Analisis Aplikasi Moderasi Beragama Pada Pembelajaran Agama Islam
IQRO: Journal of Islamic Education
Desember-2023, Vol.6, No.2, hal. 107-122
ISSN(P): 2622-2671; ISSN(E): 2622-3201
©2023 Pendidikan Agama Islam IAIN Palopo. http://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro
Analisis Aplikasi Moderasi Beragama Pada
Pembelajaran Agama Islam
1Yasmansyah, 2Iswantir, 3Mega
1,2Universitas
Adyna Movitaria
Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 3IAI Sumatera Barat
Email: ,
Abstract
The rise of fanatics and terrorist attacks carried out in the name of Islam is soaring rapidly
around the world, especially in Indonesia, which poses a threat to religious freedom. Islam is still
a target of criticism in the country, and jihadist dogma has been perverted into a pretext to exert
pressure on Muslims under the guise of religion. The purpose of this study was to analyze the
application of religious moderation in Islamic religious education at SMA Negeri 1 Batusangkar.
The research method used is a qualitative method with a field study approach. The results of the
study found that SMAN 1 Batusangkar can instill moderation in the student community, even
students who have a religious disposition, very significantly. Some religious attitudes in students
are firm, caring and fair.
Keywords: religious Moderation; Islamic religious education
Abstrak
Maraknya fanatik dan serangan teroris yang dilakukan atas nama Islam melambung pesat di
seluruh dunia, khususnya di Indonesia, yang merupakan ancaman bagi kebebasan dalam
beragama. Islam masih menjadi sasaran kritik di negara ini, dan dogma jihad telah
diselewengkan menjadi dalih untuk melakukan tekanan pada umat Islam dengan kedok agama.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis aplikasi moderasi beragama pada pendidikan agama
islam di SMA Negeri 1 Batusangkar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif
dengan pendekatan studi lapangan. Hasil penelitian ditemukan bahwa SMAN 1 Batusangkar
dapat menanamkan moderasi dalam komunitas siswa, bahkan siswa yang memiliki disposisi
religius, sangat signifikan. Beberapa sikap religious pada siswa yaitu sikap tegas, peduli dan adil,
Kata Kunci: Moderasi beragama; Pendidikan Agama Islam.
Pendahuluan
Negara Indonesia merupakan negara yang menunjukkan banyak
perbedaan dari negara lain dalam hal populasi, ras, bahasa, dan budayanya
yang beragam. Dan memiliki berbagai keyakinan, yaitu Islam, Katolik, Hindu,
Kristen, Konghucu dan Buddha, merupakan banyaknya agama yang dilegalkan
di Negera Indonesia. Islam merupakan salah satu agama mayoritas dan
dilegalkan oleh negara. Di sisi lain, perkembangan agama di Indonesia telah
108 | Yasmansyah, dkk, , IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6, No.2, Desember 2023. 107-122
membentuk ciri khas kekayaan budaya dan menyokong masyarakat Indonesia
menjadi sumber inspirasi yang melimpah bagi berlangsungnya sistem
demokrasi negara. Indonesia adalah rumah bagi ratusan kelompok etnis,
bahasa daerah, dan kearifan lokal. Keragaman suatu negara, dimana tidak ada
keraguan bahwa ia memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal
pencapaian.
Maraknya fanatik dan serangan teroris yang dilakukan atas nama Islam
melambung pesat di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, yang merupakan
ancaman bagi kebebasan dalam beragama. Menurut jalil bahwa Islam masih
menjadi sasaran kritik di negara ini, dan dogma jihad telah diselewengkan
menjadi dalih untuk melakukan tekanan pada umat Islam dengan kedok
agama1.
