Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Terintegrasi di Lingkar KEK Mandalika
JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora)
Volume 9 Nomor 4 Desember 2023 (PP. 447-456)
p-ISSN: 2461-0666
e-ISSN: 2461-0720
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Terintegrasi
di Lingkar KEK Mandalika
Lalu Adi Permadi*12, Nur Aida Arifah Tara2, Emilia Septiani2
1Program
2Jurusan
Studi Diploma III Pariwisata;
Manajemen FEB Universitas Mataram.
.
Kata Kunci
Abstrak
Strategi, Pengembangan,
Destinasi, Wisata,
Terintegrasi, Lingkar,
KEK Mandalika
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategi pengembangan
Destinasi Wisata di Lingkar KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Pada
penelitian ini digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa
Pertama, Kondisi sosial budaya dan kelembagaan dalam hubungannya dengan
pengembangan Destinasi Wisata Terintegrasi di Lingkar KEK Mandalika secara umum
mendukung untuk terbentuknya destinasi wisata terintegrasi di daerah penyangga KEK
Mandalika tersebut. Kedua, Faktor internal paling mempengaruhi adalah Kawasan ini
terdiri dari beberapa desa yang memiliki potensi seperti Desa Sengkol, Rembitan dan
Selong Belanak Faktor Eksternal paling mempengaruhi adalah Dukungan dan bantuan
dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah), bahkan Provinsi NTB dan Pemerintah
Pusat RI yang sangat berperan terhadap kemajuan Desa Wisata di Lingkar KEK
Mandalika. Ketiga, Strategi pengembangan Destinasi Wisata terintegrasi di Lingkar KEK
Mandalika berdasarkan analisis SWOT meliputi: 1) Penguatan Instrumen kebijakan dan
penguatan sistem regulasi pariwisata, 2) Manajemen Pembangunan Sarana Prasarana
DTW yang menunjang dan mencakup pengembangan infrastruktur kawasan wilayah
pariwisata dan 3) Budaya lokal, mutu lingkungan, peran serta kreativitas masyarakat.
Keywords
Abstract
Strategy, Development,
Destination, Tourism,
Integrated, Circle, SEZ
Mandalika
This study aims to provide recommendations for the development strategy of Tourism
Destinations in the Mandalika SEZ Circle, Central Lombok Regency. In this study,
qualitative descriptive analysis was used. The results showed that First, socio-cultural and
institutional conditions in relation to the development of Integrated Tourism Destinations
in the Mandalika SEZ Circle generally support the formation of integrated tourist
destinations in the Mandalika SEZ buffer area. Second, the most influencing internal
factor is that this area consists of several villages that have potential such as Sengkol,
Rembitan and Selong Belanak Villages. Third, the strategy for the development of
integrated Tourism Destinations in the Mandalika SEZ Circle based on SWOT analysis
includes: 1) Strengthening policy instruments and strengthening the tourism regulation
system, 2) Management of DTW Infrastructure Development that supports and includes
the development of tourism area infrastructure and 3) Local culture, environmental
quality, community participation and creativity.
*Corresponding Author: Lalu Adi Permadi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram,
Nusa Tenggara Barat Indonesia
Email:
DOI: https://doi.org/10.29303/jseh.v9i4.436
History Artikel:
Received: 19 September 2023 | Accepted: 16 Desember 2023
447
JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora)
Volume 9 Nomor 4 Desember 2023 (PP. 447-456)
PENDAHULUAN
Lombok Tengah merupakan salah satu
daerah tujuan wisata potensial di Provinsi Nusa
Tenggara Barat. Lombok Tengah merupakan daerah
yang memiliki keragaman objek dan daya tarik
wisata. Bila dilihat dari daya tarik wisata yang
ditawarkan, Kabupaten Lombok Tengah memiliki
beberapa potensi daya tarik wisata yaitu wisata
bahari, keindahan, keunikan, dan kekhasan flora dan
fauna di hutan gunung Rinjani, pendakian dan
penelitian geologi dan vulkanologi, peninggalan
sejarah dan budaya kehidupan masyarakat berupa
wisata arkelogi, wisata ziarah, wisata arsitektural,
wisata ke pemukiman suku Sasak, dan lain
sebagainya (Darmawan, 2019; Permadi et al., 2017,
2020; Putri, 2019).
