MANFAAT MINUMAN JAHE MERAH DALAM MENGURANGI DISMENOREA PRIMER

Sep 2019

Dismenorea merupakan keluhan pasien ginekologi yang paling umum terjadi. Dismenorea primer sering terjadi pada usia muda/remaja dengan keluhan nyeri seperti kram dan lokasinya ditengah bawah rahim. Dismenorea dialami 75% dari seluruh wanita. Sebanyak 14-26% remaja tidak dapat mengikuti kegiatan sebagai akibat dari dismenorea. Dismenorea dapat ditangani melalui terapi non farmakologis, salah satunya menggunakan jahe merah.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat jahe merah dalam mengurangi dismenorhea primer pada siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung.Jenis penelitian eksperimen, rancangan penelitian menggunakan pre eksperimental pendekatan one group pre test post test design). Pupolasi adalah siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebanyak 224 siswi, sampel berjumlah 34 dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi skala nyeri NRS. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji T bahwa p-value 0,000 < α ( 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa jahe merah bermanfaat dalam mengurangi dismenorea primer pada remaja. Bagi remaja diharapkan untuk dapat mengkonsumsi minuman jahe merah dalam menangani dismenorea

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/download/886/pdf

MANFAAT MINUMAN JAHE MERAH DALAM MENGURANGI DISMENOREA PRIMER

JURNAL KEBIDANAN Vol 5, No 1, Januari 2019 : 39-42 MANFAAT MINUMAN JAHE MERAH DALAM MENGURANGI DISMENOREA PRIMER Ana Mariza1), Sunarsih2) 1Dosen Prodi Kebidanan Universitas Malahayati Email: 2Dosen Prodi Kebidanan Universitas Malahayatai Email: ABSTRACT Dysmenorrhea is the most common complaint of gynecological patients. Primary dysmenorrhoea often occurs at a young age / adolescent with complaints of pain such as cramps and its location in the middle of the uterus. Dysmenorrhea affects 75% of all women. As many as 14-26% of adolescents cannot participate in activities as a result of dysmenorrhea. Dysmenorrhea can be treated through non-pharmacological therapy, one of which is using red ginger. The purpose of this study was to determine the benefits of red ginger in reducing primary dysmenorrhea in students of Bandar Lampung Muhammadiyah 2 High School. Research type experiment, the study design used pre experimental design with the approach of one group pre test post test design. The population is 224 Muhammadiyah 2 high school students in Bandar Lampung with a total of 34 students, with a purposive sampling technique. Retrieval of data using NRS pain scale observation sheet. Data analysis using univariate and bivariate with T-Test. The results showed the results of the T-Test that p-value 0,000 <α (0,05) so that it can be concluded that red ginger is useful in reducing primary dysmenorrhoea in adolescents. For teenagers, they are expected to be able to consume red ginger drinks in dealing with dysmenorrhea Keywords: Red Ginger Drinks, Dysmenorrhoea ABSTRAK Dismenorea merupakan keluhan pasien ginekologi yang paling umum terjadi. Dismenorea primer sering terjadi pada usia muda/remaja dengan keluhan nyeri seperti kram dan lokasinya ditengah bawah rahim. Dismenorea dialami 75% dari seluruh wanita. Sebanyak 14-26% remaja tidak dapat mengikuti kegiatan sebagai akibat dari dismenorea. Dismenorea dapat ditangani melalui terapi non farmakologis, salah satunya menggunakan jahe merah.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat jahe merah dalam mengurangi dismenorhea primer pada siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Jenispenelitianeksperimen, rancangan penelitian menggunakan pre eksperimental design dengan pendekatan one group pre testpost test design. Populasi adalah siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebanyak 224 siswi, sampel berjumlah 34 dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi skala nyeri NRS. