Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit pada Tanaman Jeruk Menggunakan Metode Dempster Shafer
Journal of Comprehensive Science
p-ISSN: 2962-4738 e-ISSN: 2962-4584
Vol. 2 No. 1 Januari 2023
SISTEM PAKAR MENDIAGNOSIS PENYAKIT PADA TANAMAN JERUK
MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER
Elsilaturrahmi, Fitra Kurnia, Elin Haerani, Reski Mai Candra
UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Email: , ,
,
Abstrak
Tanaman jeruk termasuk pada komoditas unggulan nasional yang berperan dalam
meningkatkan devisa negara. Namun, berbagai penyakit seringkali menyererang
tanaman jeruk sehingga diperlukan suatu sistem untuk mendignosis penyakit pada
tanaman jeruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pakar dalam
mendiagnosis penyakit pada tanaman jeruk. Penelitian ini menggunakan metode
Demster Shafer. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penelitian yang
dilakukan dapat dipahami konsep dan penerapan dari metode Dempster Shafer dalam
mendiagnosis penyakit tanaman jeruk.
Kata Kunci: Sistem pakar, Penyakit tanaman jeruk, Demptster Shafer.
Abstract
Citrus plants are one of the leading national commodities that play a role in increasing
the country's foreign exchange. However, various diseases often attack citrus plants, so
a system is needed to diagnose diseases in citrus plants. This study aims to analyze
expert systems in diagnosing diseases of citrus plants. This study uses the Demster
Shafer method. The results of the study can be concluded that the research carried out
can understand the concept and application of the Dempster Shafer method in
diagnosing citrus plant diseases.
Keywords: Expert system, Disease of citrus plants, Dempster Shafer.
Pendahuluan
Tanaman Jeruk merupakan salah satu komoditas unggulan nasional yang
mempunyai peran penting dalam peningkatan devisa negara. Tanaman Jeruk dapat
tumbuh dan dibudidayakan oleh petani di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan
varietas atau spesies komersial yang berbeda dan dapat dikonsumsi oleh berbagai
kalangan masyarakat baik masyarakat dengan pendapatan rendah hingga yang
berpenghasilan tinggi. Badan Litbang Pertanian Indonesia (2015) mengungkapkan
bahwa produktivitas usaha tani jeruk nasional cukup tinggi, yaitu berkisar 17-25 ton/ha
dari potensi 25-40 ton per ha. Pada tahun 2004, luas panen jeruk mencapai 70.000 ha
dengan total produksi sebesar 1,600,000 ton, sekaligus menempatkan posisi Indonesia
sebagai negara penghasil utama jeruk dunia ke 13 setelah Vietnam (Maulana et al.,
2017).
OPT (Organisme Pangganggu Tanaman) merupakan kendala bagi petani dalam
membudidayakan tanaman jeruk, CVPD (Citrus Viein Pholeam Degenration ) sejenis
389
hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruk menyebabkan kerusakan pembuluh
tapis yang ada pada tanaman jeruk, sehingga mempengaruhi kondisi maupun
prokdutifitas tanaman jeruk (Fitriania et al., 2019).
Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan,
fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat
dipecahkan oleh pakar bidang tertentu Dengan menggunakan sistem pakar para petani
dapat dengan mudah mendiagnosa penyakit yang menyerang tanaman anggur mereka
karena sistem pakar dapat digunakan untuk menyimpan pengetahuan dan keahlian
pakar, selain itu sistem pakar dapat meningkatkan kapabilitas dalam menyelesaikan
masalah sehingga menghemat waktu dalam pengambilan keputusan (Handayani &
Taufiq, 2017).
Konsep dasar sistem pakar mengandung keahlian, ahli, pengalihan keahlian,
inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan (Hartati, 2011). Sistem pakar disusun
oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment)
dan lingkungan konsultasi (consultation environment). Lingkungan pengembangan
digunakan oleh pengembang sistem pakar (expert system builder) untuk membangun
komponen dan memasukkan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan (Isna et al.,
2022).
