FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN ORAL HYGIENE DI RUANG ICU DAN HCU RUMAH SAKIT RAJA AHMAD TABIB KOTA TANJUNGPINANG

Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Mar 2024

Abstrak: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Oral Hygiene Di Ruang ICU Dan HCU Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Kota Tanjungpinang. Oral hygiene merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan agar kondisi rongga mulut tetap bersih dan segar sehingga terhindar dari infeksi. Pasien di ruang ICU dan HCU sangat berisiko terkena infeksi serta kolonisasi di dalam mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene di Ruang ICU dan HCU.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 35 responden perawat Ruang ICU dan HCU RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Teknik pengambilan sample menggunakan Total Sampling yaitu 35 perawat pelaksana di Ruang ICU dan HCU RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi langsung dengan Uji korelasi Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α 0,05. Hasil analisa univariat mayoritas usia perawat di ICU 30-35 tahun (74,3%), jenis kelamin perempuan (22,9%), pendidikan D3 (54,3%), masa kerja 6-10 tahun (71,4%), pengetahuan perawat tinggi (82,9%), sikap perawat positif (82,9%), motivasi perawat tinggi (85,7%), kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene adalah patuh (85,7%). Hasil analisa bivariat secara statistik ada hubungan bermakna antara pengetahuan (p value = 0,000), sikap (p value = 0,000), dan motivasi (p value = 0,000) dengan kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Diharapkan perawat intensive RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan motivasinya mengenai oral hygiene dan bagi Rumah Sakit diharapkan untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya pelaksanaan oral hygiene sebagai upaya menurunkan kejadian infeksi pada pasien.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/12793/pdf

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN ORAL HYGIENE DI RUANG ICU DAN HCU RUMAH SAKIT RAJA AHMAD TABIB KOTA TANJUNGPINANG

