Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas XI
Vol. 2. No. 4 November 2023
e-ISSN: 2809-7998 p-ISSN: 2809-8005
JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jp
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Project Based
Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik
Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas XI
Khairunnisa Aulia Selian1*, Nirwana Anas2, Reflina3
1,2,3
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan,
Kabupaten Deli Serdang
Email: 1*
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan LKDP berbasis Project Based Learning materi
sistem pernapasan manusia yang valid, praktis dan efektif guna membantu peserta didik dalam proses
pembelajaran dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian
Research & Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis (analysis),
tahap perancangan (design), tahap pengembangan (development), tahap penerapan (implementationi)
dan evaluasi (evaluation). Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, angket dan tes. Teknik
analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif bertujuan untuk melihat
tingkat kelayakan, kepraktisan dan keefektifan. Sementara itu, analisis kualitatif untk mengetahui hasil
observasi, komentar, kritik dan saran. Hasil penelitian LKPD berbasis Project Based Learning yang
telah dikembangkan sangat valid presentase 82% (ahli media), 94% (ahli materi) dan 93,7% (ahli
bahasa). Selain itu, LKPD dinyatakan praktis dilihat daritercapainya lembar respon guru dengan ratarata 100% dan lembar respon peserta didik dengan rata-rata 84,5%. LKPD ini juga dinyatakan efektif
melihat ketercapaian ketuntasan hasil N-Gain score sebesar 0,72 dengan kategori tinggi. Berdasarkan
hasil diatas ditarik kesimpulan bahwa LKPD berbasis Project Based Learning yang telah dikembangkan
dinyatakn layak, praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran. LKPD yang dikembangkan dapat
meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta dididk dan guru dapat menggunakan LKPD
sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran.
Keywords: ADDIE, LKPD, Project Based Learning, Sistem pernapasan
PENDAHULUAN
Dewasa ini pendidikan Indonesia terus
mencari dan melakukan inovasi baru, hal ini
terjadi karena pada abad-21 terjadi
perkembangan
zaman
yang
semakin
meningkat dan mempengaruhi teknologi yang
terus berkembang. Sehingga kurikulum
pendidikan di Indonesia juga harus sesuai
dengan perkembangan zaman. Pembelajaran
abad 21 lebih menitikberatkan pada
4kemampuanialahcommunication,
cooperation, kreativitas, inovasi, pemikiran
kritis, dan penyelesain masalah. Masa
perubahan
semakin
progresif
dengan
sokongan teknologi modern menuntut sumber
66
daya manusia (SDM) yang mampu pemikiran
creativand memiliki kemampuan pemikiran
kritis
untuk
memecahkan
suatu
permasalahan.(Kristiyanti, 2022). Di abad 21,
edukasi jadi sangat penting untuk memastikan
siswa memiliki berbagai kemampuan. Salah
satu kemapuan tersebut adalah pemecahan
masalah. Keterampilan ini merupakan
keterampilan
mendasar
yang
sangat
dibutuhkan
siswa
untuk
mengambil
keputusan yang masuk akal, hati-hati,
sistematis, dan logis serta dapat dilihat dari
berbagai sudut pandang.(Bahri dkk, 2018).
Zubaidah
(2016)
mengatakan
keterampilan pemecahan Pemecahan masalah
melibatkan
kemampuanlainnya,
contoh
JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jp
mengenali dan keterampilansearch, mengacu,
menilai, menyusun dan memikirkan alternatif
dan mentafsir maklumat. Saat menyelesaikan
permasalahan yang rumit, Anda wajib mampu
mencari jalan keluar berbeda dari sudut
pandang lainnya. Penyelesaian perkara butuh
kerja berpasukan, kolaborasi yang manjur dan
inovatif antara pengajar dan pelajar, sehingga
mereka akan berpartisipasi dalam teknology
dan memproses information dalam jumlah
fantastic, definisi dan pemahaman unsur-unsur
yang terkandung dalam mata pelajaran dan
Informasi
yang
diperlukan
untuk
mengidentifikasi sumber
dan strategi
menyelesaikan
masalah.Bahri
dkk,
(2018)Untuk mengenali peran pemecahan
masalah, maka perlu diterapkan keterampilan
pemecahan
masalah
dalam
kegiatan
pembelajaran.
Semoga
penerapan
penyelesaian perkaradi aktiviti pengajaran
setiap siswa berdaya saing di zaman modern
dan mengetahui bagaimana menggunakan
perkembangan teknologyyang baik.
Seiring dengan banyaknya tuntutan dan
kebutuhan dalam dunia pendidikan maka
kurikulum di Indonesia juga dirancang
sedemikian
rupa
agar
mengikuti
perkembangan zaman. Hal ini karena
banyaknya kasus di lapangan yang dirasa
tidak memenuhi keperluan akademik yang
diharapkan.
Berlandaskan
pemerhatian
penyelidik di SMA NEGERI 1 Tanjung
Beringin di tanggal 20 januari 2023, peneliti
melihat bahwa peserta didik masih pasif
dalam kegiatan belajar, guru masih berperan
sebagai sumber pembelajaran utama yang
hanya melakukan kegiatan pembelajaran
melalui metode konvensional, memberikan
banyak materi tanpaMemberi peluang
terhadap pelajar bagi meluahkan idea dan
memahami konsep pembelajaran.
Sama
67
Vol. 2. No. 4 November 2023
e-ISSN: 2809-7998 p-ISSN: 2809-8005
halnya dengan metode pengajaran yang
dimanfaatkan, alat ajar yang dimanfaatkan
guru at this school juga Sentiasa gunakan alat
pengajaran biasa.Dilapangan peneliti melihat
bahwa
guru
belum
mengoptimalkan
penggunaan bahan ajar. Bahan pengajaran
yang digunakan hanya diambil daripada buku
penerbit, hanya huraian bahan dan soalan,
sehingga belum dapat membantu pelajar
menyelesaikan aktiviti pembelajaran untuk
mengembangkan kebolehan menyelesaikan
masalah.
KataKosasih (2021), alat pengajaran
ialah apa yang menyokong pembelajaran.
Adalah
penting
bagi
guru
untuk
membangunkan bahan pengajaran supaya
pengajaran lebih berkesan dan tidak terkeluar
daripada kemahiran yang akan diperolehi.
Kualiti pembelajaran menjadi rendah apabila
pendidik hanya menumpukan kepada bahan
pengajaran konvensional, iaitu bahan
pengajaran yang boleh digunakan, dibeli
dengan segera dan tanpa sebarang usaha,
dengan merancang, menyediakan dan
menyusunnya sendiri, tanpa mempunyai
sebarang kreativiti untuk membangunkan
bahan pendidikan ini. dengan cara yang
kreatif. Hal ini tidak memicu kekreatifitasan
peserta didik. Bahan pendidikan adalah apa
yang
berfungsi
untuk
menyokong
pembelajaran.
Membangunkan
bahan
pengajaran adalah penting untuk
guru
menjadikan pembelajaran lebih berkesan dan
tidak terkeluar daripada kemahiran yang ingin
diperolehi. Kualiti pembelajaran adalah
rendah apabila para pendidik taksub dengan
bahan pengajaran konvensional, khususnya
yang boleh digunakan, baru dibeli, sertamerta dan mudah, terancang sendiri
terancang, disediakan dan disusun tanpa
sebarang kreativiti untuk membangunkan
JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jp
bahan pendidikan ini secara inovatif. . Ia tidak
merangsang kreativiti dan penyelesaian
masalah pelajar.dan keupayaan pelajar untuk
menanggulangisuatu masalah.
Sedangkan (...truncated)