PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BALITA TENTANG CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI PAUD TUNAS HARAPAN DUSUN MUJIMULYO DESA MUARA PUTIH KEC. NATAR LAM-SEL TAHUN 2017

Jan 2019

Menyikat gigi adalah suatu cara yang umum dianjurkan untuk membersihkan deposit lunak pada permukaan gigi dan gusi. Penelitian ini mengunakan metode quasi experiment dengan rancanganone group pretest posttest. Jumlah sampel sebanyak 35 anak balita di PAUD Tunas Harapan denganmenggunakan teknik sampling yaitu Total Sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 21-23 Februari2017. Pengumpulan data menggunakan Ceklist. Analisis data menggunakan uji T-test (PairedtSampel).Hasil nilai rata-rata sebelum dilakukan penyuluhan adalah 46,25 dan sesudah dilakukanpenyuluhan nilai rata-rata adalah 84,82. Hasil analisis Uji T-test diperoleh hasil p-value = 0,000(p<0,005) artinya ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan balita tentang cara menyikatgigi yang benar. Untuk Anak usia dini di PAUD Tunas Harapan disarankan untuk terusmempertahankan cara menyikat gigi yang benar, sehingga dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/download/642/576

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BALITA TENTANG CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI PAUD TUNAS HARAPAN DUSUN MUJIMULYO DESA MUARA PUTIH KEC. NATAR LAM-SEL TAHUN 2017

