Hubungan Perilaku Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Mahasiswa IPB Masa Pembelajaran Jarak Jauh: The Relationship Between Eating Behavior and Physical Activity With Nutritional Status of IPB University Students During Distance Learning Period

Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik (Journal of Nutritional Science and Dietetics), Jun 2022

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak perubahan pada hal yang bersifat besar untuk masyarakat seperti kesehatan masyarakat, ketenagakerjaan dan ekonomi, hingga yang kecil dan individual seperti gaya hidup. Mahasiswa program sarjana biasanya masuk ke dalam kelompok usia dewasa mudah yang mudah dipengaruhi oleh perubahan mental dan emosional. Metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pandemi dapat meningkatkan perubahan secara tidak langsung kepada tingkatan aktivitas fisik, perilaku makan, dan kebutuhan gizi. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah subjek 63 subjek mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Gizi dan Aktuaria IPB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara perilaku makan dan aktivitas mahasiswa Prodi Ilmu Gizi dan Aktuaria IPB dengan status gizi pada masa PJJ. Perilaku makan diukur menggunakan kuesioner Adult Eating Behavior Questionnaire, aktivitas fisik diukur dengan kuesioner IPAQ berdasarkan satuan MET menit/minggu. Uji Pearson dan Spearman menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku makan dengan status gizi (plt;0,05) hanya pada dua subskala sifat nafsu makan (subskala rasa lapar (hunger) dan respons terhadap rasa lapar (satiety responsiveness) pada subjek Prodi Aktuaria, sedangkan pada subjek Prodi Ilmu Gizi tidak terdapat hubungan yang signifikan. Uji Spearman menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan status gizi pada subjek di kedua prodi. nbsp;

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.ipb.ac.id/jgizidietetik/article/download/40789/23554

Hubungan Perilaku Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Mahasiswa IPB Masa Pembelajaran Jarak Jauh: The Relationship Between Eating Behavior and Physical Activity With Nutritional Status of IPB University Students During Distance Learning Period