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji T-Test bahwa p-value 0,000 <α ( 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa jahe merah bermanfaat dalam mengurangi dismenorea primer pada remaja. Bagi remaja diharapkan untuk dapat mengkonsumsi minuman jahe merah dalam menangani dismenorea Kata kunci : Minuman Jahe Merah, Dismenorea PENDAHULUAN Kesehatan reproduksi merupakan masalah penting untuk mendapat perhatian terutama dikalangan remaja. Remaja merupakan kelompok yang memiliki berbagai kekuatan dan potensi yang hebat (Surbakti, F. B. (2009)., merekalah yang akan melahirkan generasi baru penerus bangsa (Sadli Saparinah, 2010) Pada remaja terjadi suatu pertumbuhan fisik yang cepat disertai dengan perubahan, termasuk didalamnya pertumbuhan organ reproduksi (organ seksual) sehingga tercapai kematangan yang ditunjukan dengan kemampuan melaksanakan fungsi reproduksi. Perubahan yang terjadi pada pertumbuhan tersebut diikuti munculnya tanda seks primer. Pada perempuan kematangan organ 40 Ana Mariza, Sunarsih reproduksi ditandani dengan datangnya menstruasi atau menarch (Widyastuti, Y., Rahmawati, A., & Purnamaningrum, Y. E. (2009) Menstruasi adalah proses meluruhnya jaringan endometrium karena tidak adanya telur matang yang dibuahi oleh sperma. Menstruasi merupakan hal yang wajar dan alami sehingga dapat dipastikan bahwa semua wanita normal akan memgalami proses ini. Meskipun demikian, pada kenyataannya banyak wanita yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya adalah nyeri menstruasi (dismenorea) (Wong, M. F. (2011) Dismenorea adalah nyeri pada waktu haid terasa diperut bagian bawah atau daerah bujur sangkar michaelis, nyeri terasa sebelum, selama dan sesudah haid. Dapat bersifat kholik atau terusterus. Dismenorea adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Dismenorea dibagi menjadi primer dan sekunder (Pieter, H. Z., & Lubis, N. L. (2010) Dismenorea primer sering terjadi pada usia muda/remaja dengan keluhan nyeri seperti kram dan lokasinya ditengah bawah rahim. Dismenorea primer sering diikuti dengan keluhan mual, muntah, diare, nyeri kepala. Nyeri dismenorea yang berat menyebabkan perempuan datang berobat ke dokter atau mengobati dirinya sendiri dengan obat anti nyeri (Sarwono, H. (2014). Di Indonesia presentase kejadian dismenorea primer sebesar 64,8% dan dismenorea sekunder sebesar 19,36%. Pada remaja putri gejala dismenorea primer ditemukan 1 sampai 2 tahun setelah mengalami haid yang pertama. Dismenorea tersebut menyebabkan remaja tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya (BKKBN.2014) Dismenorea dapat ditangani melalui terapi non-farmakologi, salah satunya menggunakan jahe merah. Seperti teori yang menyatakan bahwa jahe merah direkomendasikan untuk wanita penderita dismenorea. Jahe merah mengandung senyawa penting diantaranya yaitu oleoresin (gingerol dan shogoal), fenol (gingerol dan zingeron). Zat gingerol didalam jahe memiliki sifat pereda rasa sakit, antipiretik dan sedatif. Penggunaanya yaitu jahe yang dikeringkan dalam bentuk kapsul (250 mg 4x/hari selama 4-5 hari). Mengunyah umbi dianjurkan sebagai obat cepat (Sinclair, C. (2010). Jahe merah mempunyai kandungan mintak atsiri serta mempunyai rasa yang pedas karena adanya senyawa keton yang diberi nama zingeronv (Andareto, O. (2015). Kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih tinggi dibandingkan jahe jenis lainnya (Pramudya, Adi. 2016. Kandungan minyak atsiri jahe merah sekitar 3,9%, sementara jahe emprit mengandung 1,5-3,5% minyak atsiri, sedangkan jahe gajah hanya memiliki kandungan minyak atsiri sekitar 1,6% saja (Hariana, H. A. (2013) METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian eksperimen, rancangan penelitian menggunakan Pre experimental design denganpendekatan one group pre dan post test pendekatan one group pre test post test. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung pada tanggal 9 April – 4 Juni 2018. Populasi adalah siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebanyak 224 siswi, sampel berjumlah 34 dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi skala nyeri NRS. Analisis data menggunakan uji ttest. HASIL PENELITIAN Pada tabel 1, diketahui bahwa sebelum dilakukan intervensi terhadap 34 responden, mean skala nyeri menstruasi adalah 5,82. Sedangkan setelah intervensi diketahui bahwa mean skala nyeri menstruasi adalah 3,68. Berdasarkan analisis data dengan uji T-Test menunjukkan bahwa p-value 0,000 <α ( 0,05) sehingga dapat disimp (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/download/886/pdf
Article home page: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/886/pdf

Ana Mariza, Sunarsih Sunarsih. MANFAAT MINUMAN JAHE MERAH DALAM MENGURANGI DISMENOREA PRIMER, 2019,