ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN IMUNISASI DI PUSKESMAS PADANG RATU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012

Jurnal Dunia Kesmas, Dec 2018

Tujuan program imunisasi adalah menurunkan angka kematian bayiakibat Penyakityang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi ( PD3I ). Keberhasilan program imunisasi diukurdengan pencapaian target cakupan imunisasi. Keberhasilan tersebut salah satunyaadalah tergantung oleh proses manajemen imunisasi yang meliputi perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalahdiketahui gambaran mengenai fungsi manajemen imunisasi dalam pencapaian cakupanimunisasi Puskesmas Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Informan dalam penelitian ini adalah petugas puskesmas yang terlibat dalam programimunisasi, yaitu terdiri dari Kepala Puskesmas, Pengelola Program imunisasi, dan JuruImunisasi Puskesmas yang terdiri dari 3 bidan desa dan 2 orang perawat.. Teknikpengolahan data menggunakan content analysis (analisis isi)Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelola program imunisasi Padang Ratu telahmelakukan perencanaan kegiatan yang meliputi jadwal imunisasi rutin, pembagiantenaga pelaksana, perencanaan logistik imunisasi (vaksin), dan pencatatan hasilimunisasi. Yang masih menjadi hambatan dalam pengelolaan imunisasi adalah mengenaiketenagaan, karena masih adanya jabatan rangkap. Monitoring terhadap kegiatanimunisasi di Puskesmas Padang Ratu melalui rapat setiap bulan dan puskesmas keliling.Evaluasi di Puskesmas Padang Ratu telah dilakukan setiap bulan, dihadiri oleh semuapetugas. Laporan hasil kegiatan imunisasi yang telah dibuat kemudian dievaluasi danditindaklanjuti melalui perencanaan pada bulan berikutnya.Kata Kunci : Manajemen, Imunisasi, Puskesmas

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/article/download/356/292

ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN IMUNISASI DI PUSKESMAS PADANG RATU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012

ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN IMUNISASI DI PUSKESMAS PADANG RATU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012 Desi Paramita1, Khoidar Amirus1, Andoko2 ABSTRAK Tujuan program imunisasi adalah menurunkan angka kematian bayiakibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi ( PD3I ). Keberhasilan program imunisasi diukur dengan pencapaian target cakupan imunisasi. Keberhasilan tersebut salah satunya adalah tergantung oleh proses manajemen imunisasi yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah diketahui gambaran mengenai fungsi manajemen imunisasi dalam pencapaian cakupan imunisasi Puskesmas Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah petugas puskesmas yang terlibat dalam program imunisasi, yaitu terdiri dari Kepala Puskesmas, Pengelola Program imunisasi, dan Juru Imunisasi Puskesmas yang terdiri dari 3 bidan desa dan 2 orang perawat.. Teknik pengolahan data menggunakan content analysis (analisis isi) Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelola program imunisasi Padang Ratu telah melakukan perencanaan kegiatan yang meliputi jadwal imunisasi rutin, pembagian tenaga pelaksana, perencanaan logistik imunisasi (vaksin), dan pencatatan hasil imunisasi. Yang masih menjadi hambatan dalam pengelolaan imunisasi adalah mengenai ketenagaan, karena masih adanya jabatan rangkap. Monitoring terhadap kegiatan imunisasi di Puskesmas Padang Ratu melalui rapat setiap bulan dan puskesmas keliling. Evaluasi di Puskesmas Padang Ratu telah dilakukan setiap bulan, dihadiri oleh semua petugas. Laporan hasil kegiatan imunisasi yang telah dibuat kemudian dievaluasi dan ditindaklanjuti melalui perencanaan pada bulan berikutnya. Kata Kunci : Manajemen, Imunisasi, Puskesmas PENDAHULUAN Walaupun PD3I sudah dapat ditekan, cakupan imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata. Kegagalan untuk menjaga tingkat perlindungan yang tinggi dan merata dapat menimbulkan letusan Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I. Untuk itu, upaya imunisasi perlu disertai dengan upaya surveilans epidemiologi agar setiap peningkatan kasus penyakit atau terjadinya KLB dapat terdeteksi dan segera diatasi. Dalam PP Nomor 25 Tahun 2000 kewenangan surveilans epidemiologi, termasuk penanggulangan KLB merupakan kewenangan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi (Depkes, 2004). Pengelolaan program imunisasi pada prinsipnya bertujuan untuk memantapkan dan meningkatkan jangkauan pelayanan imunisasi secara efektif dan efisien . Pemantapan pelayanan imunisasi saat ini diutamakan pada tercapainya UCI tingkat desa secara merata. Hal ini mengandung arti bahwa sekitar 85 % bayi yang ada disuatu desa telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap dalam kurun waktu satu tahun. Sedangkan pemantauan cakupan pelayanan imunisasi di suatu wilayah secara kontinyu dengan menggunakan suatu alat manajemen program imunisasi yang lazim disebut Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Tujuannya agar dapat dilakukan tindak lanjut pelayanan imunisasi secara cepat dan tepat serta tanggap terhadap desa – desa yang cakupan imunisasinya masih rendah/dibawah target. Di dalam PWS imunisasi tersebut terdapat beberapa 1. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati B. Lampung 2. Prodi Keperawatan FK Universitas Malahayati B. Lampung Jurnal Dunia Kesmas Volume 2. Nomor 2. April 2013 67 indikator yang digunakan untuk mengetahui aksesbilitas pelayanan (besarnya jangkauan pelayanan), efektifitas program (tingkat perlindungan) serta efisiensi / manajemen program. Aksesbilitas pelayanan dilihat dari hasil cakupan imunisasi DPT1, efektifitas program dengan melihat hasil cakupan imunisasi campak dan efisiensi program dengan melihat angka drop out ( DO ) antara hasil cakupan imunisasi DPT1– campak(Depkes, 2004). Jika dibandingkan dengan puskesmas lain yang ada di Kabupaten Lampung Tengah, cakupan imunisasi TT1 tahun 2011 menempati urutan kedua terendah dimana yang paling rendah adalah Puskesmas Candi Rejo dengan 70% dan urutan ketiga Puskesmas Pujokerto dengan 74%. Sementara itu cakupan Imunisasi TT2 puskesmas Padang Ratu menempati urutan pertama cakupan terendah dengan 60%, kedua puskesmas Seputih banyak 65%, dan ketiga puskesmas Rama Indra dengan 71,5% (Dinkes Lamteng, 2011). Cakupan TT1 tahun 2008 (71 %), 2009 (37, 1 %), dan 2010 (57 %) ini masih jauh dari target program yaitu 80 %. Cakupan TT2 2008 (75,2 %), 2009 (33,3 %), dan 2010 (60 %), dan BCG tahun 2008 (82 %), 2009 (77, 1 %), dan 2010 (102 %). Berdasarkan data Cakupan TT1, TT2, BCG, tahun 20082010 masih dibawah target program. Sementara cakupan imunisasi campak, DPT 1 dan Polio 3 mengalami peningkatan target dari (90%) pada tahun 2010 : campak 98 % , SPM (90 %) . DPT 1 (106 %) , SPM (90 %). Polio 3 (100%) , SPM (90%). (PTP Puskesmas Padang Ratu, 2011) Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2010 telah terjadi 2 kasus berakibat tetanus dengan satu kasus meninggal (tahun 2009) dan satu kasus pada tahun 2010. Masih adanya kasus tetanus di wilayah kerja puskesmas padang ratu disebabkan oleh terbatasnya vaksin tetanus dan dan terbatasnya jangkauan pelayanan kesehatan (PTP Puskesmas Padang Ratu, 2011). Berdasarkan penilaian Kinerja Puskesmas Padang Ratu pada tahun 2010 diketahui bahwa hasil cakupan Kinerja Pelayanan Kesehatan masuk ke kategori kurang dengan nilai hanya 52,1% , hasil cakupan manajemen masuk ke kategori kurang (42,5%), dan cakupan mutu masuk ke katogori cukup (85,1%). Dengan demikian jika dibuat rata-rata maka kinerja puskesmas Padang Ratu masuk ke kategori kurang. Puskesmas Padang Ratu belum maksimal dalam mencapai dan melakukan pelayanan imunisasi secara menyeluruh. Beban kerja dan perangkapan tugas cukup membuat petugas kewalahan sehingga ada tugas yang tidak dapat diselesaikan secara maksimal, seperti kepala puskemas yang merangkap tenaga kesling dan bendahara keuangan (PKP PKM Padang Ratu 2010) . Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk menggali informasi tentang fungsi manajemen dalam pengelolaan imunisasi di Puskesmas Padang Ratu tahun 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran fungsi manajemen imunisasi di Puskesmas Padang Ratu Tahun 2012. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah petugas puskesmas yang terlibat dalam program imunisasi, yaitu terdiri dari Kepala Puskesmas, Pengelola Program imunisasi, dan Juru Imunisasi Puskesmas yang terdiri dari 3 bidan desa dan 2 orang perawat.. Teknik pengolahan data menggunakan content analysis (analisis isi). HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Input a. Ketenagaan dalam Program imunisasi (Man) Hasil penelitian menunjukan bahwa tenaga yang terlibat dalam kegiatan imunisasi adalah enaga penggerak meliputi kader posyandu dengan 120 kader yang tersebar di 24 posyandu. Tenaga pelaksana imunisasi meliputi tenaga medis (vaksinator) yakni 11 bidan, 5 perawat da (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/article/download/356/292
Article home page: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/article/view/356/292

Desi Paramita, Amirus Khoidar, Andoko Andoko. ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN IMUNISASI DI PUSKESMAS PADANG RATU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012, Jurnal Dunia Kesmas, 2018,