Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tradisi Mudik Masyarakat Indonesia

Journal of Development and Social Change, Jul 2021

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia mengakibatkan perubahan di segala aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali kebiasaan masyarakat di Indonesia. Adanya pandemi menuntut masyarakat Indonesia untuk tetap tinggal di rumah dan tidak dapat bepergian, termasuk melakukan tradisi mudik. Masyarakat Indonesia memiliki tradisi mudik yang biasanya dilakukan pada saat lebaran dan libur panjang. Penelitian yang akan dipaparkan di dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap tradisi mudik yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif pengumpulan data primer dengan kuesioner secara daring dan data sekunder dengan studi literatur. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat laju mudik menurun dan COVID-19 mempengaruhi tradisi mudik masyarakat Indonesia. Keunggulan penelitian ini adalah bahwa topik yang diangkat dekat dengan kehidupan mahasiswa sehingga berangkat dari keresahan diri sendiri dan kejadian ini adalah pertama kalinya yang menyebabkan terganggunya kegiatan tradisi mudik Indonesia. Manfaat penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap tradisi mudik masyarakat Indonesia, menambah wawasan pembaca mengenai pandemi COVID-19, dan menambah wawasan pembaca mengenai tradisi mudik masyarakat Indonesia.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.uns.ac.id/jodasc/article/download/45625/32285

Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tradisi Mudik Masyarakat Indonesia

PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP TRADISI MUDIK MASYARAKAT INDONESIA Mita Azzahra Putri1, Rachmat Maulana Surya Atmaja2, Alya Nazhifa Febrianti3, Matthew Alan4, Charlene Dwiputri5, Komang Elista Triandini6 Institut Teknologi Bandung Indonesia Abstract: The COVID-19 pandemic that has hit the entire world has resulted in changes in all aspects of human life, including the habits of the people in Indonesia. The existence of a pandemic demands Indonesian people to stay at home and cannot travel, including carrying out the "mudik" tradition. Indonesian people have a tradition of going home which is usually done during Eid and long holidays. The research that will be presented in this article aims to determine the effect of the COVID-19 pandemic on the "mudik" tradition that is commonly carried out by Indonesians. The research method used is a quantitative method of primary data collection using questionnaires and secondary data through literature studies. From the results of this study, it can be concluded that the "mudik" activity has decreased and COVID19 affects the "mudik" tradition of the Indonesian people. The advantage of this research is that the topic raised is close to the life of undergraduate students, therefore it departs from self-restlessness and this incident is the first time that causes disruption of the Indonesian "mudik" tradition activities. The benefits of research are to find out the influence of the COVID-19 pandemic on the "mudik" tradition of the Indonesian people, broaden readers' insights about the COVID-19 pandemic, and broaden readers' insights about the "mudik" tradition of Indonesian society. Key word: tradition; mudik; society; pandemic; COVID-19 Abstrak: Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia mengakibatkan perubahan di segala aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali kebiasaan masyarakat di Indonesia. Adanya pandemi menuntut masyarakat Indonesia untuk tetap tinggal di rumah dan tidak dapat bepergian, termasuk melakukan tradisi mudik. Masyarakat Indonesia memiliki tradisi mudik yang biasanya dilakukan pada saat lebaran dan libur panjang. Penelitian yang akan dipaparkan di dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap tradisi mudik yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif pengumpulan data primer dengan kuesioner secara daring dan data sekunder dengan studi literatur. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat laju mudik menurun dan COVID-19 mempengaruhi tradisi mudik masyarakat Indonesia. Keunggulan penelitian ini adalah bahwa topik yang diangkat dekat dengan kehidupan mahasiswa sehingga berangkat dari keresahan diri sendiri dan kejadian ini adalah pertama kalinya yang menyebabkan terganggunya kegiatan tradisi mudik Indonesia. Manfaat penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap tradisi mudik masyarakat Indonesia, menambah wawasan pembaca mengenai pandemi COVID-19, dan menambah wawasan pembaca mengenai tradisi mudik masyarakat Indonesia. Kata kunci: tradisi; mudik; masyarakat; pandemi; COVID-19 Journal of Development and Social Change, Vol. 4, No. 1, April 2021 p-ISSN 2614-5766, https://jurnal.uns.ac.id/jodasc PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 terjadi karena penyakit menular yang disebabkan oleh SARSCoV-2, salah satu jenis virus corona. Pandemi COVID-19 berlangsung sejak 17 November 2019, yaitu saat pertama kali munculnya kasus terinfeksinya warga Wuhan, China dengan virus corona sampai dengan saat ini, akhir tahun 2020 (Arnani, 2020). Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap COVID-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Gejala yang paling umum terjadi adalah demam, batuk kering, kelelahan. Gejala yang sedikit tidak umum adalah rasa tidak nyaman dan nyeri, nyeri tenggorokan, diare, konjungtivitis (mata merah), sakit kepala, hilangnya indera perasa atau penciuman, ruam pada kulit atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki. Gejala serius terdiri dari kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri dada atau rasa tertekan pada dada, dan hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak. Orang dengan gejala ringan yang dinyatakan sehat harus melakukan perawatan mandiri di rumah. Rata-rata gejala akan muncul 5–6 hari setelah seseorang pertama kali terinfeksi virus ini, tetapi bisa juga 14 hari setelah terinfeksi (WHO, 2020). Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit (WHO, 2020). Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19, yaitu mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol; Selalu menjaga jarak aman dengan orang yang batuk atau bersin; Kenakan masker jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan; Tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang dapat dikatakan “kotor”; Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan siku yang tertekuk atau tisu; Tidak keluar rumah jika merasa tidak enak badan; Jika demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segera mencari bantuan medis (WHO, 2020). Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Tradisi Mudik Masyarakat IndonesiaMita Azzahra Putri, Rachmat Maulana Surya Atmaja, Alya Nazhifa Febrianti, Matthew Alan, Charlene Dwiputri, Komang Elista Triandini 19 Journal of Development and Social Change, Vol. 4, No. 1, April 2021 p-ISSN 2614-5766, https://jurnal.uns.ac.id/jodasc Mudik merupakan salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Mudik sendiri dapat didefinisikan sebagai kegiatan pulang ke kampung halaman yang biasanya dilakukan oleh pekerja di perantauan atau yang tinggal jauh dari kampung halamannya. Mudik awalnya berasal dari bahasa Jawa Ngoko, yaitu ‘mulih dilik’ yang berarti pulang sebentar. Namun, orang juga mengenal mudik dan menyatukan mudik dengan kata ‘udik’ yang berarti kampung atau desa (Ramadhani, 2020). Di Indonesia, tradisi mudik kerap kali dilakukan tiap tahunnya menjelang hari raya keagamaan seperti Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini biasa dilakukan seminggu sebelum Lebaran sampai seminggu setelah Lebaran dengan jangka waktu yang berbeda-beda tiap orangnya. Tradisi mudik dilakukan oleh mayoritas masyarakat Muslim untuk mengunjungi, berkumpul dan saling bermaafan dengan keluarga besar. Tradisi ini menjadi salah satu mom (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.uns.ac.id/jodasc/article/download/45625/32285
Article home page: https://jurnal.uns.ac.id/jodasc/article/view/45625/32285

Putri Mita Azzahra, Atmaja Rachmat Maulana Surya, Febrianti Alya Nazhifa, Alan Matthew, Dwiputri Charlene, Triandini Komang Elista. Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tradisi Mudik Masyarakat Indonesia, Journal of Development and Social Change, 2021, pp. 18-32,