ENGLISH PIAUD LEARNING MEDIA (EPLM) BERBASIS WONOSOBO LOCAL WISDOM (ANALISIS KELAYAKAN MEDIA)
Jurnal Golden Age, Universitas Hamzanwadi
Vol. 6 No. 02, Desember 2022, Hal 417-425
E-ISSN : 2549-7367
https://doi.org/ 10.29408/goldenage.v6i02.6083
English PIAUD Learning Media (EPLM) Berbasis Wonosobo Local Wisdom
(Analisis Kelayakan Media)
Rochyani Lestiyanawati 1, Zhul Fahmy Hasani 2, Nugroho Prasetya Adi3*
Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sains Al Qur’an 1, Pendidikan Agama Islam Universitas
Sains Al Qur’an2, Pendidikan Fisika3
Email:
Abstract
Globalization and the world’s growing free market demands an adequate intercation capability.
One of which is communication skills that must be possessed by every individual to be able to
follow the development of globalization and be able to compete in the world free market era.
Good communication skills require adequate language skills, english is one of the languages that
must be mastered by every individual, especially the younger generation of Indonesia in facing
the era of globalization. However, the ability of the english language hasn’t been fully mastered
by the young generation of Indonesia today. One of the steps that can be taken to improve the
english language skills of Indonesia’s young generation is to introduce english to the younger
generation from an early age. The purpose of this research is to develop English PIAUD
Learning Media (EPLM) based on Wonosobo local wisdom and to know the feasibility of the
media based on expert judgment. The results of the research shot that EPLM based on Wonosobo
Local Wisdom has been produceed which is appropriate for the PAUD learning process based
on expert judgment.
Keywords: English PIAUD Learning Media, Wonosobo Local Wisdom
Abstrak
Globalisasi dan pasar bebas dunia yang semakin berkembang menuntut sebuah kemampuan
interaksi yang memadai. Salah satunya adalah kemampuan komunikasi yang harus dimiliki oleh
setiap individu untuk mampu mengikuti perkembangan arus globalisasi dan mampu bersaing di
era pasar bebas dunia. Kemampuan komunikasi yang baik membutuhkan kemampuan bahasa
yang memadai, bahasa inggris merupakan salah satu bahasa yang harus dikuasai oleh setiap
individu terutama generasi muda Indonesia dalam menyongsong era globalisasi. Namun,
kemampuan bahasa inggris belum sepenuhnya dikuasai oleh generasi muda Indonesia sekarang.
Salah satu langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris generasi
muda Indonesia adalah dengan mengenalkan sedari dini bahasa inggris kepada generasi muda.
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran English PIAUD Learning
Media (EPLM) berbasis wonosobo local wisdom serta mengetahui kelayakan media berdasarkan
penilaian ahli. Hasil penelitian menunjukkan telah dihasilkan media pembelajaran EPLM
berbasis wonosobo local wisdom yang layak untuk proses pembelajaran PAUD berdasarkan
penilaian ahli.
Kata kunci: English PIAUD Learning Media, Wonosobo Local Wisdom
(English PIAUD Learning) Lestianawati;Hasani;Adi
Submitted :27 Juli 2022
Accepted : 31 Desember 2022
Published
31 Desember 2022
417
Jurnal Golden Age, Universitas Hamzanwadi
Vol. 6 No. 02, Desember 2022, Hal 417-425
E-ISSN : 2549-7367
https://doi.org/ 10.29408/goldenage.v6i02.6083
PENDAHULUAN
Globalisasi dan pasar bebas dunia yang semakin berkembang menuntut sebuah
kemampuan interaksi yang memadai. Salah satunya adalah kemampuan komunikasi yang harus
dimiliki oleh setiap individu untuk mampu mengikuti perkembangan arus globalisasi dan mampu
bersaing di era pasar bebas dunia. Kemampuan komunikasi yang baik membutuhkan kemampuan
bahasa yang memadai, bahasa inggris merupakan salah satu bahasa yang harus dikuasai oleh
setiap individu terutama generasi muda Indonesia dalam menyongsong era globalisasi. Dampak
positif dari penguasaan bahasa inggris akan memudahkan seseorang menghadapi kondisi global
saat ini. Tidak ada jarak yang memisahkan kita dengan penduduk negara lain (Febriyanti &
Syaodih, 2016). Namun, kemampuan bahasa inggris belum sepenuhnya dikuasai oleh generasi
muda Indonesia sekarang. Pengenalan bahasa inggris belum sepenuhnya diajarkan pada sekolah
formal di Indonesia ini karena keterbatasan media dan pengajar (Arumsari, Arifin, &
Rusnalasari, 2017). Hasil survei lapangan di beberapa PAUD/ PIAUD di Kabupaten Wonosobo
menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa inggris belum dikenalkan kepada siswa, kerana
keterbatasan pengajar dan media.
