Socio-Economic Study of Maize Farming Households in The Buffer Area of Mandalika Special Economic Zone Central Lombok Regency

Jurnal Biologi Tropis, Sep 2022

The Mandalika Special Economic Zone is one of the priority areas for national economic development that aims to create new sources of economic growth in the region. Maize is a type of food crop that has great potential share in the agricultural sector, especially as fulfillment food needs in the Mandalika Special Economic Zone. The objectives of this study were 1) to analyze the income from maize cultivation in the buffer zone of the Mandalika Special Economic Zone; 2) analyze the perceptions of households producing corn in the buffer zone about the socioeconomic benefits of the existence of the Mandalika Special Economic Zone. The method used in this research is the descriptive method. The respondents in this study were farmers who planted maize in Mertak Village and it was determined that there were 30 respondents who were determined by purposive sampling. The results showed that maize farmers in the buffer zone of Mandalika Special Economic Zone earn income in one growing season with an average income from maize cultivation of IDR 15,392,760/LLG or IDR 13,502,577/ha. Also, maize farmers in the buffer zone of the Mandalika Special Economic Zone benefit from the existence of the Mandalika Special Economic Zone in the form of increasing employment, improving public facilities like; the road infrastructure is of better quality, the physical condition of educational facilities and health facilities is also improving.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JBT/article/download/4474/2774

Socio-Economic Study of Maize Farming Households in The Buffer Area of Mandalika Special Economic Zone Central Lombok Regency

