Sistem Pemeliharaan Pada Baterai 110 VDC Pada Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe PT. PLN (Persero) Banda Aceh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT]
Volume 4 Nomor 1 Januari 2024 hal 1-13
ISSN: 2808-7720
Sistem Pemeliharaan Pada Baterai 110 VDC
Pada Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe
PT. PLN (Persero) Banda Aceh
Rosdiana, S.T., M.T., Ahlul Furkan
1Program
Studi Teknik Elektro., 2Universitas Malikussaleh (Jl. Kampus Unima Bukit Indah, Kec. Muara
Satu., Lhokseumawe, 24351)
Email: ,
Abstrak
Pada penyaluran energi listrik di gardu induk Bayu Lhok seumawe terdapat sumber tenaga
tegangan searah (DC) yaitu baterai yang berperan sebagai suplai daya k e penggerak PMS dan
PMT, peralatan protek si serta penerangan darurat. Adanya gangguan pada transmisi maupun
transformator daya ak an mengak ibatk an baterai secara langsung bertindak sebagai bank -up catu
daya DC. Oleh k arena itu, perlu dilak uk an pemeliharaan pada baterai setiap tahunnya secara
rutin untuk memenuhi k ebutuhan sumber daya DC pada gardu induk 150 KV Bayu
Lhok seumawe. Dari hasil penguk uran tegangan per sel terdapat teganan drop sebesar 1,28 volt
dari tegangan rata-rata 1,43 volt. Hal ini terjadi ak ibat tidak meratanya pengisian tegangan baterai
dari rectifier pada posisi floating terlalu lama. Metode yang digunak an dalam pelak sanaan
pemeliharaan sistem DC adalah metode assessment hasil monitoring operasi dan pemeliharaan
rutin sesuai periodik yang telah ditentuk an. Sistem pemeliharan baterai pada gardu i nduk Bayu
Lhok seumawe meliputi pemeliharaan mingguan, bulanan, dan tahunan. Kapasitas baterai pada
gardu induk Bayu Lhok seumawe dik atak an jelek bila daya k urang dari 60%.
Kata kunci: Sistem Peeliharaan, Tegangan, Baterai, Monitoring, Baterai 110 VDC .
Jurnal Homepage:http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimt
1
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT]
Volume 4 Nomor 1 Januari 2024 hal 1-13
ISSN: 2808-7720
1.
PENDAHULUAN
Pada kehidupan manusia energi listrik merupakan salah satu kebutuhan
pokok yang harus terpenuhi, dimana sejalan dengan perkembangan era yang
semakin maju seperti perkembangan teknologi, perindustrian hingga
pertumbuhan penduduk mengakibatkan kebutuhan akan energi listrik semakin
meningkat pula setiap tahunnya. Maka dari itu, untuk memberikan kepuasan
pada konsumennya, perusahaan listrik seperti PT. PLN (Persero) di Indonesia
dituntut untuk mampu menjaga keandalan listriknya dengan baik sehingga dapat
menyuplai energi listrik sesuai dengan yang diharapkan konsumen. Pada
pembangkitan tenaga listrik, energi yang telah dibangkitkan akan disalurkan
melalui saluran transmisi menuju gardu induk dan akan didistribusikan ke
konsumen melalui penyulang-penyulangnya.
Pada gardu induk terdapat sumber tenaga berupa sumber tenaga berupa sumber
Alternating Current (AC) dan sumber Direct Current (DC) pada
pengoperasiannya. Sumber utama suplai DC adalah rectifier yang berfungsi
mengubah tenaga AC sebagai tegangan input ke tegangan DC. Hal yang bisa
terjadi pada suplai AC ke rectifier ialah timbulnya gangguan yaitu kehilangan
tegangan karena transformator pemakaian sendiri akibat dari adanya gangguan
pada transmisi maupun transformator daya sehingga mengakibatkan baterai
secara langsung bertindak sebagai bank-up catu daya DC untuk peralatan bantu
beban arus searah pada gardu induk dapat terus bekerja. Baterai harus mampu
menyuplai daya ke peralatan meski kondisi tanpa charger atau blackout sehingga
baterai merupakan salah satu komponenen pendukung yang sangat vital pada
gardu induk.
