Astuti1, Casmudi2, Sugianto3
JURNAL Edueco
Universitas Balikpapan
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA PATRA
DHARMA BALIKPAPAN DALAM MENINGKATKAN MINAT
MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI TAHUN
AJARAN 2018/2019
Astuti1,Casmudi2,Sugianto3
Universitas Balikpapan1,Universitas Balikpapan2, Universitas Balikpapan3
pos-el :
[email protected] ,.id2,
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Guru BK SMA Patra Dharma Balikpapan
berperan dalam meningkatkan minat lanjut studi ke Perguruan Tinggi pada siswa. Terdapat 12
Informan didalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi,
Wawancara, Dokumentasi dan Triangulasi. Pengelolaan data menggunakan pengujian kredibilitas
dan Konfirmability. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah (1) Bimbingan yang
diberikan kepada siswa beragam, pelayanan Bimbingannya setiap kelas berbeda. (2) dalam
memberikan Konseling kepada siswa-siswinya lebih kepada suatu pengarahan. (3) dalam
meningkatkan minat lanjut Perguruan Tinggi pada siswa berperan baik, BK memberikan
motivasi,informasi,layanan bimbingan dan konseling serta mengundang universitas untuk datang
sosialisasi disekolah. (4) Hambatannya yaitu kurangnya minat siswa dalam mengikuti
sosialisasi,orang tua yang tidak ingin melepaskan anaknya kuliah jauh serta jam konseling yang
masih sedikit. (5) Solusi untuk mengatasi hambatan adalah dengan mengadakan kegiatan edufair
dimana orang tua siswa diundang, diberikan pengarahan dan gambaran betapa pentingnya
melanjutkan studi sesuai keinginan sang anak, memberikan motivasi serta arahan dan layanan
Bimbingan dan Konselin pada siswa-siswinya.
Kata Kunci: minat,perguruan tinggi, peran guru BK
ABSTRAK
The purpose of this research was to know is a guidance and counseling teacher in Patra
Dharma Balikpapan High School is increasing an interest in student to continuing their studies
to Higher. There are 12 informants in this reasearch. Data collection methods is using are
Observation, Interview, Documentation and Triangulation. Data was processed by using
credibility and confirmability testing. The results from this reaseach are (1) the guidance to
student is diverse, for each class is different. (2) in giving counseling to students at school is more
like give them direction. (3) to increasing the further interest the researcher found very
good,provided motivation, information, guidance and counseling services and invited universities
to come to school to give socialization. (4) the barriers are the students in participating in
socialization is low, parents who do not want to let go their child don’t want distant lectures and
also their only a few hours of counseling. (5) The solution is by held a EDUFAIR parents also
invited, and given them directions that is importand for student to continuing their studies to
Higher education . Also provide motivation and guidance and counseling services to student.
Keywords: interests, universities, the role of guidance and counseling teacher
Jurnal Edueco Vol 2 No 2 Desember 2019
19
Astuti1, Casmudi2, Sugianto3
1.
PENDAHULUAN
Pendidikan
merupakan
hal
penting didalam kehidupan manusia,
karena pendidikan adalah kunci meraih
kesuksesan. Untuk mencapai harapan
diatas diperlukan pengetahuan akan
pendidikan
yang
luas,
untuk
mempersiapkan
generasi
muda
menjelajahi rimba kehidupannya. Bagi
kita bangsa Indonesia, kontribusi
pendidikan yang diharapkan bagi
perkembangan para siswa termasuk
dalam Undang-Undang No 20 tahun
2003 Bab II Pasal 3 yang berbunyi
“Pendidikan
nasional
berfungsi
mengembangkan
kemampuan
dan
membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermatabat dalam rangka
mencerdaskan
kehidupan
bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi
siswa agar menjadi manusia yang
beriman serta bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, juga berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi teladan bagi warga negara
yang demokratis serta bertanggung
jawab”.
Maksud dari undang-undang ini
sendiri memberikan implikasi imperatif
terhadap
semua
penyelenggaraan
pendidikan, baik pendidikan formal,
maupun pendidikan nonformal agar
senantiasa mengorientasikan untuk
membangun karakter siswa-siswi yang
mempunyai cita-cita dan juga tujuan
dalam berprestasi.
Cita-cita dan tujuan berperestasi
seperti yang dijelaskan diatas, tidak
lepas dari bakat dan juga minat yang
dimiliki oleh setiap individu. Minat
sendiri menurut (Slameto, 2015) adalah
suatu rasa lebih suka dan rasa
ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas,
tanpa ada yang menyuruh. Minat pada
dasarnya adalah penerimaan akan suatu
hubungan antara diri sendiri dengan
sesuatu diluar diri diri. Berhubung
dengan minat untuk melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi, maka
guru BK dapat memberikan arahan dan
Jurnal Edueco Vol 2 No 2 Desember 2019
JURNAL Edueco
Universitas Balikpapan
layanan kepada siswa yang akan segera
lulus untuk melanjutkan kembali
pendidikan perguruan tinggi dengan
memberikan Bimbingan dan Konseling.
Menurut
Moh.
Surya
(Kusmawati,
2008),
bimbingan
merupakan proses pemberian bantuan
secara sistematis agar peserta didik
mencapai
kemandirian
dalam
pemahaman diri, penerimaan diri,
pengarahan diri, dan perwujudan diri
sebagai
wujud
pencapaian
perkembangan
yang
optimal.
Selanjutnya Daryanto dan Farid
(Daryanto & Farid, 2015) menyatakan
bahwa, konseling itu merupakan bantuan
yang diberikan seorang konselor kepada
seorang klien agar klien tersebut bisa
menyesuaikan diri baik dirinya sendiri
maupun ketika ia berada didekat
lingkungannya”. Dapat dipahami bahwa
konseling merupakan salah satu bentuk
layanan bimbingan yang khusus
diberikan seseorang secara terkemuka
untuk membantu mengatasi masalah
yang dihadapi. Sehubungan dengan itu,
maka guru bimbingan dan konseling
yang menangani layanan konseling perlu
memiliki persyaratan tertentu yang lebih
banyak dari pada guru lainnya agar
mampu mendekati berbagai masalah
yang
dihadapi
siswa
sekaligus
membantu
mencarikan
alternatif
pemecahannya.
Merujuk
dari
Penelitian
sebelumnya yang dilakukan Jandiko
Saputra (Saputra, 2017, p. 14) penelitian
menunjukkan
bahwa
pelaksanaan
penanaman minat oleh guru dengan
memperhatikan contoh minat dan
menyediakan kesempatan bagi siswa
untuk melanjutkan minatnya. Lalu,
Afiatin Nisa (Nisa, 2018) Guru BK
memberikan
pemahaman
tujuan
melanjutkan studi ke perguruan tinggi,
guru
bimbingan
dan
konseling
memberikan layanan konseling untuk
membantu siswa memilih jurusan ke
perguruan tinggi, BK juga berperan
memotivasi dan meningkatkan minat
20
Astuti1, Casmudi2, Sugianto3
siswa dalam melanjutkan studi ke
perguruan tinggi.
Bimbingan dan Konseling adalah
kegiatan
yang
melalui
proses
berkesinambungan terus menerus dan
sistematis yang dilaksanakan oleh
seorang konselor untuk membantu
sehingga konseli dapat mandiri dalam
mengambil keputusan secara efektif dan
produktif.
Penerapan
layanan
Bimbingan dan Konseling secara
menyeluruh
di
sekolah
dengan
sendirinya akan banyak membantu
dalam melihat minat siswa terhadap
pendidikan di sekolah. Secara ti (...truncated)