PENGARUH NILAI TUKAR DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA PADA MASA PANDEMIC COVID-19
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi
Volume 21 No. 03 Oktober 2021
PENGARUH NILAI TUKAR DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP
INFLASI DI INDONESIA PADA MASA PANDEMIC COVID-19
Nichen Rumondor, Robby J. Kumaat, Steeva Y. L. Tumangkeng
Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115, Indonesia
Email:
ABSTRAK
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh nilai tukar Dollar dan jumlah uang beredar
secara simultan dan parsial terhadap Inflasi di Indonesia pada masa pandemic Covid-19. Jenis penelitian ini
adalah jenis penelitian asosiatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) nilai tukar rupiah terhadap dolar secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
Inflasi di Indonesia, (2) jumlah uang beredar secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Inflasi di
Indonesia dan (3) nilai tukar rupiah terhadap dolar dan jumlah uang secara simultan beredar berpengaruh
signifikan terhadap Inflasi di Indonesia
Kata kunci
: nilai tukar rupiah terhadap dollar, jumlah uang beredar, inflasi
ABSTRACT
The purpose of the study was to determine the effect of the dollar exchange rate and the money
supply simultaneously and partially on inflation in Indonesia during the Covid-19 pandemic. This type of
research is an associative type of research using multiple linear regression analysis techniques. The results
showed that (1) the exchange rate of the rupiah against the dollar partially had a significant effect on
inflation in Indonesia, (2) the money supply partially had no significant effect on inflation in Indonesia and
(3) the exchange rate of the rupiah against the dollar and the amount of money simultaneously circulation has
a significant effect on inflation in Indonesia
Keywords
: rupiah exchange rate against dollar, money supply, inflation
Nichen Rumondor
57
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi
Volume 21 No. 03 Oktober 2021
1. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus,
kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu
meluas pada barang lainnya. Inflasi adalah naiknya harga-harga barang dan jasa di suatu negara
dalam jangka waktu panjang atau berkelanjutan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara
ketersediaan barang dan uang. Inflasi merupakan suatu fenomena moneter yang selalu meresahkan
dan menggerogoti stabilitas ekonomi suatu negara yang sedang melakukan pembangunan.
Setiap negara yang melaksanakan pembangunan akan menuju pada peningkatan
kemakmuran masyarakat luas atau pemerataan kesejahteraan. Pemerataan hasil-hasil pembangunan
biasanya dikaitkan dengan masalah kemiskinan. Pada kenyataanya yang terjadi adalah jarak (gap)
antara kelompok penduduk kaya dengan kelompok penduduk miskin terlihat semakin lebar. Dengan
demikian tujuan dari penerapan berbagai kebijakan ekonomi adalah menciptakan kemakmuran bagi
seluruh rakyat, dengan kata lain pemerataan distribusi pendapatan. Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat pandemi COVID-19 telah mengganggu pola inflasi di Indonesia. Hingga Juli 2020 ini,
BPS menyatakan pergerakan inflasi sudah meninggalkan trennya seperti yang terjadi di 2019.
Adanya krisis nilai tukar rupiah muncul dan berubah menjadi suatu krisis ekonomi yang
paling kompleks yang penah dialami oleh Indonesia, paling tidak sejak orde baru berkuasa. Krisis
ini yang akhirnya menciptakan suatu resesi ekonomi yang besar dengan sendirinya memperbesar
tingkat kemiskinan dan gap dalam distribusi pendapatan di tanah air, bahkan menjadi jauh lebih
parah dibandingkan dengan kondisi pada dekade 1980-an. Nilai tukar rupiah adalah harga rupiah
terhadap mata uang negara lain. Jadi, nilai tukar rupiah merupakan nilai dari satu mata rupiah yang
ditranslasikan ke dalam mata uang negara lain. Misalnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS, nilai
tukar rupiah terhadap Yen, dan lain sebagainya.
