ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN IMUNISASI DI PUSKESMAS PADANG RATU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012
ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN IMUNISASI DI PUSKESMAS PADANG RATU
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012
Desi Paramita1, Khoidar Amirus1, Andoko2
ABSTRAK
Tujuan program imunisasi adalah menurunkan angka kematian bayiakibat Penyakit
yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi ( PD3I ). Keberhasilan program imunisasi diukur
dengan pencapaian target cakupan imunisasi. Keberhasilan tersebut salah satunya
adalah tergantung oleh proses manajemen imunisasi yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah
diketahui gambaran mengenai fungsi manajemen imunisasi dalam pencapaian cakupan
imunisasi Puskesmas Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Informan dalam penelitian ini adalah petugas puskesmas yang terlibat dalam program
imunisasi, yaitu terdiri dari Kepala Puskesmas, Pengelola Program imunisasi, dan Juru
Imunisasi Puskesmas yang terdiri dari 3 bidan desa dan 2 orang perawat.. Teknik
pengolahan data menggunakan content analysis (analisis isi)
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelola program imunisasi Padang Ratu telah
melakukan perencanaan kegiatan yang meliputi jadwal imunisasi rutin, pembagian
tenaga pelaksana, perencanaan logistik imunisasi (vaksin), dan pencatatan hasil
imunisasi. Yang masih menjadi hambatan dalam pengelolaan imunisasi adalah mengenai
ketenagaan, karena masih adanya jabatan rangkap. Monitoring terhadap kegiatan
imunisasi di Puskesmas Padang Ratu melalui rapat setiap bulan dan puskesmas keliling.
Evaluasi di Puskesmas Padang Ratu telah dilakukan setiap bulan, dihadiri oleh semua
petugas. Laporan hasil kegiatan imunisasi yang telah dibuat kemudian dievaluasi dan
ditindaklanjuti melalui perencanaan pada bulan berikutnya.
Kata Kunci
: Manajemen, Imunisasi, Puskesmas
PENDAHULUAN
Walaupun
PD3I
sudah
dapat
ditekan,
cakupan
imunisasi
harus
dipertahankan
tinggi
dan
merata.
Kegagalan
untuk
menjaga
tingkat
perlindungan yang tinggi dan merata
dapat menimbulkan letusan Kejadian
Luar Biasa (KLB) PD3I. Untuk itu, upaya
imunisasi perlu disertai dengan upaya
surveilans epidemiologi agar setiap
peningkatan
kasus
penyakit
atau
terjadinya KLB dapat terdeteksi dan
segera diatasi. Dalam PP Nomor 25
Tahun 2000 kewenangan surveilans
epidemiologi, termasuk penanggulangan
KLB merupakan kewenangan bersama
antara pemerintah pusat dan pemerintah
provinsi (Depkes, 2004).
Pengelolaan
program
imunisasi
pada
prinsipnya
bertujuan
untuk
memantapkan
dan
meningkatkan
jangkauan pelayanan imunisasi secara
efektif
dan
efisien .
Pemantapan
pelayanan imunisasi saat ini diutamakan
pada tercapainya UCI tingkat desa
secara merata. Hal ini mengandung arti
bahwa sekitar 85 % bayi yang ada
disuatu
desa
telah
mendapatkan
imunisasi dasar lengkap dalam kurun
waktu
satu
tahun.
Sedangkan
pemantauan
cakupan
pelayanan
imunisasi di suatu wilayah secara
kontinyu dengan menggunakan suatu
alat manajemen program imunisasi yang
lazim disebut Pemantauan Wilayah
Setempat (PWS). Tujuannya agar dapat
dilakukan
tindak
lanjut
pelayanan
imunisasi secara cepat dan tepat serta
tanggap terhadap desa – desa
yang
cakupan
imunisasinya
masih
rendah/dibawah target. Di dalam PWS
imunisasi tersebut terdapat beberapa
1. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati B. Lampung
2. Prodi Keperawatan FK Universitas Malahayati B. Lampung
Jurnal Dunia Kesmas Volume 2. Nomor 2. April 2013 67
indikator
yang
digunakan
untuk
mengetahui
aksesbilitas
pelayanan
(besarnya
jangkauan
pelayanan),
efektifitas
program
(tingkat
perlindungan)
serta
efisiensi
/
manajemen
program.
