Kornelia Webliana 1, Dwi Sukma Rini 2
JURNAL Edueco
Universitas Balikpapan
NILAI EKONOMI TANAMAN AREN (Arenga pinnata )
DI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) AIK BUAL, LOMBOK
TENGAH
Kornelia Webliana 1, Dwi Sukma Rini 2
Fakultas Pertanian Universitas Mataram1, Fakultas Pertanian Universitas Mataram2
Pos-el : .id1,
[email protected]
ABSTRAK
Aik Bual merupakan salah kawasan Desa di Nusa Tenggara Barat yang berbatasan langsung
dengan Taman Nasional Gunung Rinjani. Desa ini memiliki potensi sumberdaya hutan yang
beragam dengan skema pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Salah satu bentuk
pemanfaatan hutan oleh masyarakat Desa Aik Bual yang bernilai ekonomi tinggi yaitu
pengolahan nira tanaman Aren (Arenga pinnata) untuk dijadikan sebagai gula. Tanaman aren
memiliki peranan penting dalam aspek ekologis, ekonomi dan sosial karena tergolong dalam
tanaman multifungsi atau MPTS (Multi Purpose Trees Species). Pentingnya peran tanaman ini
bagi masyarakat, mendorong dilaksanakannya penelitian dengan tujuan untuk mengkaji nilai
ekonomi Aren bagi petani HKm Aik Bual. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif
kualitatif dengan teknik surve. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling dengan
pertimbangan tanaman ini telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat
sekitar kawasan hutan Aik Bual. Pengumpulan data nilai ekonomi dilakukan dengan wawancara
terstruktur kepada 5 orang responden yang ditentukan secara purposive sampling, dan fokus
analisis pada biaya usaha pengrajin aren, penerimaan dan pendapatan usaha pengrajin gula aren
dan analisis R ratio. Hasil penelitian menunjukan total biaya variable dan biaya tetap yang
dikeluarkan petani yaitu Rp. 16.879.047,93/tahun. Sedangkan total pendapatan dari produksi
gula yang diperoleh yaitu Rp14.326.952,07,00/tahun. Analisis R/C ratio menunjukan petani
Aren di HKm Aik Bual memperoleh keuntungan dalam proses produksi. Dengan Total R/C
ratio yaitu 1,8. Nilai R>TC bermakna petani mendapat keuntungan, nilai R = TC bermakna
petani tidak mendapat untung maupun rugi, dan apabila nilai R < TC bermakna petani
mengalami kerugian.
Kata kunci : Aren, HKm Aik Bual, Nilai ekonomi
ABSTRACT
Aik Bual is a village located in West Nusa Tenggara which is directly adjacent to the Mount
Rinjani National Park. This village has diverse forest resource potential with a community
Forest (HKm) management scheme. One of high economic value of forest utilization in Aik Bual
Village is the processing of Arenga pinnata palm trees to be made as sugar. Palm trees have an
important role in ecological, economic and social aspects because they are classified as
multifunctional plants or MPTS (Multi Purpose Trees Species). Because of the important role of
this plant for the community, encouraging the implementation of research with the aim to assess
the economic value of Aren for HKm farmers of Aik Bual. This is a descriptive qualitative
survey study. The study location was determined by purposive sampling with the consideration
of this plant has been an important part of community life around the Aik Bual forest area for a
long time. The collection of economic value data was carried out by structured interviews with
5 respondents who were determined by purposive sampling, and the focus of the analysis was
the costs of palm sugar craftsmen, revenue and income of palm sugar craftsmen and R ratio
analysis. The results showed the total variable costs and fixed costs incurred by the farmers was
about Rp.16,879,047,93 per year. While the total revenue from sugar production obtained was
about Rp. 14,326,952.07 per year. R/C ratio analysis showed that Aren farmers in HKm of Aik
Bual make a profit in the production process with a total R/C ratio of 1.8. The value of R>TC
Jurnal Edueco Vol 3 No 1 Juni 2020
55
Kornelia Webliana 1, Dwi Sukma Rini 2
JURNAL Edueco
Universitas Balikpapan
will make a profit, the value of R = TC will not make any profit and loss, and the value of R
<TC will suffer losses.
