PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BALITA TENTANG CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI PAUD TUNAS HARAPAN DUSUN MUJIMULYO DESA MUARA PUTIH KEC. NATAR LAM-SEL TAHUN 2017
JURNAL KEBIDANAN
Vol 4, No 1, Januari 2018: 34-37
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BALITA TENTANG
CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI PAUD TUNAS HARAPAN DUSUN
MUJIMULYO DESA MUARA PUTIH KEC. NATAR LAM-SEL TAHUN 2017
Yona Desni Sagita(1)
E-mail :
ABSTRAK
Menyikat gigi adalah suatu cara yang umum dianjurkan untuk membersihkan deposit lunak
pada permukaan gigi dan gusi. Penelitian ini mengunakan metode quasi experiment dengan rancangan
one group pretest posttest. Jumlah sampel sebanyak 35 anak balita di PAUD Tunas Harapan dengan
menggunakan teknik sampling yaitu Total Sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 21-23 Februari
2017. Pengumpulan data menggunakan Ceklist. Analisis data menggunakan uji T-test (Pairedt
Sampel).Hasil nilai rata-rata sebelum dilakukan penyuluhan adalah 46,25 dan sesudah dilakukan
penyuluhan nilai rata-rata adalah 84,82. Hasil analisis Uji T-test diperoleh hasil p-value = 0,000
(p<0,005) artinya ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan balita tentang cara menyikat
gigi yang benar. Untuk Anak usia dini di PAUD Tunas Harapan disarankan untuk terus
mempertahankan cara menyikat gigi yang benar, sehingga dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci
:Penyuluhan, Pengetahuan, Cara menyikat gigi
PENDAHULUAN
Survei World Health Organization
(WHO) tahun 2013 menyebutkan sebanyak
87% dari anak-anak usia sekolah di seluruh
dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah
menderita karies gigi. Prevalensi karies gigi
tertinggi terdapat di Asia dan Amerika Latin,
sedangkan terendah terdapat di Afrika.
Selanjutnya menurut penelitian tahun 2013 di
negara-negara Eropa, Amerika, dan Asia
ternyata 80-95% dari anak- anak dibawah
umur 18 tahun terserang karies gigi. 1
Riset
Kesehatan
Daerah
2
(RISKESDAS)
Indonesia
mempunyai
masalah tertinggi dalam kesehatan gigi dan
mulut yang menjadi urutan tertinggi dalam
kesehatan dan mulut yaitu karies gigi. Hasil
riset kesehatan dasar tahun 2013 dijelaskan
terdapat 25,9 persen, dengan jumlah
keseluruhan 1.027.763 responden meliputi
prilaku pemeliharaan kesehatan mulut dan gigi
pada umur ≥10 tahun yang berjumlah 835.256
responden dan pemeriksaan gigi serta melihat
kondisi gigi dan mulut pada ≥12 tahun yang
jumlah 789.771 responden. Untuk perilaku
benar dalam menggosok gigi berkaitan dengan
faktor gender, ekonomi dan tempat tinggal
1.) Dosen STIKes Aisyah Pringsewu
ditemukan data sekitar 76,6% masyarakat
Indonesia menyikat gigi pada saat mandi pagi
dan mandi sore. Sedangkan didapat angka
prevalensi sebesar 2,3 % untuk menyikat gigi
setiap hari sesudah makan pagi dan sebelum
tidur malam. Sebagian besar penduduk juga
menyikat gigi pada saat mandi sore, yaitu
sebesar 79,7 persen dengan urutan tertinggi di
Bengkulu sebesar 94,2 persen, dan yang
terendah di Sulawesi Selatan sebesar 43,2
persen.
Berdasarkan laporan data kesakitan
SP2TP total provinsi lampung tahun 2012
didapatkan data bahwa jumlah penderita baru
karies gigi usia 10-14 tahun semakin
meningkat. Dilihat dari data jumlah penderita
baru karies gigi yang mencapai 1753 orang
dengan jumlah penderita lama 1604 orang
(Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2012).
Sedangkan data kejadian karies gigi di kota
Bandar Lampung yang didapatkan dari data
laporan bulanan khususnya pada usia 10-14
tahun didapatkan data jumlah penderita karies
baru sebanyak 533 orang dengan jumlah
penderita lama 198 orang. (Dinas Kesehatan
Kota Bandar Lampung, 2012).
