FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SHAMPO KOMBINASI EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) DENGAN CARBOXY METHYL CELLULOSA SEBAGAI VISCOSITY AGENT
Jurnal Ilmiah Pharmacy, Vol. 11 No.1, Maret 2024
ISSN P. 2406-8071 E.2615-8566
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SHAMPO
EKSTRAK ETANOL DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus)
DAN DAUN PANDAN (Pandanus amarillyfolius)
DENGAN CARBOXY METHYL CELLULOSA
SEBAGAI VISCOSITY AGENT
Aish Fitriani 1, Rosaria Ika Pratiwi 2, Joko Santoso 3
Program Studi D3 Farmasi Politeknik Harapan Bersama
Email Coresponding author : 2
1,2,3
ABSTRAK
Shampo merupakan sediaan yang digunakan untuk mencuci rambut agar kulit
kepala dan rambut menjadi bersih dan sehalus mungkin menjadi lembut. Ekstrak
daun nangka dan ekstrak daun pandan mengandung flavanoid berfungsi mengangkat
kotoran agar rambut lebih bersih, dan sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh berbedaan konsentrasi CMC kombinasi
ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) dan ekstrak daun pandan (Pandanus
amaryllifolius) terhadap sifat fisik sediaan shampo dan untuk mengetahui konsentrasi
sediaan shampo menghasilkan sifat fisik yang paling baik.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi daun nangka
dan daun pandan dilakukan secara maserasi. Formula yang dibuat dengan perbedaan
konsentrasi CMC yaitu 0,25% (F1), 0,50% (F2) dan 0,75% (F3) dengan uji sifat fisik
yaitu uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa, dan uji bobot jenis menggunakan
Analisis sifat fisik sediaan shampo secara descriptive menggunakan one way anova.
Berdasarkan hasil uji sifat fisik yang diperoleh, dari formula 1, formula 2 dan
formula 3 pada uji homogenitas ketiga formula memenuhi kriteria homogen untuk
sediaan shampo, pada uji pH ketiga formula berada pada pH standar yaitu 6, pada uji
tinggi busa ketiga formula memenuhi kriteria pada range standar yaitu F1 (9.8 cm),
F2 (10,5cm), dan F3 (10 cm) terdapat pengaruh perbedaan konsentrasi CMC
terhadap signifikansi (P<0,05), pada uji bobot jenis ketiga formula memenuhi kriteria
yaitu F1 (1,031g/ml), F2 (1,033 g/ml), dan F3 (1,026 g/ml) terdapat pengaruh
perbedaan konsentrasi CMC terhadap signifikansi (P<0,05). Konsentrasi yang
menunjukan hasil uji paling baik adalah 0,75% (Formula 3) karena semua tabel
memenuhi standar uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa, dan uji bobot jenis.
Kata Kunci : Shampo, Ekstrak Daun Pandan, Ekstrak Daun Nangka, CMC, Uji Sifat Fisik
orang telah menggunakan berbagai
PENDAHULUAN
Indonesia
merupakan
negara
yang memiliki iklim atau cuaca yang
sangat
panas
sehingga
dapat
menyebabkan tumbuhnya bakteri dan
tidak jarang masyarakat mengeluhkan
ketombe (Siregar et al., 2021). Banyak
Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
jenis pengobatan untuk mengatasi
masalah ketombe yang dihadapinya.
Seiring berkembangnya pengobatan di
Indonesia,
kini
perkembangannya
beralih ke sistem pengobatan herbal,
karena telah terbukti lebih aman dan
133
Jurnal Ilmiah Pharmacy, Vol. 11 No.1, Maret 2024
tidak
menimbulkan
efek
samping
ISSN P. 2406-8071 E.2615-8566
Shampo
merupakan
seperti obat kimia. Salah satu tanaman
kosmetik
herbal
untuk
membersihkan rambut dan kulit kepala
daun
dari kotoran, seperti debu, minyak,
nangka dan daun pandan (Mahataranti
dan sel-sel mati, tanpa menyebabkan
dkk., 2012).
iritasi. Shampo gel tidak mudah
yang
mengatasi
berkhasiat
ketombe
adalah
yang
produk
digunakan
untuk
Daun pandan merupakan bahan
mengiritasi dan tidak menyebabkan
alami yang mudah ditemukan dan
pori-pori tersumbat (Sari dkk., 2021).
sering
Penggunaan polimer carboxyl metil
dimanfaatkan
masyarakat
terutama untuk menambah aroma dan
selulosa
warna
Sehingga
tambahan dalam produk kosmetik
pemanfaatan daun pandan sebagai
seperti shampo dapat didukung oleh
sampo untuk meningkatkan aroma dan
fakta bahwa CMC termasuk dalam
warna
2020).
kelompok polimer yang relatif mudah
Senyawa metabolit sekunder yang
terurai secara alami. Oleh karena itu,
terkandung dalam daun pandan yaitu
CMC dapat digunakan sebagai agen
alkaloid, saponin, flavonoid, tanin,
pengental (agen viskositas) dalam
polifenol,
formulasi
pada
makanan.
