya
tanaman karena efek positifnya terhadap hasil
tanaman, efisiensi penggunaan unsur hara,
toleransi terhadap stres dan ketahanan
terhadap penyakit (Calvo et al., 2014).
Ekstrak yang berasal dari alga
This article is licensed under a Creative Commons Attribution366
4.0
International License.
mengandung komponen seperti polisakarida
(misalnya galaktan, fukoidan, alginat, dan
laminarin), protein (misalnya lektin), pigmen
(misalnya klorofil, karotenoid, asam lemak
tak jenuh ganda/polyunsaturated fatty acids
(PUFA), dan phycobiliprotein), polifenol (
misalnya asam sinamat, flavonoid, isoflavon,
asam benzoat, asam fenolik, dan lignan,
kuersetin), mineral (misalnya Ca, Mg, K, dan
Na), dan zat pengatur tumbuh/ZPT (misalnya
auksin, sitokinin, giberelin, dan asam absisat)
(Chojnacka, 2012). Karena aktivitasnya yang
merangsang pertumbuhan, formulasi alga
digunakan
sebagai
biostimulan
dalam
produksi
tanaman
(Siwik-Ziomek
&
Szczepanek, 2019; Noli & Azwar, 2021;
Rimayani et al., 2022; Krawczuk et al., 2023).
Tahar et al., (2022) menjelaskan bahwa salah
© 2024 The Author(s). This article is open access.
De Yudanur et al., (2024). Jurnal Biologi Tropis, 24 (1): 366 – 373
DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jbt.v24i1.6568
satu rumput laut coklat dari Indonesia yaitu
Padina minor mengandung fitokimia dalam
jumlah yang cukup dan menunjukkan potensi
antioksidan alami yang mungkin bermanfaat
bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Ekstrak cair rumput laut menjadi penting di
bidang pertanian dengan aplikasi melalui
semprotan daun karena mengandung unsur
mobile (Fe, Cu, Zn, dan Mn) yang dapat
merangsang
pertumbuhan
tanaman
(Sivasankari et al., 2006).
Spesies rumput laut yang telah
dimanfaatkan untuk sumber biostimulan pada
beberapa penelitian sebelumnya adalah
Padina minor. Penggunaan ekstrak P. minor
efektif meningkatkan pertumbuhan vegetatif
padi gogo, memperbaiki bobot segar dan
kering, jumlah anakan, kandungan klorofil,
dan tinggi tanaman (Noli et al., 2021).
Penggunaan bisotimulan P. minor mampu
meningkatkan
tinggi
tanaman
kedelai
(Suwirmen et al., 2022). Ekstrak rumput laut
P. minor dengan konsentrasi 40% mampu
meningkatkan pertumbuhan dan produksi
tanaman kedelai (Noli et al., 2022).
Faktor
yang
mempengaruhi
keberhasilan biostimulan adalah proses
ekstraksi. pelarut yang digunakan saat
ekstraksi memiliki kandungan fisik dan kimia
yang dapat mempengaruhi kandungan yang
keluar dr tanaman sumber biostimulan
(Dulanlebit & Hernani, 2023). Beberapa jenis
pelarut yang biasa digunakan untuk
melarutkan ekstrak biostimulan adalah air
aquades, metanol, dan etanol. Penggunaan
ketiga jenis pelarut tersebut juga bergantung
pada jenis biostimulan yang digunakan dan
kandungan yang terkandung di dalamnya.
Pelarut memiliki sifat yang sangat berdampak
pada hasil ekstraksi, khususnya semakin polar
pelarut, maka semakin baik daya ekstraksinya
dan semakin banyak metabolit sekunder yang
larut (Cleopatra et al., 2023).
Air
dapat
melarutkan
metabolit
sekunder (flavonoid, saponin dan terpenoid),
berbagai zat gizi makro (Ca, K, Mg, Na, P),
dan zat gizi mikro (S, B, Co, Cu, Fe, Mn, Mo,
Ni, Si, dan Zn) (Godlewska et al., 2016).
Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya
juga menunjukkan metanol merupakan pelarut
yang efektif mempengaruhi senyawa bioaktif
dan
aktivitas
antioksidan
biostimulan.
Penggunaan
metanol
sebagai
pelarut
menunjukkan kandungan fenolik dan sifat
antioksidan tinggi pada biostimulan rumput
laut Padina tetrastromatica (Sobuj et al.,
2021). Sementara itu, penggunan pelarut
metanol pada ekstrak biostimulan alga Padina
pavonica dapat memberikan senyawa fenolik,
flavonoid, dan tanin yang lebih tinggi.
Keterbatasan informasi mengenai jenis
pelarut terbaik untuk ekstraksi biostimulan
dari P. minor serta pengaruhnya terhadap
kadar klorofil tanaman kedelai belum
diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat pengaruh biostimulan P. minor yang
diekstraksi menggunakan beberapa jenis
pelarut terhadap kadar klorofil kedelai pada
beberapa tingkat cekaman kekeringan.
Bahan dan Metode
Waktu dan tempat
Penelitian bertempat pada Labooratorium
Fisiologi Tumbuhan dan Rumah Kaca, Jurusan
Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas,
Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Waktu
dilakukan penelitian dari bulan Mei – Agustus
2023.
Metode penelitian
Metode yang digunakan adalah metode
eksperimen tersusun dalam Rancangan Acak
Lengk (...truncated)