Improvisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Masa Transisi

IQRO: Journal of Islamic Education, Dec 2020

AbstractThis article was written to explain the importance of improvising learning during the transition period. The transition period brings changes in all lines of human life, including in the field of education. Educational institutions need to organize interesting learning and creations for students. The effort made is learning improvisation. In learning Islamic Religious Education, teachers need to improvise learning so that teaching materials are accepted by students easily. This article aims to review various improvisations that can be carried out by education providers. This thought writing uses the literature method with a qualitative descriptive analysis approach. The results of this study emphasize; 1) Islamic Religious Education means the concept of religious teachings that every student needs to learn, 2) Islamic Religious Education material should be made attractive during the transition period, and 3) Learning Islamic Religious Education requires the meaning of evaluation which is oriented towards the study and analysis of the teaching and learning process. The conclusion of this article that learning improvisation can be carried out by; 1) Packaging the material simply, 2) Providing learning feedback, and 3) Confirming the learning process of students. Keywords : Transition period, improvisation, Islamic Religious Education, Student  AbstrakTulisan pikiran ini dibuat untuk menjelaskan pentingnya improvisasi pembelajaran pada masa transisi. Masa transisi membawa pengaruh perubahan bagi semua lini kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Lembaga pendidikan perlu menyelenggarakan pembelajaran yang menarik dan kreasi bagi peserta didik. Upaya yang dilakukan adalah improvisasi pembelajaran. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, guru perlu melakukan improvisasi pembelajaran agar materi ajar diterima peserta didik dengan mudah. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas berbagai improvisasi yang dapat dilaksanakan oleh penyelenggara pendidikan. Tulisan pikiran ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif analisis deskripsi. Hasil dari kajian ini menekankan pada; 1)Pendidikan Agama Islam bermakna pada konsep ajaran agama yang perlu dipelajari oleh setiap peserta didik, 2)Materi Pendidikan Agama Islam hendaknya dibuat menarik pada masa transisi, dan 3)Pembelajaran Pendidikan Agama Islam mensyaratkan makna evaluasi yang berorientasi pada kajian dan analisis dari proses belajar mengajar. Kesimpulan tulisan ini improvisasi pembelajaran dapat dilaksanakan dengan; 1)Mengemas materi dengan sederhana, 2)Memberikan feed-back pembelajaran, dan 3) Mengonfirmasi proses belajar mengajar peserta didik. Kata Kunci : Masa transisi, Improvisasi, Pendidikan Agama Islam, Peserta didik

