Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Terintegrasi di Lingkar KEK Mandalika

JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora), Dec 2023

This study aims to provide recommendations for the development strategy of Tourism Destinations in the Mandalika SEZ Circle, Central Lombok Regency. In this study, qualitative descriptive analysis was used. The results showed that First, socio-cultural and institutional conditions in relation to the development of Integrated Tourism Destinations in the Mandalika SEZ Circle generally support the formation of integrated tourist destinations in the Mandalika SEZ buffer area. Second, the most influencing internal factor is that this area consists of several villages that have potential such as Sengkol, Rembitan and Selong Belanak Villages. Third, the strategy for the development of integrated Tourism Destinations in the Mandalika SEZ Circle based on SWOT analysis includes: 1) Strengthening policy instruments and strengthening the tourism regulation system, 2) Management of DTW Infrastructure Development that supports and includes the development of tourism area infrastructure and 3) Local culture, environmental quality, community participation and creativity

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jseh.unram.ac.id/index.php/jseh/article/download/436/205

Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Terintegrasi di Lingkar KEK Mandalika

JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora) Volume 9 Nomor 4 Desember 2023 (PP. 447-456) p-ISSN: 2461-0666 e-ISSN: 2461-0720 Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Terintegrasi di Lingkar KEK Mandalika Lalu Adi Permadi*12, Nur Aida Arifah Tara2, Emilia Septiani2 1Program 2Jurusan Studi Diploma III Pariwisata; Manajemen FEB Universitas Mataram. . Kata Kunci Abstrak Strategi, Pengembangan, Destinasi, Wisata, Terintegrasi, Lingkar, KEK Mandalika Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategi pengembangan Destinasi Wisata di Lingkar KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Pada penelitian ini digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertama, Kondisi sosial budaya dan kelembagaan dalam hubungannya dengan pengembangan Destinasi Wisata Terintegrasi di Lingkar KEK Mandalika secara umum mendukung untuk terbentuknya destinasi wisata terintegrasi di daerah penyangga KEK Mandalika tersebut. Kedua, Faktor internal paling mempengaruhi adalah Kawasan ini terdiri dari beberapa desa yang memiliki potensi seperti Desa Sengkol, Rembitan dan Selong Belanak Faktor Eksternal paling mempengaruhi adalah Dukungan dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah), bahkan Provinsi NTB dan Pemerintah Pusat RI yang sangat berperan terhadap kemajuan Desa Wisata di Lingkar KEK Mandalika. Ketiga, Strategi pengembangan Destinasi Wisata terintegrasi di Lingkar KEK Mandalika berdasarkan analisis SWOT meliputi: 1) Penguatan Instrumen kebijakan dan penguatan sistem regulasi pariwisata, 2) Manajemen Pembangunan Sarana Prasarana DTW yang menunjang dan mencakup pengembangan infrastruktur kawasan wilayah pariwisata dan 3) Budaya lokal, mutu lingkungan, peran serta kreativitas masyarakat. Keywords Abstract Strategy, Development, Destination, Tourism, Integrated, Circle, SEZ Mandalika This study aims to provide recommendations for the development strategy of Tourism Destinations in the Mandalika SEZ Circle, Central Lombok Regency. In this study, qualitative descriptive analysis was used. The results showed that First, socio-cultural and institutional conditions in relation to the development of Integrated Tourism Destinations in the Mandalika SEZ Circle generally support the formation of integrated tourist destinations in the Mandalika SEZ buffer area. Second, the most influencing internal factor is that this area consists of several villages that have potential such as Sengkol, Rembitan and Selong Belanak Villages. Third, the strategy for the development of integrated Tourism Destinations in the Mandalika SEZ Circle based on SWOT analysis includes: 1) Strengthening policy instruments and strengthening the tourism regulation system, 2) Management of DTW Infrastructure Development that supports and includes the development of tourism area infrastructure and 3) Local culture, environmental quality, community participation and creativity. *Corresponding Author: Lalu Adi Permadi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat Indonesia Email: DOI: