Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas XI

JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, Nov 2023

Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan LKDP berbasis Project Based Learning materi sistem pernapasan manusia yang valid, praktis dan efektif guna membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian Research & Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis (analysis), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (development), tahap penerapan (implementationi) dan evaluasi (evaluation). Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, angket dan tes. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif bertujuan untuk melihat tingkat kelayakan, kepraktisan dan keefektifan. Sementara itu, analisis kualitatif untk mengetahui hasil observasi, komentar, kritik dan saran. Hasil penelitian LKPD berbasis Project Based Learning yang telah dikembangkan sangat valid presentase 82% (ahli media), 94% (ahli materi) dan 93,7% (ahli bahasa). Selain itu, LKPD dinyatakan praktis dilihat daritercapainya lembar respon guru dengan rata-rata 100% dan lembar respon peserta didik dengan rata-rata 84,5%. LKPD ini juga dinyatakan efektif melihat ketercapaian ketuntasan hasil N-Gain score sebesar 0,72 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil diatas ditarik kesimpulan bahwa LKPD berbasis Project Based Learning yang telah dikembangkan dinyatakn layak, praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran. LKPD yang dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta dididk dan guru dapat menggunakan LKPD sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/download/837/715

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas XI

Vol. 2. No. 4 November 2023 e-ISSN: 2809-7998 p-ISSN: 2809-8005 JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jp Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas XI Khairunnisa Aulia Selian1*, Nirwana Anas2, Reflina3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Email: 1* Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan LKDP berbasis Project Based Learning materi sistem pernapasan manusia yang valid, praktis dan efektif guna membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian Research & Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis (analysis), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (development), tahap penerapan (implementationi) dan evaluasi (evaluation). Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, angket dan tes. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif bertujuan untuk melihat tingkat kelayakan, kepraktisan dan keefektifan. Sementara itu, analisis kualitatif untk mengetahui hasil observasi, komentar, kritik dan saran. Hasil penelitian LKPD berbasis Project Based Learning yang telah dikembangkan sangat valid presentase 82% (ahli media), 94% (ahli materi) dan 93,7% (ahli bahasa). Selain itu, LKPD dinyatakan praktis dilihat daritercapainya lembar respon guru dengan ratarata 100% dan lembar respon peserta didik dengan rata-rata 84,5%. LKPD ini juga dinyatakan efektif melihat ketercapaian ketuntasan hasil N-Gain score sebesar 0,72 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil diatas ditarik kesimpulan bahwa LKPD berbasis Project Based Learning yang telah dikembangkan dinyatakn layak, praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran. LKPD yang dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta dididk dan guru dapat menggunakan LKPD sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran. Keywords: ADDIE, LKPD, Project Based Learning, Sistem pernapasan PENDAHULUAN Dewasa ini pendidikan Indonesia terus mencari dan melakukan inovasi baru, hal ini terjadi karena pada abad-21 terjadi perkembangan zaman yang semakin meningkat dan mempengaruhi teknologi yang terus berkembang. Sehingga kurikulum pendidikan di Indonesia juga harus sesuai dengan perkembangan zaman. Pembelajaran abad 21 lebih menitikberatkan pada 4kemampuanialahcommunication, cooperation, kreativitas, inovasi, pemikiran kritis, dan penyelesain masalah. Masa perubahan semakin progresif dengan sokongan teknologi modern menuntut sumber 66 daya manusia (SDM) yang mampu pemikiran creativand memiliki kemampuan pemikiran kritis untuk memecahkan suatu permasalahan.