Pengenalan Pengaruh Suara Konsonan Terhadap Vokal Menggunakan MFCC dan SVM
IT FOR SOCIETY, Vol. 03, No. 02
ISSN 2503-2224
Pengenalan Pengaruh SuaraKonsonan
Terhadap Vokal Menggunakan MFCC
dan SVM
Muhammad Makmun Effendi
STT Pelita Bangsa
Abstrak — Suara merupakan alat komunikasi paling
mendasar bagi manusia. Saat ini, suara tidak hanya
digunakan untuk komunikasi antar manusia tetapi juga
digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkatperangkat teknologi, oleh sebab itu topik pengenalan
suara semakin berkembang. Penelitian yang dilakukan
adalah untuk menyederhanakan pengenal ucapan yang
bertujuan untuk mengenali pengaruh konsonan terhadap
vokal dengan memanfaatkan informasi disekitar ucapan
konsonan dan vokal tersebut. Metode Penelitian yang
digunakan dalam membangun sistem pengenalan suara
ini berdasarkan konsonan yang telah di pengaruhi oleh
vokal dengan menggunakan MFCC (Mel-frequency
cepstrum coefficients) dan SVM (Support Vektor
Machine) algoritma. Hal yang dilakukan untuk
mengenali konsonan dengan cara merekam suara vokal
terlebih dahulu dan setelah itu merekam konsonan dari
beberapa orang dan hasil rekamannya dicatat dan
dilatih mengetahui seberapa besar konsonan terhadap
vokal dapat dikenali.
I. PENDAHULUAN
Manusia merupakan mahkluk individu yang
terbiasa hidup berkelompok dan bersosialisasi,
sehingga untuk berinteraksi antara manusia satu
dengan manusia yang lainnya di butuhkan suatu
komunikasi, sedangkan definisi komunikasi itu
sendiri adalah suatu proses dimana dua orang atau
lebih saling bertukar suatu informasi, saling
memberikan pengaruh satu sama lain, baik itu
disengaja maupun tidak disengaja. (Shannon &
Weaver).
Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai
cara diantaranya melalui percakapan, bahasa
verbal, mimik muka, gambaran atau lukisan,karya
seni, ataupun tekhnologi. Seiring kemajuan zaman
dimana teknologi semakin berkembang, maka
manusia tidak hanya berinteraksi dengan manusia
saja, tetapi seringkali juga harus berinteraksi
dengan perangkat-perangkat teknologi. Saat ini
belum banyak perangkat teknologi yang mampu
mengenali bahasa lisan manusia. Ini disebabkan
oleh sulitnya perangkat teknologi menangkap
pesan lisan, lalu menterjemahkannya dan akhirnya
menjalankan perintah yang terkandung dalam
pesan lisan tersebut.
Untuk kepentingan itu, tentu dibutuhkan
perangkat tambahan yang mencakup teknologi
pengenalan suara.Penelitian dibidang pengenalan
ucapan otomatis (Automatic Speech Recognition)
merupakan salah satu riset yang banyak ditekuni
dan terus dikembangkan hingga saat ini. Riset
tersebut telah diteliti dan dikembangkan sejak
lebih dari empat dekade lalu (Rabiner dan Juang,
1993).
Salah satu tujuan dari pengembangannya adalah
untuk menciptakan era baru dalam interaksi antara
manusia dengan komputer, yang selama ini lebih
banyak dilakukan dengan tangan atau jari, menjadi
lebih mudah dengan hanya mengucapkan suatu
kata atau kalimat tertentu.Pada Penelitian yang
dilakukan adalah dari pengembangan sistem
pengenalan ucapan otomatis dengan pendekatan
baru, walaupun metode yang digunakan adalah
metode lama yaitu MFCC dan SVM.
Ide dasar dari penelitian ini adalah jauh lebih
mudah mengenali vokal dari pada konsonan
karena itu kenapa tidak dimanfaatkan saja untuk
pengenalan ucapan berdasarkan vokal. Misalnya
kalimat yang mau dikenali adalah ―ibu pergi ke
pasar‖ karena yang dikenalinya hanya vokal maka
hasilnya adalah i,u,e,i,e,a,a. Untuk hubungan suku
katanya, jika diambil kata ―ibu‖ itu terdiri huruf
vokal ―i‖ dan ―u‖ , maka bisa berasal dari ―ibu‘,
―itu‖,‖isu‖ , dari hal itulah maka penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui peran dari konsonan,
karena tujuan dari penelitian ini untuk mengenali
konsonan-konsonan tersebut dengan cara merekap
dan suku kata, karena sulit untuk merekam
konsonan. Konsonan itu akan di peroleh dengan
mengurangi dari depan ataupun dari belakang
huruf vokal.
