Environmental Education to Improve Students' Ecoliteracy

Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, Feb 2024

As time goes by, the population is increasing. With the increasing population, it causes environmental problems. Environmental problems occur due to the greed of humans to exploit nature. Humans are no longer thinking about the impacts of their exploitation. Along with the occurrence of these problems, environmental education was held in schools. The aim is that with this environmental education it is hoped that students will understand more about how their environment is, about what impacts will occur if they overexploit nature. The purpose of this study was to find out how environmental education increases ecoliteracy. The method in this research is library research (library research). The result is that environmental education in schools can increase students' ecoliteracy competence.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://chem-upr.education/ojs/index.php/JIKT/article/download/302/258

Environmental Education to Improve Students' Ecoliteracy

Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol.15 No.1 Januari-Juni 2024 FKIP Universitas Palangka Raya ISSN 2087-166X (printed) ISSN 2721-012X (online) DOI: https://doi.org/10.37304/jikt.v15i1.302 Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Meningkatkan Ecoliteracy Siswa Yossita Wisman(1), Joko Santoso(2) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Indonesia 2 STAB Boddhi Dharma, Indonesia Email: , Diterima:07-01-2024; Disetujui:08-02-2024; Dipublikasi:11-02-2024 ABSTRAK Seiring berjalannya waktu pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk tersebut sehingga menyebabkan masalah lingkungan. Masalah lingkungan terjadi akibat semakin serakahnya manusia mengeksploitasi alam. Manusia sudah tidak memikirkan lagi dampak- dampak dari pengeksploitasian yang mereka lakukan. Seiring dengan terjadinya masalah tersebut maka diadakan pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Tujuannya adalah dengan adanya pendidikan lingkungan hidup ini di harapkan siswa lebih memahami tentang bagaimana lingkungan mereka, tentang apa dampak yang akan terjadi jika mereka mengeksploitasi alam secara berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan lingkungan hidup di dalam meningkatkan ecoliteracy. Metode dalam penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan). Hasilnya adalah dengan adanya pendidikan lingkungan hidup di sekolah dapat meningkatkan kompetensi ecoliteracy siswa. Kata Kunci: Pendidikan, Lingkungan Hidup, Ecoliteracy PENDAHULUAN Bumi merupakan planet yang di huni berbagai makhluk hidup, di antara makhluk hidup di bumi adalah tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Segala kehidupan makhluk yang ada di bumi saling ketergantungan satu sama lain. Misalnya, manusia dalam mempertahankan hidupnya memerlukan tumbuhan dan hewan untuk di konsumsi, hewan memerlukan manusia untuk menjaga lingkungan agar habitat hewan tidak rusak, karena selama ini yang merusak habitat hewan di hutan adalah manusia. Menurut Barlia (2008:1) “andaikan manusia punah dari muka bumi, mungkin tidak akan terlalu berpengaruh terhadap spesies makhluk hidup lain, tetapi kalau tumbuhan dan hewan punah, maka manusia pun ikut punah”. Dari hal ini kita bisa melihat betapa pentingnya hubungan antara manusia dan lingkungan alamnya. Jika manusia tidak peduli pada keadaan alamnya maka manusia akan merugi. Salah satu kerugian yang didapat oleh manusia akibat mengeksploitasi alam adalah bencana. Peningkatan jumlah dan kebutuhan penduduk dapat menimbulkan permasalahan lingkungan hidup. Semakin cepatnya pertumbuhan penduduk yang disertai dengan perkembangan teknologi serta peningkatan standar kehidupan menjadi penyebab meningkatnya kebutuhan terhadap sumber daya alam (Kayihan 29 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Copyright Ⓒ Author. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol.15 No.1 Januari-Juni 2024 FKIP Universitas Palangka Raya ISSN 2087-166X (printed) ISSN 2721-012X (online) DOI: https://doi.org/10.37304/jikt.v15i1.302 dan Tonuk, 2013). Semakin meningkatnya kemampuan manusia untuk melakukan intervensi terhadap alam, semakin besar pula perubahan yang terjadi pada lingkungan (Soemarwoto, 2004). Jadi selain karena perilaku manusia, kebutuhan manusia yang semakin meningkat terhadap sumber daya alam juga berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan akibatnya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa kerusakan alam yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir ini sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia dalam mengeksploitasi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesalahan dalam pola pembangunan. Berhubungan dengan hal tersebut, untuk menjaga keselarasan, keharmonisan dan kesinambungan dengan alam sungguh terbalik dengan kenyataan yang ada saat ini. Pada kenyataannya alam saat ini dianggap sebagai obyek kehidupan yang terus menerus di eksploitasi oleh manusia. Manusia tidak memikirkan akibat yang ditimbulkan oleh pengeksploitasian mereka terhadap alam akan mengancam generasi manusia berikutnya. Jika alam rusak, maka tidak ada lagi sumber penghidupan oleh manusia. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Sisdiknas, 2003). Pendidikan merupakan wahana yang paling tepat dalam memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tentang kepedulian lingkungan kepada manusia. Menurut Barlia (2008:3) “pendidikan lingkungan hidup harus dapat mendidik individu-individu yang responsif terhadap laju perkembangan teknologi, memahami masalah-masalah di biosfer, dan berketerampilan siap guna yang produktif untuk menjaga dan mempertahankan kelestarian alam”. Hal ini, melalui proses pendidikan diharapkan dapat membantu setiap siswa sebagai anggota masyarakat akan kesadaran dan kepekaan terhadap permasalahan lingkungan hidup. Pendidikan berperan serta dalam menjaga lingkungan, pendidikan lingkungan hidup melalui pendidikan ditunjukkan dengan adanya kerja sama antara Kementrian Negara Lingkungan Hidup pada tahun 2006 mencanangkan Program Adiwiyata sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (memorandum of understanding) pada tanggal 3 Juni 2005antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional. Pendidikan lingkungan hidup (PLH) diperlukan dalam penanganan masalah tersebut. Dengan diadakannya PLH di sekolah diharapkan akan meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa dalam menjaga lingkungan hidupnya. PLH dapat di integrasikan melalui bidang studi di sekolah, dapat dilaksanakan dengan pendekatan interdisipliner, multidisipliner dan transdisipliner di sekolah (Barlia, 2008:82). PLH mempengaruhi sikap siswa terhadap lingkungan menjadi lebih baik di sekolah adiwiyata (Aprianto, 2023). 30 Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol.15 No.1 Januari-Juni 2024 FKIP Universitas Palangka Raya ISSN 2087-166X (printed) ISSN 2721-012X (online) DOI: https://doi.org/10.37304/jikt.v15i1.302 PLH memasukkan aspek afektif yaitu tingkah laku, nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable). Pencapaian tujuan afektif ini biasanya sukar dilakukan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran guru perlu memasukkan metode-metode yang memungkinkan berlangsungnya klarifikasi dan internalisasi nilai-nilai. Dalam PLH perlu dimunculkan atau dijelaskan bahwa dalam kehidupan nyata memang selalu terdapat perbedaan nilai-nilai yang dianut oleh individu. Perbedaan nilai tersebut dapat mempersulit untuk derive the fact, serta dapat menimbulkan kontroversi/pertentangan pendapat. Oleh karena itu, PLH perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun ketrampilan yang dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Berdasarkan hal ini penuli (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://chem-upr.education/ojs/index.php/JIKT/article/download/302/258
Article home page: https://chem-upr.education/ojs/index.php/JIKT/article/view/302/258

Wisman Yossita, Joko Santoso. Environmental Education to Improve Students' Ecoliteracy, Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 2024, pp. 29-40,