Sistem Pemeliharaan Pada Baterai 110 VDC Pada Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe PT. PLN (Persero) Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik, Jan 2024

Pada penyaluran energi listrik di gardu induk Bayu Lhokseumawe terdapat sumber tenaga tegangan searah (DC) yaitu baterai yang berperan sebagai suplai daya ke penggerak PMS dan PMT, peralatan proteksi serta penerangan darurat. Adanya gangguan pada transmisi maupun transformator daya akan mengakibatkan baterai secara langsung bertindak sebagai bank-up catu daya DC. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeliharaan pada baterai setiap tahunnya secara rutin untuk memenuhi kebutuhan sumber daya DC pada gardu induk 150 KV Bayu Lhokseumawe. Dari hasil pengukuran tegangan per sel terdapat teganan drop sebesar 1,28 volt dari tegangan rata-rata 1,43 volt. Hal ini terjadi akibat tidak meratanya pengisian tegangan baterai dari rectifier pada posisi floating terlalu lama. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pemeliharaan sistem DC adalah metode assessment hasil monitoring operasi dan pemeliharaan rutin sesuai periodik yang telah ditentukan. Sistem pemeliharan baterai pada gardu induk Bayu Lhokseumawe meliputi pemeliharaan mingguan, bulanan, dan tahunan. Kapasitas baterai pada gardu induk Bayu Lhokseumawe dikatakan jelek bila daya kurang dari 60%.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimt/article/download/2726/pdf

Sistem Pemeliharaan Pada Baterai 110 VDC Pada Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe PT. PLN (Persero) Banda Aceh