JURNAL KEBIDANAN Vol 4, No 1, Januari 2018: 34-37 PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BALITA TENTANG CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI PAUD TUNAS HARAPAN DUSUN MUJIMULYO DESA MUARA PUTIH KEC. NATAR LAM-SEL TAHUN 2017 Yona Desni Sagita(1) E-mail : ABSTRAK Menyikat gigi adalah suatu cara yang umum dianjurkan untuk membersihkan deposit lunak pada permukaan gigi dan gusi. Penelitian ini mengunakan metode quasi experiment dengan rancangan one group pretest posttest. Jumlah sampel sebanyak 35 anak balita di PAUD Tunas Harapan dengan menggunakan teknik sampling yaitu Total Sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 21-23 Februari 2017. Pengumpulan data menggunakan Ceklist. Analisis data menggunakan uji T-test (Pairedt Sampel).Hasil nilai rata-rata sebelum dilakukan penyuluhan adalah 46,25 dan sesudah dilakukan penyuluhan nilai rata-rata adalah 84,82. Hasil analisis Uji T-test diperoleh hasil p-value = 0,000 (p<0,005) artinya ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan balita tentang cara menyikat gigi yang benar. Untuk Anak usia dini di PAUD Tunas Harapan disarankan untuk terus mempertahankan cara menyikat gigi yang benar, sehingga dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Kata Kunci :Penyuluhan, Pengetahuan, Cara menyikat gigi PENDAHULUAN Survei World Health Organization (WHO) tahun 2013 menyebutkan sebanyak 87% dari anak-anak usia sekolah di seluruh dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies gigi. Prevalensi karies gigi tertinggi terdapat di Asia dan Amerika Latin, sedangkan terendah terdapat di Afrika. Selanjutnya menurut penelitian tahun 2013 di negara-negara Eropa, Amerika, dan Asia ternyata 80-95% dari anak- anak dibawah umur 18 tahun terserang karies gigi. 1 Riset Kesehatan Daerah 2 (RISKESDAS) Indonesia mempunyai masalah tertinggi dalam kesehatan gigi dan mulut yang menjadi urutan tertinggi dalam kesehatan dan mulut yaitu karies gigi. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 dijelaskan terdapat 25,9 persen, dengan jumlah keseluruhan 1.027.763 responden meliputi prilaku pemeliharaan kesehatan mulut dan gigi pada umur ≥10 tahun yang berjumlah 835.256 responden dan pemeriksaan gigi serta melihat kondisi gigi dan mulut pada ≥12 tahun yang jumlah 789.771 responden. Untuk perilaku benar dalam menggosok gigi berkaitan dengan faktor gender, ekonomi dan tempat tinggal 1.) Dosen STIKes Aisyah Pringsewu ditemukan data sekitar 76,6% masyarakat Indonesia menyikat gigi pada saat mandi pagi dan mandi sore. Sedangkan didapat angka prevalensi sebesar 2,3 % untuk menyikat gigi setiap hari sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam. Sebagian besar penduduk juga menyikat gigi pada saat mandi sore, yaitu sebesar 79,7 persen dengan urutan tertinggi di Bengkulu sebesar 94,2 persen, dan yang terendah di Sulawesi Selatan sebesar 43,2 persen. Berdasarkan laporan data kesakitan SP2TP total provinsi lampung tahun 2012 didapatkan data bahwa jumlah penderita baru karies gigi usia 10-14 tahun semakin meningkat. Dilihat dari data jumlah penderita baru karies gigi yang mencapai 1753 orang dengan jumlah penderita lama 1604 orang (Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2012). Sedangkan data kejadian karies gigi di kota Bandar Lampung yang didapatkan dari data laporan bulanan khususnya pada usia 10-14 tahun didapatkan data jumlah penderita karies baru sebanyak 533 orang dengan jumlah penderita lama 198 orang. (Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, 2012). 35 Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Balita Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Benar Di Paud Tunas Harapan Dusun Mujimulyo Desa Muara Putih Kec. Natar Lam-Sel Tahun 2017 Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti melalui wawancara dan observasi secara langsung kepada 10 anak usia dini di PAUD Tunas Harapan, sebanyak 8 anak (80,0 %) tidak menyikat gigi dengan benar dan 2 anak (20,0 %) sudah melakukan dengan benar, maka diketahui bahwa pengetahuan anak usia dini di PAUD Tunas Harapan tentang cara menyikat gigi yang benar masih tergolong rendah atau kurang. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan balita tentang cara menyikat gigi yang benar di PAUD Tunas Harapan Dusun Mujimulyo Desa Muara Putih Kec. Natar Lam-Sel Tahun 2017”? METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperiment semu (quasi experiment) dengan rancangan one group pretest posttest tanpa adanya kelompok pembanding (kontrol). Penelitian dilakukan di PAUD Tunas Harapan Dusun Mujimulyo Desa Muara Putih Kec. Natar Lam-Selpada tanggal 21-23 Februari 2017. opulasi yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 35 anak usia dini Tunas Harapan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariate dan analisis bivariate. Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel yang teliti dan Analisis bivariate yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis melalui uji T-test (Pairedt Sampel) dengan tingkat kesalahan 5 % atau ρvalue <0.05. HASIL PENELITIAN Univariate Pre Test (Sebelum Penyuluhan) Berdasarkan tabel dibawah dapat disimpulkan hasil Pre test (sebelum penyuluhan) diperoleh rata-rata pengetahuan balita 46,25 dengan standar deviasi 9,611 nilai pre test terrendah 31,25 dan tertinggi 75. Tabel 1 Tingkat Pengetahuan Balita Sebelum Dilakukan Penyuluhan Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Benar Variabel Mean N Std. Deviation Min Max Sebelum Penyuluhan (Pre) 46,25 35 9,611 31,25 75 Sumber : Data Primer dari Hasil Pengkajian Anak Usia Dini di PAUD Tunas Harapan tahun2017 Post Test (Sesudah Penyuluhan) Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Balita Sesudah Dilakukan Penyuluhan Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Benar Variabel Mean N Std. Deviation Min Max Sesudah Penyuluhan (Post) 84,82 35 10,642 62,5 100 Sumber : Data Primer dari Hasil Pengkajian Anak Usia Dini di PAUD Tunas Harapan tahun2017 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan hasil Post test (sesudah penyuluhan) diperoleh rata-rata pengetahuan balita 84,82 dengan standar deviasi 10,642 nilai pre test terrendah 62,5 dan tertinggi 100. Uji Normalitas Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Hasil Skor Test Nilai pretest sebelum dilakukan penyuluhan Nilai pretest sesudah dilakukan penyuluhan Bila Nilai Skewness Dibagi Standar Errornya 0,398 0,398 Sumber : Data Primer dari Hasil Pengkajian Anak Usia Dini di PAUD Tunas Harapan tahun2017 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai skewness dibagi standar errornya nilai pre test dan Post test = 0,398 maka dapat disimpulkan bahwa nilai pre test dan post test membentuk distribusi normal. Jurnal Kebidanan, Volume 4, Nomor 1, Januari 2018 36 Yona Desni Sagita Bivariate Tabel 4 Mengetahui Pengaruh Penyuluha Terhadap Tingkat Pengetahuan Balita Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Benar Paired Samples Test Paired Diff (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/download/642/576
Article home page: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/642/576

Sagita Yona Desni. PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BALITA TENTANG CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI PAUD TUNAS HARAPAN DUSUN MUJIMULYO DESA MUARA PUTIH KEC. NATAR LAM-SEL TAHUN 2017, 2019,