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/download/1685/1251

Improvisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Masa Transisi

IQRO: Journal of Islamic Education Desember 2020, Vol.3, No.2, hal.119-134 ISSN(P): 2622-2671; ISSN(E): 2622-3201 ©2020 Pendidikan Agama Islam IAIN Palopo. http://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro Improvisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dinil Abrar Sulthani Universitas Islam Jakarta Abstract This article was written to explain the importance of improvising learning during the transition period. The transition period brings changes in all lines of human life, including in the field of education. Educational institutions need to organize interesting learning and creations for students. The effort made is learning improvisation. In learning Islamic Religious Education, teachers need to improvise learning so that teaching materials are accepted by students easily. This article aims to review various improvisations that can be carried out by education providers. This thought writing uses the literature method with a qualitative descriptive analysis approach. The results of this study emphasize; 1) Islamic Religious Education means the concept of religious teachings that every student needs to learn, 2) Islamic Religious Education material should be made attractive during the transition period, and 3) Learning Islamic Religious Education requires the meaning of evaluation which is oriented towards the study and analysis of the teaching and learning process. The conclusion of this article that learning improvisation can be carried out by; 1) Packaging the material simply, 2) Providing learning feedback, and 3) Confirming the learning process of students. Keywords: Transition periode, improvisation, Islamic Religious Education, Student Abstrak Tulisan pikiran ini dibuat untuk menjelaskan pentingnya improvisasi pembelajaran pada masa transisi. Masa transisi membawa pengaruh perubahan bagi semua lini kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Lembaga pendidikan perlu menyelenggarakan pembelajaran yang menarik dan kreasi bagi peserta didik. Upaya yang dilakukan adalah improvisasi pembelajaran. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, guru perlu melakukan improvisasi pembelajaran agar materi ajar diterima peserta didik dengan mudah. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas berbagai improvisasi yang dapat dilaksanakan oleh penyelenggara pendidikan. Tulisan pikiran ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif analisis deskripsi. Hasil dari kajian ini menekankan pada; 1)Pendidikan Agama Islam bermakna pada konsep ajaran agama yang perlu dipelajari oleh setiap peserta didik, 2)Materi Pendidikan Agama Islam hendaknya dibuat menarik pada masa transisi, dan 3)Pembelajaran Pendidikan Agama Islam mensyaratkan makna evaluasi yang berorientasi pada kajian dan analisis dari proses belajar mengajar. Kesimpulan tulisan ini improvisasi pembelajaran dapat dilaksanakan dengan; 1)Mengemas materi dengan sederhana, 2)Memberikan feed-back pembelajaran, dan 3) Mengonfirmasi proses belajar mengajar peserta didik. Kata Kunci: Masa transisi, Improvisasi, Pendidikan Agama Islam, Peserta didik 120 |Dinil Abrar Sulthani/ IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 3, No.2, Desember 2020. 119–134 Pendahuluan Indonesia pada masa sekarang sedang berproses pada masa transisi atau kenormalan baru. Perihal ini disebabkan wabah Covid-19 yang tengah dihadapi seluruh negara di dunia. Adanya wabah ini menyebabkan seluruh aktivitas kehidupan berubah total. Masyarakat yang biasanya dengan bebas melakukan aktivitasnya, namun sekarang harus menjaga diri dari bahaya covid-19. Secara khusus, pada aspek pendidikan juga mengalami perubahan yang drastis. Perubahan arah dan arah proses pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran yang biasanya disampaikan dengan tatap muka secara langsung sempat berganti melalui media sosial. Sebelumnya peserta didik datang ke sekolah, namun setelah wabah covid-19 mereka tetap di rumah. Semua anggota masyarakat menjaga kesehatan diri dan berupaya tidak menjadi bagian menularkan penyakit kepada orang lain. Rencana masa transisi yang diterapkan pemerintah adalah upaya untuk mengembalikan rutinitas kehidupan dengan secara perlahan. Tentu, protokol kesehatan tetap dijalankan dalam penerapan regulasi tersebut. Begitu juga dalam bidang pendidikan, regulasi dan instruksi yang dikeluarkan instansi pendidikan harus tetap sejalan dengan program pemerintah. Optimasi program ini menjadi salah satu agar proses pembelajaran tetap berlangsung. Karena, pada dasarnya akses pendidikan harus tetap diberikan kepada semua peserta didik. Akses terhadap pendidikan memberikan informasi kepada publik tentang berapa banyak anak yang dapat memanfaatkan fasilitas penddikan yang dibangun pemerintah dan masyarakat.1 Upaya pemberian dan pelayanan pendidikan ini sejalan dengan cita-cita luhur bangsa. Visi pendidikan Idonesia yang terdepan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka apapun situasi dan kondisi pendidikan harus tetap berlanjut. Pendidikan harus berimprovisasi. Istilah improvisasi adalah upaya untuk menyesuaikan gerak dan aktivitas dalam proses belajar mengajar. Aktivitas yang dilakukan penyelenggara pendidikan harus bisa mencari jalan keluar dari tantangan yang dihadapi. Tentu, para penyelenggara pendidikan harus mengatur strategi dan pola pelaksanaan belajar-mengajarnya. The teacher in giving the material of learning, must be pointing out ways during the teaching process called learning strategy.2 Secara khusus, dalam memaksimalkan peran Pendidikan Agama Islam dalam masa transisi. Pendidikan Agama Islam yang menjadi bahasan di sini adalah proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di setiap lembaga pendidikan. Pendidikan Agama Islam di Indonesia adalah bersifat krusial atau penting. Agama di Indonesia cukup beragam, maka peserta didik yang berasal dari berbagai penganut agama harus bisa mendapatkan pelajaran agama dengan baik. Karena, pembelajaran agama adalah pelajaran utama yang harus tertanam pada setiap peserta didik. Indra Bastian, Akuntansi Pendidikan (Jakarta: Erlangga, 2006). Abrar Sulthani, “Learning Strategy of Islamic Education in Upgrade of Learning Quality,” Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 1 (2017): 147. 1 2 Dinil Dinil Abrar Sulthani/ IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 3, No.2, Desember 2020. 119–134 |121 Di dalam ajaran agama ditanamkan berbagai nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi bekal peserta didik menjadi pribadi unggul. Pribadi unggul adalah pribadi yang baik, mampu melakukan interaksi bersama-sama teman sebaya atau kepada yang lebih tua dengan penuh etika dan kesopanan, menyikapi segala persoalan dengan penuh pertimbangan dan menjalankan segala sesuatu dengan penuh percaya diri dan menghindari hal-hal yang dapat merugikan orang lain maupun dirinya.3 Semakin seseorang kuat pemahaman agamanya maka akan semakin bagus akhlak budinya kepada yang lain. Tujuan utama bersekolah bukan hanya sekedar menambah pengetahuan. Tetapi juga menguatkan kepribadian diri sesuai dengan agama yang dianutnya. Pendidikan Islam bukan hanya sekeda (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/download/1685/1251
Article home page: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/view/1685/1251

Sulthani Dinil Abrar. Improvisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Masa Transisi, IQRO: Journal of Islamic Education, 2020, pp. 116-134,