Metode Penelitian
Dempster Shafer merupakan generalisasi dari teori Bayesian probabilitas
subjektif. Dimana kebutuhan probabilitas yang akan dibutuhkan untuk setiap pertanyaan
dari keinginan, fungsi kepercayaan berdasarkan pada tingkat kepercayaan (percaya diri
atau percaya) untuk sebuah pertanyaan dalam probabilitas untuk sebuah pertanyaan
tertentu. Kerangka shafer’s dapat memberikan kepercayaan mengenai proposi untuk
dapat direpresentasikan sebagai interval, diliputi dengan 2 buah nilai, kepercayaan (atau
dukungan) dan hal yang masuk akal, belief ≤ plausibility (Handayani & Taufiq, 2017).
Dempster Shafer ditulis dalam suatu interval : Belief, Plausibility. Belief (Bel)
adalah ukuran dari kekuatan suatu evidenceuntukmendukung suatu himpunan proposisi.
Jika Belief (Bel) memiliki nilai 0 maka mengindikasikan bahwa tidak ada evidence, dan
jika Belief (Bel) memiliki nilai 1 menunjukkan adanya kepastian. Plausibility (Pl)
dinotasikan sebagai:
Menurut Giarratano dan Riley fungsi Belief dapat diformulasikan dan ditunjukkan pada
persamaan (1) : 𝐵𝑒𝑙(𝑋) = ∑𝑋≤𝑌 𝑀(𝑌)
Dan Plausibility dinotasikan pada persamaan berikut:
Di mana :
Bel (X) = Belief (X)
Pls (X) = Plausibility (X)
m (X) = mass function dari (X)
m (Y) = mass function dari (Y)
Metode Dempster Shafer menyatakan adanya frame of discrement yang dinotasikan
dengan simbol (Θ). Frame of discrementdisebut juga dengan semesta pembicaraan dari
hasil hipotesis sehingga sering disebut dengan environment.
Di mana :
Θ = { θ1, θ2, … θN}
Θ = frame of discrement atau environment
θ1,…,θN = element/ unsur bagian dalam environment
390
Environment mengandung elemen-elemen yang menggambarkan kemungkinan
sebagai jawaban, dan hanya ada satu yang akan sesuai dengan jawaban yang
dibutuhkan. Nilai Kemungkinan dalam metodeDempster Shafer disebut juga dengan
power set dan dinotasikan dengan P (Θ), setiap elemen dalam power set ini memiliki
nilai interval antara 0 sampai 1.
m : P (Θ) [0,1]
Hasil dan Pembahasan
Pada tahapan analisa dan perancangan dibahas tentang proses data dalam
mendiagnosis penyakit pada tanaman jeruk. Data yang didapatkam diolah menggunakan
metode Dempster Shafer. Pakar penyakit tanaman jeruk menyebutkan macam-macam
penyakit tanaman jeruk, diantaranya terdapat dalam tabel di bawah ini.
Tabel 1
Jenis Penyakit Tanaman Jeruk
Kode
Nama Penyakit
P01
CVPD (citrus vein phloem degeneration)
P02
Tristeza
P03
Puru berkayu
P04
Exocortis
P05
Psorosis
P06
Tatter leaf
P07
Diplodia
P08
Busuk Pangkal Batang
P09
Rebah Kecambah
P10
Antraknosa
P11
Kudis
P12
Embun Jelaga
P13
Kanker
P14
Jamur Upas
Berdasarkan tabel di atas didapatkan hasil 14 jenis penyakit tanaman jeruk
terdapat 32 gejala penyakit tanaman jeruk. Gejalagejala yang ditentukan oleh pakar
penyakit tanaman jeruk disebutkan pada tabel di bawah.
Tabel 2
Gejala Penyakit Tanaman Jeruk
Kode
Gejala
G01
Daun berguguran
G02
Pada daun atas tampak putih
G03
Kulit batang mengering
G04
Pangkal batang luka coklat hitam
G05
Keluar blendok
G06
Permukaan daun terdapat lapisan berwarna hitam
G07
Daun cepat layu dan berguguran
G08
Daun dikerumuni semut hitam
Jamur membentuk benang-benang mengkilat pada
G09
permukaan daun
G10
Kulit buah membusuk
G11
Pemucatan tulang daun berupa garis putus-put (...truncated)