Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana Dan Implementasi Green Accounting : (Studi Kasus Pada Subak Pemangket Awen Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana)

JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha, Dec 2023

Penelitian ini bertujuan untuk Mengungkap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana Dan Implementasi Green Accounting, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang nantinya akan diproses melalui analisis data untuk menjawab dari rumusan masalah. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Sistem pengelolaan keuangan Subak Pemangket Awen Barat sudah berjalan dengan baik. (2) Akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Subak Pemangket Awen Barat sudah berdasarkan pada prinsip transparansi maupun prinsip akuntabilitas. Pengalokasian dana subak sesuai dengan konsep tri hita karana dimana aliran dana telah disalurkan untuk kepentingan upacara yadnya, bantuan sosial dan sarana prasarana kebersihan lingkungan. (3) Penerapan green screen accounting di Subak Pemangket Awen Barat sudah berjalan dengan baik.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/S1ak/article/download/58539/27687

Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana Dan Implementasi Green Accounting : (Studi Kasus Pada Subak Pemangket Awen Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana)

JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi ) Universitas Pendidikan Ganesha (Vol : 14 No : 04 Tahun 2023 ) ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN BERLANDASKAN KONSEP TRI HITA KARANA DAN IMPLEMENTASI GREEN ACCOUNTING (Studi Kasus pada Subak Pemangket Awen Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana) Gusti Ayu Made Putri Rinjani Dhipayanti *, Gst. Ayu Rencana Sari Dewi Jurusan Ekonomi Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia e-mail: {, } Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Mengungkap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana Dan Implementasi Green Accounting, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang nantinya akan diproses melalui analisis data untuk menjawab dari rumusan masalah. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Sistem pengelolaan keuangan Subak Pemangket Awen Barat sudah berjalan dengan baik. (2) Akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Subak Pemangket Awen Barat sudah berdasarkan pada prinsip transparansi maupun prinsip akuntabilitas. Pengalokasian dana subak sesuai dengan konsep tri hita karana dimana aliran dana telah disalurkan untuk kepentingan upacara yadnya, bantuan sosial dan sarana prasarana kebersihan lingkungan. (3) Penerapan green screen accounting di Subak Pemangket Awen Barat sudah berjalan dengan baik. Kata kunci: Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan, Tri Hita Karana, Green Accounting Abstract This study aims to reveal financial management accountability based on the concept of Tri Hita Karana and implementation of green accounting. This research uses qualitative methods. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation which will later be processed through data analysis to answer the problem formulation. The results of this study indicate that (1) the financial management system of Subak Pemangket Awen Barat has been running well. (2) Accountability for the management of Subak Pemangket Awen Barat Fund Allocation is already based on the principles of transparency and accountability. The allocation of subak funds is in accordance with the concept of tri hita karana where the flow of funds has been channeled for the purposes of yadnya ceremonies, social assistance and environmental cleaning infrastructure. (3) The implementation of green screen accounting in Subak Pemangket Awen Barat has been going well. Keywords : financial management accountability, Tri Hita Karana, green accounting PENDAHULUAN Bali merupakan provinsi yang memiliki berbagai macam budaya dan keunikan tersendiri, dan juga tidak terlepas dari destinasi wisata yang menjadi daya tarik para wisatawan. Salah satu keunikan yang dimiliki oleh masyarakat yaitu organisasi tradisional subak. Subak merupakan organisasi yang didirikan untuk mengelola sistem pengairan pertanian masyarakat adat Bali yang senantiasa diidentikkan dengan kesederhanaan dan tradisional. Aktivitas operasional subak tidak hanya terbatas pengelolaan suber air sawah, tetapi subak juga melaksanakan kegiatan bersifat 1091 JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi ) Universitas Pendidikan Ganesha (Vol : 14 No : 04 Tahun 2023 ) religious dan pembangunan yang memerlukan banyak dana. Subak didirikan secara tradisional yang jauh dari perkembangan jaman, maka tingkat pendidikan krama subak juga relatif rendah. Tetapi, hal tersebut tidak membuat para krama subak hilang kepercayaan untuk mengelola sumber daya yang beragam, baik yang diperoleh dari krama subak, bantuan, maupun sumbangan sehingga keberadaan subak masih tetap eksis dan berkembang hingga saat ini (Sutawan, 2008). Subak pada khususnya sebagai salah satu organisasi publik non pemerintah dan organisasi nirlaba yang juga tidak luput dari berbagai kritik dan tuntutan dari pihak pemberi sumbangan (pemerintah) dan juga pihak eksternal lainnya serta dari anggotanya yang memerlukan keterbukaan penggunaan dana dan pengelolaan keuangan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 45 tahun 2015 tentang pelaporan keuangan organisasi nirlaba, dimana entitas nirlaba merupakan entitas yang tidak berorientasi pada laba namun tetap memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan pemanfaatan sumber daya yang dikelolanya kepada penyandang dana dan society. Dalam suatu organisasi pengelolaan keuangan harus dipertanggungjawabkan kepada krama Subak sebagai pihak yang berkepentingan dalam kepengurusan subak. Sistem subak merupakan ciri khas sistem pertanian di Bali. Menurut Pitana (1997) dalam (Sunaryasa, 2002), subak di Bali memiliki ciri, yaitu: 1. Subak merupakan organisasi petani pengelola air irigasi yang memiliki pengurus dan peraturan organisasi (awig-awig) baik tertulis maupun tidak tertulis. 2. Subak mempunyai suatu sumber air bersama, berupa bendungan (empelan ataupun saluran utama suatu sistem irigasi). 3. Subak mempunyai suatu areal persawahan. 4. Subak mempunyai otonomi, baik internal maupun eksternal. 5. Subak mempunyai satu atau lebih pura yang berhubngan dengan persubakan. Hal inilah yang membedakan sistem pertanian di Bali dengan sistem pertanian di luar Bali. Konsep kebersamaan dalam kelompok petani di Bali diaplikasikan melalui kegiatan gotong royong yang merupakan ciri yang kuat dari masyarakat petani Bali. Konsep kebersamaan dalam kelompok petani di Bali diaplikasikan melalui kegiatan gotong royong yang merupakan ciri yang kuat dari masyarakat petani Bali. Seluruh warisan budaya yang dikenal di provinsi Bali sudah tentu memiliki suatu nilai religius yang merupakan sisi menarik yang senantiasa ingin kita ketahui. Sama halnya dengan organisasi subak di Bali, kepentingan bersama dari subak dipadukan dengan nilai-nilai agama Hindu, yang menjadikan organisasi subak mempunyai nilai sosial yang religius. Dengan kebersamaan dan sistem gotong royong yang diterapkan pada organisasi subak, serta ditambah juga dengan konsep Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan yang utuh didalam kehidupan manusia) yang dijunjung tinggi sebagai dasar pelaksanaan setiap kegiatan dalam subak, maka para pakar petani yang merupakan anggota subak beranggapan bahwa subak mampu mengambil peran untuk turut serta melestarikan lingkungan serta membantu mewujudkan kemajuan di pedesaan. Tri Hita Karana merupakan konsep dasar yang dijunjung tinggi dalam subak, oleh karena itu subak melaksanakan kegiatan yang mengacu pada parahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), pawongan (hubungan manusia dengan manusia) dan palemahan (hubungan manusia dengan lingkungan). Dalam melaksanakan kegiatan operasional, subak memerlukan berbagai jenis sumber daya kolektif sebagai penunjang. Subak umumnya mempergunakan sumber daya yang diperoleh dari kalangan umum maka penting bagi masyarakat untuk mengetahui proses pengelolaan sumber daya tersebut karena sejalan dengan praktik akuntabilitas yang merupakan kajian yang marak dibahas. 1092 JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi ) Universitas Pendidikan Ganesha (Vol : 14 No : 04 Tahun 2023 ) Salah satu su (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/S1ak/article/download/58539/27687
Article home page: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/S1ak/article/view/58539/27687

Dhipayanti Gusti Ayu Made Putri Rinjani, Dewi Gusti Ayu Rencana Sari. Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana Dan Implementasi Green Accounting : (Studi Kasus Pada Subak Pemangket Awen Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana), JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha, 2023, pp. 1091 - 1103,