E-ISSN: 2527-712X
Vol. 9 (No.1) Juni 2024, 7-13
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
Avaiable Online: http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/ALM/
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KOPI ROBUSTA
(Coffea canephora) TERHADAP JUMLAH SEL BETA PANKREAS
(Studi Eksperimen Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi
Streptozotocin)
Eko Naning Sofyanita1, Sonnia Pusparindah Syanubari2, Roni Afriansya3
1,2,3
Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Semarang
Email:
[email protected],
[email protected], .id3
ABSTRAK
Kondisi hiperglikemi diakibatkan oleh peningkatan gula darah akibat penurunan jumlah insulin. Defisiensi
insulin dapat terjadi karena sel-sel pankreas. Ketika sel rusak, dengan demikian timbul gangguan fungsi pada
sel maka dari itu tidak dapat menaikkan sekresi insulin yang mengakibatkan glukosa darah mengalami
peningkatan atau umumnya disebut hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian seduhan kopi robusta (Coffea canephora) pada peningkatatan jumlah sel pankreas pada tikus putih
(Rattus novegicus) yang telah diinduksi streptozotocin. Metode penelitian ini yakni true eksperimental dengan
desain penelitian Post-Test Only Control Group Design. Sampel yang dipergunakan berupa hewan uji tikus putih
(Rattus novegicus) yang dilakukan induksi streptozotocin kemudian diberi perlakuan pemberian seduhan kopi
robusta dengan dosis 1 dan 2 mL/250grBB. Data dilakukan analisis menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk
serta uji hipotesis Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata – rata jumlah sel beta pankreas pada
golongan kontrol negatif 23,17 ± 25,78 kontrol positif 30, 17 ± 47,29 perlakuan satu 62,17 ± 51,94 dan perlakuan
dua 37,00 ± 44,38. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian seduhan kopi robusta dengan dosis
1mL/250grBB adalah yang paling baik dalam meningkatkan jumlah sel pankreas.
Kata Kunci : Hiperglikemia; Sel Beta Pankreas; Kopi Robusta; Streptozotocin
ABTRACT
Hyperglycemia conditions are caused by an increase in blood sugar due to a decrease in the amount of insulin.
Insulin deficiency can occur due to pancreatic cells. When cells are damaged, the function of the cells is
disrupted so that they are unable to increase insulin secretion, which causes blood glucose to increase or
hyperglycemia. This study is for determining the effect of steeping robusta coffee (Coffea canephora) on
increasing the number of pancreatic cells in white rats (Rattus novegicus) that have been induced by
streptozotocin. This research method is true experimental with a Post-Test Only Control Group Design research
design. The samples used were white rats (Rattus novegicus) that were induced by streptozotocin and then treated
with steeping of robusta coffee at doses of 1 and 2 mL/250gBW. Data were analyzed using the Shapiro Wilk
normality test and the Kruskal Wallis hypothesis test. The average number of pancreatic beta cells in the negative
control group was 23.17 ± 25.78, positive control 30, 17 ± 47.29, treatment one 62.17 ± 51.94 and treatment
two 37.00 ± 44.38. Conclusion this study is Giving brewed robusta coffee at a dose of 1mL/250grBB is the best
in increasing the number of pancreatic cells.
Keywords: Hyperglycemia; Pancreatic Beta Cells; Robusta Coffee; Streptozotocin
PENDAHULUAN
Diabetes melitus umumnya disingkat
DM ialah penyakit tidak merebak/menular
yang masuk pada sebuah kelompok penyakit
metabolik yang diiberi tanda dengan keadaan
hiperglikemia (Bhatt, Saklani and Upadhayay,
2016). Hiperglikemia disebabkan oleh
gagalnya kerja insulin atau sekresi insulin pada
7
Universitas Sari Mutiara Indonesia
DOI: https://doi.org/10.51544/jalm.v9i1.4998
Eko Naning Sofyanita et. all | Pengaruh Pemberian Seduhan Kopi Robusta (Coffea Canephora) Terhadap Jumlah
Sel Beta Pankreas (Studi Eksperimen Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin)
tubuh bahkan dua duanya (Sofyanita and
Iswara, 2021). IDF ialah singkatan dari
International
Diabetes
Federation
menyebutkan bahwa ada 463 juta orang yang
berusia 20 hingga 79 tahun ditahun 2019 atau
sama dengan angka antara 9,3% dari seluruh
penduduk pada umur yang sama. Indonesia
sendiri ada di posisi ke-7 di antara 10 negara
dengan jumlah
pengidap paling banyak,
yakni 10,7 juta (Kemenkes dalam (Siregar,
Dewi and Munthe, 2022)).
