Aktivitas Jasmani Peserta Didik SMA Negeri di Kecamatan Percut Sei Tuan
Volume 3 Nomor 3 Juli 2023
JURNAL DUNIA PENDIDIKAN
https://jurnal.stokbinaguna.ac.id/index.php/JURDIP
E-ISSN: 2746-8674
Aktivitas Jasmani Peserta Didik SMA Negeri di Kecamatan Percut Sei Tuan
Suprayitno
Universitas Negeri Medan
Jl. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli
Serdang, Sumatera Utara 20221
Email:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aktivitas jasmani peserta didik SMA
Negeri Kecamatan Percut Sei Tuan dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Metode yang
dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh peserta didik SMA Negeri Kecamatan Percut Sei Tuan yang berjumlah 817 peserta
didik. Sampel pada penelitian ini sebesar 20% dari jumlah populasi oleh karena itu sampel
pada penelitian ini berjumlah 165 peserta didik yang terbagi terdiri dari 82 orang peserta
didik SMA Negeri 1 dan 83 orang dari SMA N 2 Percut Sei Tuan. Jumlah 165 sampel mewakili
kelas X, XI dan XII. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa survei tingkat aktivitas jasmani pada peserta didik di
SMA Negeri Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2023 adalah sebagai berikut; kelompok kelas
X yang berjumlah 55 orang didapat hasil 79% (kategori baik), kelompok kelas XI yang
berjumlah 60 orang didapat hasil 86% (kategori sangat baik) dan kelompok kelas XII yang
berjumlah 50 orang didapat hasil 86% (kategori sangat baik). Jika di rata-rata, hasil dari
ketiga kelompok tersebut masuk kategori baik sekali.
Kata Kunci: Aktivitas, Jasmani, Peserta Didik, SMA, Percut Sei Tuan
PENDAHULUAN
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada December 2019 telah menimbulkan
keresahan di seluruh lapisan masyarakat dan mengubah berbagai aspek kehidupan,
termasuk bidang pendidikan (Astini, 2020). Covid-19 adalah penyakit yang menular begitu
cepat; pemerintah telah mengambil beberapa langkah preventif yang banyak diterapkan di
seluruh dunia, yaitu social distancing, lockdown (menutup akses keluar masuk suatu
wilayah dan membatasi pergerakan orang yang berada di dalam wilayah tersebut), and
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) (Agustian, 2020). Sekolah perlu memaksakan diri
untuk menggunakan media online (pembelajaran jarak jauh melalui media online) (Aji,
2020). Sekolah juga dapat memberikan informasi secara terus menerus dan transparan
mengenai program sekolah, prestasi siswa dan informasi lainnya melalui media sosial
442
Aktivitas Jasmani Peserta Didik SMA Negeri di Kecamatan Percut Sei Tuan
Suprayitno
seperti Facebook, Twitter, Instagram dan website Selain media sosial, sekolah juga dapat
menggunakan media cetak seperti majalah, buletin, dan surat kabar.
Guru pendidikan jasmani memilih atau merancang rencana pembelajaran yang sesuai
dengan kondisi kelas dan berusaha mengarahkan peserta didik untuk berperan aktif dan
bertanggung jawab terhadap proses serta hasil belajar. Sedangkan peran guru sebagai
katalisator adalah guru membantu peserta didik dalam menemukan kekuatan, talenta dan
kelebihan mereka. Guru bertindak sebagai pembimbing yang mampu menumbuhkan dan
mengembangkan rasa cinta peserta didik akan proses pembelajaran serta membantu
peserta didik untuk mengerti cara belajar yang optimal. Dalam proses pembelajaran pada
masa pandemi covid-19, guru dapat menerapkan segala kegiatan dalam pembelajaran yang
akan terasa lebih menyenangkan dan lebih bermakna bagi peserta didik. Begitu pentingnya
peran guru dalam mentransformasikan input-input pendidikan, sampai-sampai banyak
pakar menyatakan bahwa di sekolah tidak akan ada perubahan atau peningkatan kualitas
tanpa adanya perubahan dan peningkatan kualitas guru. Pendidikan Sekolah Menengah Atas
merupakan salah satu pendidikan tingkat menengah atas setelah pendidikan tingkat
pertama. Usia peserta didik pada tingkat ini biasanya berkisar 15-19 tahun.
