Faktor-Faktor yang Memengaruhi Gangguan Fungsi Paru pada Petugas Parkir di Kota Medan

Jurnal Health Sains, Mar 2021

Hidup manusia sangat bergantung dari lingkungannya seperti halnya udara buat pernapasan, air bersih buat minum, serta keperluan sehari-hari dan lainnya. Udara salah satu komponen lingkungan, sehingga kualitasnya mesti terjaga, di udara mengandung seluruh besar oksigen merupakan komponen terpenting untuk perkembangan hidup manusia. Makhluk hidup tanpa udara selama dua menit saja tidak akan dapat bertahan hidup.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi gangguan fungsi paru pada petugas parkir di kota medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitan sebanyak 30 orang petugas parkir di kota Medan. Sampel penelitian ini adalah seluruh petugas parkir di Kota Medan. Hasil sebanyak 60% pekerja mengalami gangguan fungsi paru dan sebanyak 40% tidak mengalami gangguan fungsi paru, berdasarkan analisis menunjukkan ada hubungan antara umur ( p = 0,001), masa kerja (p = 0,011), dan APD (p = 0,010) dengan gangguan fungsi paru pada petugas parkir di Kota Medan. Kesimpulan umur, masa kerja, dan penggunaan APD dapat menyebabkan gangguan fungsi paru di Kota Medan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.healthsains.co.id/index.php/jhs/article/download/134/190

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Gangguan Fungsi Paru pada Petugas Parkir di Kota Medan

