HUBUNGAN KEBIJAKAN LOKASI PRIORITAS INTERVENSI GIZI DAN PREVALENSI STUNTING DI INDONESIA

Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI), Jun 2022

This study aims to compare the association of Indonesian’s government public health intervention in reducing the stunting prevalence. The intervention was started in 2018 in 100 districts and expanded in stages to cover 260 districts by 2020. This study adopts fixed effectmethod on regional-level 2018-2020 panel data on stunting prevalence, aggregate public health outcomes targeted under the intervention, and other regional characteristics. District’s stunting prevalence is used as a measure of the policy’s outcome while dummy of priority districts is used to measure priority effect from the interventions. The result indicates that both priority and non-priority districts experienced a declining stunting prevalence, but the reduction of prevalence in priority districts was 7.271% higher than the reduction that occurred in non-priority districts.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://anggaran.e-journal.id/akurasi/article/download/157/70

HUBUNGAN KEBIJAKAN LOKASI PRIORITAS INTERVENSI GIZI DAN PREVALENSI STUNTING DI INDONESIA

Wahyuni & Setyonaluri Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022) Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia https://anggaran.e-journal.id/akurasi HUBUNGAN KEBIJAKAN LOKASI PRIORITAS INTERVENSI GIZI DAN PREVALENSI STUNTING DI INDONESIA The Relationship of Priority District Policy For Nutrition Intervention And Stunting Prevalence in Indonesia Diah Sri Wahyuni 1 & Diahhadi Setyonaluri2 Info Artikel 1Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Jakarta, 2Universitas Indonesia, Depok, Riwayat Artikel : Diterima 22-04-2022 Direvisi 14-06-2022 Disetujui 23-06-2022 Tersedia online 27-06-2022 JEL Classification: H75, C33 Abstract This study aims to compare the association of Indonesian’s government public health intervention in reducing the stunting prevalence. The intervention was started in 2018 in 100 districts and expanded in stages to cover 260 districts by 2020. This study adopts fixed effect method on regional-level 2018-2020 panel data on stunting prevalence, aggregate public health outcomes targeted under the intervention, and other regional characteristics. District’s stunting prevalence is used as a measure of the policy’s outcome while dummy of priority districts is used to measure priority effect from the interventions. The result indicates that both priority and non-priority districts experienced a declining stunting prevalence, but the reduction of prevalence in priority districts was 7.271% higher than the reduction that occurred in non-priority districts. Keywords : Fixed Effect method, Indonesia, priority district, public health intervention, stunting Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hubungan antara intervensi gizi yang dilakukan pemerintah Indonesia dan prevalensi stunting antara kabupaten/kota yang menjadi prioritas dan non prioritas. Intervensi dimulai pada tahun 2018 di 100 kabupaten/kota dan diperluas secara bertahap untuk mencakup 260 kabupaten/kota pada tahun 2020. Studi ini menggunakan metode fixed effect pada data panel prevalensi stunting, capaian intervensi kesehatan secara agregat, dan karakteristik lainnya di tingkat kabupaten/kota tahun 2018 - 2020. Prevalensi stunting kabupaten/kota digunakan sebagai ukuran hasil kebijakan, sedangkan dummy kabupaten/kota prioritas digunakan untuk membandingkan efek prioritas intervensi stunting tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kabupaten/kota prioritas maupun non prioritas mengalami penurunan prevalensi stunting, namun penurunan prevalensi di kabupaten/kota prioritas lebih tinggi 7.271% dibandingkan penurunan yang terjadi di kabupaten/kota non prioritas. Kata kunci: metode fixed effect, Indonesia, lokasi prioritas, intervensi gizi, stunting ©Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI 40 Wahyuni & Setyonaluri 1. PENDAHULUAN Kejadian balita stunting di Indonesia masih berada di atas rata-rata prevalensi stunting dunia meskipun tren telah menunjukkan penurunan (Badan Pusat Statistik, 2020). Tingginya prevalensi stunting akan meningkatkan biaya kesehatan akibat menurunnya kualitas hidup anak yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta metabolisme. Dalam jangka panjang, stunting dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dan perkembangan sosial di Indonesia (de Onis & Branca, 2016). Alderman et al. (2006) dan Boissiere et al. (1985) menemukan bahwa anak-anak yang mengalami masalah stunting pada masa awal pertumbuhannya cenderung memiliki kemampuan kognitif yang rendah, pendapatan yang lebih rendah, dan tidak optimalnya produktivitas ketika mereka dewasa. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, pemerintah Indonesia menetapkan target prevalensi stunting pada balita hanya 14% pada tahun 2024 (Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020 - 2024). Sehingga pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan prioritas sasaran, prioritas intervensi, dan lokasi prioritas yang tertuang dalam Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Sekretariat Wakil Presiden & Kemenko Bidang PMK, 2019). Sasaran prioritas terdiri dari ibu hamil dan anak pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Prioritas intervensi terdiri dari intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif (Kemenkes, 2018). Kebijakan intervensi stunting juga dilakukan dengan menerapkan lokasi prioritas dengan menetapkan kabupaten/kota sebagai prioritas intervensi secara bertahap sejak tahun 2018 hingga 2022. Penelitian terkait intervensi maupun kebijakan pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak telah banyak dilakukan. Di antaranya adalah analisis intervensi gizi yang menyasar penyebab langsung terjadinya stunting pada balita, dampak pemberian bantuan tunai bersyarat, maupun program perlindungan sosial lain yang secara tidak langsung mempengaruhi status gizi anak. Hasil yang didapat dari penelitian-penelitian tersebut sangat beragam, tergantung jangka waktu dan karakteristik wilayah intervensi dilakukan. Kajian intervensi gizi spesifik terkait asupan zat gizi balita juga menemukan bahwa makanan dengan kandungan zat gizi makro maupun zat gizi mikro juga menentukan probabilitas anak mengalami stunting atau tidak (Ahmed et al., 2012; Fahmida et al., 2020; Moreno-Macías et al., 2013; Nachvak et al., 2020). Begitu pula dengan pola asuh ibu dan praktik pemberian ASI yang berperan besar dalam penentuan status gizi anak (Beal et al., 2018; Stewart et al., 2013). Selanjutnya, dari faktor penyebab tidak langsung, penelitian terkait dampak pemberian bantuan tunai bersyarat di beberapa negara terhadap penurunan risiko stunting menunjukkan hasil yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi negara dan jangka waktu penelitian yang dilakukan (Alatas, 2011; Bassett, 2008; Cahyadi et al., 2018; Fernald et al., 2008; Kandpal et al., 2016; Kusuma et al., 2017). Sedangkan program BADUTA yang menggabungkan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif yang diterapkan di daerah Malang dan Sidoarjo, Indonesia, pada tahun 2014 gagal memberikan dampak pada perbaikan pertumbuhan anak usia 18 bulan (Fahmida et al., 2020). Seperti studi yang telah disebutkan di atas, penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan intervensi kebijakan yang dilakukan pemerintah terhadap outcome status kesehatan anak. Namun, berbeda dengan studi sebelumnya yang umumnya menggunakan metode Randomized Controlled Trial (RCT), penelitian ini memanfaatkan ketersediaan data tren prevalensi stunting serta indikator capaian program kesehatan sebelum Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022) - 41 dan sesudah intervensi kebijakan stunting di tingkat kabupaten/kota untuk menganalisis hubungan kebijakan lokasi prioritas intervensi gizi dan prevalensi stunting pada level kabupaten/kota Indonesia sejak tahun 2018 hingga 2020. Dengan memanfaatkan data lokasi prioritas sebagai proxy perbedaan efek dari kabupaten/kota yang terpilih menjadi lokasi prioritas, penelitian ini menggunakan metode fixed effect untuk memperlihatkan besarn (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://anggaran.e-journal.id/akurasi/article/download/157/70
Article home page: https://anggaran.e-journal.id/akurasi/article/view/157/70

Wahyuni Diah Sri, Diahhadi Setyonaluri. HUBUNGAN KEBIJAKAN LOKASI PRIORITAS INTERVENSI GIZI DAN PREVALENSI STUNTING DI INDONESIA, Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI), 2022, pp. 39-60,