(Kristiyanti, 2022). Di abad 21, edukasi jadi sangat penting untuk memastikan siswa memiliki berbagai kemampuan. Salah satu kemapuan tersebut adalah pemecahan masalah. Keterampilan ini merupakan keterampilan mendasar yang sangat dibutuhkan siswa untuk mengambil keputusan yang masuk akal, hati-hati, sistematis, dan logis serta dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.(Bahri dkk, 2018). Zubaidah (2016) mengatakan keterampilan pemecahan Pemecahan masalah melibatkan kemampuanlainnya, contoh JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jp mengenali dan keterampilansearch, mengacu, menilai, menyusun dan memikirkan alternatif dan mentafsir maklumat. Saat menyelesaikan permasalahan yang rumit, Anda wajib mampu mencari jalan keluar berbeda dari sudut pandang lainnya. Penyelesaian perkara butuh kerja berpasukan, kolaborasi yang manjur dan inovatif antara pengajar dan pelajar, sehingga mereka akan berpartisipasi dalam teknology dan memproses information dalam jumlah fantastic, definisi dan pemahaman unsur-unsur yang terkandung dalam mata pelajaran dan Informasi yang diperlukan untuk mengidentifikasi sumber dan strategi menyelesaikan masalah.Bahri dkk, (2018)Untuk mengenali peran pemecahan masalah, maka perlu diterapkan keterampilan pemecahan masalah dalam kegiatan pembelajaran. Semoga penerapan penyelesaian perkaradi aktiviti pengajaran setiap siswa berdaya saing di zaman modern dan mengetahui bagaimana menggunakan perkembangan teknologyyang baik. Seiring dengan banyaknya tuntutan dan kebutuhan dalam dunia pendidikan maka kurikulum di Indonesia juga dirancang sedemikian rupa agar mengikuti perkembangan zaman. Hal ini karena banyaknya kasus di lapangan yang dirasa tidak memenuhi keperluan akademik yang diharapkan. Berlandaskan pemerhatian penyelidik di SMA NEGERI 1 Tanjung Beringin di tanggal 20 januari 2023, peneliti melihat bahwa peserta didik masih pasif dalam kegiatan belajar, guru masih berperan sebagai sumber pembelajaran utama yang hanya melakukan kegiatan pembelajaran melalui metode konvensional, memberikan banyak materi tanpaMemberi peluang terhadap pelajar bagi meluahkan idea dan memahami konsep pembelajaran. Sama 67 Vol. 2. No. 4 November 2023 e-ISSN: 2809-7998 p-ISSN: 2809-8005 halnya dengan metode pengajaran yang dimanfaatkan, alat ajar yang dimanfaatkan guru at this school juga Sentiasa gunakan alat pengajaran biasa.Dilapangan peneliti melihat bahwa guru belum mengoptimalkan penggunaan bahan ajar. Bahan pengajaran yang digunakan hanya diambil daripada buku penerbit, hanya huraian bahan dan soalan, sehingga belum dapat membantu pelajar menyelesaikan aktiviti pembelajaran untuk mengembangkan kebolehan menyelesaikan masalah. KataKosasih (2021), alat pengajaran ialah apa yang menyokong pembelajaran. Adalah penting bagi guru untuk membangunkan bahan pengajaran supaya pengajaran lebih berkesan dan tidak terkeluar daripada kemahiran yang akan diperolehi. Kualiti pembelajaran menjadi rendah apabila pendidik hanya menumpukan kepada bahan pengajaran konvensional, iaitu bahan pengajaran yang boleh digunakan, dibeli dengan segera dan tanpa sebarang usaha, dengan merancang, menyediakan dan menyusunnya sendiri, tanpa mempunyai sebarang kreativiti untuk membangunkan bahan pendidikan ini. dengan cara yang kreatif. Hal ini tidak memicu kekreatifitasan peserta didik. Bahan pendidikan adalah apa yang berfungsi untuk menyokong pembelajaran. Membangunkan bahan pengajaran adalah penting untuk guru menjadikan pembelajaran lebih berkesan dan tidak terkeluar daripada kemahiran yang ingin diperolehi. Kualiti pembelajaran adalah rendah apabila para pendidik taksub dengan bahan pengajaran konvensional, khususnya yang boleh digunakan, baru dibeli, sertamerta dan mudah, terancang sendiri terancang, disediakan dan disusun tanpa sebarang kreativiti untuk membangunkan JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jp bahan pendidikan ini secara inovatif. . Ia tidak merangsang kreativiti dan penyelesaian masalah pelajar.dan keupayaan pelajar untuk menanggulangisuatu masalah. Sedangkan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/download/837/715
Article home page: https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jp/article/view/837/715

Selian Khairunnisa Aulia, Anas Nirwana, Reflina Reflina. Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas XI, JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2023, pp. 66-78,