Pola Komunikasi Guru dan Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik

IQRO: Journal of Islamic Education, Sep 2018

This study uses a type of qualitative research (qualitative research), which aims.1), to determine the pattern of communication between parents and teachers in the moral development of students in SMA Negeri 2 Sukamaju District. Luwu Utara; 2) To find out the form of moral coaching of parents towards learning that is studying at SMA Negeri 2 Sukamaju district. Luwu Utara;3) to find out the form of moral coaching of students in schools conducted by the teacher; 4) to find out what is the teacher and teacher in the moral development of students. The results showed that 1) the pattern of communication and cooperation between parents and teachers in the moral coaching of students was good enough because there were parents and teachers in fostering the morality of students in SMA 2 Sukamaju; 2) There are several forms of parental moral coaching to students in SMA 2 Sukamaju; 3) Forms of Moral Coaching for Students in SMA 2 Sukamaju can be grouped into two forms of moral coaching, namely morality to humans, and the environment; 4) Constraints in the moral development of students are the family environment, association, and electronic media.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/download/315/249

Pola Komunikasi Guru dan Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik

IQRO: Journal of Islamic Education Juli 2018, Vol.1, No.1, hal.85-104 ISSN(P): 2622-2671; ISSN(E): 2622-3201 ©2018 Pendidikan Agama Islam IAIN Palopo. http://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro Pola Komunikasi Guru dan Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik 1Puji Lestari, 2Alauddin 1,2Program Studi Pendidikan Agama Islam, FTIK, IAIN Palopo E-mail: Abstract This study uses a type of qualitative research (qualitative research), which aims.1), to determine the pattern of communication between parents and teachers in the moral development of students in SMA Negeri 2 Sukamaju District. Luwu Utara; 2) To find out the form of moral coaching of parents towards learning that is studying at SMA Negeri 2 Sukamaju district. Luwu Utara;3) to find out the form of moral coaching of students in schools conducted by the teacher; 4) to find out what is the teacher and teacher in the moral development of students. The results showed that 1) the pattern of communication and cooperation between parents and teachers in the moral coaching of students was good enough because there were parents and teachers in fostering the morality of students in SMA 2 Sukamaju; 2) There are several forms of parental moral coaching to students in SMA 2 Sukamaju; 3) Forms of Moral Coaching for Students in SMA 2 Sukamaju can be grouped into two forms of moral coaching, namely morality to humans, and the environment; 4) Constraints in the moral development of students are the family environment, association, and electronic media. Keywords: Communication Pattern, Teacher, Parents, Moral Development Abstrak Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif (qualitive research), yang bertujuan.1), untuk mengetahui pola komunikasi antara orang tua dan guru dalam pembinaan akhlak peserta didik di SMA Negeri 2 Sukamaju Kab. Luwu Utara. 2) untuk mengetahui bentuk pembinaan akhlak orang tua terhadap anaknya yang belajar di SMA Negeri 2 Sukamaju kab. Luwu utara.3) untuk mengetahui bentuk pembinaan akhlak peserta didik di sekolah yang dilakukan oleh guru 4) untuk mengetahui faktor apa yang menjadi kendala dan usaha orang tua dan guru dalam pembinaan akhlak peserta didik. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pola komunikasi dan Kerja sama antara orang tua dan guru dalam pembinaan akhlak peserta didik sudah cukup baik sebab adanya kerja sama antara orang tua dan guru dalam membina akhlak peserta didik di SMA Negeri 2 Sukamaju. 2) ada beberapa Bentuk Pembinaan Akhlak Orang Tua Terhadap Peserta Didik di SMA Negeri 2 Sukamaju. 3) Bentuk Pembinaan Akhlak terhadap Peserta Didik di SMA Negeri 2 Sukamaju bisa dikelompokan menjadi dua bentuk pembinaan akhlak,yaitu akhlak kepada manusia, dan lingkungan.4)Kendala di dalam pembinaan akhlak peserta didik yaitu lingkungan keluarga, pergaulan, dan media elektronik. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Guru, Orang Tua, Pembinaan Akhlak 86 | Puji Lestari, dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 1, No.1, Juli 2018. 85–104 Pendahuluan Pendidikan akhlak dimaksudkan untuk mengarahkan watak, karakter, dan perilaku kepada perilaku yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, tentang bagaimana cara berucap, berperilaku serta memperlakukan orang lain secara baik sesuai dengan tatanan akhlak islamiyah. Allah swt. berfirman dalam Qs. al-Ahzab /33:21: ‫َّللاَ َوا ْليَ ْو َم ْاْل ِخ َر َو َذ َك َر ه‬ ‫ان يَرْ جُو ه‬ ‫ُول ه‬ ‫َّللاَ َكثِير‬ َ ‫َّللاِ أُ ْس َوةٌ َح َسنَةٌ لِ َم ْن َك‬ َ ‫لَقَ ْد َك‬ ِ ‫ان لَ ُك ْم فِي َرس‬ Terjemahnya: ‘’Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”1 Kaitannya dengan kondisi peserta didik di SMA Negeri 2 Sukamajumenurut wakil kesiswaan Bapak Sugianto seperti minum-minuman keras,pelecehan seksual, narkoba, merusak milik orang, balapandijalan raya, perkelahian antar kelompok, mengganggu teman, melawan guru, dan perilaku menyimpang lainnya. sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Akibat yang ditimbulkan cukup serius dan tidak dapat dianggap sebagai suatu persoalan sederhana. Karena sering menjurus kepada tindak kriminal.2 Salah satu faktor utama Peneliti mengambil lokasi penelitian tersebut di SMA Negeri 2 Sukamaju, hal itu disebabkan pola pembinaan akhlak yang masih minim dan renggangnya kehidupan peserta didik dari nilai-nilai agama. Perhatian orang tua untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini pada anak-anak pun sudah mulai menipis.Agama seolah-olah hanya persoalan Departemen agama RI, al-Qur’anul Karim dan Terjemahannya (Jakarta:Yayasan Penyelenggara Penterjemah al-Qur’an,2008),h.670 2 Sugianto, (WK. Kesiswaan SMA Negeri 2 Sukamaju), wawancara, tanggal 18 September 2016 1 Puji Lestari, dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 1, No.1, Juli 2018. 85–104| 87 ritual dan hubungan pribadi sebagai hamba dengan Tuhannya yang sepenuhnya menjadi urusan Guru di sekolah. Sehingga hal terebut sangat berpengaruh pada akhlak peserta didik untuk melakukan hal-hal yang mengarah pada tindakan yang melanggar tatanan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antara orang tua dan guru dalam membentuk dan mengarahkan peserta didik yang mana pada akhirnya melahirkan rasa saling asih, asah dan asuh, dan bahkan menimbulkan perasaan saling memiliki dan bekerja sama antara satu dengan yang lainnya. Kerangka Teoretis Akhlak, kata “akhlaq” berasal dari bahasa Arab, yaitu jama’ dari “khuluqun” yang secara linguistik diartikan sebagai budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat, tata karma, sopan santun, adab, dan tindakan. 3Tabiat atau watak dilahirkan karena hasil perbuatan yang diulang - ulang sehingga menjadi biasa. Perkataan akhlak sering disebut kesusilaan, sopan santun dalam bahasa Indonesia; moral, ethnic dalam bahasa Inggris, dan ethos, ethios dalam bahasa Yunani. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun yang berarti kejadian, yang juga erat hubungannya dengan khaliq yang berarti pencipta; demikian pula dengan makhluqun yang berarti yang diciptakan. Adapun definisi akhlak menurut istilah ialah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan, tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Berikut ada beberapa pendapat tentang pengertian akhlak itu sendiri a. Menurut Zuhairini akhlak dalam agama Islam ialah “Suatu ilmu yang dipelajari di dalamnya tingkah laku manusia, atau sikap hidup manusia (the humanconduct) dalam pergaulan hidup”.4 Beni Ahmad Saebani & Abdul Hamid, Ilmu Akhlak, (Bandung : CV. Pustaka Setia, 2010), h. 13 4 Zuhairini, dkk, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008), h. 51 3 88 | Puji Lestari, dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 1, No.1, Juli 2018. 85–104 b. Menurut Imam Al-Ghazali mengemukakan definisi akhlak yaitu sifat yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pe (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/download/315/249
Article home page: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/view/315/249

Puji Lestari. Pola Komunikasi Guru dan Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik, IQRO: Journal of Islamic Education, 2018, pp. 85-104,