Hiperglikemi sendiri terjadi karena
defisiensi insulin (Siahaan and Aruan, 2022).
Defisiensi insulin ini bisa timbul dikarenakan
sejumlah faktor satu diantaranya yakni
rusaknya sel-sel beta pankreas (Bhatt, Saklani
and Upadhayay, 2016). Sel beta pankreas
apabila
mengalami
kerusiakan
akan
menyebabkan tubuh tidak bsia melakukan
produksi insulin dengan demikian kadar
glukosa pada darah akan mengalami
peningkatan atau hiperglikemia (Sofyanita,
Iswara and Riadi, 2023). Keadaan hiperglikemi
bisa memberikan hasil pembuatan spesies
oksigen reaktif atau umumnya disebut ROS.
Produksi ROS yang berlimpah bisa
menyebabkan stres oksidatif serta menjadikan
lebih parah kerusakan sel beta pankreas
(Mangiwa and Maryuni, 2019).
Diabetes
dilakukan
pengkontrolan
dengan
perawatan/pengobatan
non
farmakologi
dan
farmakologi
yakni
menggunakan diet yang sesuai serta memberi
obat anti diabetes (Dira and Puspitasari, 2021).
Selain obat farmakologi obat alami juga dapat
digunakan. Salah satu bahan yang berpotensi
dalam mengurangi kadar glukosa darah serta
melakukan perbaikan sel – sel beta pankreas
adalah
kopi
robusta
(Coffea
canephora).Kandungan di dalam kopi robusta
yang kaya akan antioksidan dan senyawa aktif
lainnya diyakini dapat bermanfaat bagi tubuh.
Senyawa aktif yang paling sering ditemukan
adalah flavonoid. Flavonoid disebut memiliki
aktivitas anti diabetes yang dapat melakukan
regenerasi meregenerasi sel β pada pulau
langerhans (Kaihena et al., 2019). Kegiatan
Universitas Sari Mutiara Indonesia
DOI: https://doi.org/10.51544/jalm.v9i1.4998
antioksidan bisa melakukan penangkapan
radikal bebas yang menjadi sebab ruskanya sel
beta pankreas serta melakukan penghambatan
kerusakan sel beta pankreas, mengakibatkan sel
beta yang masih ada masih selalu berfungsi
(Iswara et al., 2022; Sofyanita, 2024).
Antioksidan terkait diperhitungkan dapat
melakukan perlindungan seluruh sel-sel beta
yang selalu normal, dengan demikian
menjadikan mungkin timbulnya regenerasi selsel beta pankreas (Dwi et al., 2015)
Selain flavonoid asam klorogenat
merupakan bahan inti lain yang ada di dalam
kopi. Pada studi yang telah dilakukan oleh
(Nieber, 2017) yakni asam klorogenat bisa
memberikan rangsangan produksi glukagonlike peptide 1 (GLP-1) yang ialah satu diantara
hormon gastrointestinal serta dipahami
mempunyai efek pada fungsi sel pankreas
yang menjadikan kuat sekresi insulin (Dwi et
al., 2015).
Masyarakat mengamati kopi terlalu
banyak selaku kebiasaan atau tren saja serta
tidak mengerti perihal komponen memberikan
manfaat yang terkandung pada kopi. Kopi
sebagai bahan pangan dan minuman sangat
mudah ditemui di negara kita, mengingat
Indonesia merupakan sala (...truncated)