Hubungan sikap ibu dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022
Jurnal Gizi Aisyah, Vol. 6, No. 1, Februari 2023 │ 35-44
e-ISSN 2686-3537, p-ISSN 2686-2441
JURNAL GIZI AISYAH
Universitas Aisyah Pringsewu
Vol. 6, No. 1, Februari, 2023
Hubungan sikap ibu dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di
Desa Kelaten Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022
Dian Eka Kurnia1, Alifiyanti Muharramah2, Abdullah3, Afiska Prima Dewi4
1,2,3,4
Universitas Aisyah Pringsewu
1
ABSTRAK
Orang tua perlu perhatikan tumbuh kembang anak secara teratur dengan rutinitas dengan
bawa anak ke Posyandu untuk ditimbang, dapatkan kapsul vitamin A, imunisasi sehingga
dapat mencegah gizi kurang atau gizi buruk. Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan
Posyandu yang masih rendah menjadi salah satu masalah yang menghambat terlaksananya
pelayanan kesehatan melalui Posyandu. Faktor domain rendahnya partisipasi adalah dari
dukungan keluarga, pengetahuan dan sikap ibu balita. Hal tersebut menunjang cakupan D/S
tidak memenuhi target nasional 80%. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui hubungan sikap
ibu dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten Kabupaten
Lampung Selatan tahun 2022. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain analitik dan
pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan bulan November s/d Desember
2022. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 216 dengan jumlah sampel berdasarkan hasil
perhitungan sebanyak 128 responden. Teknik pengambilan sampel dengan simple random
sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah
uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 86 (67,2%) dengan sikap baik dan 74 (57,8%)
dengan partisipasi baik. Hasil analisa data dengan uji chi square ada hubungan sikap (p=
0.000) dengan tingkat partisipasi balita ke posyandu usia 6-59 bulan di Desa Kelaten
Kabupaten Lampung Selatan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan
pengetahuan tentang manfaat posyandu, ibu meningkatkan partisipasinya ke Posyandu guna
memantau pertumbuhan balita dan status gizi balita. Desa dapat bekerjasama lintas sektoral
guna memberikan motivasi ibu balita melakukan posyandu dan puskesmas bisa memberikan
sosialisasi dengan media poster atau leaflet sebagai bahan bacaan.
Kata Kunci : Partisipasi Posyandu (D/S), Sikap, Balita
ABSTRACT
Parents need to pay attention to their children's growth and development regularly with a
routine by taking their children to Posyandu to be weighed, get vitamin A capsules,
immunizations so they can prevent malnutrition or malnutrition. Community participation in
the use of Posyandu which is still low is one of the problems that hinders the implementation
of health services through Posyandu. Factors in the domain of low participation are from
family support, knowledge and attitudes of toddler mothers. This supports the coverage of
D/S not meeting the national target of 80%. The purpose of this study was to determine the
relationship between attitude with the participation rate of toddlers to posyandu aged 6-59
months in Kelaten Village, South Lampung Regency in 2022. This type of research is
http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA
Jurnal Gizi Aisyah, Vol. 6, No. 1, Februari 2023 │ 35-44
e-ISSN 2686-3537, p-ISSN 2686-2441
quantitative, analytic design and cross sectional approach. This research was conducted from
November to December 2022. The population in this study was 216 with a sample based on
the calculation results of 128 respondents. Sampling technique with simple random sampling.
The instrument used is a questionnaire. The data analysis used is the chi square test. The
results showed that 86 (67.2%) had good attitudes and 74 (57.8%) with good participation.
The results of data analysis using the chi square test showed that there was a relationship
between attitude (p=0.000) with the participation rate of toddlers to posyandu aged 6 -59
months in Kelaten Village, South Lampung Regency. It is hoped that the results of this study
can increase knowledge about the benefits of posyandu, mothers will increase their
participation in posyandu to monitor toddler growth and toddler nutritional status. Villages
can cooperate across sectors to motivate mothers with toddlers to do posyandu and puskesmas
can provide socialization using posters or leaflets as reading material.
Keywords : posyandu participation, attitude, toddlers
PENDAHULUAN
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
merupakan salah satu tempat guna
melakukan pemantauan pertumbuhan dan
perkembangan mengalami peningkatan yang
pesat pada usia dini, yaitu usia 0 sampai 5
tahun,
Jadi
diperlukan
partisipasi
masyarakat untuk ikut serta dalam
penimbangan balita di Pos pelayanan
Terpadu (Posyandu) (Silalahi dan Hariyadi,
2018). Menurut Dewi, et al (2018)
partisipasi posyandu atau sering di sebut
D/S merupakan indiktaor cakupan dalam
program posyandu. Tujuan posyandu yaitu
memelihara dan meningkatkan kesehatan
bayi, balita. D/S merupakan jumlah balita
yang datang ke Posyandu dibandingkan
dengan jumlah semua balita, yang
menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat
terhadap kegiatan Posyandu.
Posyandu merupakan salah satu bentuk
upaya
kesehatan
bersumber
daya
masyarakat (UKBM) yang dikelola dan
diselenggarakan dari, oleh, untuk dan
bersama masyarakat dalam penyelenggaraan
pembangunan
kesehatan,
guna
memberdayakan
masyarakat
dalam
memperolah pelayanan kesehatan dasar
untuk mempercepat penurunan angka
kematian ibu dan bayi. Keaktifan dalam
http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA
berpartisipasi mengikuti posyandu adalah
proses yang aktif, dengan keterlibatan yang
mengandung arti bahwa orang atau
kelompok terkait mengambil inisiatif
melakukan posyandu (Azizah dan Agustina,
2017).
Dampak anak tidak aktif mengikuti
posyandu diantaranya tidak tercapainya
keberhasilan program posyandu, tidak
terpantaunya peningkatan status gizi anak
sehingga jumlah anak yang berat badannya
tidak bertambah tidak berkurang atau
berkurang. Tidak dapat mendekteksi
malnutrisi secara dini melalui identifikasi
pemantauan tumbuh kembang anak di
posyandu, dilanjutkan dengan penetapan
status gizi oleh bidan desa atau tenaga
kesehatan lainnya (Aguw, dkk, 2021).
Data persentase rata-rata balita yang
ditimbang di Indonesia pada tahun 2020
adalah 61,3% anak per bulan. Persentase
tertinggi terdapat di Provinsi Aceh yaitu
sebesar 79,9%, sedangkan persentase
terendah terdapat di Provinsi Papua yaitu
sebesar 18,8% dan di Provinsi Lampung
sebesar 67,5% (Profil Kesehatan Indonesia,
2020). Kabupaten Lampung Selatan
memiliki target presentase balita yang
ditimbang berat badannya berdasarkan
target dinas kesehatan sebesar 88% ditahun
2021 dan 87% tahun 2022. Hasil target
Jurnal Gizi Aisyah, Vol. 6, No. 1, Februari 2023 │ 35-44
e-ISSN 2686-3537, p-ISSN 2686-2441
tersebut terdapat 3 Puskesmas dengan
capaian target paling rendah ditahun 2021
yaitu Puskesmas Panengahan 60,2%,
Puskesmas Kalianda 60,9% dan Puskesmas
Branti Raya sebesar 66,5% (Data Program
Timbang Balita Lampung Selatan, 2021).
Data capaian D/S (...truncated)