PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING, QUESTIONING, AND ANSWERING (RQA) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di Kelas VII SMP Al. Wathan Ambon)

Jurnal Edueco, Dec 2020

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Reading, Questioning, and Answering terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS terpadu di kelas VII SMP Alwathan Ambon. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-random sampling yaitu secara tidak acak, kelas VII1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan kuesioner. Setalah data dikumpulkan pengolahannya dilakukan dengan analisis statistik, menggunakan uji-t SPSS v.16. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas VII1 adalah 81, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas VII3 adalah 71. Dengan nilai signifikan (Sig.2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Reading, Questioning, and Answering terhadap hasil belajar siswa di kelas VII SMP Al-Wathan Ambon.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.peko.uniba-bpn.ac.id/index.php/Edueco/article/download/74/53

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING, QUESTIONING, AND ANSWERING (RQA) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di Kelas VII SMP Al. Wathan Ambon)

Amjad Salong JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING, QUESTIONING, AND ANSWERING (RQA) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di Kelas VII SMP Al. Wathan Ambon) Amjad Salong Universitas Pattimura ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Reading, Questioning, and Answering terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS terpadu di kelas VII SMP Alwathan Ambon Ambon. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-random sampling yaitu secara tidak acak, kelas VII1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan kuesioner. Setalah data dikumpulkan pengolahannya dilakukan dengan analisis statistik, menggunakan ujit SPSS v.16. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas VII1 adalah 81, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas VII3 adalah 71. Dengan nilai signifikan (Sig.2tailed) sebesar 0,000. Karena nilai probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Reading, Questioning, and Answering terhadap hasil belajar siswa di kelas VII SMP Al-Wathan Ambon. Kata Kunci: Model Pembelajaran Reading, Questioning, and Answering,Hasil Belajar ABSTRACT This study aims to determine the effect of the use of Reading, Questioning, and Answering learning models on student learning outcomes in integrated social student subject in grade VII of SMP Al-Wathan Ambon. This type of research used in this study is an experiment. Sampling using non-random sampling teachnique that is not random, class VII1 as an experimental class and class VII3 as a control class. Data collection techniques in this study were observation, tests, and questionnaries. After the data is collected the processing is done by statistical analysis, using SPSS t-test v.16. The results of data analysis showed the that average value of learning outcomes for class VII1 was 81, while the average value of learning outcomes for class VII3 was 71. Wit a significant value (sig.2-tailed) of 0,000. Because the probability value is smaller than 0,05 then Ho is rejected and Ha is accepted. This shows that there is effect of the application of the Reading, Questioning, and Answering learning models to the learning outcomes of students in grade VII of SMP Al-Wathan Ambon. Keywords: Learning models Reading, Questioning, and Answering, Learning outcomes 1. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses secara terus menerus untuk mengembangkan kemampuan individu dan untuk mewujudkan perubahan kearah yang lebih baik agar dapat mengikuti perkembangan teknologi. Jurnal Edueco Volume 3 No. 2 Desember 2020 Sebab tanpa pendidikan manusia tidak akan pernah mengubah strata sosialnya untuk menjadi lebih baik. Pendidikan merupakan suatu indakator penting untuk mengukur kemajuan sebuah bangsa. Jika sebuah bangsa ingin ditempatkan pada pergaulan dunia 67 Amjad Salong dalam tataran yang bermartabat dan modern maka yang pertama-tama harus dilakukan adalah mengembangkan pendidikan yang memiliki relevansi dan daya saing bagi seluruh anak bangsa. Pembelajaran adalah pemerolehan informasi dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat serta pembentukan sikap dan kepercayaan. Dalam pengertian konteks pendidikan, guru biasanya berusaha mengajar supaya peserta didik dapat belajar menguasai isi pelajaran demi mencapai suatu objektif yang ditentukan. Menurut Syaiful Sagala (2009) pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajaroleh peserta didik. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar siswa dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan atau aspek kognitif, juga dapat mempengaruhi perubahan sikap atau aspek afektif, serta keterampilan atau aspek psikomotor seorang siswa. Dalam proses pembelajaran terdapat model pembelajaran, metode mengajar, teknik pembelajaran dan strategi pembelajaran yang digunakan untuk tercapain yatu juan pembelajaran. Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah bentuk perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk itu perlu dilakukan penyusunan tujuan pembelajaran yang merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. Dari tahap inilah dapat dirumuskan bentuk dan cara-cara yang akan digunakan dalam proses pembelajaran dan tetap mengacu pada tujuan pembelajaran. Tanpa tujuan Jurnal Edueco Volume 3 No. 2 Desember 2020 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan pembelajaran yang jelas, maka pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah, tanpafokus, dan menjadi tidak efektif. Model pembelajara nmerupakan suatu bentuk pembelajaran yang tergambarkan dari awal sampai akhir proses pembelajaran yang harus dikemas oleh guru kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran hakikatnya adalah sebuah bentuk pembelajaran yang akan digunakan oleh guru untuk memilih metode, pendekatan, teknik belajar yang akan digunakan selama proses pembelajaran dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan, dan karakteristik siswa yang dihadapi dalam rangka menapai tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu konsep atau materi. Proses pembelajaran yang bermakna jika seluruh siswa dapat memperoleh hasil belajar yang diinginkan oleh tujuan pembelajaran. Dengan demikian guru perlu memanfaatkan model-model pembelajaran dalam melaksanakan hal tersebut. Hal ini yang perlu diperhatikan adalah model pembelajaran yang mampu membantu peningkatan pemahaman siswa dan permasalahan yang ada. Model pembelajaran RQA yang di dalam tahapan pembelajarannya terdapat kegiatan membaca, diharapkan kebiasaan membaca pada siswa dapat ditumbuhkan yang berdampak pada peningkatan kemampuan siswa dalam mengkonstruksi sendiri pengetahuannya dari pengetahuan awal yang dimiliki dari membaca. Dengan pengetahuan awal yang dimiliki, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran diharapkan akan meningkat yang selanjutnya akan berimplikasi pada peningkatan hasil belajar 68 Amjad Salong JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Model pembelajaran RQA ini dikembangkan atas dasar kenyataan yaitu hampir seluruh siswa yang diberi tugas membaca materi pelajaran selalu tidak membaca. Hal ini mengakibatkan kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan akan sulit atau tidak terlaksana sehingga pemahaman terhadap materi pelajaran akan menjadi rendah (Corebima, 2009). Pada strategi pembelajaran RQA (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.peko.uniba-bpn.ac.id/index.php/Edueco/article/download/74/53
Article home page: https://jurnal.peko.uniba-bpn.ac.id/index.php/Edueco/article/view/74/53

Amjad Salong. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING, QUESTIONING, AND ANSWERING (RQA) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di Kelas VII SMP Al. Wathan Ambon), Jurnal Edueco, 2020, pp. 67-73,