Septiadi et al., (2022). Jurnal Biologi Tropis, 22 (3): 1049 – 1059 DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jbt.v22i3.4474 Jurnal Biologi Tropis Original Research Paper Socio-Economic Study of Maize Farming Households in The Buffer Area of Mandalika Special Economic Zone Central Lombok Regency Dudi Septiadi1*, Rosmilawati1, Abdullah Usman1, Asri Hidayati1 1 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Kota Mataram, Indonesia; Article History Received : July 02th, 2022 Revised : August 20th, 2022 Accepted : September 26th, 2022 *Corresponding Author: Dudi Septiadi, Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Kota Mataram, Indonesia; Email: Abstract: The Mandalika Special Economic Zone is one of the priority areas for national economic development that aims to create new sources of economic growth in the region. Maize is a type of food crop that has great potential share in the agricultural sector, especially as fulfillment food needs in the Mandalika Special Economic Zone. The objectives of this study were 1) to analyze the income from maize cultivation in the buffer zone of the Mandalika Special Economic Zone; 2) analyze the perceptions of households producing corn in the buffer zone about the socioeconomic benefits of the existence of the Mandalika Special Economic Zone. The method used in this research is the descriptive method. The respondents in this study were farmers who planted maize in Mertak Village and it was determined that there were 30 respondents who were determined by purposive sampling. The results showed that maize farmers in the buffer zone of Mandalika Special Economic Zone earn income in one growing season with an average income from maize cultivation of IDR 15,392,760/LLG or IDR 13,502,577/ha. Also, maize farmers in the buffer zone of the Mandalika Special Economic Zone benefit from the existence of the Mandalika Special Economic Zone in the form of increasing employment, improving public facilities like; the road infrastructure is of better quality, the physical condition of educational facilities and health facilities is also improving. Keywords: farmer; maize; mandalika; socio-economic; special economic zone. Pendahuluan Jagung termasuk jenis komoditas tanaman pangan yang berpotensi menyangga kebutuhan pangan non beras karena kandungan karbohidrat yang tinggi (Ardiana et al., 2015). Konsumsi jagung nasional sebanyak 30 persen diperuntukkan untuk kebutuhan pangan (Bantacut et al., 2015). Nilai yang cukup besar sekaligus peluang pasar bagi petani jagung. Fakta tentang kebutuhan jagung nasional yang terus meningkat setiap tahunnya, harus menjadi motivasi tersendiri bagi petani untuk terus mengusahakan dan meningkatkan produksi jagung. Selain itu, pemerintah selalu mengupayakan agar pemenuhan permintaan jagung berasal dari produksi dalam negeri. Kabupaten Lombok Tengah adalah salah satu daerah penghasil komoditas jagung di 1049 This article is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menetapkan jagung sebagai program unggulan pembangunan daerah. Hal ini merupakan langkah tepat karena selain memiliki potensi daerah (potensi lahan). Tanaman jagung merupakan tanaman yang cukup mudah untuk dibudidayakan, di samping tidak terlalu membutuhkan banyak air, aman dari serangan hama dan penyakit (Aqil & Bunyamin, 2015). Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan suatu konsep ekonomi yang mempunyai tujuan-tujuan pertumbuhan ekonomi (Devadas & Gupta, 2011). Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah juga menjadi peluang pemasaran untuk komoditi jagung dan produk turunannya. Informasi menarik mengabarkan bahwa Bank Dunia menetapkan © 2022 The Author(s). This article is open access Septiadi et al., (2022). Jurnal Biologi Tropis, 22 (3): 1049 – 1059 DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jbt.v22i3.4474 Kabupaten Lombok Tengah sebagai daerah percontohan pengembangan budidaya jagung melalui program I-Care (Antara NTB, 2021). Secara detail pihak Bank Dunia menjelaskan penetapan Kabupaten Lombok Tengah sebagai daerah percontohan pengembangan komoditas jagung dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan di KEK Mandalika. Berdasarkan hasil survei Bank Dunia, kebutuhan akan bahan pangan di kawasan tersebut sangat tinggi di masa depan. Ditetapkannya Kabupaten Lombok Tengah menjadi Pengembangan budidaya jagung akan mendorong berkembangnya sektor industri berbahan dasar jagung dan sektor perdagangan serta industri rumah tangga dan usaha kecil dan menengah yang relatif lebih tahan terhadap fluktuasi perekonomian (Prawoto, 2012). Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika merupakan suatu salah satu kawasan prioritas pengembangan ekonomi nasional yang bertujuan untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah, sekaligus sebagai pemacu pembangunan ekonomi daerah. Keberadaan KEK Mandalika telah menarik banyak investor dan berdampak pada perekonomian (Suryani & Febriani, 2019). Artinya pasca diresmikannya KEK Mandalika dan ditetapkannya ajang Moto-GP di Sirkuit Mandalika diduga akan mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Tingginya arus mobilitas wisatawan tentu akan memiliki dampak pada peningkatan kebutuhan pangan. Kebutuhan pangan diprediksi menjadi kebutuhan yang paling mendesak untuk dipenuhi di kawasan tersebut. Jagung adalah jenis tanaman pangan yang memiliki potensi pangsa yang besar, khususnya sebagai pemenuhan kebutuhan pangan di KEK Mandalika. Keberadaan kawasan khusus ini tentu harus memberikan dampak pada kawasan penyangga dari Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Kawasan penyangga KEK Mandalika merupakan daerah yang menjadi penopang KEK Mandalika. Kawasan penyangga semuanya berada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, meliputi: sebagian wilayah Desa Kuta, Desa Rembitan, Desa Mertak, Desa Sengkol, Desa Sukadana dan sebagian Desa Prabu. Namun yang menjadi permasalahan krusial, seberapa besar kehadiran KEK Mandalika memberikan dampak sosial ekonomi kepada masyarakat lokal di kawasan penyangga. Khususnya rumahtangga petani jagung di kawasan penyangga KEK Mandalika. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu; 1) menganalisis pendapatan usahatani jagung di daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika; 2) menganalisis persepsi rumahtangga petani jagung di daerah penyangga terkait manfaat sosial ekonomi dari keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Bahan dan Metode Waktu dan tempat penelitian Penelitian dilakukan dari bulan Juli – September 2022. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada karakteristik yang unik. Kecamatan Pujut merupakan kecamatan dimana lokasi daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika berada. Desa Mertak dipilih sebagai lokasi penelitian karena Desa tersebut memiliki areal lahan pertanian jagung terluas dibanding Desa lain pada kawasan peny (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JBT/article/download/4474/2774
Article home page: http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JBT/article/view/4474/2774

Dudi Septiadi, Rosmilawati Rosmilawati, Usman Abdullah, Asri Hidayati. Socio-Economic Study of Maize Farming Households in The Buffer Area of Mandalika Special Economic Zone Central Lombok Regency, Jurnal Biologi Tropis, 2022, pp. 1049-1059,