PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP JUMLAH SEL BETA PANKREAS (Studi Eksperimen Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin)

JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK, Jun 2024

Kondisi hiperglikemi diakibatkan oleh peningkatan gula darah akibat penurunan jumlah insulin. Defisiensi insulin dapat terjadi karena sel-sel b pankreas. Ketika sel b rusak, dengan demikian timbul gangguan fungsi pada sel maka dari itu tidak dapat menaikkan sekresi insulin yang mengakibatkan glukosa darah mengalami peningkatan atau umumnya disebut hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan kopi robusta (Coffea canephora) pada peningkatatan jumlah sel b pankreas pada tikus putih (Rattus novegicus) yang telah diinduksi streptozotocin. Metode penelitian ini yakni true eksperimental dengan desain penelitian Post-Test Only Control Group Design. Sampel yang dipergunakan berupa hewan uji tikus putih (Rattus novegicus) yang dilakukan induksi streptozotocin kemudian diberi perlakuan pemberian seduhan kopi robusta dengan dosis 1 dan 2 mL/250grBB. Data dilakukan analisis menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk serta uji hipotesis Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata – rata jumlah sel beta pankreas pada golongan kontrol negatif 23,17 ± 25,78 kontrol positif 30, 17 ± 47,29 perlakuan satu 62,17 ± 51,94 dan perlakuan dua 37,00 ± 44,38. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian seduhan kopi robusta dengan dosis 1mL/250grBB adalah yang paling baik dalam meningkatkan jumlah sel b pankreas.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/download/4998/3375

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP JUMLAH SEL BETA PANKREAS (Studi Eksperimen Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin)

