Hubungan Perilaku Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Mahasiswa IPB Masa Pembelajaran Jarak Jauh: The Relationship Between Eating Behavior and Physical Activity With Nutritional Status of IPB University Students During Distance Learning Period
Available online: https://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizidietetik
E-ISSN 2830-0890
J. Gizi Dietetik, Juni, 2022, 1(1):1-7
Hubungan Perilaku Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi
Mahasiswa IPB Masa Pembelajaran Jarak Jauh
(The Relationship Between Eating Behavior and Physical Activity With Nutritional Status
of IPB University Students During Distance Learning Period)
Muhammad Nawaf Tresnanda, Rimbawan*
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia
ABSTRACT
Covid-19 pandemic has caused many changes in things that are big to society such as public health,
employment, and economy, to small and individual changes such as lifestyle. Undergraduate students
usually fall into the age group of young adults who are easily influenced by mental and emotional
changes. Distance Learning Methods due to the pandemic can make indirect changes to physical
activity, eating behavior, and nutrition needs. The design of this study was cross sectional with a sample
of 63 subjects from Nutrition and Actuarial Science Study Program IPB University. The purpose of this
study was to determine the relationship between eating behavior and physical activity of Nutrition and
Actuarial students of IPB with nutritional status during Distance Learning Period. Eating behavior
was measured using the Adult Eating Behavior Questionnaire, physical activity levels were measured
by the IPAQ questionnaire based on MET minutes/week. Pearson and Spearman tests showed that there
was a significant relationship between eating behavior and nutritional status (p<0.05) only on two
subscales of appetitive traits (Hunger and Satiety Responsiveness) in Actuarial subjects, while there
was no significant relationship between those variables in Nutrition Science subjects. Spearman’s test
showed that there was no association between the level of physical activity and nutritional status in both
study programs.
Keywords: appetitive traits, distance learning, eating behavior, physical activity, university
students
ABSTRAK
Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak perubahan besar untuk masyarakat seperti kesehatan
masyarakat, ketenagakerjaan dan ekonomi, hingga perubahan kecil dan individual seperti gaya hidup.
Mahasiswa program sarjana biasanya masuk ke dalam kelompok usia dewasa muda yang mudah
dipengaruhi oleh perubahan mental dan emosional. Metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat
pandemi dapat meningkatkan perubahan secara tidak langsung kepada tingkatan aktivitas fisik, perilaku
makan, dan kebutuhan gizi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara perilaku makan
dan aktivitas fisik mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Gizi dan Prodi Aktuaria Institut Pertanian
Bogor (IPB) dengan status gizi di masa PJJ. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan
jumlah subjek 63 subjek mahasiswa Prodi Ilmu Gizi dan Prodi Aktuaria IPB. Perilaku makan diukur
menggunakan kuesioner Adult Eating Behavior Questionnaire, aktivitas fisik diukur dengan kuesioner
IPAQ berdasarkan satuan MET menit/minggu. Uji korelasi Pearson dan Spearman menunjukkan
terdapat hubungan signifikan antara perilaku makan dengan status gizi (p<0,05) hanya pada dua subskala
sifat nafsu makan yaitu hunger dan satiety responsiveness pada subjek Prodi Aktuaria, sedangkan pada
subjek Prodi Ilmu Gizi tidak terdapat hubungan yang signifikan. Uji korelasi Spearman menunjukkan
tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan status gizi pada subjek di
kedua prodi.
Kata kunci: aktivitas fisik, mahasiswa, pembelajaran jarak jauh, perilaku makan, sifat nafsu makan
Korespondensi:
Rimbawan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor, 16680
*
J. Gizi Dietetik, Volume 1, Nomor 1, Juni 2022
1
Tresnanda & Rimbawan
PENDAHULUAN
Pandemi
Covid-19
menyebabkan
Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan
karantina mandiri dan metode Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ) untuk meminimalisir interaksi antara
pelajar dan pendidik, serta mencegah infeksi
penyakit tersebut (Prawiyogi et al. 2020). Rasa
stres, cemas, dan emosi negatif lainnya akibat
karantina mandiri dan ketidaktentuan akan kapan
berakhirnya pandemi telah mengubah perilaku
makan menjadi lebih tinggi asupan karbohidrat,
lemak, makanan olahan, dan bergula (Flaudias et
al. 2020; Christian-Monroy et al. 2021). Karantina
mandiri juga menyebabkan penurunan tingkat
aktivitas fisik. Jumlah pejalan kaki dan jumlah
total langkah kaki yang dilakukan orang-orang
menurun drastis, waktu duduk juga meningkat
sebanyak 28% (Avram et al. 2020; Ammar 2020).
Perilaku makan yang baik serta aktivitas fisik
yang cukup penting untuk regulasi berat badan
dan mencegah penyakit jantung (Kuzbicka dan
Rachon 2013; Woods et al. 2020).
Selain perubahan emosional dan mental,
karantina mandiri juga dapat memperburuk
perilaku makan dan menurunkan tingkat aktivitas
fisik mahasiswa program sarjana yang umumnya
berada di kelompok usia dewasa muda (18–22
tahun) (Putri 2019). Mahasiswa yang mempelajari
ilmu gizi memiliki gaya hidup yang lebih baik
dibandingkan mahasiswa yang tidak mempelajari
gizi dengan pembatasan makan (dietary restraint)
dan pemilihan makanan yang lebih baik, serta
level aktivitas fisik yang lebih tinggi (Korinth et
al. 2013; Korn et al. 2013; Poinhos et al. 2015).
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui
karakteristik, perilaku makan, dan aktivitias
fisik subjek serta mengkaji keterkaitan variabelvariabel tersebut dengan status gizi subjek, yaitu
mahasiswa Prodi Ilmu Gizi dan Prodi Aktuaria
IPB.
METODE
Desain, tempat, dan waktu
Desain penelitian ini adalah studi cross
sectional. Penelitian dilakukan secara daring
untuk meminimalisir kontak antara subjek dan
enumerator. Penelitian dilakukan dari bulan
Maret sampai November 2021. Pengambilan data
dilakukan ketika subjek sedang melaksanakan
kuliah dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
2
Jumlah dan cara penarikan subjek
Penelitian dilakukan menggunakan
subjek yang diambil dari mahasiswa Prodi
Ilmu Gizi dan mahasiswa Prodi Aktuaria IPB.
Kompetensi pembelajaran Prodi Ilmu Gizi
IPB adalah teori dasar ilmu gizi, masalah gizi,
dan promosi kesehatan masyarakat, sedangkan
kompetisi pembelajaran Prodi Aktuaria IPB
adalah konsep matematika, ekonomi, statistika,
dan keuangan. Alasan pemilihannya kedua
prodi ini adalah Prodi Aktuaria tidak memiliki
kompetensi pembelajaran yang sama dengan
Prodi Ilmu Gizi IPB.
Subjek penelitian ditentukan berdasarkan
kriteria mahasiswa aktif Prodi Ilmu Gizi dan
Prodi Aktuaria IPB semester 6, memiliki rentang
usia 18–22 tahun, sedang melaksanakan program
Pembelajaran Jarak Jauh atau kuliah daring,
tidak memiliki aktivitas pembelajaran di kampus,
sedang tinggal di rumah bersama orang tua
selama masa pandemi, tidak mengambil minor
atau supporting course Ilmu Gizi bagi mahasiswa
Program Studi Aktuaria, dan tidak pernah
terinfeksi virus COVID-19. Satu subjek dari
Prodi Ilmu Gizi memiliki data duplikat sehingga
termasuk ke dala (...truncated)