KOLABORASI ORGANISASI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA SISARAHILIGAMO KECAMATAN GUNUNGSTOLI KOTA GUNUNGSITOLI
ISSN 2356-3966E-ISSN: 2621-2331 l.Telaumbanua, A.B.Ndraha, Y. Mendrofa,S.WaruwuKolaborasi Organisasi…
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN BISNIS DAN INOVASI
UNIVERSITAS SAM RATULANGI (JMBI UNSRAT)
KOLABORASI ORGANISASI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROGRAM
KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA SISARAHILIGAMO
KECAMATAN GUNUNGSTOLI
KOTA GUNUNGSITOLI
Lestariani Telaumbanua, Ayler Beniah Ndraha, Yupiter Mendrofa, Sukaaro Waruwu
Universitas Nias
ARTICLE INFO
Abstract.
Keywords:
Organizational collaboration in PKH
implementation
Kata Kunci:
Kolaborasi organisasi dalam
implementasi PKH
Corresponding author:
Lestariani Telaumbanua
2209
This thesis research aims to find out how
Organizational Collaboration in implementing the Family Hope
Program (PKH) in Sisarahiligamo Village, Gunungstoli
Subdistrict, Gunungsitoli City, then also researchers want to know
what are the supporting and inhibiting factors of organizational
collaboration in implementing PKH in Sisarahiligamo Village. The
organizations that are the focus of this research are the
Sisarahiligamo village government, the Gunungsitoli sub-district
government and the Gunungsitoli City Social Service. This type of
research is descriptive with a qualitative approach, using data
collection techniques with interviews, observation and
documentation studies. This research uses the Collaborative
Governance theory proposed by Ansell and Gash to analyze
organizational collaboration in the implementation of PKH in
Sisarahiligamo Village.
Abstrak. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana
Kolaborasi
Organisasi
dalam
mengimplementasikan Program Keluarga Harapan (PKH) di
Desa Sisarahiligamo Kecamatan Gunungstoli Kota
Gunungsitoli, selanjutnya juga peneliti ingin mengetahui apa
yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dari
kolaborasi organisasi dalam pengimplementasian PKH di
Desa Sisarahiligamo. Organisasi yang menjadi focus
penelitian ini yaitu pemerintah desa Sisarahiligamo,
pemerintah kecamatan Gunungsitoli dan Dinas Sosial Kota
Gunungsitoli. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif
dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik
pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Collaborative
Governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash untuk
menganalisis kolaborasi organisasi dalam implementasi PKH
di Desa Sisarahiligamo.
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN BISNIS DAN INOVASI UNIVERSITAS SAM RATULANGI
VOL. 10 NO. 2 SEPTEMBER-DESEMBER, 2209-2220
ISSN 2356-3966E-ISSN: 2621-2331 l.Telaumbanua, A.B.Ndraha, Y. Mendrofa,S.WaruwuKolaborasi Organisasi…
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Berkaitan permasalahan dengan dampak sementara (intermediate outcomes) terkait PKH,
pemerintah Desa Sisarahili Gamo belum memahami secara keseluruhan prosedur penentuan sasaran
PKH, oleh karena itu berkaitan dengan dampak keberhasilan PKH pemerintah Desa Sisarahili Gamo
masih memiliki pemahaman bahwa PKH sebaiknya menyentuh seluruh warga desa. Pemahaman yang
masih kurang tentang siapa sasaran PKH dan apa dampak PKH ini menjadi salah satu permasalahan
yang dimiliki antar organisasi dalam mengimplementasikannya di tingkat daerah.
Tabel 1.1 Mata pencaharian masyarakat Desa Sisarahili Gamo
Jenis Pekerjaan
Jumlah KK
Petani
231 KK
Nelayan
52 KK
Buruh
31 KK
Pedagang
22 KK
PNS
25 KK
Sumber: Dokumen Profil Desa Sisarahiligamo
Dengan pendekatan kolaborasi dalam menjalankan program, maka Program Keluarga Harapan
bisa terlaksana sesuai tujuannya, karena dibantu dengan adanya peran partisipasi dari berbagai pihak.