Salah satu langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris
generasi muda Indonesia adalah dengan mengenalkan sedari dini bahasa inggris kepada generasi
muda. Pengenalan bahasa inggris kepada anak usia dini dapat memberikan dampak penguasaan
bahasa asing, mengingat tahapan pertumbuhan pikiran anak usia dini merupakan masa emas
dalam tumbuh kembang motorik manusia. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang
ditujukan kepada anak usia 0-6 tahun, dimana pendidikan ini diberikan untuk membantu anak
sebelum memasuki pendidikan formal pada tingkat dasar (Naili & Edi, 2014). Kemampuan
intelektual seseorang terbentuk pada usia 4-7 tahun yang mencapai 50%. Pada rentang ini
penyerapan informasi sangatlah tinggi (Tusifa & Neneng, 2015). Sehingga diperlukan sebuah
media pembelajaran yang memudahkan guru untuk menyampaikan materi kepada siswa.
Media pembelajaran merupakan sarana untuk mengirimkan pesan dan dalam perspektif
pembelajaran menyampaikan konten kepada peserta didik untuk mencapai instruksi yang efektif
(Ahsan & Rafaqat, 2016; Saputri et al, 2018). Hasil penelitian menyebutkan penggunaan media
pembelajaran untuk anak usia dini mampu merangsang anak menjadi lebih aktif dan
meningkatkan kemampuan kognitifnya (Hendarwati, 2014; Shoffa, 2014). Realitanya, masih
banyak guru belum mampu menyusun media pembelajaran yang cocok digunakan untuk proses
pembelajaran. Guru masih kesulitan dalam menemukan formula yang tepat dalam
mengembangkan media pembelajaran (Anderiesen, 2016).
Era globalisasi dan pasar bebas yang semakin berkembang selain memberikan dampak
positif yang menuntut penguasaan bahasa inggris, memberikan pula dampak negatif yaitu
sebaran budaya yang tidak terbendungkan. Sebaran budaya yang sangat cepat, menimbulkan
kekhawatiran baru akan lunturnya kecintaan generasi muda pada budayanya sendiri. Dalam
beberapa tahun terakhir, tren lunturnya budaya Indonesia oleh generasi muda Indonesia dapat
kita lihat disekitar kita, dimana generasi muda lebih mencintai budaya asing daripada harus
mempelajari budayanya sendiri. Hasil penelitian menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sedang
mengalami krisis kebudayaan, dimana ekspansi budaya asing mampu merubah pola pikir dan
(English PIAUD Learning) Lestianawati;Hasani;Adi
418
Jurnal Golden Age, Universitas Hamzanwadi
Vol. 6 No. 02, Desember 2022, Hal 417-425
E-ISSN : 2549-7367
https://doi.org/ 10.29408/goldenage.v6i02.6083
tindakan masyarakat yang dapat mengakitbatkan hilangnya nilai kemanusiaan, agama, serta
budaya nya (Widodo, 2012). Salah satu upaya yang dapat diambil untuk menanggulangi mulai
melunturnya kecintaan generasi muda (...truncated)