Mata uang Amerika Serikat (US Dollar) menjadi acuan dunia untuk bertransaksi karena
banyaknya negara yang sudah menggunakannya. Ketika bertransaksi, masyarakat biasanya
menerima uang yang lebih gampang di transaksikan sehingga tidak perlu ribet untuk menukarnya.
Alasan pertama mengapa dolar digunakan sebagai mata uang internasional karena pergerakannya
yang relatif stabil dan Dolar tidak akan punya peranan sevital ini dalam perekonomian dunia jika
Amerika Serikat bukan lah negara dengan Gross Domestic Product (GDP) terbesar.
Uang merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari denyut kehidupan ekonomi
masyarakat. Stabilitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi suatu Negara ditentukan oleh sejauh
mana peranan uang dalam perekonomian oleh masyarakat dan otoritas moneter. Di dalam
membahas mengenai uang yang terdapat dalam perekonomian sangat penting untuk membedakan
diantara mata uang dalam peredaran dan uang beredar. Mata uang dalam peredaran adalah seluruh
jumlah uang yang telah dikeluarkan dan diedarkan oleh Bank Sentral. Mata uang tersebut terdiri
dari dua jenis yaitu uang logam dan uang kertas. Dengan demikian mata uang dalam peredaran
sama dengan uang kartal. Berikut ini adalah data jumlah uang beredar, nilai tukar Rupiah terhadap
dollar dan Inflasi :
Nichen Rumondor
58
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi
Volume 21 No. 03 Oktober 2021
Tabel 1
Data Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Dan Inflasi
Sebelum Pandemik dan Masa Pandemik
Sebelum Pandemik
Nilai
Tukar
Bulan
Rupiah Terhadap
Dolar (Rp)
Sep-18
14.900
Oct-18
15.200
Nov-18
14.300
Dec-18
14.375
Jan-19
13.970
Feb-19
14.235
Mar-19
14.245
Apr-19
14.270
May-19
14.125
Jun-19
14.012
Jul-19
14.180
Aug-19
14.190
Sep-19
14.032
Oct-19
14.100
Nov-19
13.880
Jumlah
Uang
Beredar (Miliar
Rp)
1.411.672,64
1.410.577,60
1.405.263,84
1.457.149,68
1.376.135,53
1.386.329,31
1.428.606,53
1.454.278,57
1.508.039,89
1.513.519,72
1.487.801,78
1.475.544,35
1.508.817,97
1.504.156,28
1.553.134,22
Inflasi (%)
0.28
0.28
0.27
0.62
0.32
0.24
0.35
0.80
0.68
0.55
0.31
0.12
0.89
0.02
0.14
Masa Pandemik
Nilai
Tukar
Bulan
Rupiah Terhadap
Dolar (Rp)
Dec-19
13.901
Jan-20
13.662
Feb-20
14.234
Mar-20
16.367
Apr-20
15.157
May-20
14.733
Jun-20
14.302
Jul-20
14.653
Aug-20
14.554
Sep-20
14.918
Oct-20
14.690
Nov-20
14.128
Dec-20
14.105
Jan-21
14.084
Feb-21
14.229
Jumlah Uang
Beredar
(Miliar Rp)
1.376.135,53
1.484.402,62
1.505.490,52
1.648.681,33
1.576.401,28
1.653.610,64
1.637.750,66
1.683.193,63
1.765.264,02
1.780.721,41
1.782.244,23
1.799.087,27
1.855.624,80
1.762.293,80
1.784.761,87
Inflasi
(%)
0,34
0,39
0,28
0,10
0,08
0,07
0,18
-0,10
-0,05
-0,05
0,07
0,28
0,45
0,26
0,10
Sumber : Data Bank Indonesia, 2021
Tabel 1 menunjukkan data nilai tukar rupiah terhadap dollar, jumlah uang beredar dan
Inflasi masa Pandemik yaitu selama bulan desember 2019 sampai januari 2021. Dapat dilihat bahwa
adanya nilai tukar rupiah terhadap dollar stabil selama masa pandemik. jumlah uang yang beredar
selama masa pandemic Covid-19 berfluktuasi namun secara keselu (...truncated)