Simulasi Morfodinamika Longsor Kalisari, Kabupaten Magelang Berdasarkan Data LiDAR dan Model Numerik
Simulasi Morfodinamika Longsor Kalisari, Kabupaten Magelang
Berdasarkan Data LiDAR dan Model Numerik
Morphodynamic Simulation of Kalisari Landslide, Magelang Regency
Based on LiDAR and Numerical Model
Guruh Samodra
Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, 55281, Indonesia
e-mail:
Naskah diterima 28 Oktober 2021, selesai direvisi 21 Juli 2022, dan disetujui 10 Agustus 2022
ABSTRAK
Simulasi morfodinamika longsor dapat digunakan untuk memprediksi proses dan hasil proses geomorfologi di masa
mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan topografi Longsor Kalisari secara rinci dengan menggunakan UAV LiDAR dan memodelkan secara spasial morfodinamika Longsor Kalisari di masa mendatang khusunya
jarak luncur, area yang mungkin terpapar, kecepatan, dan ketebalan material longsoran. Metode yang digunakan
meliputi pemetaan topografi, estimasi volume material yang akan longsor (initial source), penentuan reologi, dan
pemodelan spasial morfodinamika longsor. Model elevasi digital (DEM) yang terdiri atas model permukaan digital
(DSM) dan model medan digital (DTM)dihasilkan dari fotogrametri Unmanned Aerial Vehicle (UAV) foto udara dan
LiDAR. Penentuan volume longsor awal berdasarkan data geolistrik dan model medan digital. Reologi material longsor ditentukan berdasarkan uji laboratorium sampel tanah. Pemodelan spasial morfodinamika longsor menggunakan
model numerik berbasis raster. Pemetaan topografi menggunakan UAV LiDAR sangat superior dibandingkan dengan
menggunakan Structure-from-Motion (SfM) foto udara. Pemindaian dengan LiDAR dapat menghasilkan model medan
dengan mengeliminasi kenampakan vegetasi. Kombinasi teknologi LiDAR dan pemodelan numerik dapat diandalkan
untuk memprediksi morfodinamika Longsor Kalisari di masa mendatang. Hasil pemodelan morfodinamika dapat
dikonversi menjadi peta kerawanan longsor yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan penggunaan lahan
berbasis pengurangan risiko bencana longsor pada skala rinci.
Kata kunci: geomorfologi, morfodinamika longsor, LiDAR, model numerik
ABSTRACT
Landslide morphodynamic analysis can be employed to predict geomorphological processes and landforms in the future.
The objectives of the research are to map detailed topographical features of Kalisari Landslide using UAV LiDAR and
to model its morphodynamic spatially including runout distance, inundated area, velocity and height of the material.
Digital Elevation Model (DEM) consisting of Digital Surface Model (DSM) and Digital Terrain Models (DTM) were
obtained from UAV photography and LiDAR. The volume of material was estimated from elecrical resistivity data
and DTM. Rheology was estimated from the laboratory soil test. Landslide morphodynamics were generated from
raster-based numerical model. Topographic mapping using LiDAR is more superior to that of UAV photogrammetry.
LiDAR scanning can generate digital terrain model by eliminating vegetation. The combination of UAV LiDAR and
numerical model can be well-implemented to predict the morphodynamic of future Kalisari Landslide. The results of
the model can be directly converted to landslide susceptibility map which can be used as a reference for large scale/
detailed land use planning based on landslide disaster risk reduction.
