Hubungan sikap ibu dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022

Jurnal Gizi Aisyah, Feb 2023

Orang tua perlu perhatikan tumbuh kembang anak secara teratur dengan rutinitas dengan bawa anak ke Posyandu untuk ditimbang, dapatkan kapsul vitamin A, imunisasi sehingga dapat mencegah gizi kurang atau gizi buruk. Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan Posyandu yang masih rendah menjadi salah satu masalah yang menghambat terlaksananya pelayanan kesehatan melalui Posyandu. Faktor domain rendahnya partisipasi adalah dari dukungan keluarga, pengetahuan dan sikap ibu balita. Hal tersebut menunjang cakupan D/S tidak memenuhi target nasional 80%. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui hubungan sikap ibu dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan bulan November s/d Desember 2022. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 216 dengan jumlah sampel berdasarkan hasil perhitungan sebanyak 128 responden. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 86 (67,2%) dengan sikap baik dan 74 (57,8%) dengan partisipasi baik. Hasil analisa data dengan uji chi square ada hubungan sikap (p= 0.000) dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat posyandu, ibu meningkatkan partisipasinya ke Posyandu guna memantau pertumbuhan balita dan status gizi balita. Desa dapat bekerjasama lintas sektoral guna memberikan motivasi ibu balita melakukan posyandu dan puskesmas bisa memberikan sosialisasi dengan media poster atau leaflet sebagai bahan bacaan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA/article/download/publikdian/336

