DETERMINAN MINAT INVESTASI DI PASAR MODAL : (STUDI PADA MASYARAKAT KECAMATAN NGEMPLAK, KABUPATEN SLEMAN, DIY)
ISSN 2356-3966 E-ISSN: 2621-2331
T.Suryawan, A.P.Indrianto
Determinan Minat Investasi …
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN BISNIS DAN INOVASI
UNIVERSITAS SAM RATULANGI (JMBI UNSRAT)
DETERMINAN MINAT INVESTASI DI PASAR MODAL
(STUDI PADA MASYARAKAT KECAMATAN NGEMPLAK, KABUPATEN
SLEMAN, DIY)
Teguh Suryawan, Anggraeni Pratama Indrianto
Perbanas Institute Jakarta, Universitas Yarsi Pratama
ARTICLE INFO
Keywords:
Expected Return, Self Efficacy, Perceived Risk,
Subjective Norms, Perceived Behavior Control,
Investment Attitudes, Investment Interest
Kata Kunci:
Imbal Hasil yang Diharapkan, Efikasi Diri,
Risiko yang Dirasakan, Norma Subjektif,
Kontrol Perilaku yang Dirasakan, Sikap
Investasi, Minat Investasi
Corresponding author:
Teguh Suryawan
Abstract. This study aims to explore the factors
influencing individuals' interest in investing in the
capital market, focusing on variables such as Expected
Return, Self Efficacy, Perceived Risk, Subjective Norms,
Perceived Behavior Control, and Investment Attitudes.
Data were collected through a survey of respondents
who are members of the general public in Ngemplak
District, Sleman Regency, DIY. Data analysis was
conducted using relevant statistical methods with the
assistance of SPSS 25 software. The main findings
indicate that all variables examined have a significant
influence on individuals' interest in investing in the
capital market. These results underscore the importance
of considering psychological aspects and perceptions in
planning strategies to increase public participation in
investment. The implications of this research highlight
the necessity of developing holistic, data-driven
approaches to enhance financial literacy and
community involvement in the capital market.
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi
minat individu dalam berinvestasi di pasar modal,
dengan fokus pada variabel Expected Return, Self
Efficacy, Perceived Risk, Subjective Norms, Perceived
Behavior Control, dan Investment Attitudes. Data
dikumpulkan melalui survei terhadap responden yang
merupakan anggota masyarakat di Kecamatan
Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY. Analisis data
dilakukan menggunakan metode statistik yang relevan
dengan menggunakan bantuan softaware SPSS 25.
Temuan utama menunjukkan bahwa semua variabel
yang diteliti memiliki pengaruh signifikan terhadap
minat individu dalam berinvestasi di pasar modal. Hasil
ini menyoroti pentingnya memperhitungkan aspek
psikologis dan persepsi dalam merencanakan strategi
untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
investasi. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya
mengembangkan pendekatan yang holistik dan berbasis
data untuk meningkatkan literasi dan keterlibatan
masyarakat dalam investasi pasar modal.
905
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN BISNIS DAN INOVASI UNIVERSITAS SAM RATULANGI
VOL. 10 NO. 3 SEPTEMBER-DESEMBER, 905-918
ISSN 2356-3966 E-ISSN: 2621-2331
T.Suryawan, A.P.Indrianto
Determinan Minat Investasi …
PENDAHULUAN
Di tengah perkembangan ekonomi global yang berfluktuasi, kinerja Pasar Modal Indonesia di sepanjang
tahun 2023 menunjukkan kinerja yang bertumbuh terutama dilihat dari sejumlah indikator seperti
aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, dan jumlah investor yang terus meningkat. Pasar
modal merupakan salah satu opsi investasi yang penting dalam perekonomian suatu negara. Di
Indonesia, pasar modal memiliki peran yang signifikan dalam memobilisasi dana dan mendukung
pertumbuhan ekonomi. Dalam menarik minat ataupun partisipasi masyarakat pada pasar modal, maka
diperlukan pengetahuan terkait pasar modal, di mana hal tersebut akan mempengaruhi kualitas
pengambilan keputusan dalam berinvestasi di pasar modal. Namun, partisipasi masyarakat dalam pasar
modal masih terbilang rendah, terutama di daerah-daerah di luar pusat keuangan seperti Yogyakarta
terutama di kecamatan Ngemplak. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang
mempengaruhi minat masyarakat Kecamatan Ngemplak, Yogyakarta untuk berinvestasi di pasar modal.
Variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian ini meliputi niat investasi, persepsi terhadap risiko,
harapan akan pengembalian, serta keyakinan diri dalam mengelola investasi. Selain itu, norma subjektif
dan kontrol perilaku yang dirasakan juga merupakan faktor-faktor yang mungkin memengaruhi minat
investasi seseorang, yang secara tidak langsung dapat membentuk keputusan mereka terkait pasar modal.
Niat masyarakat untuk berinvestasi pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor psikologis (Phan & Zhou,
2014; Prawirasasra, 2016), pemikiran matang dan rasional (Rubaltelli, Pasini, Rumiati, Olsen, Gainau
& Slovic, 2010), informasi akuntansi (Aprillianto, Wulandari, & Kurrohman, 2014; Prawirasasra, 2016),
pengetahuan (Merawati & Putra, 2015; Thai, Trang, & Tho, 2017), risiko, keamanan, kebijaksanaan,
desas-desus, berita politik, dan pertimbangan orang lain (Lubis, Sadalia, Fachrudin, & Meliza, 2013).
Niat investasi menjadi titik awal yang penting dalam proses pengambilan keputusan untuk berinvestasi
di pasar modal. Persepsi terhadap risiko dan harapan akan pengembalian turut membentuk landasan
keputusan tersebut, sementara faktor-faktor eksternal seperti norma subjektif dan kontrol perilaku yang
dirasakan turut memengaruhi proses tersebut. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menggali
lebih dalam tentang bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi minat investasi masyarakat.
Pasar modal tidak hanya memperhitungkan aspek finansial semata, tetapi juga mencerminkan sikap dan
pandangan individu terhadap investasi sebagai sebuah konsep. Oleh karena itu, penelitian ini juga
mencakup analisis tentang sikap dan pandangan individu terhadap aktivitas investasi. Melalui investigasi
terhadap faktor-faktor psikologis dan sosial yang mendasari minat investasi di pasar modal, diharapkan
akan terungkap korelasi antara variabel-variabel tersebut dan tingkat partisipasi masyarakat.
LANDASAN TEORI
Theory of Planned Behavior
Attitude merupakan perilaku yang menggambarkan sejauh mana evaluasi perilaku yang dapat
menguntungkan atau dapat merugikan (Gainau 2020). Theory of Planned Behavior adalah teori yang
memperkirakan pertimbangan dalam perilaku manusia. Secara psikologis, sifat perilaku manusia dapat
906
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN BISNIS DAN INOVASI UNIVERSITAS SAM RATULANGI
VOL. 10 NO. 3 SEPTEMBER-DESEMBER, 905-918
ISSN 2356-3966 E-ISSN: 2621-2331
T.Suryawan, A.P.Indrianto
Determinan Minat Investasi …
dipertimbangkan dan direncanakan (Kruger dan Carsrud, 1993; Ajzen, 1991). Ajzen (1991),
menyatakan, Theory of Planned Behavior memiliki keunggulan dibandingkan teori keperilakuan
lainnya. Theory of Planned Behavior merupakan teori perilaku yang dapat mengenali bentuk keyakinan
seseorang, terhadap kontrol atas sesuatu yang akan terjadi dari hasil perilaku (Ajzen 1991). Dari sinilah,
perbedaan perilaku, antara seseorang yang berkehendak, dengan yang tidak berkehendak, dapat
dibedakan (Ajzen, 1991). Menurut Theory of Planned Beh (...truncated)