Pola Komunikasi Guru dan Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik
IQRO: Journal of Islamic Education
Juli 2018, Vol.1, No.1, hal.85-104
ISSN(P): 2622-2671; ISSN(E): 2622-3201
©2018 Pendidikan Agama Islam IAIN Palopo. http://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro
Pola Komunikasi Guru dan Orang Tua dalam
Pembinaan Akhlak Peserta Didik
1Puji Lestari, 2Alauddin
1,2Program Studi Pendidikan Agama Islam, FTIK, IAIN Palopo
E-mail:
Abstract
This study uses a type of qualitative research (qualitative research), which aims.1), to
determine the pattern of communication between parents and teachers in the moral
development of students in SMA Negeri 2 Sukamaju District. Luwu Utara; 2) To find out the
form of moral coaching of parents towards learning that is studying at SMA Negeri 2 Sukamaju
district. Luwu Utara;3) to find out the form of moral coaching of students in schools conducted
by the teacher; 4) to find out what is the teacher and teacher in the moral development of
students. The results showed that 1) the pattern of communication and cooperation between
parents and teachers in the moral coaching of students was good enough because there were
parents and teachers in fostering the morality of students in SMA 2 Sukamaju; 2) There are
several forms of parental moral coaching to students in SMA 2 Sukamaju; 3) Forms of Moral
Coaching for Students in SMA 2 Sukamaju can be grouped into two forms of moral coaching,
namely morality to humans, and the environment; 4) Constraints in the moral development of
students are the family environment, association, and electronic media.
Keywords: Communication Pattern, Teacher, Parents, Moral Development
Abstrak
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif (qualitive research), yang bertujuan.1),
untuk mengetahui pola komunikasi antara orang tua dan guru dalam pembinaan akhlak
peserta didik di SMA Negeri 2 Sukamaju Kab. Luwu Utara. 2) untuk mengetahui bentuk
pembinaan akhlak orang tua terhadap anaknya yang belajar di SMA Negeri 2 Sukamaju kab.
Luwu utara.3) untuk mengetahui bentuk pembinaan akhlak peserta didik di sekolah yang
dilakukan oleh guru 4) untuk mengetahui faktor apa yang menjadi kendala dan usaha orang
tua dan guru dalam pembinaan akhlak peserta didik. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1)
Pola komunikasi dan Kerja sama antara orang tua dan guru dalam pembinaan akhlak peserta
didik sudah cukup baik sebab adanya kerja sama antara orang tua dan guru dalam membina
akhlak peserta didik di SMA Negeri 2 Sukamaju. 2) ada beberapa Bentuk Pembinaan Akhlak
Orang Tua Terhadap Peserta Didik di SMA Negeri 2 Sukamaju. 3) Bentuk Pembinaan Akhlak
terhadap Peserta Didik di SMA Negeri 2 Sukamaju bisa dikelompokan menjadi dua bentuk
pembinaan akhlak,yaitu akhlak kepada manusia, dan lingkungan.4)Kendala di dalam
pembinaan akhlak peserta didik yaitu lingkungan keluarga, pergaulan, dan media elektronik.