https://doi.org/10.29303/jseh.v9i4.436 History Artikel: Received: 19 September 2023 | Accepted: 16 Desember 2023 447 JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora) Volume 9 Nomor 4 Desember 2023 (PP. 447-456) PENDAHULUAN Lombok Tengah merupakan salah satu daerah tujuan wisata potensial di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lombok Tengah merupakan daerah yang memiliki keragaman objek dan daya tarik wisata. Bila dilihat dari daya tarik wisata yang ditawarkan, Kabupaten Lombok Tengah memiliki beberapa potensi daya tarik wisata yaitu wisata bahari, keindahan, keunikan, dan kekhasan flora dan fauna di hutan gunung Rinjani, pendakian dan penelitian geologi dan vulkanologi, peninggalan sejarah dan budaya kehidupan masyarakat berupa wisata arkelogi, wisata ziarah, wisata arsitektural, wisata ke pemukiman suku Sasak, dan lain sebagainya (Darmawan, 2019; Permadi et al., 2017, 2020; Putri, 2019). Melihat dari potensi wisata yang ada di Lombok Tengah maka sangat dimungkinkan untuk dilakukan pengembangan wisata alternatif yaitu Desa Wisata. Negara-negara yang dominan dalam bidang pariwisata seperti Spanyol, America Serikat dan China sudah lama mengembangkan pariwisata di pedesaan (rural tourism) (Barke, 2004; Gao et al., 2009; Gartner, 2004). Wisatawan datang ke Desa Wisata karena unsur desa itu sendiri dimana lingkungan dan suasana desa yang bersih dan jauh dari keramaian kota (Botezatu, 2014; Farmaki, 2012). Salah satu wilayah yang potensial menjadi lokasi pengembangan Destinasi Wisata dalam bentuk Desa Wisata adalah Kawasan Lingkar KEK Mandalika. Wilayah yang sering juga disebut “pinggiran KEK” ini merupakan salah satu kawasan penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang berada di wilayah kecamatan-kecamatan di selatan Lombok Tengah. Beberapa tahun terakhir ada beberapa kampung Wisata yang menonjol di Kawasan Lingkar KEK Mandalika yaitu Sade dan Ende. Selain itu kawasan ini memiliki potensi wisata sejarah, budaya dan alam karena di masa lampau pernah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan agama. Keberadaan Kedatuan Jonggat Selatan, Makam Wali Nyatoq dan Gunung Pujut yang menjadi wisata sejarah yang tidak bisa ditinggalkan oleh wisatawan yang ingin menyaksikan kehidupan sosial budaya di kawasan ini. Taman Wisata Alam Gunung Tunak yang berada di Desa Mertak menjadi potensi wisata alam yang patut disaksikan wisatawan di timur Lingkar KEK Mandalika (Kanom & Darmawan, 2020; Permadi et al., 2021; Putri, 2019). Potensi Lingkar KEK Mandalika ini diharapkan dapat dikembangkan sebagai atraksi wisata yang menarik dan dikelola secara profesional dalam kerangka Destinasi Wisata berbasis masyarakat. Hasil identifikasi di Lingkar KEK Mandalika terdapat beberapa organisasi swadaya masyarakat yang mungkin mendukung community p-ISSN: 2461-0666 e-ISSN: 2461-0720 based tourism. Organisasi swadaya masyarakat itu terdiri dari organisasi ekonomi, organisasi pariwisata, organisasi kesenian, organisasi tani, organisasi keagamaan, organisasi pemuda dan organisasi wanita (Kanom & Darmawan, 2020; Permadi et al., 2021; Putri, 2019). Dengan komunitas masyarakat lokal sebagai pilar pariwisata di Lingkar KEK Mandalika maka dapat dikatakan Kawasan Penyangga itu siap bergerak menuju daerah wisata yang produktif. Namun mengingat bervariasinya kelompok atau komunitas di Lingkar KEK Mandalika maka perencanaan strategi pemasaran Destinasi Wisata di Kawasan tersebut harus mengadaptasi kepentingan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Soteriades (2012) merekomendasikan penelitian mendalam tentang kontribusi potensial faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran suatu destinasi untuk selanjutnya menyarankan kerangka kerja konseptual atau model yang memungkinkan peningkatan efektivitas promosi destinasi pariwisata dengan pendekatan pemasaran terintegrasi. METODE PENELITIAN Berdasarkan tema di depan, maka desain yang dipergunakan dalam penelitian ini akan bersandarkan pada pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan pendekatan ini, kir (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jseh.unram.ac.id/index.php/jseh/article/download/436/205
Article home page: https://jseh.unram.ac.id/index.php/jseh/article/view/436/205

Permadi Lalu Adi, Tara Nur Aida Arifah, Emilia Septiani. Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Terintegrasi di Lingkar KEK Mandalika, JSEH (Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora), 2023, pp. 447-456,