Oleh karena itu pentingnya harus ada kolaborasi yang dilakukan oleh Sumber Daya Manusia Program
Keluarga Harapan (PKH) dan seluruh stakeholer dalam menjalankan Program Keluarga Harapan di Desa
Sisarahiligamo Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, mulai dari tahap perencanaan kegiatan
sampai dengan tahap pelaksananaan seperti koordinasi penyaluran bantuan sosial, penanganan
pengaduan dari masyarakat terkait bantuan sosial, pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan
Keluarga (P2K2) dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Permasalahan kolaborasi organisasi menjadi salah satu penyebab utama belum maksimalnya
pelaksana PKH di Desa Sisarahiligamo. Pemerintah Desa Sisarahiligamo masih beranggapan bahwa
Dinas Sosial menjadi satu-satunya sumber informasi dalam melaksanakan PKH, sebagaimana kita
ketahui dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018 tentang PKH Wilayah Kelurahan/Desa
yang merupakan wilayah dari Kecamatan sebagai pelaksana PKH di tingkat Daerah ikut bertanggung
jawab dalam penyediaan informasi dan sosialisasi tentang PKH.
Rumusan Masalah
a. Bagaimana Kolaborasi Organisasi dalam mengimplementasikan Program Keluarga Harapan (PKH)
di Desa Sisarahiligamo Kecamatan Gunungstoli Kota Gunungsitoli.
b. Bagaimana faktor pendukung Kolaborasi Organisasi dalam mengimplementasikan Program Keluarga
Harapan (PKH) di Desa Sisarahiligamo Kecamatan Gunungstoli Kota Gunungsitoli.
c. Bagaimana faktor penghambat Kolaborasi Organisasi dalam mengimplementasikan Program
Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sisarahiligamo Kecamatan Gunungstoli Kota Gunungsitoli.
Tujuan Penelitian
a. Mengetahui bagaimana Kolaborasi Organisasi dalam mengimplementasikan Program Keluarga
Harapan (PKH) di Desa Sisarahiligamo Kecamatan Gunungstoli Kota Gunungsitoli.
2210
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN BISNIS DAN INOVASI UNIVERSITAS SAM RATULANGI
VOL. 10 NO. 2 SEPTEMBER-DESEMBER, 2209-2220
ISSN 2356-3966E-ISSN: 2621-2331 l.Telaumbanua, A.B.Ndraha, Y. Mendrofa,S.WaruwuKolaborasi Organisasi…
b. Mengetahui apa yang menjadi faktor pendukung Kolaborasi Organisasi dalam mengimplementasikan
Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sisarahiligamo Kecamatan Gunungstoli Kota
Gunungsitoli.
c. Mengetahui apa yang menjadi faktor penghambat Kolaborasi Organisasi dalam
mengimplementasikan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sisarahiligamo Kecamatan
Gunungstoli Kota Gunungsitoli.
TINJAUAN PUSTAKA
Manajemen Kolaborasi
Kolaborasi pada umumnya merupakan salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan untuk
mencapai tujuan. Pendapat lain menurut Russel M. Linden dalam bukunya Working Across Boundaries
dalam jurnal kolaborasi (2020) menjelaskan bahwa kolaborasi merupakan hubungan yang terjadi antar
organisasi pemerintah (government to government cooperation) serta antar organisasi pemerintah dan
organisasi non pemerintah (public private sector coordination). Pandangan lain menurut Dr. La ode
(2018) Collaborative Governance merupakan suatu model keseimbangan kekuatan dan suber daya
pemerintah, para pemangku kepentingan, serta lembaga publik lainnya dengan melakukan komitmen
pemberdayaan bagi pemangku kepentingan yang dianggap lebih lemah sehingga mereka saling
bergantung satu sama lain dalam mengatasi masalah yang kompleks melalui pengambilan keputusan
bersama dan implementasi berorientasi pada kesepakatan bersama.
Indikator Komponen- komponen Kolaborasi menurut Ansell dan Gash (2020)
1) Dialog tatap-muka (face to face dialogue)
Dialog antar-muka sebagai bentuk komunikasi menjadi hal yang pe (...truncated)