PENGARUH KECUKUPAN MODAL, LIKUIDITAS, RISIKO KREDIT, DAN EFISIENSI OPERASIONAL TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN UMUM SWASTA NASIONAL DI BUSA EFEK INDONESIA

Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, Dec 2018

The purpose of this study is to: 1) analyze the significance of the influence of capital adequacy to profitability, 2) to analyze the significance of the effect of liquidity on profitability, 3) to analyze the significance of the effect of credit risk on profitability, 4) to analyze the significance of the effect of operational efficiency level on profitability, significance of capital adequacy, liquidity, credit risk, and operational efficiency simultaneously to profitability. This type of research use survey, data analysis technique using multiple linear regression analysis with sample of 8 bank with purposive sampling method. Hypothesis testing using t test (partial test), F test (simultaneous test), and test of coefficient of determination (R2). The result of t analysis shows that partially CAR, LDR, and NPL variables have no significant effect on ROA, while BOPO variable has significant effect on ROA. Simultaneously capital adequacy, liquidity, credit risk, and operational efficiency affect the ROA of National Private Private Banking at BEI. The result of (R2) shows that 93,7% variation of profitability variable can be explained by BOPO.Keywords: capital adequacy, liquidity, credit risk, operational efficiency, profitability

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/Ekonomi/article/download/2382/2130

PENGARUH KECUKUPAN MODAL, LIKUIDITAS, RISIKO KREDIT, DAN EFISIENSI OPERASIONAL TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN UMUM SWASTA NASIONAL DI BUSA EFEK INDONESIA

