FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SHAMPO KOMBINASI EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) DENGAN CARBOXY METHYL CELLULOSA SEBAGAI VISCOSITY AGENT

Mar 2024

Pendahuluan: Daun Nangka (Atrocarpus heterophyllus) dan Daun Pandan (Pandanus amarillyfolius) diformulasikan sebagai sediaan shampo yang mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan polifenol yang bersifat antimikroba.. Studi ini membantu dalam pengembangan produk kosmetik yang menggunakan bahan alami sebagai bahan aktif dari ekstrak daun nangka dan daun pandan dengan metode meserasi dan carboxyl methylcellulosa sebagai agen viskositas yang efektif. Tujuan: Penelitian ini untuk menghasilkan sediaan shampo yang baik dilihat dari hasil deskriptif evaluasi sediaan shampo dengan menggunakan ekstrak daun pandan dan ekstrak daun nangka sebagai zat aktif dan berbagai variasi konsentrasi basis natrium carboxyl methylcellulose (Na CMC) serta mengetahui uji evaluasi shampo dengan konsentrasi basis Na CMC yang berbeda. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dilihat dari evaluasi shampo dan menggunakan pengujian metode One Way Anova dan penelitian ini dilakukan melalui eksperimen laboratorium. Dalam penelitian ini, konsentrasi basis Na CMC yang digunakan adalah 0,25 b/v, 0,50 b/v, dan 0,75 b/v. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sediaan shampo dengan basis Na CMC memenuhi syarat mutu shampo yang paling baik yaitu formula 2, karena adanya hasil pengamatan yaitu sediaan shampo homogen, merata tidak ada partikel, tidak pecah, dan membentuk busa dengan baik, nilai pH yang diperoleh stabil sesuai standar SNI 5-9 dengan rata - rata pH 6, sediaan berwarna hijau kekuningan, bau khas pandan disertai menthol. Kesimpulan : Sediaan shampo ekstrak daun nangka dan daun pandan paling baik yaitu formula 2 dan dapat dijadikan sebagai sediaan shampo.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar/article/download/552/pdf

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SHAMPO KOMBINASI EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) DENGAN CARBOXY METHYL CELLULOSA SEBAGAI VISCOSITY AGENT