Melihat dari potensi wisata yang ada di
Lombok Tengah maka sangat dimungkinkan untuk
dilakukan pengembangan wisata alternatif yaitu Desa
Wisata. Negara-negara yang dominan dalam bidang
pariwisata seperti Spanyol, America Serikat dan
China sudah lama mengembangkan pariwisata di
pedesaan (rural tourism) (Barke, 2004; Gao et al.,
2009; Gartner, 2004). Wisatawan datang ke Desa
Wisata karena unsur desa itu sendiri dimana
lingkungan dan suasana desa yang bersih dan jauh
dari keramaian kota (Botezatu, 2014; Farmaki, 2012).
Salah satu wilayah yang potensial menjadi
lokasi pengembangan Destinasi Wisata dalam bentuk
Desa Wisata adalah Kawasan Lingkar KEK
Mandalika. Wilayah yang sering juga disebut
“pinggiran KEK” ini merupakan salah satu kawasan
penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika
yang berada di wilayah kecamatan-kecamatan di
selatan Lombok Tengah. Beberapa tahun terakhir ada
beberapa kampung Wisata yang menonjol di
Kawasan Lingkar KEK Mandalika yaitu Sade dan
Ende. Selain itu kawasan ini memiliki potensi wisata
sejarah, budaya dan alam karena di masa lampau
pernah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan
agama. Keberadaan Kedatuan Jonggat Selatan,
Makam Wali Nyatoq dan Gunung Pujut yang menjadi
wisata sejarah yang tidak bisa ditinggalkan oleh
wisatawan yang ingin menyaksikan kehidupan sosial
budaya di kawasan ini. Taman Wisata Alam Gunung
Tunak yang berada di Desa Mertak menjadi potensi
wisata alam yang patut disaksikan wisatawan di timur
Lingkar KEK Mandalika (Kanom & Darmawan,
2020; Permadi et al., 2021; Putri, 2019).
Potensi Lingkar KEK Mandalika ini
diharapkan dapat dikembangkan sebagai atraksi
wisata yang menarik dan dikelola secara profesional
dalam kerangka Destinasi Wisata berbasis
masyarakat. Hasil identifikasi di Lingkar KEK
Mandalika terdapat beberapa organisasi swadaya
masyarakat yang mungkin mendukung community
p-ISSN: 2461-0666
e-ISSN: 2461-0720
based tourism. Organisasi swadaya masyarakat itu
terdiri dari organisasi ekonomi, organisasi pariwisata,
organisasi kesenian, organisasi tani, organisasi
keagamaan, organisasi pemuda dan organisasi wanita
(Kanom & Darmawan, 2020; Permadi et al., 2021;
Putri, 2019).
Dengan komunitas masyarakat lokal sebagai
pilar pariwisata di Lingkar KEK Mandalika maka dapat
dikatakan Kawasan Penyangga itu siap bergerak
menuju daerah wisata yang produktif. Namun
mengingat bervariasinya kelompok atau komunitas di
Lingkar KEK Mandalika maka perencanaan strategi
pemasaran Destinasi Wisata di Kawasan tersebut harus
mengadaptasi kepentingan kelompok-kelompok dalam
masyarakat. Soteriades (2012) merekomendasikan
penelitian mendalam tentang kontribusi potensial
faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran
suatu destinasi untuk selanjutnya menyarankan
kerangka kerja konseptual atau model yang
memungkinkan peningkatan efektivitas promosi
destinasi pariwisata dengan pendekatan pemasaran
terintegrasi.
METODE PENELITIAN
Berdasarkan tema di depan, maka desain yang
dipergunakan dalam penelitian ini akan bersandarkan
pada pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan
pendekatan ini, kir (...truncated)