FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN ORAL HYGIENE DI RUANG ICU DAN HCU RUMAH SAKIT RAJA AHMAD TABIB KOTA TANJUNGPINANG
Page 407 of 13
pISSN:2355-7583 | eISSN:2549-4864
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM
MELAKUKAN ORAL HYGIENE DI RUANG ICU DAN HCU RUMAH SAKIT
RAJA AHMAD TABIB KOTA TANJUNGPINANG
Ade Novianty1, Umi Eliawati2*, Sri Muharni3
Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan,
Universitas Awal Bros
1,2,3
Email Korespondensi :
__________________________________________________________________
*)
Abstract: Factors Influencing Nurses' Compliance in Performing Oral
Hygiene In The ICU And HCU Rooms Of Raja Ahmad Tabib Hospital,
Tanjungpinang City. Oral hygiene is one of the nursing actions that are carried out
so that the condition of the oral cavity remains clean and fresh to avoid infection.
Patients in the ICU and HCU are at high risk of infection and oral colonization. The
purpose of this study was to determine the factors that influence nurse compliance
in performing oral hygiene in the ICU and HCU rooms. The design used in this study
was quantitative using a descriptive-analytic study design with a cross-sectional
approach to 35 respondents from nurses in the ICU and HCU rooms at Raja Ahmad
Tabib Tanjungpinang Hospital. The sampling technique used Total Sampling, namely
35 implementing nurses who worked in the ICU and HCU rooms at Raja Ahmad Tabib
Tanjungpinang Hospital. Retrieval of data using a questionnaire and direct
observation with the Chi-Square correlation test with a significance level of α 0.05.
The results of the univariate analysis of the majority of nurses in the ICU are 30-35
years old (74.3%), female sex (22.9%), D3 education (54.3%), working period 6-10
years (71.4%), high nurse knowledge (82.9%), positive nurse attitude (82.9%), high
nurse motivation (85.7%), nurse compliance in performing oral hygiene is obedient
(85.7%). The results of the statistical bivariate analysis showed that there was a
significant relationship between knowledge (p value = 0.000), attitude (p value =
0.000), and motivation (p value = 0.000) with nurse compliance in performing oral
hygiene at Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Hospital. It is hoped that the intensive
care nurse at the Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Hospital will further increase their
knowledge, attitude, and motivation regarding oral hygiene, and for the Hospital it is
hoped that they will conduct socialization and training on the importance of
implementing oral hygiene as an effort to reduce the incidence of infection in
patients.
Keywords: Attitude, Compliance, Knowledge, Motivation
Abstrak: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam
Melakukan Oral Hygiene Di Ruang ICU Dan HCU Rumah Sakit Raja Ahmad
Tabib Kota Tanjungpinang. Oral hygiene merupakan salah satu tindakan
keperawatan yang dilakukan agar kondisi rongga mulut tetap bersih dan segar
sehingga terhindar dari infeksi. Pasien di ruang ICU dan HCU sangat berisiko terkena
infeksi serta kolonisasi di dalam mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene
di Ruang ICU dan HCU.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif
dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan
cross-sectional pada 35 responden perawat Ruang ICU dan HCU RSUD Raja Ahmad
Tabib Tanjungpinang. Teknik pengambilan sample menggunakan Total Sampling
yaitu 35 perawat pelaksana di Ruang ICU dan HCU RSUD Raja Ahmad Tabib
Tanjungpinang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi langsung
dengan Uji korelasi Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α 0,05. Hasil analisa
univariat mayoritas usia perawat di ICU 30-35 tahun (74,3%), jenis kelamin
perempuan (22,9%), pendidikan D3 (54,3%), masa kerja 6-10 tahun (71,4%),
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 11, No. 2, Februari 2024
407
pISSN:2355-7583 | eISSN:2549-4864
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan
pengetahuan perawat tinggi (82,9%), sikap perawat positif (82,9%), motivasi
perawat tinggi (85,7%), kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene adalah
patuh (85,7%). Hasil analisa bivariat secara statistik ada hubungan bermakna antara
pengetahuan (p value = 0,000), sikap (p value = 0,000), dan motivasi (p value =
0,000) dengan kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene di RSUD Raja
Ahmad Tabib Tanjungpinang. Diharapkan perawat intensive RSUD Raja Ahmad Tabib
Tanjungpinang lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan motivasinya mengenai
oral hygiene dan bagi Rumah Sakit diharapkan untuk mengadakan sosialisasi dan
pelatihan tentang pentingnya pelaksanaan oral hygiene sebagai upaya menurunkan
kejadian infeksi pada pasien.
Kata Kunci : Kepatuhan, motivasi, pengetahuan, sikap
PENDAHULUAN
Pelayanan Keperawatan adalah
suatu bentuk pelayanan profesional yang
merupakan
bagian
integral
dari
pelayanan kesehatan yang didasarkan
pada ilmu dan kiat Keperawatan
ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok, atau masyarakat, baik sehat
maupun sakit. Salah satu tanggung
jawab
seorang
perawat
dalam
memberikan asuhan keperawatan pada
pasien dengan ketergantungan total
maupun partial di rumah sakit adalah
melakukan oral hygiene dan merupakan
bagian
penting
dari
asuhan
keperawatan, karena diperkirakan 44%65% pasien di rumah sakit merupakan
pasien dengan ketergantungan yang
tidak menerima perawatan mulut yang
memadai sebagai intervensi pencegahan
aspirasi pneumonia atau pneumonitis
(Fitriasari et al., 2020).
Data yang didapatkan dari Rumah
Sakit Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang,
jumlah pasien kritis di ruang ICU sejak
tahun 2020 sebanyak 321 pasien dan
meningkat di tahun 2022 sebanyak 405
pasien, dimana didapatkan data angka
kejadian VAP di ICU tahun 2022
sebanyak 6 pasien dan 2 pasien di tahun
2023 (Januari sampai Juli 2023),
sedangkan jumlah pasien di HCU sejak
pertama kali dibuka pada bulan Agustus
2022 sampai Mei 2023 sebanyak 308
pasien yang sebagian besar merupakan
pasien dengan tingkat ketergantungan
total.
Semakin meningkatnya jumlah
pasien kritis di ruang intensive, perawat
ruang intensive sebagai ujung tombak
pelayanan
diruang
kritis
haruslah
memberikan pelayanan yang optimal
pada pasien dengan ketergantungan
total maupun partial. Salah satu tindakan
penting
pada
pasien
dengan
ketergantungan yakni melakukan oral
hygiene. Hal ini sejalan dengan yang
dikemukan oleh Mohammad, Rababah, &
Nassani, 2018 bahwa tindakan Oral
hygiene merupakan salah satu tugas
perawat dalam memenuhi kebutuhan
dasar pasien, sehingga harus diberikan
dengan pelayan yang professional
(Sulistiawati, 2021). Penelitian yang
dilakukan oleh Muramatsu et al (2018) di
Jepang menerangkan bahwa jumlah
bakteri yang terdapat dimulut pasien
mengalami penurunan secara signifikan
setelah dilakukan prosedur oral hygiene
(Musdalipah et al., 2021).
Tindakan oral hygiene di ruang ICU
merupakan suatu tindakan yang harus
sering dilakukan pada pasien yang
terpasang ventilasi mekanis karena
merupakan
salah
satu
upaya
pencegahan
terjadinya
VentilatorAssociated Pneumonia (VAP) (...truncated)