Terdapat 2 jenis baterai yang digunakan sebagai pemasok tenaga DC pada
gardu induk yaitu baterai 110 VDC yang berperan sebagai suplai daya ke
penggerak pada PMS dan PMT, peralatan proteksi serta penerangan darurat.
Baterai 48 VDC yang berperan sebagai penyuplai tenaga untuk sistem
komunikasi PLC dan SCADA. Sumber daya DC pada gardu induk terdiri dari
beberapa baterai yang tersusun secara seri.
Dalam penyaluran tenaga listrik diperlukan sistem proteksi yang baik sehingga
keandalan sumber DC harus selalu diperhatikan, oleh karena itu perlu dilakukan
pemeliharaan setiap tahunnya pada baterai. Penggunaan baterai yang terus
menerus untuk beban DC pada gardu induk tanpa perawatan yang benar dapat
mengakibatkan kemampuan baterai dalam menyuplai tenaga tidak maksimal
atau menurunnya kinerja pada baterai. Tidak bekerjanya sistem suplai DC
kemungkinan akan terjadinya kegagalan pada sistem proteksi di gardu induk
yang dapat mengakibatkan permasalah yang besar. Berdasarkan latar belakang
diatas penulis membuat tugas KP yang berjudul “Sistem Pemeliharaan pada
Baterai 110 VDC pada Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe PT.PLN
(Persero) Banda Aceh”.
2. METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Gardu Induk 150 KV Bayu Lhokseumawe PT. PLN
(Persero) Banda Aceh. Adapun metode pelaksanaan penelitian yang digunakan olh
peneliti ini adalah sebagai berikut:
1. Studi literature, dengan membaca dari sejumlah teori yang berhubung
dengan tema laporan kerja praktek, yakni seperti buku referensi, artikel
ilmiah, internet, buku elektronik, buku pedoman dari PT. PLN (Persero) serta
sebagainya.
Jurnal Homepage:http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimt
2
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT]
Volume 4 Nomor 1 Januari 2024 hal 1-13
ISSN: 2808-7720
2. Wawancara, ataupun interview adalah sebuah dialog yang dilaksanakan
pewawancara supaya untuk mendapatkan informasi dari narasumber.
3. Dokumentasi, metode dokumentasi ialah sebagai sumber penunjang
penelitian.
3.
HASIL
3.1
Pedoman Pemeliharaan
3.1.1 In Service Inspection/Inspeksi dalam Keadaan Operasi
In service inspection adalah kegiatan inspeksi yang dilakukan dalam keadaan
operasi tanpa pembebasan tegangan pada sistem DC. Metode yang digunakan
dalam melakukan in service inspection adalah pengecekan dengan panca
indera. Periode pelaksanaan in service inspection pada sistem DC dibagi
menjadi dua yaitu inspeksi mingguan meliputi suhu panel rectifier, kelembaban
ruangan, pemeriksaan ruangan, pembersihan panel rectifier, tegangan dan arus
pengisian rectifier/lampu indicator rectifier, dan kondisi Fuse/MCB/NFB dan
inspeksi bulanan meliputi pemeriksaan kebersihan komponen utama pada
rectifier, kipas vetilasi, pemanas, level elektolit, sel (container), kebersihan sel
dan rak baterai dan kesiapan penetangan darurat.
3.1.2 In Service Measurement
In service measurement merupakan kegiatan yang dilakukan dalam keadaan
operasi tanpa pembebasan tegangan pada sitem DC (tersambung ke rectifier
dan beban) disesuaikan dengan jadwal pemeliharaan periodik sistem DC yaitu
mingguan, bulanan dan tahunan. Pemeriksaan menggunakan alat ukur
sederhana.
3.2 Data Pengukuran Per-Sel BAterai 110VDC Agustus 2023
Data hasil pengukuran tegangan per-sel baterai 110 VDC gardu induk 150 KV Bayu
pada tanggal 30 Agustus 2023. Merk baterai SAFT NiCd type SCM 211 terdapat 86 sel
baterai dengan kapasitas 200 Ah, tegangan nominal 1,2 V – 2 V dan suhu ruangan
28,6 derajat celcius.
Tabel 1: Tegangan per-sel baterai 110VDC bulan Agustus 2023
Sel
1
TG (V)
1.45
Suhu
28.6
BJ
1.20
Sel
32
TG (V)
1.45
Suhu
28.6
BJ
1.20
Sel
63
TG (V)
1. (...truncated)