Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Melalui Metode Buzz Group

IQRO: Journal of Islamic Education, Nov 2019

This research supported by the lack of motivation and learning outcomes islamic education students educated at. vocational schoolThe purpose of this research to know the learning methods he continued to buzz can increase motivation and learning outcomes in learning. islamic educationThis study research the act of class ( class room action research conducted ). cycle as much asThe subject is the muslim students xi route tourism state 1 integrated luwu ponrang 24. as the southData collection techniques used is, observation the survey and by using an instrument shaped double. about choiceData analyzed using analysis. descriptiveThe analysis of data observation students at cycle i obtained the average percentage of the students only 50.044 % ( low ) increased to percent of high 82.22 in cycle II. The spread of chief motivation students on cycle i obtained the average the percentage motivation students only of 59,75 % ( being ) increased to 71.5 % ( high in cycle ii) .Next based on hasi analysis student learning test study results obtained the average students on pre cycle of 62.167 ( less of the total value 1492 with the ketuntasan klasikal is only 29.17 % , you are an increase of cycle i with the average score of 67.667 ( less ) while the up 37.5

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/download/990/756

Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Melalui Metode Buzz Group

IQRO: Journal of Islamic Education Desember 2019, Vol.2, No.2, hal.187 -206 ISSN(P): 2622-2671; ISSN(E): 2622-3201 ©2019 Pendidikan Agama Islam IAIN Palopo. http://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Melalui Metode Buzz Group Hardyanti Bahning Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Palopo Email: Abstract This research supported by the lack of motivation and learning outcomes islamic education students educated at. vocational schoolThe purpose of this research to know the learning methods he continued to buzz can increase motivation and learning outcomes in learning. islamic educationThis study research the act of class ( class room action research conducted ). cycle as much asThe subject is the muslim students xi route tourism state 1 integrated luwu ponrang 24. as the southData collection techniques used is, observation the survey and by using an instrument shaped double. about choiceData analyzed using analysis. descriptiveThe analysis of data observation students at cycle i obtained the average percentage of the students only 50.044 % ( low ) increased to percent of high 82.22 in cycle II. The spread of chief motivation students on cycle i obtained the average the percentage motivation students only of 59,75 % ( being ) increased to 71.5 % ( high in cycle ii .Next based on hasi analysis student learning test study results obtained the average students on pre cycle of 62.167 ( less of the total value 1492 with the ketuntasan klasikal is only 29.17 % , you are an increase of cycle i with the average score of 67.667 ( less ) while the up 37.5 Keywords: Motivation, Learning outcomes, Buzz Group Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar pendidikan agama Islam siswa yang menempuh pendidikan di sekolah kejuruan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Metode Pembelajaran Buzz dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar dalam belajar pendidikan agama Islam. Penelitian ini penelitian tindakan kelas (Class Room Action Research) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Subjeknya siswa muslim Kelas XI Jurusan Pariwisata SMK Negeri 1 Terpadu Luwu Ponrang Selatan yang berjumlah 24 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, Angket dan dengan menggunakan instrumen soal berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis data observasi siswa pada siklus I diperoleh rata-rata persentase aktivitas siswa hanya sebesar 50.044% (rendah) mengalami peningkatan menjadi sebesar 82.22% (tinggi) pada siklus II. Penyebaran angket motivasi siswa pada siklus I diperoleh ratarata persentase motivasi siswa hanya sebesar 59,75% (sedang) mengalami peningkatan menjadi 71.5% (tinggi) di siklus II. Selanjutnya berdasarkan hasi analisis tes belajar siswa diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus sebesar 62.167 (kurang) dari total nilai 1492 dengan persentase ketuntasan klasikal hanya sebesar 29.17%, selanjutnya mengalami peningkatan pada siklus I dengan skor rata-rata sebesar 67.667 (kurang) dan persentase ketuntasan klasikal 37.5. Kata Kunci: Motivasi, Hasil Belajar, Buzz Group. 188 | Hardyanti Bahning / IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 2, No.2, Desember 2019. 187–206 Pendahuluan Seiring dengan perkembangan zaman orientasi pendidikan pun berubah. Pendidikan sebelumnya hanya menitik beratkan pada penguasaan materi semata dengan pembelajaran satu arah yaitu guru sebagai subjek pembelajaran yakni pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher Centered Aproach). Sekarang sedikit demi sedikit proses pembelajaran seperti itu mulai diubah. Di masa sekarang bukan lagi proses pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga siswa tidak merasa bosan ketika belajar. Dengan adanya inovasi pembelajaran seperti itu, maka mulai muncul pemikiran bahwa siswa sebagai objek pembelajaran sekaligus dapat menjadi subjek pembelajaran. Dalam hal ini, guru hanya menjadi fasilitator dalam pembelajaran, siswa yang banyak berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran harus pintar dalam memilih metode dan sarana pembelajaran. Pemilihan tersebut harus sesuai dengan materi bahan ajar dan kondisi siswa itu sendiri. Sehingga siswa akan merasa nyaman dan termotivasi dalam belajar dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Selama proses pembelajaran, anak memerlukan motivasi. Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar, erat kaitannya dengan pemaknaan belajar. Anak akan tertarik untuk belajar sesuatu jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui dan dinikmati manfaatnya bagi anak. Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Dalam hal itu, tampak motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar. Sebaliknya, apabila seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka dia tidak tahan dalam belajar. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. Itu berarti motivasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar.1 Di zaman modernisasi seperti sekarang ini, dalam dunia pendidikan membutuhkan seorang guru yang berkualitas yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam mengajar namun mereka juga mampu memberikan motivasi jika siswa kurang termotivasi dalam belajar, khususnya dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam. Pendidikan Agama khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan suatu sumber nilai, sekaligus menjadi salah satu bidang studi yang ditawarkan dalam lembaga-lembaga pendidikan, baik dalam lembaga 1 h.28-29 Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan. (Cet II; Jakarta: Rineka Cipta, 2001), 189 | Hardyanti Bahning / IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 2, No.2, Desember 2019. 187–206 pendidikan umum maupun lembaga pendidikan kejuruan terlebih dalam lembaga pendidikan Islam. Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran penting dalam pembangunan nilai-nilai Islam , oleh karena itu ada beberapa hal yang menjadi komponen di dalamnya, yakni guru pendidikan agama Islam sebagai agent of value (pembawa nilai), ilmu Islam sebagai nilai itu sendiri dan siswa sebagai messenger (penerjemah) dari nilai-nilai Islam dari seorang guru.2 Akan tetapi, sektor pendidikan yang merupakan alat untuk mencapai cita-cita saat ini terus mengalami berbagai persoalan yang mengakibatkan kemunduran dalam dunia pendidikan khususnya dalam pendidikan Agama Islam. Berbagai masalah terus bermunculan dan menggerogoti khususnya masalah rendahnya motivasi siswa dalam belajar agama Islam. Mengingat pentingnya pendidikan agama Islam, maka sudah sewajarnya pendidikan agama Islam harus dikembangkan dan diperhatikan disetiap jenjang pendidikan. Namun dikalangan siswa telah beredar pemahaman bahwasanya Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang dianggap tidak penting khusuusnya siswa yang mengambil sekolah kejuruan. Berdasarka (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/download/990/756
Article home page: https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/iqro/article/view/990/756

Bahning Hardayanti. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Melalui Metode Buzz Group, IQRO: Journal of Islamic Education, 2019, pp. 187-206,