Keywords: Aren, HKm of Aik Bual, Economic Value
1. PENDAHULUAN
Tanaman Aren (Arenga pinnata)
merupakan tanaman asli kepulauan IndoMelayu yang termasuk dalam famili
Arecaceae (palmaceae). Salah satu daerah
di Indonesia yang memiliki potensi aren
yang cukup luas yaitu Provinsi Nusa
Tenggara Barat. Tanaman aren di NTB,
sering dimanfaatkan sebagai penghasil nira
dijadikan sebagai minuman tuak manis,
bahan baku gula merah, dan buah muda
dari bunga betina dapat menjadi kolangkaling, sedangkan manfaat lainnya sebagai
hasil ikutan seperti ijuk, lidi, tali, dan
bahan konstruksi. Berbagai macam produk
dapat dihasilkan dari bahan baku aren dan
secara nyata telah memberikan nilai
tambah terhadap pendapatan masyarakat.
Produk aren juga telah lama menjadi
bagian
penting
dalam
kehidupan
masyarakat sekitar hutan di NTB
khususnya Pulau Lombok.
Desa Aik Bual adalah kawasan di
Pulau Lombok yang berbatasan langsung
dengan Tanaman Nasional Gunung
Rinjani. Mayoritas masyarakat di Desa
Aik Bual bermatapencaharian sebagai
petani baik petani yang mengelola
kawasan hutan, kebun maupun petani
sawah. Kegiatan bertani yang rutin
dilakukan adalah mengelola kebun di luar
kawasan hutan dan mengelola lahan di
dalam kawasan hutan. Pengelolaan lahan
di dalam kawasan Hutan di Desa Aik Bual
menggunakan skema Pengelolaan Hutan
kemsayarakatan (HKm) yang terbukti
dapat
meningkatkan
perekonomian
masyarakat secara langsung. Salah satu
Jurnal Edueco Vol 3 No 1 Juni 2020
bentuk pemanfaatan Hutan yang memiliki
nilai ekonomi yang cukup tinggi yaitu
pemanfaatan nira tanaman Aren oleh
masyarakat Aik Bual.
Masyarakat Desa Aik Bual pada
saat ini memanfaatkan nira dari tanaman
aren untuk dijadikan sebagai bahan baku
pembuatan gula aren. Gula aren termasuk
dalam jenis gula pada umumnya hanya
yang membedakan adalah gula aren
memiliki rasa manis yang sangat tajam
dibandingkan gula tebu atau yang biasa
dikenal sebagai gula pasir. Gula aren dapat
digunakan dalam berbagai jenis makanan
dan minuman, seperti kopi, teh, susu,
coklat, sereal, bubuk kacang ijo dan jenis
pangan lainnya.
Asosiasi Aren Indonesia (AAI)
pusat menyatakan bahwa penyediaan gula
merah di NTB minimal 1,5 ton/bulan
dengan tingkat produksi yang dapat
terpenuhi
sejumlah
600
kg/bulan.
Berdasarkan
nilai
terebut
dapat
disimpulkan nilai permintaan gula yang
tidak terpenuhi masih cukup tinggi yaitu
sejumlah 9000 kg/bulan. Hal ini dapat
disebabkan oleh karena pola-pola produksi
yang masih bersifat sangat sederhana serta
budidaya tanaman yang belum dikelola
secara maksimal oleh masyarakat.
Tingginya potensi tanaman aren dan
permintaan pasar akan gula aren
seharusnya
menjadi
peluang
bagi
masyarakat
untuk
meningkatkan
perekonomian
dengan
cara
memaksimalkan pengelolaan nira aren.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
nilai ekonomi aren bagi petani aren HKm
Aik Bual sehingga diharapakan dapat
56
Kornelia Webliana 1, Dwi Sukma Rini 2
menjadi informasi bagi masyarakat dan
juga pengelola dalam dalam mencapai
Pengelolaan Hutan Lestari khususnya (...truncated)