Kata Kunci: Pola Komunikasi, Guru, Orang Tua, Pembinaan Akhlak
86 | Puji Lestari, dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 1, No.1, Juli 2018. 85–104
Pendahuluan
Pendidikan akhlak dimaksudkan untuk mengarahkan watak, karakter,
dan perilaku kepada perilaku yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw,
tentang bagaimana cara berucap, berperilaku serta memperlakukan orang lain
secara baik sesuai dengan tatanan akhlak islamiyah. Allah swt. berfirman
dalam Qs. al-Ahzab /33:21:
َّللاَ َوا ْليَ ْو َم ْاْل ِخ َر َو َذ َك َر ه
ان يَرْ جُو ه
ُول ه
َّللاَ َكثِير
َ َّللاِ أُ ْس َوةٌ َح َسنَةٌ لِ َم ْن َك
َ لَقَ ْد َك
ِ ان لَ ُك ْم فِي َرس
Terjemahnya:
‘’Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari
kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”1
Kaitannya dengan kondisi peserta didik di SMA Negeri 2
Sukamajumenurut wakil kesiswaan Bapak Sugianto seperti minum-minuman
keras,pelecehan seksual, narkoba, merusak milik orang, balapandijalan raya,
perkelahian antar kelompok, mengganggu teman, melawan guru, dan perilaku
menyimpang lainnya. sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat ini
belum dapat diatasi secara tuntas. Akibat yang ditimbulkan cukup serius dan
tidak dapat dianggap sebagai suatu persoalan sederhana. Karena sering
menjurus kepada tindak kriminal.2
Salah satu faktor utama Peneliti mengambil lokasi penelitian tersebut
di SMA Negeri 2 Sukamaju, hal itu disebabkan pola pembinaan akhlak yang
masih minim dan renggangnya kehidupan peserta didik dari nilai-nilai agama.
Perhatian orang tua untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini pada
anak-anak pun sudah mulai menipis.Agama seolah-olah hanya persoalan
Departemen agama RI, al-Qur’anul Karim dan Terjemahannya (Jakarta:Yayasan
Penyelenggara Penterjemah al-Qur’an,2008),h.670
2
Sugianto, (WK. Kesiswaan SMA Negeri 2 Sukamaju), wawancara, tanggal 18
September 2016
1
Puji Lestari, dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 1, No.1, Juli 2018. 85–104| 87
ritual dan hubungan pribadi sebagai hamba dengan Tuhannya yang
sepenuhnya menjadi urusan Guru di sekolah. Sehingga hal terebut sangat
berpengaruh pada akhlak peserta didik untuk melakukan hal-hal yang
mengarah pada tindakan yang melanggar tatanan sosial kemasyarakatan. Oleh
karena itu, dibutuhkan kerja sama antara orang tua dan guru dalam
membentuk dan mengarahkan peserta didik yang mana pada akhirnya
melahirkan rasa saling asih, asah dan asuh, dan bahkan menimbulkan
perasaan saling memiliki dan bekerja sama antara satu dengan yang lainnya.
Kerangka Teoretis
Akhlak, kata “akhlaq” berasal dari bahasa Arab,
yaitu jama’ dari
“khuluqun” yang secara linguistik diartikan sebagai budi pekerti, perangai,
tingkah laku atau tabiat, tata karma, sopan santun, adab, dan tindakan. 3Tabiat
atau watak dilahirkan karena hasil perbuatan yang diulang - ulang sehingga
menjadi biasa. Perkataan akhlak sering disebut kesusilaan, sopan santun
dalam bahasa Indonesia; moral, ethnic dalam bahasa Inggris, dan ethos, ethios
dalam bahasa Yunani. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian
dengan perkataan khalqun yang berarti kejadian, yang juga erat hubungannya
dengan khaliq yang berarti pencipta; demikian pula dengan makhluqun yang
berarti yang diciptakan.
Adapun definisi akhlak menurut istilah ialah kehendak jiwa manusia
yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan, tanpa
memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu.
Berikut ada beberapa pendapat tentang pengertian akhlak itu sendiri
a.
Menurut Zuhairini akhlak dalam agama Islam ialah “Suatu ilmu yang
dipelajari di dalamnya tingkah laku manusia, atau sikap hidup manusia
(the humanconduct) dalam pergaulan hidup”.4
Beni Ahmad Saebani & Abdul Hamid, Ilmu Akhlak, (Bandung : CV. Pustaka Setia,
2010), h. 13
4
Zuhairini, dkk, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008), h. 51
3
88 | Puji Lestari, dkk/ IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 1, No.1, Juli 2018. 85–104
b.
Menurut Imam Al-Ghazali mengemukakan definisi akhlak yaitu sifat yang
tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatan-perbuatan
dengan mudah, dengan tidak memerlukan pe (...truncated)