E-ISSN: 2527-712X Vol. 9 (No.1) Juni 2024, 7-13 JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK Avaiable Online: http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/ PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP JUMLAH SEL BETA PANKREAS (Studi Eksperimen Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin) Eko Naning Sofyanita1, Sonnia Pusparindah Syanubari2, Roni Afriansya3 1,2,3 Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Semarang Email: [email protected], [email protected], .id3 ABSTRAK Kondisi hiperglikemi diakibatkan oleh peningkatan gula darah akibat penurunan jumlah insulin. Defisiensi insulin dapat terjadi karena sel-sel  pankreas. Ketika sel  rusak, dengan demikian timbul gangguan fungsi pada sel maka dari itu tidak dapat menaikkan sekresi insulin yang mengakibatkan glukosa darah mengalami peningkatan atau umumnya disebut hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan kopi robusta (Coffea canephora) pada peningkatatan jumlah sel  pankreas pada tikus putih (Rattus novegicus) yang telah diinduksi streptozotocin. Metode penelitian ini yakni true eksperimental dengan desain penelitian Post-Test Only Control Group Design. Sampel yang dipergunakan berupa hewan uji tikus putih (Rattus novegicus) yang dilakukan induksi streptozotocin kemudian diberi perlakuan pemberian seduhan kopi robusta dengan dosis 1 dan 2 mL/250grBB. Data dilakukan analisis menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk serta uji hipotesis Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata – rata jumlah sel beta pankreas pada golongan kontrol negatif 23,17 ± 25,78 kontrol positif 30, 17 ± 47,29 perlakuan satu 62,17 ± 51,94 dan perlakuan dua 37,00 ± 44,38. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian seduhan kopi robusta dengan dosis 1mL/250grBB adalah yang paling baik dalam meningkatkan jumlah sel  pankreas. Kata Kunci : Hiperglikemia; Sel Beta Pankreas; Kopi Robusta; Streptozotocin ABTRACT Hyperglycemia conditions are caused by an increase in blood sugar due to a decrease in the amount of insulin. Insulin deficiency can occur due to pancreatic  cells. When  cells are damaged, the function of the cells is disrupted so that they are unable to increase insulin secretion, which causes blood glucose to increase or hyperglycemia. This study is for determining the effect of steeping robusta coffee (Coffea canephora) on increasing the number of pancreatic  cells in white rats (Rattus novegicus) that have been induced by streptozotocin. This research method is true experimental with a Post-Test Only Control Group Design research design. The samples used were white rats (Rattus novegicus) that were induced by streptozotocin and then treated with steeping of robusta coffee at doses of 1 and 2 mL/250gBW. Data were analyzed using the Shapiro Wilk normality test and the Kruskal Wallis hypothesis test. The average number of pancreatic beta cells in the negative control group was 23.17 ± 25.78, positive control 30, 17 ± 47.29, treatment one 62.17 ± 51.94 and treatment two 37.00 ± 44.38. Conclusion this study is Giving brewed robusta coffee at a dose of 1mL/250grBB is the best in increasing the number of pancreatic  cells. Keywords: Hyperglycemia; Pancreatic Beta Cells; Robusta Coffee; Streptozotocin PENDAHULUAN Diabetes melitus umumnya disingkat DM ialah penyakit tidak merebak/menular yang masuk pada sebuah kelompok penyakit metabolik yang diiberi tanda dengan keadaan hiperglikemia (Bhatt, Saklani and Upadhayay, 2016). Hiperglikemia disebabkan oleh gagalnya kerja insulin atau sekresi insulin pada 7 Universitas Sari Mutiara Indonesia DOI: https://doi.org/10.51544/jalm.v9i1.4998 Eko Naning Sofyanita et. all | Pengaruh Pemberian Seduhan Kopi Robusta (Coffea Canephora) Terhadap Jumlah Sel Beta Pankreas (Studi Eksperimen Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin) tubuh bahkan dua duanya (Sofyanita and Iswara, 2021). IDF ialah singkatan dari International Diabetes Federation menyebutkan bahwa ada 463 juta orang yang berusia 20 hingga 79 tahun ditahun 2019 atau sama dengan angka antara 9,3% dari seluruh penduduk pada umur yang sama. Indonesia sendiri ada di posisi ke-7 di antara 10 negara dengan jumlah pengidap paling banyak, yakni 10,7 juta (Kemenkes dalam (Siregar, Dewi and Munthe, 2022)). Hiperglikemi sendiri terjadi karena defisiensi insulin (Siahaan and Aruan, 2022). Defisiensi insulin ini bisa timbul dikarenakan sejumlah faktor satu diantaranya yakni rusaknya sel-sel beta pankreas (Bhatt, Saklani and Upadhayay, 2016). Sel beta pankreas apabila mengalami kerusiakan akan menyebabkan tubuh tidak bsia melakukan produksi insulin dengan demikian kadar glukosa pada darah akan mengalami peningkatan atau hiperglikemia (Sofyanita, Iswara and Riadi, 2023). Keadaan hiperglikemi bisa memberikan hasil pembuatan spesies oksigen reaktif atau umumnya disebut ROS. Produksi ROS yang berlimpah bisa menyebabkan stres oksidatif serta menjadikan lebih parah kerusakan sel beta pankreas (Mangiwa and Maryuni, 2019). Diabetes dilakukan pengkontrolan dengan perawatan/pengobatan non farmakologi dan farmakologi yakni menggunakan diet yang sesuai serta memberi obat anti diabetes (Dira and Puspitasari, 2021). Selain obat farmakologi obat alami juga dapat digunakan. Salah satu bahan yang berpotensi dalam mengurangi kadar glukosa darah serta melakukan perbaikan sel – sel beta pankreas adalah kopi robusta (Coffea canephora).Kandungan di dalam kopi robusta yang kaya akan antioksidan dan senyawa aktif lainnya diyakini dapat bermanfaat bagi tubuh. Senyawa aktif yang paling sering ditemukan adalah flavonoid. Flavonoid disebut memiliki aktivitas anti diabetes yang dapat melakukan regenerasi meregenerasi sel β pada pulau langerhans (Kaihena et al., 2019). Kegiatan Universitas Sari Mutiara Indonesia DOI: https://doi.org/10.51544/jalm.v9i1.4998 antioksidan bisa melakukan penangkapan radikal bebas yang menjadi sebab ruskanya sel beta pankreas serta melakukan penghambatan kerusakan sel beta pankreas, mengakibatkan sel beta yang masih ada masih selalu berfungsi (Iswara et al., 2022; Sofyanita, 2024). Antioksidan terkait diperhitungkan dapat melakukan perlindungan seluruh sel-sel beta yang selalu normal, dengan demikian menjadikan mungkin timbulnya regenerasi selsel beta pankreas (Dwi et al., 2015) Selain flavonoid asam klorogenat merupakan bahan inti lain yang ada di dalam kopi. Pada studi yang telah dilakukan oleh (Nieber, 2017) yakni asam klorogenat bisa memberikan rangsangan produksi glukagonlike peptide 1 (GLP-1) yang ialah satu diantara hormon gastrointestinal serta dipahami mempunyai efek pada fungsi sel  pankreas yang menjadikan kuat sekresi insulin (Dwi et al., 2015). Masyarakat mengamati kopi terlalu banyak selaku kebiasaan atau tren saja serta tidak mengerti perihal komponen memberikan manfaat yang terkandung pada kopi. Kopi sebagai bahan pangan dan minuman sangat mudah ditemui di negara kita, mengingat Indonesia merupakan sala (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/download/4998/3375
Article home page: https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/article/view/4998/3375

Sofyanita Eko Naning, Syanubari Sonnia Pusparindah, Roni Afriansya. PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP JUMLAH SEL BETA PANKREAS (Studi Eksperimen Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin), JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK, 2024, pp. 7-13,