Jurnal Ilmiah Pharmacy, Vol. 11 No.1, Maret 2024 ISSN P. 2406-8071 E.2615-8566 FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN DAUN PANDAN (Pandanus amarillyfolius) DENGAN CARBOXY METHYL CELLULOSA SEBAGAI VISCOSITY AGENT Aish Fitriani 1, Rosaria Ika Pratiwi 2, Joko Santoso 3 Program Studi D3 Farmasi Politeknik Harapan Bersama Email Coresponding author : 2 1,2,3 ABSTRAK Shampo merupakan sediaan yang digunakan untuk mencuci rambut agar kulit kepala dan rambut menjadi bersih dan sehalus mungkin menjadi lembut. Ekstrak daun nangka dan ekstrak daun pandan mengandung flavanoid berfungsi mengangkat kotoran agar rambut lebih bersih, dan sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh berbedaan konsentrasi CMC kombinasi ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) dan ekstrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius) terhadap sifat fisik sediaan shampo dan untuk mengetahui konsentrasi sediaan shampo menghasilkan sifat fisik yang paling baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi daun nangka dan daun pandan dilakukan secara maserasi. Formula yang dibuat dengan perbedaan konsentrasi CMC yaitu 0,25% (F1), 0,50% (F2) dan 0,75% (F3) dengan uji sifat fisik yaitu uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa, dan uji bobot jenis menggunakan Analisis sifat fisik sediaan shampo secara descriptive menggunakan one way anova. Berdasarkan hasil uji sifat fisik yang diperoleh, dari formula 1, formula 2 dan formula 3 pada uji homogenitas ketiga formula memenuhi kriteria homogen untuk sediaan shampo, pada uji pH ketiga formula berada pada pH standar yaitu 6, pada uji tinggi busa ketiga formula memenuhi kriteria pada range standar yaitu F1 (9.8 cm), F2 (10,5cm), dan F3 (10 cm) terdapat pengaruh perbedaan konsentrasi CMC terhadap signifikansi (P<0,05), pada uji bobot jenis ketiga formula memenuhi kriteria yaitu F1 (1,031g/ml), F2 (1,033 g/ml), dan F3 (1,026 g/ml) terdapat pengaruh perbedaan konsentrasi CMC terhadap signifikansi (P<0,05). Konsentrasi yang menunjukan hasil uji paling baik adalah 0,75% (Formula 3) karena semua tabel memenuhi standar uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa, dan uji bobot jenis. Kata Kunci : Shampo, Ekstrak Daun Pandan, Ekstrak Daun Nangka, CMC, Uji Sifat Fisik orang telah menggunakan berbagai PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim atau cuaca yang sangat panas sehingga dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri dan tidak jarang masyarakat mengeluhkan ketombe (Siregar et al., 2021). Banyak Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu jenis pengobatan untuk mengatasi masalah ketombe yang dihadapinya. Seiring berkembangnya pengobatan di Indonesia, kini perkembangannya beralih ke sistem pengobatan herbal, karena telah terbukti lebih aman dan 133 Jurnal Ilmiah Pharmacy, Vol. 11 No.1, Maret 2024 tidak menimbulkan efek samping ISSN P. 2406-8071 E.2615-8566 Shampo merupakan seperti obat kimia. Salah satu tanaman kosmetik herbal untuk membersihkan rambut dan kulit kepala daun dari kotoran, seperti debu, minyak, nangka dan daun pandan (Mahataranti dan sel-sel mati, tanpa menyebabkan dkk., 2012). iritasi. Shampo gel tidak mudah yang mengatasi berkhasiat ketombe adalah yang produk digunakan untuk Daun pandan merupakan bahan mengiritasi dan tidak menyebabkan alami yang mudah ditemukan dan pori-pori tersumbat (Sari dkk., 2021). sering Penggunaan polimer carboxyl metil dimanfaatkan masyarakat terutama untuk menambah aroma dan selulosa warna Sehingga tambahan dalam produk kosmetik pemanfaatan daun pandan sebagai seperti shampo dapat didukung oleh sampo untuk meningkatkan aroma dan fakta bahwa CMC termasuk dalam warna 2020). kelompok polimer yang relatif mudah Senyawa metabolit sekunder yang terurai secara alami. Oleh karena itu, terkandung dalam daun pandan yaitu CMC dapat digunakan sebagai agen alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, pengental (agen viskositas) dalam polifenol, formulasi pada makanan. (Anindhita yang dkk., berperan sebagai (CMC) sebagai shampo karena senyawa antibakteri (Dewanti dkk., hidrofiliknya yang 2017). meningkatkan viskositas Daun nangka memiliki khasiat untuk kulit antara melembutkan kulit, lain nangka menangkal sangat radikal sifat dapat sediaan shampo, sehingga teksturnya nyaman dapat saat digunakan dan meningkatkan kandungan daya lekat bahan-bahan aktif pada antioksidan dan anti inflamasi pada daun bahan baik bebas untuk dan rambut (Rahayu dkk., 2012). Carboxyl (CMC) methyl digunakan cellulosa sebagai agen memperbaiki jaringan kulit yang rusak viskositas untuk (Panji dkk., 2017). Daun nangka viskositas sediaan diketahui flavonoid, mengandung ekstrak daun nangka dan saponin dan tanin yang berperan daun pandan. Sifat hidrofilik CMC sebagai senyawa antibakteri (Permata memungkinkan dkk., 2011). stabilitas fisik yang baik, termasuk mengandung meningkatkan shampo produk yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu 134 Jurnal Ilmiah Pharmacy, Vol. 11 No.1, Maret 2024 tekstur dan efek pembersihan (Kusuma dkk., 2016). Selain itu, 2. Alat dan Bahan karena sifatnya yang menarik, CMC memiliki ISSN P. 2406-8071 E.2615-8566 kemampuan Alat yang digunakan yaitu gelas untuk ukur 100ml dan 10ml, beaker glass meningkatkan viskositas shampo tanpa 1000 ml dan 250 ml, corong kaca 100 mengubah sifat kimia bahan baku mm, kaca arloji, cawan porselin, pipet shampo utama. (Suryaningsih dkk., tetes, kertas perkamen, botol shampo, 2019). timbangan digital, mortir dan batang Berdasarkan penelitian ini latar belakang untuk deck glass, stik pH, piknometer, konsentrasi tabung reaksi, mikroskop, ayakan CMC sebagai Viscosity Agent pada mesh 100, sendok tanduk, timbangan Formula 2 analitik, kompor spiritus, evaporator (0.50%), dan Formula 3 (0,75%) ekstrak, erlenmeyer, termometer suhu. mengetahui apakah dimaksudkan pengaduk, stemper, objec glass dan perbedaan 1 ada (0,25%), Formula pengaruh perbedaan Bahan yang digunakan adalah konsentrasi CMC terhadap sifat fisik daun pandan (diperoleh dari Daerah sediaan shampo dan pada konsentrasi Slawi Kabupaten Tegal), daun nangka berapa sediaan shampo menghasilkan (diperoleh dari Kota Tegal), saudium sifat fisik yang paling baik. lauric sulfac, CMC, propilenglikol, metil paraben, menthol, dan aquadest, METODE PENELITIAN Hcl 2N, asam asetat, asam sulfat 1. Formulasi Tabel I. Variasi Formulasi Shampoo Ekstrak Daun Nangka dan Ekstrak Daun Pandan Bahan Ekstrak daun Nangka Ekstrak daun pandan CMC -Na F1(%) b/v 5% F2(%) b/v 5% F3(%) b/v 5% 5% 5% 5% 0,25% 0,50% 0,75% pekat, etanol 95%, Hcl pekat. 3. Prosedur Penelitian a. Pengelolaan Sampel Daun pandan dan daun nangka diambil secara manual, daun pandan dipisahkan dari kotoran, dicuci dengan air mengalir, ditiriskan, dan Natrium lauric s (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar/article/download/552/pdf
Article home page: https://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar/article/view/552/pdf

ani aish fitri. FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SHAMPO KOMBINASI EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) DENGAN CARBOXY METHYL CELLULOSA SEBAGAI VISCOSITY AGENT, 2024, pp. 133-146,