Aksesbilitas
pelayanan dilihat dari hasil cakupan
imunisasi DPT1, efektifitas program
dengan melihat hasil cakupan imunisasi
campak dan efisiensi program dengan
melihat angka drop out ( DO ) antara
hasil
cakupan
imunisasi
DPT1–
campak(Depkes, 2004).
Jika
dibandingkan
dengan
puskesmas lain yang ada di Kabupaten
Lampung Tengah, cakupan imunisasi
TT1 tahun 2011 menempati urutan
kedua terendah dimana yang paling
rendah adalah Puskesmas Candi Rejo
dengan
70%
dan
urutan
ketiga
Puskesmas Pujokerto dengan 74%.
Sementara itu cakupan Imunisasi TT2
puskesmas Padang Ratu menempati
urutan
pertama
cakupan
terendah
dengan 60%, kedua puskesmas Seputih
banyak 65%, dan ketiga puskesmas
Rama Indra dengan 71,5% (Dinkes
Lamteng, 2011).
Cakupan TT1 tahun 2008 (71 %),
2009 (37, 1 %), dan 2010 (57 %) ini
masih jauh dari target program yaitu 80
%. Cakupan TT2 2008 (75,2 %), 2009
(33,3 %), dan 2010 (60 %), dan BCG
tahun 2008 (82 %), 2009 (77, 1 %),
dan 2010 (102 %). Berdasarkan data
Cakupan TT1, TT2, BCG, tahun 20082010 masih dibawah target program.
Sementara cakupan imunisasi campak,
DPT
1
dan
Polio
3
mengalami
peningkatan target dari (90%) pada
tahun 2010 : campak 98 % , SPM (90
%) . DPT 1 (106 %) , SPM (90 %). Polio
3 (100%) , SPM (90%). (PTP Puskesmas
Padang Ratu, 2011)
Pada tahun 2009 sampai dengan
tahun 2010 telah terjadi 2 kasus
berakibat tetanus dengan satu kasus
meninggal (tahun 2009) dan satu kasus
pada tahun 2010. Masih adanya kasus
tetanus di wilayah kerja puskesmas
padang
ratu
disebabkan
oleh
terbatasnya vaksin tetanus dan dan
terbatasnya
jangkauan
pelayanan
kesehatan (PTP Puskesmas Padang Ratu,
2011).
Berdasarkan
penilaian
Kinerja
Puskesmas Padang Ratu pada tahun
2010 diketahui bahwa hasil cakupan
Kinerja Pelayanan Kesehatan masuk ke
kategori kurang dengan nilai hanya
52,1% , hasil cakupan manajemen
masuk ke kategori kurang (42,5%), dan
cakupan mutu masuk ke katogori cukup
(85,1%). Dengan demikian jika dibuat
rata-rata
maka
kinerja
puskesmas
Padang Ratu masuk ke kategori kurang.
Puskesmas Padang Ratu belum
maksimal
dalam
mencapai
dan
melakukan pelayanan imunisasi secara
menyeluruh.
Beban
kerja
dan
perangkapan tugas cukup membuat
petugas kewalahan sehingga ada tugas
yang tidak dapat diselesaikan secara
maksimal, seperti kepala puskemas yang
merangkap
tenaga
kesling
dan
bendahara keuangan (PKP PKM Padang
Ratu 2010) . Berdasarkan hal tersebut
maka peneliti tertarik untuk menggali
informasi tentang fungsi manajemen
dalam
pengelolaan
imunisasi
di
Puskesmas Padang Ratu tahun 2012.
Tujuan
dari
penelitian
ini
adalah
diketahuinya
gambaran
fungsi
manajemen imunisasi di Puskesmas
Padang Ratu Tahun 2012.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah
penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Informan dalam penelitian ini
adalah petugas puskesmas yang terlibat
dalam program imunisasi, yaitu terdiri
dari Kepala Puskesmas, Pengelola
Program imunisasi, dan Juru Imunisasi
Puskesmas yang terdiri dari 3 bidan desa
dan 2 orang perawat.. Teknik
pengolahan data menggunakan content
analysis (analisis isi).
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
1. Input
a. Ketenagaan
dalam
Program
imunisasi (Man)
Hasil penelitian menunjukan bahwa
tenaga yang terlibat dalam kegiatan
imunisasi
adalah enaga penggerak
meliputi kader posyandu dengan 120
kader yang tersebar di 24 posyandu.
Tenaga pelaksana imunisasi meliputi
tenaga medis
(vaksinator) yakni 11
bidan, 5 perawat da (...truncated)