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Volume 4 Nomor 1 Januari 2024 hal 1-13 ISSN: 2808-7720 Sistem Pemeliharaan Pada Baterai 110 VDC Pada Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe PT. PLN (Persero) Banda Aceh Rosdiana, S.T., M.T., Ahlul Furkan 1Program Studi Teknik Elektro., 2Universitas Malikussaleh (Jl. Kampus Unima Bukit Indah, Kec. Muara Satu., Lhokseumawe, 24351) Email: , Abstrak Pada penyaluran energi listrik di gardu induk Bayu Lhok seumawe terdapat sumber tenaga tegangan searah (DC) yaitu baterai yang berperan sebagai suplai daya k e penggerak PMS dan PMT, peralatan protek si serta penerangan darurat. Adanya gangguan pada transmisi maupun transformator daya ak an mengak ibatk an baterai secara langsung bertindak sebagai bank -up catu daya DC. Oleh k arena itu, perlu dilak uk an pemeliharaan pada baterai setiap tahunnya secara rutin untuk memenuhi k ebutuhan sumber daya DC pada gardu induk 150 KV Bayu Lhok seumawe. Dari hasil penguk uran tegangan per sel terdapat teganan drop sebesar 1,28 volt dari tegangan rata-rata 1,43 volt. Hal ini terjadi ak ibat tidak meratanya pengisian tegangan baterai dari rectifier pada posisi floating terlalu lama. Metode yang digunak an dalam pelak sanaan pemeliharaan sistem DC adalah metode assessment hasil monitoring operasi dan pemeliharaan rutin sesuai periodik yang telah ditentuk an. Sistem pemeliharan baterai pada gardu i nduk Bayu Lhok seumawe meliputi pemeliharaan mingguan, bulanan, dan tahunan. Kapasitas baterai pada gardu induk Bayu Lhok seumawe dik atak an jelek bila daya k urang dari 60%. Kata kunci: Sistem Peeliharaan, Tegangan, Baterai, Monitoring, Baterai 110 VDC . Jurnal Homepage:http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimt 1 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Volume 4 Nomor 1 Januari 2024 hal 1-13 ISSN: 2808-7720 1. PENDAHULUAN Pada kehidupan manusia energi listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, dimana sejalan dengan perkembangan era yang semakin maju seperti perkembangan teknologi, perindustrian hingga pertumbuhan penduduk mengakibatkan kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat pula setiap tahunnya. Maka dari itu, untuk memberikan kepuasan pada konsumennya, perusahaan listrik seperti PT. PLN (Persero) di Indonesia dituntut untuk mampu menjaga keandalan listriknya dengan baik sehingga dapat menyuplai energi listrik sesuai dengan yang diharapkan konsumen. Pada pembangkitan tenaga listrik, energi yang telah dibangkitkan akan disalurkan melalui saluran transmisi menuju gardu induk dan akan didistribusikan ke konsumen melalui penyulang-penyulangnya. Pada gardu induk terdapat sumber tenaga berupa sumber tenaga berupa sumber Alternating Current (AC) dan sumber Direct Current (DC) pada pengoperasiannya. Sumber utama suplai DC adalah rectifier yang berfungsi mengubah tenaga AC sebagai tegangan input ke tegangan DC. Hal yang bisa terjadi pada suplai AC ke rectifier ialah timbulnya gangguan yaitu kehilangan tegangan karena transformator pemakaian sendiri akibat dari adanya gangguan pada transmisi maupun transformator daya sehingga mengakibatkan baterai secara langsung bertindak sebagai bank-up catu daya DC untuk peralatan bantu beban arus searah pada gardu induk dapat terus bekerja. Baterai harus mampu menyuplai daya ke peralatan meski kondisi tanpa charger atau blackout sehingga baterai merupakan salah satu komponenen pendukung yang sangat vital pada gardu induk. Terdapat 2 jenis baterai yang digunakan sebagai pemasok tenaga DC pada gardu induk yaitu baterai 110 VDC yang berperan sebagai suplai daya ke penggerak pada PMS dan PMT, peralatan proteksi serta penerangan darurat. Baterai 48 VDC yang berperan sebagai penyuplai tenaga untuk sistem komunikasi PLC dan SCADA. Sumber daya DC pada gardu induk terdiri dari beberapa baterai yang tersusun secara seri. Dalam penyaluran tenaga listrik diperlukan sistem proteksi yang baik sehingga keandalan sumber DC harus selalu diperhatikan, oleh karena itu perlu dilakukan pemeliharaan setiap tahunnya pada baterai. Penggunaan baterai yang terus menerus untuk beban DC pada gardu induk tanpa perawatan yang benar dapat mengakibatkan kemampuan baterai dalam menyuplai tenaga tidak maksimal atau menurunnya kinerja pada baterai. Tidak bekerjanya sistem suplai DC kemungkinan akan terjadinya kegagalan pada sistem proteksi di gardu induk yang dapat mengakibatkan permasalah yang besar. Berdasarkan latar belakang diatas penulis membuat tugas KP yang berjudul “Sistem Pemeliharaan pada Baterai 110 VDC pada Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe PT.PLN (Persero) Banda Aceh”. 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe PT. PLN (Persero) Banda Aceh. Adapun metode pelaksanaan penelitian yang digunakan olh peneliti ini adalah sebagai berikut: 1. Studi literature, dengan membaca dari sejumlah teori yang berhubung dengan tema laporan kerja praktek, yakni seperti buku referensi, artikel ilmiah, internet, buku elektronik, buku pedoman dari PT. PLN (Persero) serta sebagainya. Jurnal Homepage:http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimt 2 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Volume 4 Nomor 1 Januari 2024 hal 1-13 ISSN: 2808-7720 2. Wawancara, ataupun interview adalah sebuah dialog yang dilaksanakan pewawancara supaya untuk mendapatkan informasi dari narasumber. 3. Dokumentasi, metode dokumentasi ialah sebagai sumber penunjang penelitian. 3. HASIL 3.1 Pedoman Pemeliharaan 3.1.1 In Service Inspection/Inspeksi dalam Keadaan Operasi In service inspection adalah kegiatan inspeksi yang dilakukan dalam keadaan operasi tanpa pembebasan tegangan pada sistem DC. Metode yang digunakan dalam melakukan in service inspection adalah pengecekan dengan panca indera. Periode pelaksanaan in service inspection pada sistem DC dibagi menjadi dua yaitu inspeksi mingguan meliputi suhu panel rectifier, kelembaban ruangan, pemeriksaan ruangan, pembersihan panel rectifier, tegangan dan arus pengisian rectifier/lampu indicator rectifier, dan kondisi Fuse/MCB/NFB dan inspeksi bulanan meliputi pemeriksaan kebersihan komponen utama pada rectifier, kipas vetilasi, pemanas, level elektolit, sel (container), kebersihan sel dan rak baterai dan kesiapan penetangan darurat. 3.1.2 In Service Measurement In service measurement merupakan kegiatan yang dilakukan dalam keadaan operasi tanpa pembebasan tegangan pada sitem DC (tersambung ke rectifier dan beban) disesuaikan dengan jadwal pemeliharaan periodik sistem DC yaitu mingguan, bulanan dan tahunan. Pemeriksaan menggunakan alat ukur sederhana. 3.2 Data Pengukuran Per-Sel BAterai 110VDC Agustus 2023 Data hasil pengukuran tegangan per-sel baterai 110 VDC gardu induk 150 KV Bayu pada tanggal 30 Agustus 2023. Merk baterai SAFT NiCd type SCM 211 terdapat 86 sel baterai dengan kapasitas 200 Ah, tegangan nominal 1,2 V – 2 V dan suhu ruangan 28,6 derajat celcius. Tabel 1: Tegangan per-sel baterai 110VDC bulan Agustus 2023 Sel 1 TG (V) 1.45 Suhu 28.6 BJ 1.20 Sel 32 TG (V) 1.45 Suhu 28.6 BJ 1.20 Sel 63 TG (V) 1. (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimt/article/download/2726/pdf
Article home page: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimt/article/view/2726/pdf

Ahlul Furkan, R. Rosdiana. Sistem Pemeliharaan Pada Baterai 110 VDC Pada Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe PT. PLN (Persero) Banda Aceh, Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik, 2024, pp. 1-13,