Masalah ini adalah kesenjangan di antar kelompok masyarakat yang
berbeda, terutama perbedaan pendapat dan kepentingan, yang dapat
menimbulkan gagasan dengan solusi yang mempromosikan harmoni,
persatuan, dan perdamaian dalam budaya agama, bangsa, dan negara. Hidup
moderat untuk memerangi radikalisme, fanatisme, dan kekerasan. Bahasa
Indonesia "moderasi beragama" berasal dari "Islam moderat" atau "moderasi
mendalam," yang keduanya mengandung frasa tersebut. Minoritas Muslim
sering mengangkat masalah ini. Menurutnya, Islam adalah Islam saja,
terutama Islam moderat. Istilah "moderat" adalah kata lain untuk "Wasatiya
Islam," yang disebutkan dalam Al-Quran 2:143. Allah SWT mengatakan: Ingat,
kami sudah memberitahumu. Dalam bahasa Arab, Islam moderat disebut alWasathiyyah atau al-Islamiyyah. I'tidal wa Ta'adul, dua istilah Al-Qaradawi,
berarti rekonsiliasi. Menurut Almu’tasim Ini disebut moderasi dalam Islam,
perspektif atau tindakan yang menyeimbangkan dua ekstrem, memastikan
bahwa tidak ada perspektif yang mendominasi pemikiran dan karakter
individu2.
Abdul Jalil, “Aksi Kekerasan Atas Nama Agama,” Andragogi: Jurnal Diklat Teknis
Pendidikan Dan Keagamaan 9, no. 2 (2021): 220–34.
2
Amru Almu’tasim, “Berkaca NU Dan Muhammadiyah Dalam Mewujudkan Nilai-Nilai
Moderasi Islam Di Indonesia,” TARBIYA ISLAMIA: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman 8, no. 2
(2019): 199–212.
1
Yasmansyah, dkk, , IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6, No.2, Desember 2023. 107-122 | 109
Sistem pendidikan saat ini menggunakan kurikulum 2013, yang ditandai
dengan fokusnya pada pengembangan karakter dan keterampilan. Tujuannya
adalah untuk menghasilkan warga negara Indonesia yang memiliki
kepribadian yang saleh, inovatif, produktif, dan kreatif, mampu memberikan
kontribusi yang berarti bagi masyarakat dan bangsa. Menurut Yusuf
Kurikulum 2013 menekankan pada dua jenis proses pembelajaran: a)
instruksi langsung, atau "pembelajaran instruksi langsung," dan b) instruksi
tidak langsung, atau "pembelajaran instruksi tidak langsung," atau
"pembelajaran instruksi tidak langsung," yang terjadi secara alami selama
pelaksanaan
tugas
pembelajaran
instruksi
langsung
yang
sedang
berlangsung3.
Nilai-nilai, atau perilaku, adalah komponen dari pendidikan nonlangsung. Karena belajar adalah bagian integral dari kehidupan setiap orang,
itu dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, pendidikan nonformal tidak terbatas pada ruang kelas, pengaturan kelompok, atau
masyarakat luas. Pengembangan kesadaran spiritual dan sosial tidak secara
eksplisit terkait dengan pendidikan dalam kurikulum 20134.
Menurut kurikulum 2013, ada dua jenis instruksi: langsung dan tidak
langsung. Ini berarti bahwa moderasi dalam pendidikan Islam melalui dua
jenis pengajaran yang komprehensif. Sekolah dapat menghasilkan Muslim
yang religius dan bertanggung jawab secara sosial, misalnya, dengan
mengajarkan agama. Hal ini memungkinkan pendidikan agama yang lebih
moderat. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengadopsi
pendidikan Islam nontradisional, seperti yang dikatakan sebelumnya.
(Sodikin, 2021, hal 188-203)
Di lembaga pendidikan, pelajaran Pendidikan Agama Islam menawarkan
perspektif holistik yang mengintegrasikan Tuhan, manusia, dan alam.
Akibatnya, Pendidikan Agama Islam harus membedakan antara tujuan
berdasarkan nilai-nilai yang melekat di bidang-bidang tersebut, Oleh karena
3
Wiwin Fachrudin Yusuf, “Implementasi Kurikulum 2013 (K-13) Pada Mata Pelajaran
Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (SD),” Jurnal Al-Murabbi 3, no. 2 (2018): 263–78.
4
Lalu Muhammad Nurul Wathoni, Fil (...truncated)