(Anindhita
yang
dkk.,
berperan
sebagai
(CMC)
sebagai
shampo
karena
senyawa antibakteri (Dewanti dkk.,
hidrofiliknya
yang
2017).
meningkatkan
viskositas
Daun nangka memiliki khasiat
untuk
kulit
antara
melembutkan
kulit,
lain
nangka
menangkal
sangat
radikal
sifat
dapat
sediaan
shampo, sehingga teksturnya nyaman
dapat
saat digunakan dan meningkatkan
kandungan
daya lekat bahan-bahan aktif pada
antioksidan dan anti inflamasi pada
daun
bahan
baik
bebas
untuk
dan
rambut (Rahayu dkk., 2012).
Carboxyl
(CMC)
methyl
digunakan
cellulosa
sebagai
agen
memperbaiki jaringan kulit yang rusak
viskositas
untuk
(Panji dkk., 2017). Daun nangka
viskositas
sediaan
diketahui
flavonoid,
mengandung ekstrak daun nangka dan
saponin dan tanin yang berperan
daun pandan. Sifat hidrofilik CMC
sebagai senyawa antibakteri (Permata
memungkinkan
dkk., 2011).
stabilitas fisik yang baik, termasuk
mengandung
meningkatkan
shampo
produk
yang
memiliki
kemampuan untuk mempertahankan
Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu
134
Jurnal Ilmiah Pharmacy, Vol. 11 No.1, Maret 2024
tekstur
dan
efek
pembersihan
(Kusuma dkk., 2016). Selain itu,
2. Alat dan Bahan
karena sifatnya yang menarik, CMC
memiliki
ISSN P. 2406-8071 E.2615-8566
kemampuan
Alat yang digunakan yaitu gelas
untuk
ukur 100ml dan 10ml, beaker glass
meningkatkan viskositas shampo tanpa
1000 ml dan 250 ml, corong kaca 100
mengubah sifat kimia bahan baku
mm, kaca arloji, cawan porselin, pipet
shampo utama. (Suryaningsih dkk.,
tetes, kertas perkamen, botol shampo,
2019).
timbangan digital, mortir dan batang
Berdasarkan
penelitian
ini
latar
belakang
untuk
deck glass, stik pH, piknometer,
konsentrasi
tabung reaksi, mikroskop, ayakan
CMC sebagai Viscosity Agent pada
mesh 100, sendok tanduk, timbangan
Formula
2
analitik, kompor spiritus, evaporator
(0.50%), dan Formula 3 (0,75%)
ekstrak, erlenmeyer, termometer suhu.
mengetahui
apakah
dimaksudkan
pengaduk, stemper, objec glass dan
perbedaan
1
ada
(0,25%),
Formula
pengaruh
perbedaan
Bahan yang digunakan adalah
konsentrasi CMC terhadap sifat fisik
daun pandan (diperoleh dari Daerah
sediaan shampo dan pada konsentrasi
Slawi Kabupaten Tegal), daun nangka
berapa sediaan shampo menghasilkan
(diperoleh dari Kota Tegal), saudium
sifat fisik yang paling baik.
lauric sulfac, CMC, propilenglikol,
metil paraben, menthol, dan aquadest,
METODE PENELITIAN
Hcl 2N, asam asetat, asam sulfat
1. Formulasi
Tabel
I.
Variasi Formulasi Shampoo
Ekstrak Daun Nangka dan
Ekstrak Daun Pandan
Bahan
Ekstrak daun
Nangka
Ekstrak daun
pandan
CMC -Na
F1(%)
b/v
5%
F2(%)
b/v
5%
F3(%)
b/v
5%
5%
5%
5%
0,25%
0,50%
0,75%
pekat, etanol 95%, Hcl pekat.
3. Prosedur Penelitian
a. Pengelolaan Sampel
Daun pandan dan daun nangka
diambil secara manual, daun pandan
dipisahkan dari kotoran, dicuci dengan
air
mengalir,
ditiriskan,
dan
Natrium
lauric s (...truncated)