PENGARUH KECUKUPAN MODAL, LIKUIDITAS, RISIKO KREDIT, DAN EFISIENSI OPERASIONAL TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN UMUM SWASTA NASIONAL DI BUSA EFEK INDONESIA Khayrul Astria Setianingrum 1) Edi Wibowo 2) Setyaningsih Sri Utami 3) 1, 2, 3) Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta e-mail: 1) ABSTRACT The purpose of this study is to: 1) analyze the significance of the influence of capital adequacy to profitability, 2) to analyze the significance of the effect of liquidity on profitability, 3) to analyze the significance of the effect of credit risk on profitability, 4) to analyze the significance of the effect of operational efficiency level on profitability, significance of capital adequacy, liquidity, credit risk, and operational efficiency simultaneously to profitability. This type of research use survey, data analysis technique using multiple linear regression analysis with sample of 8 bank with purposive sampling method. Hypothesis testing using t test (partial test), F test (simultaneous test), and test of coefficient of determination (R2). The result of t analysis shows that partially CAR, LDR, and NPL variables have no significant effect on ROA, while BOPO variable has significant effect on ROA. Simultaneously capital adequacy, liquidity, credit risk, and operational efficiency affect the ROA of National Private Private Banking at BEI. The result of (R2) shows that 93,7% variation of profitability variable can be explained by BOPO. Keywords: capital adequacy, liquidity, credit risk, operational efficiency, profitability PENDAHULUAN Indonesia dalam kegiatan perekonomiannya tidak dapat terlepas dari sektor perbankan. Dalam perkembangan dunia perbankan tidak selalu mengalami kenaikan tetapi ada saatnya bank mengalami kemunduran. Pada tahun 1998 dunia perbankan mengalami penurunan yang cukup parah sehingga menjadi krisis moneter. Ada beberapa perbankan yang mengalami kebangkrutan dan nasabah menjadi tidak percaya lagi terhadap sektor perbankan, sehingga banyak nasabah bank yang mengambil uang tabungan mereka. Melihat kondisi tersebut pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan bantuan likuiditas Bank Indonesia, membuat program jaminan pemerintah terhadap pembayaran bank umum dan pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Setelah melakukan program tersebut pemerintah melakukan restrukturisasi perbankan untuk mengatasi dampak krisis dan menghindari terjadinya krisis di masa yang akan datang. Pada tahun 1999 berhasil mengatasi dampak krisis perbankan dan dapat melakukan pemulihan kondisi ekonomi serta dapat menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi guna memberdayakan perekonomian Indonesia. Setelah tahun 2000an sektor perbankan mulai bangkit lagi dan mulai berkembang. Dalam perjalanan perekonomian Indonesia pada tahun 2008 mengalami suatu kendala yaitu akibat krisis keuangan global sehingga secara tidak langsung dampaknya dirasakan negara Indonesia ditandai dengan runtuhnya lembaga keuangan terbesar di dunia asal Amerika Lehman Brother, kredit macet sektor perumahan (subprime mortgage) dan bangkrutnya industri otomotif seperti General Motor dan Ford. Musibah yang menimpa di Amerika juga dirasakan negara-negara maju Eropa. Negara yang sudah maju saja tidak dapat terhindar dari krisis global, apalagi Indonesia yang hanya menjadi negara berkembang. Dampak krisis tersebut memberikan Pengaruh Kecukupan Modal, Likuiditas, Risiko Kredit … (Khayrul AS., Edi W., & Setyaningsih SU.) 235 sentimen buruk bagi lembaga keuangan bank dan non bank yang berada di Indonesia. Pasar modal di Indonesia mencapai level yang paling buruk akibat dampak menularnya kejatuhan pasar bursa di Wall Street. Terkoreksinya pasar bursa di Indonesia sempat membuat otoritas bursa menutup (suspensi) pasar dalam waktu dua hari (Maros, 2015). Ternyata hal tersebut membuat para nasabah kembali panik dan menilai bahwa menyimpan uang di bank tidak aman. Pemerintah meyakinkan para nasabah bahwa krisis yang terjadi tidak akan menjadikan perekonomian Indonesia terpuruk lagi seperti tahun 1998, karena fundamental ekonomi Indonesia dan perbankan masih berjalan dengan sehat. Indonesia berhasil menghadapi krisis keuangan 2008-2009, hal tersebut menjadi bukti membaiknya stabilitas dan daya tahan sistem keuangan Indonesia. Bank Indonesia (BI) telah menyelesaikan seluruh proses yang dibutuhkan untuk peralihan pengawasan perbankan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 31 Desember 2013. OJK menjelaskan untuk kondisi perbankan Indonesia untuk saat ini stabil dan cenderung membaik. Hal tersebut membuktikan bahwa perkembangan perekonomian Indonesia terutama di sektor perbankan mengalami fluktuasi. Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan kemudian menyalurkan kembali ke masyarakat, serta memberikan jasa-jasa bank lainnya (Kasmir, 2008: 2). Menurut Direktori Perbankan Indonesia tahun 2012, jenis bank terdiri dari: Bank Persero, Bank Devisa, Bank Non Devisa, Bank Campuran, Kantor Cabang Bank Asing, dan Bank Pembangunan Daerah. Dalam penelitian ini menggunakan Bank Devisa dengan nama lain Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Bank Umum Swasta Nasional Devisa adalah bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke luar negeri, inkaso ke luar negeri, travelers cheque, pembukaan dan pembayaran Letter of Credit dan transaksi lainnya. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ditentukan oleh Bank Indonesia (Kasmir, 2008: 34) Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri (R. Agus Sartono, 2010: 122). Untuk mengukur profitabilitas, dalam penelitian ini menggunakan Return On Assets (ROA). ROA adalah rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Selain itu, ROA memberikan ukuran yang lebih baik atas profitabilitas perusahaan karena menunjukkan efektivitas manajemen dalam menggunakan aktiva untuk memperoleh pendapatan (Kasmir, 2012: 201). Di dalam pelaksanaan kegiatan perbankan kecukupan modal sangat penting karena digunakan sebagai penyangga terhadap kemungkinan kerugian dan menjaga kepercayaan terhadap aktivitas perbankan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi atas dana yang diterima dari nasabah. Kecukupan modal adalah rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank mengandung risiko (kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber di luar bank, seperti dana dari masyarakat, pinjaman, dan lain-lain (Lukman Dendawijaya, 2000: 122). Untuk mengukur kecukupan modal menggunakan Capital Adequacy Ratio (CAR). CAR menjadi indikator terhadap kemampuan bank untuk menutupi penurunan aktivanya sebagai akibat dari kerugian-kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva berisiko. Kegiatan d (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/Ekonomi/article/download/2382/2130
Article home page: https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/Ekonomi/article/view/2382/2130

Setyaningsih Sri Utami Khayrul Astria Setianingrum Edi Wibowo &. PENGARUH KECUKUPAN MODAL, LIKUIDITAS, RISIKO KREDIT, DAN EFISIENSI OPERASIONAL TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN UMUM SWASTA NASIONAL DI BUSA EFEK INDONESIA, Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 2018,