Pembelajaran PJOK yang dilakukan oleh guru dalam kondisi wabah virus corona
(covid-19) yang beranjak menuju kondisi normal, maka dari itu guru harus mendesain
proses pembelajaran yang sesuai dengan tingkat protokol kesehatan yang dianjurkan untuk
melaksanakan pembelajaran disekolah (Fauzi R A, 2020). Proses pembelajaran yang
berubah-rubah berdampak pada aktivitas jasmani yang ada pada peserta didik tersebut.
Padahal aktivitas jasmani sangat dibutuhkan untuk perkembangan peserta didik dalam
kondisi di masa pandemi covid-19. Aktivitas jasmani yang berikan guru kepada peserta didik
membuat peserta didik memiliki tubuh yang sehat dan segar agar tubuh rentang dari
penyakit. Proses kegiatan aktivitas jasmani yang dilakukan guru pada masa sekarang sudah
lebih membaik ketimbang proses pembelajaran praktek dimassa pandemi yang lalu.
Kegiatan aktivitas jasmani yang dilakukan guru disesuaikan dengan tingkat kondisi cuaca
dan pembelajaran yang dibahas pada buku pedoman pembelajaran pendidikan jasmani.
Penelitian yang terfokus pada peserta didik SMA Negeri Kecamatan Percut Sei Tuan dalam
443
Aktivitas Jasmani Peserta Didik SMA Negeri di Kecamatan Percut Sei Tuan
Suprayitno
melaksanakan kegiatan aktivitas jasmani dalam masa new normal. Aktivitas jasmani yang
dilakukan peserta didik sekarang yang sudah menuju new normal sudah dilaksanakan
secara tatap muka akan tetapi aktivitas jasmani tersebut dilaksanakan dengan jumlah
peserta didik 50% dalam kelas tersebut, dikarenakan peraturan yang dibuat dari
pemerintah dan sekolah melakukan kegiatan peraturan tersebut. Menurut Dan (1997),
Kemudian kurangnya jam pembelajaran pendidikan jasmani yang dulunya per-lesnya 45-50
menit sekarang 25-30 menit per-les. Oleh karena itu, bagaimana sekolah menjalankan
proses pembelajaran pendidikan jasmani yang seharusnya menyediakan pembelajaran
aktivitas jasmani (aktivitas fisik) yang sesuai supaya peserta didik proses pembelajaran
pendidikan jasmani yang selama ini kurang efektif bisa menjadi efektif kembali. Untuk itu
perlu kits mengetahui peran guru PJOK melakukan kegiatan aktivitas jasmani dalam
pembelajaran pendidikan jasmani di masa new normal jam pembelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan peserta didik dalam melakukan kegiatan aktivitas jasmani dalam
pembelajaran pendidikan jasmani pada masa new normal dan aktivitas jasmani yang
diberikan guru kepada peserta didik pada saat pembelajaran pendidikan jasmani di masa
new normal.
Menurut Hidayah & Nurhayati (2013:81), Pembelajaran adalah ilmu suatu upaya
yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan,
mengorganisir, dan menciptakan system lingkungan dengan metode sehingga peserta didik
dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan efisien serta dengan hasil optimal.
Pembelajaran mengandung pengertian, bagaimana para guru mengajarkan sesuatu kepada
peserta didik, tetapi disamping itu, juga terjadi peristiwa bagaimana peserta didik
mempelajarinya. Pembelajaran menurut Lutan R (1988:3) adalah proses penataan manusia,
materi dan sumber-sumber untuk keperluan kelancaran proses belajar. Pembelajaran
penjas yang pada jenjan (...truncated)