NILAI EKONOMI TANAMAN AREN (Arenga pinnata ) DI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) AIK BUAL, LOMBOK TENGAH

Jurnal Edueco, Jun 2020

Aik Bual merupakan salah kawasan Desa di Nusa Tenggara Barat yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Rinjani. Desa ini memiliki potensi sumberdaya hutan yang beragam dengan skema pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Salah satu bentuk pemanfaatan hutan oleh masyarakat Desa Aik Bual yang bernilai ekonomi tinggi yaitu pengolahan nira tanaman Aren (Arenga pinnata) untuk dijadikan sebagai gula. Tanaman aren memiliki peranan penting dalam aspek ekologis, ekonomi dan sosial karena tergolong dalam tanaman multifungsi atau MPTS (Multi Purpose Trees Species). Pentingnya peran tanaman ini bagi masyarakat, mendorong dilaksanakannya penelitian dengan tujuan untuk mengkaji nilai ekonomi Aren bagi petani HKm Aik Bual. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik surve. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling dengan pertimbangan tanaman ini telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan Aik Bual. Pengumpulan data nilai ekonomi dilakukan dengan wawancara terstruktur kepada 5 orang responden yang ditentukan secara purposive sampling, dan fokus analisis pada biaya usaha pengrajin aren, penerimaan dan pendapatan usaha pengrajin gula aren dan analisis R ratio. Hasil penelitian menunjukan total biaya variable dan biaya tetap yang dikeluarkan petani yaitu Rp. 16.879.047,93/tahun. Sedangkan total pendapatan dari produksi gula yang diperoleh yaitu Rp14.326.952,07,00/tahun. Analisis R/C ratio menunjukan petani Aren di HKm Aik Bual memperoleh keuntungan dalam proses produksi. Dengan Total R/C ratio yaitu 1,8. Nilai R>TC bermakna petani mendapat keuntungan, nilai R = TC bermakna petani tidak mendapat untung maupun rugi, dan apabila nilai R < TC bermakna petani mengalami kerugian.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.peko.uniba-bpn.ac.id/index.php/Edueco/article/download/49/45

NILAI EKONOMI TANAMAN AREN (Arenga pinnata ) DI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) AIK BUAL, LOMBOK TENGAH