Page 407 of 13 pISSN:2355-7583 | eISSN:2549-4864 http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN ORAL HYGIENE DI RUANG ICU DAN HCU RUMAH SAKIT RAJA AHMAD TABIB KOTA TANJUNGPINANG Ade Novianty1, Umi Eliawati2*, Sri Muharni3 Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Awal Bros 1,2,3 Email Korespondensi : __________________________________________________________________ *) Abstract: Factors Influencing Nurses' Compliance in Performing Oral Hygiene In The ICU And HCU Rooms Of Raja Ahmad Tabib Hospital, Tanjungpinang City. Oral hygiene is one of the nursing actions that are carried out so that the condition of the oral cavity remains clean and fresh to avoid infection. Patients in the ICU and HCU are at high risk of infection and oral colonization. The purpose of this study was to determine the factors that influence nurse compliance in performing oral hygiene in the ICU and HCU rooms. The design used in this study was quantitative using a descriptive-analytic study design with a cross-sectional approach to 35 respondents from nurses in the ICU and HCU rooms at Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Hospital. The sampling technique used Total Sampling, namely 35 implementing nurses who worked in the ICU and HCU rooms at Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Hospital. Retrieval of data using a questionnaire and direct observation with the Chi-Square correlation test with a significance level of α 0.05. The results of the univariate analysis of the majority of nurses in the ICU are 30-35 years old (74.3%), female sex (22.9%), D3 education (54.3%), working period 6-10 years (71.4%), high nurse knowledge (82.9%), positive nurse attitude (82.9%), high nurse motivation (85.7%), nurse compliance in performing oral hygiene is obedient (85.7%). The results of the statistical bivariate analysis showed that there was a significant relationship between knowledge (p value = 0.000), attitude (p value = 0.000), and motivation (p value = 0.000) with nurse compliance in performing oral hygiene at Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Hospital. It is hoped that the intensive care nurse at the Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Hospital will further increase their knowledge, attitude, and motivation regarding oral hygiene, and for the Hospital it is hoped that they will conduct socialization and training on the importance of implementing oral hygiene as an effort to reduce the incidence of infection in patients. Keywords: Attitude, Compliance, Knowledge, Motivation Abstrak: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Oral Hygiene Di Ruang ICU Dan HCU Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Kota Tanjungpinang. Oral hygiene merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan agar kondisi rongga mulut tetap bersih dan segar sehingga terhindar dari infeksi. Pasien di ruang ICU dan HCU sangat berisiko terkena infeksi serta kolonisasi di dalam mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene di Ruang ICU dan HCU.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 35 responden perawat Ruang ICU dan HCU RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Teknik pengambilan sample menggunakan Total Sampling yaitu 35 perawat pelaksana di Ruang ICU dan HCU RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi langsung dengan Uji korelasi Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α 0,05. Hasil analisa univariat mayoritas usia perawat di ICU 30-35 tahun (74,3%), jenis kelamin perempuan (22,9%), pendidikan D3 (54,3%), masa kerja 6-10 tahun (71,4%), Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 11, No. 2, Februari 2024 407 pISSN:2355-7583 | eISSN:2549-4864 http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan pengetahuan perawat tinggi (82,9%), sikap perawat positif (82,9%), motivasi perawat tinggi (85,7%), kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene adalah patuh (85,7%). Hasil analisa bivariat secara statistik ada hubungan bermakna antara pengetahuan (p value = 0,000), sikap (p value = 0,000), dan motivasi (p value = 0,000) dengan kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Diharapkan perawat intensive RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan motivasinya mengenai oral hygiene dan bagi Rumah Sakit diharapkan untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya pelaksanaan oral hygiene sebagai upaya menurunkan kejadian infeksi pada pasien. Kata Kunci : Kepatuhan, motivasi, pengetahuan, sikap PENDAHULUAN Pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat Keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun sakit. Salah satu tanggung jawab seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan ketergantungan total maupun partial di rumah sakit adalah melakukan oral hygiene dan merupakan bagian penting dari asuhan keperawatan, karena diperkirakan 44%65% pasien di rumah sakit merupakan pasien dengan ketergantungan yang tidak menerima perawatan mulut yang memadai sebagai intervensi pencegahan aspirasi pneumonia atau pneumonitis (Fitriasari et al., 2020). Data yang didapatkan dari Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, jumlah pasien kritis di ruang ICU sejak tahun 2020 sebanyak 321 pasien dan meningkat di tahun 2022 sebanyak 405 pasien, dimana didapatkan data angka kejadian VAP di ICU tahun 2022 sebanyak 6 pasien dan 2 pasien di tahun 2023 (Januari sampai Juli 2023), sedangkan jumlah pasien di HCU sejak pertama kali dibuka pada bulan Agustus 2022 sampai Mei 2023 sebanyak 308 pasien yang sebagian besar merupakan pasien dengan tingkat ketergantungan total. Semakin meningkatnya jumlah pasien kritis di ruang intensive, perawat ruang intensive sebagai ujung tombak pelayanan diruang kritis haruslah memberikan pelayanan yang optimal pada pasien dengan ketergantungan total maupun partial. Salah satu tindakan penting pada pasien dengan ketergantungan yakni melakukan oral hygiene. Hal ini sejalan dengan yang dikemukan oleh Mohammad, Rababah, & Nassani, 2018 bahwa tindakan Oral hygiene merupakan salah satu tugas perawat dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien, sehingga harus diberikan dengan pelayan yang professional (Sulistiawati, 2021). Penelitian yang dilakukan oleh Muramatsu et al (2018) di Jepang menerangkan bahwa jumlah bakteri yang terdapat dimulut pasien mengalami penurunan secara signifikan setelah dilakukan prosedur oral hygiene (Musdalipah et al., 2021). Tindakan oral hygiene di ruang ICU merupakan suatu tindakan yang harus sering dilakukan pada pasien yang terpasang ventilasi mekanis karena merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya VentilatorAssociated Pneumonia (VAP) (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/12793/pdf
Article home page: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/12793/pdf

Ade Novianty, Umi Eliawati, Sri Muharni. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN ORAL HYGIENE DI RUANG ICU DAN HCU RUMAH SAKIT RAJA AHMAD TABIB KOTA TANJUNGPINANG, Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 2024, pp. 407 - 419,