Hubungan sikap ibu dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022

Jurnal Gizi Aisyah, Vol. 6, No. 1, Februari 2023 │ 35-44 e-ISSN 2686-3537, p-ISSN 2686-2441 JURNAL GIZI AISYAH Universitas Aisyah Pringsewu Vol. 6, No. 1, Februari, 2023 Hubungan sikap ibu dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022 Dian Eka Kurnia1, Alifiyanti Muharramah2, Abdullah3, Afiska Prima Dewi4 1,2,3,4 Universitas Aisyah Pringsewu 1 ABSTRAK Orang tua perlu perhatikan tumbuh kembang anak secara teratur dengan rutinitas dengan bawa anak ke Posyandu untuk ditimbang, dapatkan kapsul vitamin A, imunisasi sehingga dapat mencegah gizi kurang atau gizi buruk. Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan Posyandu yang masih rendah menjadi salah satu masalah yang menghambat terlaksananya pelayanan kesehatan melalui Posyandu. Faktor domain rendahnya partisipasi adalah dari dukungan keluarga, pengetahuan dan sikap ibu balita. Hal tersebut menunjang cakupan D/S tidak memenuhi target nasional 80%. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui hubungan sikap ibu dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan bulan November s/d Desember 2022. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 216 dengan jumlah sampel berdasarkan hasil perhitungan sebanyak 128 responden. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 86 (67,2%) dengan sikap baik dan 74 (57,8%) dengan partisipasi baik. Hasil analisa data dengan uji chi square ada hubungan sikap (p= 0.000) dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat posyandu, ibu meningkatkan partisipasinya ke Posyandu guna memantau pertumbuhan balita dan status gizi balita. Desa dapat bekerjasama lintas sektoral guna memberikan motivasi ibu balita melakukan posyandu dan puskesmas bisa memberikan sosialisasi dengan media poster atau leaflet sebagai bahan bacaan. Kata Kunci : Partisipasi Posyandu (D/S), Sikap, Balita ABSTRACT Parents need to pay attention to their children's growth and development regularly with a routine by taking their children to Posyandu to be weighed, get vitamin A capsules, immunizations so they can prevent malnutrition or malnutrition. Community participation in the use of Posyandu which is still low is one of the problems that hinders the implementation of health services through Posyandu. Factors in the domain of low participation are from family support, knowledge and attitudes of toddler mothers. This supports the coverage of D/S not meeting the national target of 80%. The purpose of this study was to determine the relationship between attitude with the participation rate of toddlers to posyandu aged 6-59 months in Kelaten Village, South Lampung Regency in 2022. This type of research is http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA Jurnal Gizi Aisyah, Vol. 6, No. 1, Februari 2023 │ 35-44 e-ISSN 2686-3537, p-ISSN 2686-2441 quantitative, analytic design and cross sectional approach. This research was conducted from November to December 2022. The population in this study was 216 with a sample based on the calculation results of 128 respondents. Sampling technique with simple random sampling. The instrument used is a questionnaire. The data analysis used is the chi square test. The results showed that 86 (67.2%) had good attitudes and 74 (57.8%) with good participation. The results of data analysis using the chi square test showed that there was a relationship between attitude (p=0.000) with the participation rate of toddlers to posyandu aged 6 -59 months in Kelaten Village, South Lampung Regency. It is hoped that the results of this study can increase knowledge about the benefits of posyandu, mothers will increase their participation in posyandu to monitor toddler growth and toddler nutritional status. Villages can cooperate across sectors to motivate mothers with toddlers to do posyandu and puskesmas can provide socialization using posters or leaflets as reading material. Keywords : posyandu participation, attitude, toddlers PENDAHULUAN Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu tempat guna melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan mengalami peningkatan yang pesat pada usia dini, yaitu usia 0 sampai 5 tahun, Jadi diperlukan partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam penimbangan balita di Pos pelayanan Terpadu (Posyandu) (Silalahi dan Hariyadi, 2018). Menurut Dewi, et al (2018) partisipasi posyandu atau sering di sebut D/S merupakan indiktaor cakupan dalam program posyandu. Tujuan posyandu yaitu memelihara dan meningkatkan kesehatan bayi, balita. D/S merupakan jumlah balita yang datang ke Posyandu dibandingkan dengan jumlah semua balita, yang menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat terhadap kegiatan Posyandu. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dalam memperolah pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Keaktifan dalam http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA berpartisipasi mengikuti posyandu adalah proses yang aktif, dengan keterlibatan yang mengandung arti bahwa orang atau kelompok terkait mengambil inisiatif melakukan posyandu (Azizah dan Agustina, 2017). Dampak anak tidak aktif mengikuti posyandu diantaranya tidak tercapainya keberhasilan program posyandu, tidak terpantaunya peningkatan status gizi anak sehingga jumlah anak yang berat badannya tidak bertambah tidak berkurang atau berkurang. Tidak dapat mendekteksi malnutrisi secara dini melalui identifikasi pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu, dilanjutkan dengan penetapan status gizi oleh bidan desa atau tenaga kesehatan lainnya (Aguw, dkk, 2021). Data persentase rata-rata balita yang ditimbang di Indonesia pada tahun 2020 adalah 61,3% anak per bulan. Persentase tertinggi terdapat di Provinsi Aceh yaitu sebesar 79,9%, sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Papua yaitu sebesar 18,8% dan di Provinsi Lampung sebesar 67,5% (Profil Kesehatan Indonesia, 2020). Kabupaten Lampung Selatan memiliki target presentase balita yang ditimbang berat badannya berdasarkan target dinas kesehatan sebesar 88% ditahun 2021 dan 87% tahun 2022. Hasil target Jurnal Gizi Aisyah, Vol. 6, No. 1, Februari 2023 │ 35-44 e-ISSN 2686-3537, p-ISSN 2686-2441 tersebut terdapat 3 Puskesmas dengan capaian target paling rendah ditahun 2021 yaitu Puskesmas Panengahan 60,2%, Puskesmas Kalianda 60,9% dan Puskesmas Branti Raya sebesar 66,5% (Data Program Timbang Balita Lampung Selatan, 2021). Data capaian D/S (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA/article/download/publikdian/336
Article home page: https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA/article/view/publikdian/336

Dian Eka Kurnia, Alifiyanti Muharramah, Abdullah, Afiska Prima Dewi. Hubungan sikap ibu dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022, Jurnal Gizi Aisyah, 2023, pp. 35 - 44,