Jurnal Health Sains: p–ISSN: 2723-4339 e-ISSN: 2548-1398 Vol. 2, No. 3, Maret 2021 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PETUGAS PARKIR DI KOTA MEDAN Novika Haryanti Purba, Nurmaini dan Irnawati Marsaulina Universitas Sumatera Utara (USU) Medan Sumatera Utara, Indonesia Email: , dan ARTIKEL INFO Tanggal diterima: 5 Maret 2021 Tanggal direvisi: 15 Maret 2021 Tanggal disetujui: 25 Maret 2021 Keywords: parking attendants; pulmonary function; personal protective equipment (PPE) ABSTRACT Human life is very dependent on the environment as well as air for breathing, clean water for drinking, as well as daily and other necessities. Air is one of the components of the environment, so its quality must be maintained, in the air containing all the large amounts of oxygen is the most important component for the development of human life. Living things without air for just two minutes will not be able to survive. The purpose of this study is to analyze the factors that affect lung function disorders in parking attendants in Medan city. Methods this type of research is an analytic observational study with a cross sectional design. The research population was 30 parking attendants in the city of Medan. The sample of this research is all parking attendants in Medan City. Results as many as 60% of workers had lung function problems and as many as 40% had no lung function problems, based on the analysis showed that there was a relationship between age (p = 0.001), years of service (p = 0.011), and PPE (p = 0.010) with lung function disorders on parking attendants in Medan City. Conclusion age, years of work, and use of PPE can cause lung function problems in Medan City. ABSTRAK Hidup manusia sangat bergantung dari lingkungannya seperti halnya udara buat pernapasan, air bersih buat minum, serta keperluan sehari-hari dan lainnya. Udara salah satu komponen lingkungan, sehingga kualitasnya mesti terjaga, di udara mengandung seluruh besar oksigen merupakan komponen terpenting untuk perkembangan hidup manusia. Makhluk hidup tanpa udara selama dua menit saja tidak akan dapat bertahan hidup.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi gangguan fungsi paru pada petugas parkir di kota medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitan sebanyak 30 orang petugas parkir di kota Medan. Sampel penelitian ini adalah seluruh petugas parkir di Kota Medan. Hasil sebanyak 60% pekerja mengalami gangguan fungsi paru dan sebanyak 40% tidak mengalami gangguan fungsi paru, berdasarkan 343 Novika Haryanti Purba, Nurmaini dan Irnawati Marsaulina Kata Kunci: petugas parkir; fungsi paru; alat pelindung diri (APD) analisis menunjukkan ada hubungan antara umur ( p = 0,001), masa kerja (p = 0,011), dan APD (p = 0,010) dengan gangguan fungsi paru pada petugas parkir di Kota Medan. Kesimpulan umur, masa kerja, dan penggunaan APD dapat menyebabkan gangguan fungsi paru di Kota Medan. Coresponden Author: Email: Artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi Pendahuluan Hidup manusia sangat bergantung dari lingkungannya seperti halnya udara buat pernapasan, air bersih buat minum, serta keperluan sehari-hari dan lainnya (Sumampouw, 2019). Udara salah satu komponen lingkungan, sehingga kualitasnya mesti terjaga, di udara mengandung seluruh besar oksigen merupakan komponen terpenting untuk perkembangan hidup manusia. Makhluk hidup tanpa udara selama dua menit saja tidak akan dapat bertahan hidup (Mukono, H. 2018). Udara terdiri dari tiga unsur utama, yaitu udara kering, uap air, dan aerosol. Kandungan udara kering adalah 78 persen Nitrogen, 20 persen Oksigen, 0,93 persen Argon, 0,03 persen Karbon Dioksida, 0,003 persen gas-gas lain (Neon, Helium, Metana, Kripton, Hidrogen, Xenon, Ozon, Radon) (Pratomo, 2019). Gas oksigen salah satu pendukung untuk kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan. Keadaan tersebut dibilang sebagai udara yang sebagaimana mestinya (Purba, 2020). Pencemaran udara bisa dimunculkan dari beberapa sumber alami maupun pekerjaan makhluk hidup. Pencemaran udara bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, contohnya di rumah, kantor maupun di sekolah. Pencemaran ini seringkali dikatakan pencemaran dalam ruangan (indoor pollution). Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoorpollution) dari gas 344 kendaraan bermotor, pekerjaan industry, proyek pekerjaan jalan tol, (Qadri et al., 2020). Beberapa pabrik dan pekerjaan oleh manusia. Salah satu bahan pencemar udara adalah TSP yaitu sejumlah debu berukuran 0,1 sampai 100 μm. Partikel udara di bentuk padat yang berukuran kurang dari 10 μm dikatakan dengan PM10 (particulatematter) dan kurang dari 2,5 μm di dalam rumah (PM2,5) dipercayai bagi pakar lingkungan dan kesehatan masyarakat dampak terjadinya timbulnya ISPA, sebab jumlah partikel padat PM10 dan PM2,5 bisa tinggal di saluran pernafasan dekat alveoli dan bronki (Sinolungan, 2009). Partikel debu yang berukuran kurang dari 10 μm (PM10) sangat perlu diperhatikan, dikarenakan dapat menjadi hal lebih besar untuk dapat sampai ke daerah bagian dalam paru. Rambut di dalam hidung dapat menyaring debuyang berukuran lebih besar dari 10 μm. PM10 diprediksi ada antara 50 dan 60 persen dari jumlah partikel yang terbang dan memiliki ukuran sampai 45 μm (total suspendedparticulate) (Organization, 2013). Jenis polutan udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia adalah partikulat. Partikulat menjadi membahayakan bagi kesehatan makhluk hidup apabila berada pada ukuran yang sangat tinggi di daerah tertentu. Penurunan kualitas udara akibat beredarnya partikulat telah banyak dihubungkan dengan peningkatan kasus kematian dan gejala penyakit. Jenis partikulat Jurnal Health Sains, Vol. 2, No. 3, Maret 2021 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Gangguan Fungsi Paru pada Petugas Parkir di Kota Medan yang paling banyak diteliti dan dilihat karena bentuknya yang dapat menancap ke bagian dalam paru dan kandungannya yang dapat beredar dalam aliran darah adalah PM10 (Partikulat berukuran ≤10µm) (Ratnani et al., 2013). Partikulat debu diperoleh dari emisi partrikulat buangan kendaraan bermotor. Sekitar 50 persen - 60 persen dari jumlah gas yang melayang merupakan debu berukuran 10 μm atau diketahui sebagai PM10. Debu PM10 sangatlah gampang terhirup dan masuk serta menancap ke bagian paru-paru dalam, sehingga PM10 dikatakan sebagai Respirable Particulate Matter (RPM) (Christina, 2016). Akibatnya dapat merusak sistem pernafasan di bagian atas dan bagian bawah (alveoli). Di alveoli terjadi penggumpalan partikelukuran kecil yang mengakibatkan dapat mengganggu sistem jaringan paru-paru, sedangkan pada debu yang lebih kecil dari 10 μm, dapat mengakibatkan mata menjadi iritasi, merusak dan menghalangi penglihatan mata (Chahaya, 2015). Dikeadaan tertentu, debu sangat berbahaya dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan penurunan totalitas kinerja, gangguan fungsi faal paru, gangguan fungsi penglihatan bahkan sampai pada kerac (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.healthsains.co.id/index.php/jhs/article/download/134/190
Article home page: http://jurnal.healthsains.co.id/index.php/jhs/article/view/134/190

Purba Novika Haryanti, Nurmaini Nurmaini, Irnawati Marsaulina. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Gangguan Fungsi Paru pada Petugas Parkir di Kota Medan, Jurnal Health Sains, 2021, pp. 343-349,