Keywords: geomorphology, landslide morphodynamic, LiDAR, numerical model
82
Simulasi Morfodinamika Longsor Kalisari, Kabupaten Magelang
Berdasarkan Data LiDAR dan Model Numerik
PENDAHULUAN
Longsor sebagai kata umum dari proses perpindahan material menuruni lereng akibat adanya
gravitasi (Varnes, 1978, Cornforth, 2005; Hungr
drr., 2014;) merupakan agen utama dari evolusi
geomorfologi (Crozier, 2010). Perubahan topografi pada lereng-lereng perbukitan dan pegunungan disebabkan oleh perulangan longsor
yang sudah terjadi selama kurun waktu tertentu
selain disebabkan oleh faktor eksogen lainnya
seperti pelapukan dan erosi. Analisis mengenai perubahan bentuk lereng akibat longsor
dapat didekati dengan analisis morfodinamika
longsor. Morfodinamika yang menunjukkan
tingkat atau status keaktifan dan laju proses
genetik bentuklahan (Dramis drr., 2011) atau
merupakan dinamika eksogen terkait kerja
angin, air, es serta gerak massa (van Zuidam,
1983) merupakan aspek penting dalam kajian
geomorfologi longsor.
Morfodinamika longsor yang berkaitan dengan
evolusi bentuklahan dapat dipelajari berdasarkan hierarki skala spasial (skala peta) dan
temporal. Morfodinamika longsor skala spasial kecil memfokuskan pada hubungan antara
kejadian banyak longsor pada area yang luas
sedangkan skala spasial besar memfokuskan
pada satu longsor yang biasanya memiliki area
kajian lebih sempit. Keduanya dapat dianalisis
berdasarkan rentang waktu proses yang berbeda
(temporal) yaitu jangka pendek dan jangka panjang (Korup, 2009).
Kajian longsor skala besar yang memfokuskan
pada saat proses terjadinya longsor (jangka
pendek) dapat digunakan untuk penilaian kerawanan longsor skala rinci. Aspek morfodinamika longsor skala besar dalam penelitian ini
meliputi luasan wilayah terpapar, jarak luncur,
kecepatan, dan tebal material yang terpindahkan. Informasi tentang prediksi aspek morfodinamika longsor di masa mendatang dapat
digunakan sebagai acuan dalam perencanaan
penggunaan lahan berbasis pengurangan risiko
bencana dan pemilihan prosedur mitigasi yang
tepat (Rodríguez-Morata drr., 2019; Cheon drr.,
2020). Data rinci topografi dan reologi diperlukan dalam simulasi morfodinamika longsor
skala besar menggunakan model numerik.
Kemajuan teknologi pemetaan dan komputer memungkinkan geomorfolog untuk menggunakan
model numerik morfodinamika longsor skala rinci.
Kemajuan teknologi Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) fotografi, Global Navigation Satellite System (GNSS), dan Light Detection and Ranging (LiDAR) memungkinkan geomorfolog untuk melakukan pengukuran topografi secara cepat dan akurat.
Perubahan topografi dan laju perpindahan material
longsor dapat dihitung menggunakan data UAV
fotografi multitemporal (Samodra drr., 2020b).
Luas, volume longsor, frekuensi-magnitude, dan
laju denudasi longsor juga dapat dihitung dengan
bantuan teknologi terkini (Guzzetti drr., 2012;
Samodra drr., 2018, 2020a) yang salah satunya
adalah LiDAR. Teknologi LiDAR menawarkan
teknologi pemetaan topografi yang sangat membantu dalam menemu-kenali kenampakan longsor.
Teknologi LiDAR mampu menembus celahcelah vegetasi untuk mencitrakan permukaan
tanah. Dibandingkan dengan pemrosesan
gambar fotogrametri Foto Udara (FU), keunggulan utama LiDAR adalah memungkinkan
pemetaan permukaan tanah/dataran di bawah
tutupan vegetasi yang lebat. Selain itu, point
cloud yang diperoleh dari akuisisi LiDAR
memungkinkan klasifikasi bangunan, jalan,
saluran listrik sebagai elemen berisiko. Point
cloud merupakan sekumpulan titik yang dapat
merepresentasikan permukaan obyek elemen
berisiko seperti gedung, rumah, jalan, saluran
listrik, lahan pertanian, dll. yang dapat dipindai
oleh sensor LiDAR.
Teknik pemetaan mengg (...truncated)