Available online: https://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizidietetik E-ISSN 2830-0890 J. Gizi Dietetik, Juni, 2022, 1(1):1-7 Hubungan Perilaku Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Mahasiswa IPB Masa Pembelajaran Jarak Jauh (The Relationship Between Eating Behavior and Physical Activity With Nutritional Status of IPB University Students During Distance Learning Period) Muhammad Nawaf Tresnanda, Rimbawan* Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia ABSTRACT Covid-19 pandemic has caused many changes in things that are big to society such as public health, employment, and economy, to small and individual changes such as lifestyle. Undergraduate students usually fall into the age group of young adults who are easily influenced by mental and emotional changes. Distance Learning Methods due to the pandemic can make indirect changes to physical activity, eating behavior, and nutrition needs. The design of this study was cross sectional with a sample of 63 subjects from Nutrition and Actuarial Science Study Program IPB University. The purpose of this study was to determine the relationship between eating behavior and physical activity of Nutrition and Actuarial students of IPB with nutritional status during Distance Learning Period. Eating behavior was measured using the Adult Eating Behavior Questionnaire, physical activity levels were measured by the IPAQ questionnaire based on MET minutes/week. Pearson and Spearman tests showed that there was a significant relationship between eating behavior and nutritional status (p<0.05) only on two subscales of appetitive traits (Hunger and Satiety Responsiveness) in Actuarial subjects, while there was no significant relationship between those variables in Nutrition Science subjects. Spearman’s test showed that there was no association between the level of physical activity and nutritional status in both study programs. Keywords: appetitive traits, distance learning, eating behavior, physical activity, university students ABSTRAK Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak perubahan besar untuk masyarakat seperti kesehatan masyarakat, ketenagakerjaan dan ekonomi, hingga perubahan kecil dan individual seperti gaya hidup. Mahasiswa program sarjana biasanya masuk ke dalam kelompok usia dewasa muda yang mudah dipengaruhi oleh perubahan mental dan emosional. Metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pandemi dapat meningkatkan perubahan secara tidak langsung kepada tingkatan aktivitas fisik, perilaku makan, dan kebutuhan gizi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara perilaku makan dan aktivitas fisik mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Gizi dan Prodi Aktuaria Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan status gizi di masa PJJ. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah subjek 63 subjek mahasiswa Prodi Ilmu Gizi dan Prodi Aktuaria IPB. Perilaku makan diukur menggunakan kuesioner Adult Eating Behavior Questionnaire, aktivitas fisik diukur dengan kuesioner IPAQ berdasarkan satuan MET menit/minggu. Uji korelasi Pearson dan Spearman menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku makan dengan status gizi (p<0,05) hanya pada dua subskala sifat nafsu makan yaitu hunger dan satiety responsiveness pada subjek Prodi Aktuaria, sedangkan pada subjek Prodi Ilmu Gizi tidak terdapat hubungan yang signifikan. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan status gizi pada subjek di kedua prodi. Kata kunci: aktivitas fisik, mahasiswa, pembelajaran jarak jauh, perilaku makan, sifat nafsu makan Korespondensi: Rimbawan Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor, 16680 * J. Gizi Dietetik, Volume 1, Nomor 1, Juni 2022 1 Tresnanda & Rimbawan PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 menyebabkan Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan karantina mandiri dan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk meminimalisir interaksi antara pelajar dan pendidik, serta mencegah infeksi penyakit tersebut (Prawiyogi et al. 2020). Rasa stres, cemas, dan emosi negatif lainnya akibat karantina mandiri dan ketidaktentuan akan kapan berakhirnya pandemi telah mengubah perilaku makan menjadi lebih tinggi asupan karbohidrat, lemak, makanan olahan, dan bergula (Flaudias et al. 2020; Christian-Monroy et al. 2021). Karantina mandiri juga menyebabkan penurunan tingkat aktivitas fisik. Jumlah pejalan kaki dan jumlah total langkah kaki yang dilakukan orang-orang menurun drastis, waktu duduk juga meningkat sebanyak 28% (Avram et al. 2020; Ammar 2020). Perilaku makan yang baik serta aktivitas fisik yang cukup penting untuk regulasi berat badan dan mencegah penyakit jantung (Kuzbicka dan Rachon 2013; Woods et al. 2020). Selain perubahan emosional dan mental, karantina mandiri juga dapat memperburuk perilaku makan dan menurunkan tingkat aktivitas fisik mahasiswa program sarjana yang umumnya berada di kelompok usia dewasa muda (18–22 tahun) (Putri 2019). Mahasiswa yang mempelajari ilmu gizi memiliki gaya hidup yang lebih baik dibandingkan mahasiswa yang tidak mempelajari gizi dengan pembatasan makan (dietary restraint) dan pemilihan makanan yang lebih baik, serta level aktivitas fisik yang lebih tinggi (Korinth et al. 2013; Korn et al. 2013; Poinhos et al. 2015). Oleh karena itu, penting untuk mengetahui karakteristik, perilaku makan, dan aktivitias fisik subjek serta mengkaji keterkaitan variabelvariabel tersebut dengan status gizi subjek, yaitu mahasiswa Prodi Ilmu Gizi dan Prodi Aktuaria IPB. METODE Desain, tempat, dan waktu Desain penelitian ini adalah studi cross sectional. Penelitian dilakukan secara daring untuk meminimalisir kontak antara subjek dan enumerator. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai November 2021. Pengambilan data dilakukan ketika subjek sedang melaksanakan kuliah dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 2 Jumlah dan cara penarikan subjek Penelitian dilakukan menggunakan subjek yang diambil dari mahasiswa Prodi Ilmu Gizi dan mahasiswa Prodi Aktuaria IPB. Kompetensi pembelajaran Prodi Ilmu Gizi IPB adalah teori dasar ilmu gizi, masalah gizi, dan promosi kesehatan masyarakat, sedangkan kompetisi pembelajaran Prodi Aktuaria IPB adalah konsep matematika, ekonomi, statistika, dan keuangan. Alasan pemilihannya kedua prodi ini adalah Prodi Aktuaria tidak memiliki kompetensi pembelajaran yang sama dengan Prodi Ilmu Gizi IPB. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kriteria mahasiswa aktif Prodi Ilmu Gizi dan Prodi Aktuaria IPB semester 6, memiliki rentang usia 18–22 tahun, sedang melaksanakan program Pembelajaran Jarak Jauh atau kuliah daring, tidak memiliki aktivitas pembelajaran di kampus, sedang tinggal di rumah bersama orang tua selama masa pandemi, tidak mengambil minor atau supporting course Ilmu Gizi bagi mahasiswa Program Studi Aktuaria, dan tidak pernah terinfeksi virus COVID-19. Satu subjek dari Prodi Ilmu Gizi memiliki data duplikat sehingga termasuk ke dala (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.ipb.ac.id/jgizidietetik/article/download/40789/23554
Article home page: https://journal.ipb.ac.id/jgizidietetik/article/view/40789/23554

Tresnanda Muhammad Nawaf, Rimbawan Rimbawan, Tresnanda Muhammad Nawaf, Rimbawan Rimbawan. Hubungan Perilaku Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Mahasiswa IPB Masa Pembelajaran Jarak Jauh: The Relationship Between Eating Behavior and Physical Activity With Nutritional Status of IPB University Students During Distance Learning Period, Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik (Journal of Nutritional Science and Dietetics), 2022, pp. 1-7,