Pengenalan suara konsonan orang untuk
penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
Mel-Frequency Cepstral Coefficient (MFCC), dan
34
IT FOR SOCIETY, Vol. 03, No. 02
ISSN 2503-2224
SVMuntuk
membantu
manusia
dalam
berkomunikasi tanpa harus mengkhawatirkan
adanya perbedaan kultur, aksen dan cara
berbahasa.
Dari beberapa penelitian di atas dapat dilihat
bahwa terdapat perbedaan pada hasil akurasi dari
masing-masing metode. Hal ini disebabkan karena
perbedaan parameter yang digunakan dalam
pengujian yang dilakukan seperti sumber data
yang berbeda, banyak data yang berbeda dan
banyak iterasi yang berbeda untuk pelatihan pada
masing masing metode, sehingga sulit untuk
menentukan metode mana yang lebih baik dalam
melakukan penelitian ini.
Batasan masalah dalam penelitian ini agar tidak
melebar dan juga lebih terarah, maka batasan
masalahnya adalah sebagai berikut:
Responden diambil dari beberapa orang
dewasa (sampel kedua dan sampel ke satu)
Data masukan untuk pemodelan dan
pembelajaran algoritma MFCF(MelFrequency
Cepstrum Coefficient) konsonan yang diambil
dari responden dan masing masing responden
diambil datanya sebagai contoh ucapan untuk
setiap runtun kata
Data yang digunakan untuk pengujian dari
contoh ucapan untuk setiap runtun kata.
Ucapan yang direkam untuk pelatihan serta
pengujian data pelatihan, sedangkan ucapan
lainnya untuk pengujian data di luar data
pelatihan, serta tambahan ucapan rekaman
untuk pengujian ucapan rekaman langsung.
Metode klasifikasi suara konsonan sebagai
data
pembelajaran
dan
pengujian
menggunakan
SVM
(Support
Vector
Machine).
Metode MFCC digunakan untuk proses
pengenalan ucapan.
Ucapan dikenali dapat berupa Bahasa asing,
bahasa daerah, bahasa Indonesia, namun
diprioritaskan
dalam
penelitian
ini
menggunakan
bahasa
Indonesia
yang
memiliki suku kata konsonan-vokal.
Adapun penelitian ini dilakukan bertujuan
utama untuk mengetahui peran konsonan dan
mengenali pengaruh konsonan terhadap vokal
dengan cara terlebih dahulu merekam vokal. Hal
ini dilakukan karena untuk merekam konsonan
sangat sulit dibandingkan dengan vokal.
Pada penelitian sebelumnya telah ada
penelitian yang hampir serupa yaitu penelitian
tentang pengenalan fonem contohnya pada kata
―raba‖ dan ‗laba‖ kedua kata tersebut mirip
mempunyai 4 bunyi suara, perbedaaanya adalah
pada bunyi suara pertama dan contoh lainnya
seperti kata ―teras‖ dengan ―teras‖ kedua kata itu
memiliki huruf yang sama namun ketika
diucapkan dan dilanjutkan dengan kalimat yang
mengikutinya maka artinya akan berbeda, yang
membedakannya adalah pada pengucapan ―te‖ dan
―TE‘. Untuk penelitian yang dilakukan peneliti
saat ini berbeda dengan penelitian tersebut.
Penelitian disini
adalah penelitian terhadap
pengenalan pengaruh suara konsonan terhadap
vokal, sebagai contoh pada kata ―ibu‖ , jika diganti
dengan kata ―itu‖ maka artinya akan berbeda,
disini yang akan diteliti adalah suku kata ―bu‖ dan
―tu‖ yang sama sama mempunyai vokal ―u‖,
pengaruh konsonan (―b‖ dan ‗t‖) terhadap vokal
(‗u) itulah yang akan diukur perbedaannya
didalam penelitian ini, perbedaan tersebut itu yang
bisa digunakan untuk mengenali/membedakan
konsonan ―b‖ dan ―t‖. Untuk itulah peneliti ingin
melakukan penelitian (...truncated)