Kornelia Webliana 1, Dwi Sukma Rini 2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan NILAI EKONOMI TANAMAN AREN (Arenga pinnata ) DI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) AIK BUAL, LOMBOK TENGAH Kornelia Webliana 1, Dwi Sukma Rini 2 Fakultas Pertanian Universitas Mataram1, Fakultas Pertanian Universitas Mataram2 Pos-el : .id1, [email protected] ABSTRAK Aik Bual merupakan salah kawasan Desa di Nusa Tenggara Barat yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Rinjani. Desa ini memiliki potensi sumberdaya hutan yang beragam dengan skema pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Salah satu bentuk pemanfaatan hutan oleh masyarakat Desa Aik Bual yang bernilai ekonomi tinggi yaitu pengolahan nira tanaman Aren (Arenga pinnata) untuk dijadikan sebagai gula. Tanaman aren memiliki peranan penting dalam aspek ekologis, ekonomi dan sosial karena tergolong dalam tanaman multifungsi atau MPTS (Multi Purpose Trees Species). Pentingnya peran tanaman ini bagi masyarakat, mendorong dilaksanakannya penelitian dengan tujuan untuk mengkaji nilai ekonomi Aren bagi petani HKm Aik Bual. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik surve. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling dengan pertimbangan tanaman ini telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan Aik Bual. Pengumpulan data nilai ekonomi dilakukan dengan wawancara terstruktur kepada 5 orang responden yang ditentukan secara purposive sampling, dan fokus analisis pada biaya usaha pengrajin aren, penerimaan dan pendapatan usaha pengrajin gula aren dan analisis R ratio. Hasil penelitian menunjukan total biaya variable dan biaya tetap yang dikeluarkan petani yaitu Rp. 16.879.047,93/tahun. Sedangkan total pendapatan dari produksi gula yang diperoleh yaitu Rp14.326.952,07,00/tahun. Analisis R/C ratio menunjukan petani Aren di HKm Aik Bual memperoleh keuntungan dalam proses produksi. Dengan Total R/C ratio yaitu 1,8. Nilai R>TC bermakna petani mendapat keuntungan, nilai R = TC bermakna petani tidak mendapat untung maupun rugi, dan apabila nilai R < TC bermakna petani mengalami kerugian. Kata kunci : Aren, HKm Aik Bual, Nilai ekonomi ABSTRACT Aik Bual is a village located in West Nusa Tenggara which is directly adjacent to the Mount Rinjani National Park. This village has diverse forest resource potential with a community Forest (HKm) management scheme. One of high economic value of forest utilization in Aik Bual Village is the processing of Arenga pinnata palm trees to be made as sugar. Palm trees have an important role in ecological, economic and social aspects because they are classified as multifunctional plants or MPTS (Multi Purpose Trees Species). Because of the important role of this plant for the community, encouraging the implementation of research with the aim to assess the economic value of Aren for HKm farmers of Aik Bual. This is a descriptive qualitative survey study. The study location was determined by purposive sampling with the consideration of this plant has been an important part of community life around the Aik Bual forest area for a long time. The collection of economic value data was carried out by structured interviews with 5 respondents who were determined by purposive sampling, and the focus of the analysis was the costs of palm sugar craftsmen, revenue and income of palm sugar craftsmen and R ratio analysis. The results showed the total variable costs and fixed costs incurred by the farmers was about Rp.16,879,047,93 per year. While the total revenue from sugar production obtained was about Rp. 14,326,952.07 per year. R/C ratio analysis showed that Aren farmers in HKm of Aik Bual make a profit in the production process with a total R/C ratio of 1.8. The value of R>TC Jurnal Edueco Vol 3 No 1 Juni 2020 55 Kornelia Webliana 1, Dwi Sukma Rini 2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan will make a profit, the value of R = TC will not make any profit and loss, and the value of R <TC will suffer losses. Keywords: Aren, HKm of Aik Bual, Economic Value 1. PENDAHULUAN Tanaman Aren (Arenga pinnata) merupakan tanaman asli kepulauan IndoMelayu yang termasuk dalam famili Arecaceae (palmaceae). Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi aren yang cukup luas yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tanaman aren di NTB, sering dimanfaatkan sebagai penghasil nira dijadikan sebagai minuman tuak manis, bahan baku gula merah, dan buah muda dari bunga betina dapat menjadi kolangkaling, sedangkan manfaat lainnya sebagai hasil ikutan seperti ijuk, lidi, tali, dan bahan konstruksi. Berbagai macam produk dapat dihasilkan dari bahan baku aren dan secara nyata telah memberikan nilai tambah terhadap pendapatan masyarakat. Produk aren juga telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekitar hutan di NTB khususnya Pulau Lombok. Desa Aik Bual adalah kawasan di Pulau Lombok yang berbatasan langsung dengan Tanaman Nasional Gunung Rinjani. Mayoritas masyarakat di Desa Aik Bual bermatapencaharian sebagai petani baik petani yang mengelola kawasan hutan, kebun maupun petani sawah. Kegiatan bertani yang rutin dilakukan adalah mengelola kebun di luar kawasan hutan dan mengelola lahan di dalam kawasan hutan. Pengelolaan lahan di dalam kawasan Hutan di Desa Aik Bual menggunakan skema Pengelolaan Hutan kemsayarakatan (HKm) yang terbukti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat secara langsung. Salah satu Jurnal Edueco Vol 3 No 1 Juni 2020 bentuk pemanfaatan Hutan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi yaitu pemanfaatan nira tanaman Aren oleh masyarakat Aik Bual. Masyarakat Desa Aik Bual pada saat ini memanfaatkan nira dari tanaman aren untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan gula aren. Gula aren termasuk dalam jenis gula pada umumnya hanya yang membedakan adalah gula aren memiliki rasa manis yang sangat tajam dibandingkan gula tebu atau yang biasa dikenal sebagai gula pasir. Gula aren dapat digunakan dalam berbagai jenis makanan dan minuman, seperti kopi, teh, susu, coklat, sereal, bubuk kacang ijo dan jenis pangan lainnya. Asosiasi Aren Indonesia (AAI) pusat menyatakan bahwa penyediaan gula merah di NTB minimal 1,5 ton/bulan dengan tingkat produksi yang dapat terpenuhi sejumlah 600 kg/bulan. Berdasarkan nilai terebut dapat disimpulkan nilai permintaan gula yang tidak terpenuhi masih cukup tinggi yaitu sejumlah 9000 kg/bulan. Hal ini dapat disebabkan oleh karena pola-pola produksi yang masih bersifat sangat sederhana serta budidaya tanaman yang belum dikelola secara maksimal oleh masyarakat. Tingginya potensi tanaman aren dan permintaan pasar akan gula aren seharusnya menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dengan cara memaksimalkan pengelolaan nira aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai ekonomi aren bagi petani aren HKm Aik Bual sehingga diharapakan dapat 56 Kornelia Webliana 1, Dwi Sukma Rini 2 menjadi informasi bagi masyarakat dan juga pengelola dalam dalam mencapai Pengelolaan Hutan Lestari khususnya (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.peko.uniba-bpn.ac.id/index.php/Edueco/article/download/49/45
Article home page: https://jurnal.peko.uniba-bpn.ac.id/index.php/Edueco/article/view/49/45

B. Kornelia Webliana. NILAI EKONOMI TANAMAN AREN (Arenga pinnata ) DI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) AIK BUAL, LOMBOK TENGAH, Jurnal Edueco, 2020, pp. 55-61,