35
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Balita Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Benar
Di Paud Tunas Harapan Dusun Mujimulyo Desa Muara Putih Kec. Natar Lam-Sel Tahun 2017
Berdasarkan hasil observasi yang telah
dilakukan peneliti melalui wawancara dan
observasi secara langsung kepada 10 anak usia
dini di PAUD Tunas Harapan, sebanyak 8 anak
(80,0 %) tidak menyikat gigi dengan benar dan
2 anak (20,0 %) sudah melakukan dengan
benar, maka diketahui bahwa pengetahuan
anak usia dini di PAUD Tunas Harapan
tentang cara menyikat gigi yang benar masih
tergolong rendah atau kurang.
Berdasarkan uraian latar belakang
diatas, maka dapat dirumuskan masalah
sebagai berikut : “Apakah ada pengaruh
penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan
balita tentang cara menyikat gigi yang benar di
PAUD Tunas Harapan Dusun Mujimulyo Desa
Muara Putih Kec. Natar Lam-Sel Tahun
2017”?
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah eksperiment semu (quasi
experiment) dengan rancangan one group
pretest posttest tanpa adanya kelompok
pembanding (kontrol). Penelitian dilakukan di
PAUD Tunas Harapan Dusun Mujimulyo Desa
Muara Putih Kec. Natar Lam-Selpada tanggal
21-23 Februari 2017. opulasi yang digunakan
pada penelitian ini sebanyak 35 anak usia dini
Tunas Harapan. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik total sampling. Analisis
data menggunakan analisis univariate dan
analisis bivariate. Analisis univariat bertujuan
untuk menjelaskan atau mendeskripsikan
karakteristik setiap variabel yang teliti dan
Analisis bivariate yang dilakukan terhadap dua
variabel yang diduga berhubungan atau
berkorelasi. Analisis yang digunakan untuk
menguji hipotesis melalui uji T-test (Pairedt
Sampel) dengan tingkat kesalahan 5 % atau ρvalue <0.05.
HASIL PENELITIAN
Univariate
Pre Test (Sebelum Penyuluhan)
Berdasarkan tabel dibawah dapat
disimpulkan hasil Pre test (sebelum
penyuluhan) diperoleh rata-rata pengetahuan
balita 46,25 dengan standar deviasi 9,611 nilai
pre test terrendah 31,25 dan tertinggi 75.
Tabel 1
Tingkat Pengetahuan Balita Sebelum
Dilakukan Penyuluhan Tentang Cara
Menyikat Gigi Yang Benar
Variabel
Mean
N
Std.
Deviation
Min
Max
Sebelum
Penyuluhan
(Pre)
46,25
35
9,611
31,25
75
Sumber : Data Primer dari Hasil Pengkajian
Anak Usia Dini di PAUD Tunas Harapan
tahun2017
Post Test (Sesudah Penyuluhan)
Tabel 2
Tingkat Pengetahuan Balita Sesudah
Dilakukan Penyuluhan Tentang Cara
Menyikat Gigi Yang Benar
Variabel
Mean
N
Std.
Deviation
Min
Max
Sesudah
Penyuluhan
(Post)
84,82
35
10,642
62,5
100
Sumber : Data Primer dari Hasil Pengkajian
Anak Usia Dini di PAUD Tunas Harapan
tahun2017
Berdasarkan tabel diatas dapat
disimpulkan hasil Post test (sesudah
penyuluhan) diperoleh rata-rata pengetahuan
balita 84,82 dengan standar deviasi 10,642
nilai pre test terrendah 62,5 dan tertinggi 100.
Uji Normalitas
Tabel 3
Hasil Uji Normalitas
Hasil Skor Test
Nilai pretest sebelum
dilakukan penyuluhan
Nilai pretest sesudah
dilakukan penyuluhan
Bila Nilai Skewness Dibagi
Standar Errornya
0,398
0,398
Sumber : Data Primer dari Hasil Pengkajian
Anak Usia Dini di PAUD Tunas Harapan
tahun2017
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat
bahwa nilai skewness dibagi standar errornya
nilai pre test dan Post test = 0,398 maka dapat
disimpulkan bahwa nilai pre test dan post test
membentuk distribusi normal.
Jurnal Kebidanan, Volume 4, Nomor 1, Januari 2018
36
Yona Desni Sagita
Bivariate
Tabel 4
Mengetahui Pengaruh Penyuluha Terhadap Tingkat Pengetahuan Balita Tentang Cara Menyikat
Gigi Yang Benar
Paired Samples Test
Paired Diff (...truncated)