PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING, QUESTIONING, AND ANSWERING (RQA) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di Kelas VII SMP Al. Wathan Ambon)
Amjad Salong
JURNAL Edueco
Universitas Balikpapan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING,
QUESTIONING, AND ANSWERING (RQA) TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA
(Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di Kelas VII SMP
Al. Wathan Ambon)
Amjad Salong
Universitas Pattimura
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran
Reading, Questioning, and Answering terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS
terpadu di kelas VII SMP Alwathan Ambon Ambon.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Pengambilan
sampel menggunakan teknik non-random sampling yaitu secara tidak acak, kelas VII1 sebagai
kelas eksperimen dan kelas VII3 sebagai kelas kontrol.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan kuesioner.
Setalah data dikumpulkan pengolahannya dilakukan dengan analisis statistik, menggunakan ujit SPSS v.16. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas VII1 adalah
81, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas VII3 adalah 71. Dengan nilai signifikan (Sig.2tailed) sebesar 0,000. Karena nilai probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha
diterima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Reading,
Questioning, and Answering terhadap hasil belajar siswa di kelas VII SMP Al-Wathan Ambon.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Reading, Questioning, and Answering,Hasil Belajar
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of the use of Reading, Questioning, and
Answering learning models on student learning outcomes in integrated social student subject in
grade VII of SMP Al-Wathan Ambon.
This type of research used in this study is an experiment. Sampling using non-random
sampling teachnique that is not random, class VII1 as an experimental class and class VII3 as a
control class. Data collection techniques in this study were observation, tests, and
questionnaries. After the data is collected the processing is done by statistical analysis, using
SPSS t-test v.16.
The results of data analysis showed the that average value of learning outcomes for
class VII1 was 81, while the average value of learning outcomes for class VII3 was 71. Wit a
significant value (sig.2-tailed) of 0,000. Because the probability value is smaller than 0,05 then
Ho is rejected and Ha is accepted. This shows that there is effect of the application of the
Reading, Questioning, and Answering learning models to the learning outcomes of students in
grade VII of SMP Al-Wathan Ambon.
Keywords: Learning models Reading, Questioning, and Answering, Learning outcomes
1.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan proses
secara
terus
menerus
untuk
mengembangkan kemampuan individu
dan untuk mewujudkan perubahan
kearah yang lebih baik agar dapat
mengikuti perkembangan teknologi.
Jurnal Edueco Volume 3 No. 2 Desember 2020
Sebab tanpa pendidikan manusia tidak
akan pernah mengubah strata sosialnya
untuk menjadi lebih baik. Pendidikan
merupakan suatu indakator penting
untuk mengukur kemajuan sebuah
bangsa. Jika sebuah bangsa ingin
ditempatkan pada pergaulan dunia
67
Amjad Salong
dalam tataran yang bermartabat dan
modern maka yang pertama-tama harus
dilakukan adalah mengembangkan
pendidikan yang memiliki relevansi dan
daya saing bagi seluruh anak bangsa.
Pembelajaran adalah pemerolehan
informasi dan pengetahuan, penguasaan
kemahiran dan tabiat serta pembentukan
sikap
dan
kepercayaan.
Dalam
pengertian konteks pendidikan, guru
biasanya berusaha mengajar supaya
peserta didik dapat belajar menguasai
isi pelajaran demi mencapai suatu
objektif yang ditentukan.
Menurut Syaiful Sagala (2009)
pembelajaran adalah membelajarkan
siswa menggunakan asas pendidikan
maupun teori belajar yang merupakan
penentu utama keberhasilan pendidikan.
Pembelajaran
merupakan
proses
komunikasi dua arah. Mengajar
dilakukan pihak guru sebagai pendidik,
sedangkan belajaroleh peserta didik.
Dalam konteks pendidikan, guru
mengajar agar siswa dapat belajar dan
menguasai
isi
pelajaran
hingga
mencapai sesuatu objektif yang
ditentukan atau aspek kognitif, juga
dapat mempengaruhi perubahan sikap
atau aspek afektif, serta keterampilan
atau aspek psikomotor seorang siswa.
Dalam proses pembelajaran terdapat
model pembelajaran, metode mengajar,
teknik pembelajaran dan strategi
pembelajaran yang digunakan untuk
tercapain yatu juan pembelajaran.
Tujuan
pembelajaran
(instructional objective) adalah bentuk
perilaku hasil belajar yang diharapkan
terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh
siswa setelah mengikuti kegiatan
pembelajaran. Untuk itu perlu dilakukan
penyusunan tujuan pembelajaran yang
merupakan tahapan penting dalam
rangkaian
pengembangan
desain
pembelajaran. Dari tahap inilah dapat
dirumuskan bentuk dan cara-cara yang
akan
digunakan
dalam
proses
pembelajaran dan tetap mengacu pada
tujuan pembelajaran. Tanpa tujuan
Jurnal Edueco Volume 3 No. 2 Desember 2020
JURNAL Edueco
Universitas Balikpapan
pembelajaran
yang
jelas,
maka
pembelajaran akan menjadi kegiatan
tanpa arah, tanpafokus, dan menjadi
tidak efektif.
Model pembelajara nmerupakan
suatu bentuk pembelajaran yang
tergambarkan dari awal sampai akhir
proses pembelajaran yang harus
dikemas oleh guru kepada siswa untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Model
pembelajaran hakikatnya adalah sebuah
bentuk pembelajaran yang akan
digunakan oleh guru untuk memilih
metode, pendekatan, teknik belajar yang
akan
digunakan
selama
proses
pembelajaran
dengan
mempertimbangkan situasi dan kondisi,
sumber belajar, kebutuhan, dan
karakteristik siswa yang dihadapi dalam
rangka menapai tujuan pembelajaran.
Rancangan
pembelajaran
menjadi
bagian
penting
dalam
pelaksanaan proses pembelajaran untuk
meningkatkan
pemahaman
siswa
terhadap suatu konsep atau materi.
Proses pembelajaran yang bermakna
jika seluruh siswa dapat memperoleh
hasil belajar yang diinginkan oleh
tujuan pembelajaran. Dengan demikian
guru perlu memanfaatkan model-model
pembelajaran dalam melaksanakan hal
tersebut. Hal ini yang perlu diperhatikan
adalah model pembelajaran yang
mampu
membantu
peningkatan
pemahaman siswa dan permasalahan
yang ada.
Model pembelajaran RQA yang di
dalam
tahapan
pembelajarannya
terdapat kegiatan membaca, diharapkan
kebiasaan membaca pada siswa dapat
ditumbuhkan yang berdampak pada
peningkatan kemampuan siswa dalam
mengkonstruksi sendiri pengetahuannya
dari pengetahuan awal yang dimiliki
dari membaca. Dengan pengetahuan
awal yang dimiliki, keterlibatan siswa
dalam proses pembelajaran diharapkan
akan meningkat yang selanjutnya akan
berimplikasi pada peningkatan hasil
belajar
68
Amjad Salong
JURNAL Edueco
Universitas Balikpapan
Model pembelajaran RQA ini
dikembangkan atas dasar kenyataan yaitu
hampir seluruh siswa yang diberi tugas
membaca materi pelajaran selalu tidak
membaca. Hal ini mengakibatkan kegiatan
pembelajaran yang telah direncanakan akan
sulit atau tidak terlaksana sehingga
pemahaman terhadap materi pelajaran akan
menjadi rendah (Corebima, 2009). Pada
strategi pembelajaran RQA (...truncated)