Comparison of The Electrode Configuration of The Resistivity Geoelectric Method for Landslide Analysis on Highway Suban, Bandar Lampung: Analisis Kelongsoran dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Wenner-Alpha di Jalan Raya Suban Bandar Lampung

Jurnal Geocelebes, May 2022

Jalan Raya Suban Bandar Lampung is located on the physiography of Bukit Barisan which is influenced by the movement of the Sumatran Fault, causing morphological conditions in the form of hills and steep slopes. This condition triggers the occurrence of disasters, one of which is landslides. In this study, the lithology of subsurface rocks and slides in the landslide-prone zone was examined using the Wenner-Schlumberger and Wenner-Alpha configuration geoelectrics. The Wenner-Schlumberger configuration has deeper penetration but lower resolution subsurface images, while the Wenner-Alpha configuration has less deep penetration but lower resolution surface images. The use of these two configurations is to take advantage of the advantages and reduce the disadvantages of each configuration in landslide analysis. The measurement results in the Wenner-Schlumberger and Wenner-Alpha configurations identified that the upper layer consists of weathered rock associated with clay tuff and sandy tuff with a resistivity of 1 m – 95.6 m, the second layer is clay sand from the Campang Formation with a resistivity value of 95.6 m – 250 m and the third layer is a mixture of breccia and igneous rock from the Tarahan Formation with a resistivity value of more than 250 m. The clay-sand layer was identified as the slip plane in the study area

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/download/17903/8134

Comparison of The Electrode Configuration of The Resistivity Geoelectric Method for Landslide Analysis on Highway Suban, Bandar Lampung: Analisis Kelongsoran dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Wenner-Alpha di Jalan Raya Suban Bandar Lampung

ISSN: 2579-5821 (Print) ISSN: 2579-5546 (Online) URL address: http://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes DOI: 10.20956/geocelebes.v6i2.17903 Jurnal Geocelebes Vol. 6 No. 2, Oktober 2022, 108 – 116 ANALISIS KELONGSORAN DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER DAN WENNER-ALPHA DI JALAN RAYA SUBAN BANDAR LAMPUNG Rafi Rilo Pambudi*, Muhammad Nurul, Winona Putri Prihadita, Rahmi Mulyasari Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Indonesia *Corresponding author. Email: Manuscript received: 2 September 2021; Received in revised form: 5 April 2022; Accepted: 22 April 2022 Abstrak Jalan Raya Suban Bandar Lampung terletak pada fisiografi Bukit Barisan yang dipengaruhi oleh pergerakan Sesar Sumatera sehingga tercermin dari kondisi morfologi berupa perbukitan dan kelerengan yang curam. Kondisi ini dapat memicu timbulnya bencana salah satunya ialah tanah longsor. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi litologi batuan bawah permukaan dan bidang gelincir zona rawan longsor dengan memanfaatkan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Wenner-Alpha. Konfigurasi Wenner-Schlumberger ini memiliki penetrasi yang lebih dalam tetapi gambaran penampang bawah permukaannya beresolusi rendah, sedangkan konfigurasi Wenner-Alpha memiliki penetrasi yang tidak terlalu dalam tetapi gambaran penampang bawah permukaannya beresolusi di bawah resolusi tinggi. Penggunaan kedua konfigurasi ini untuk memanfaatkan kelebihan dan mengurangi kelemahan dari masing-masing konfigurasi pada analisis kelongsoran. Hasil pengukuran pada konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Wenner-Alpha diidentifikasi lapisan atas terdiri dari batuan lapuk yang berasosiasi dengan tuff lempungan dan tuff pasiran dengan resistivitas 1 Ωm – 95,6 Ωm, lapisan kedua berupa pasir lempungan dari Formasi Campang dengan nilai resistivitas 95,6 Ωm – 250 Ωm dan lapisan ketiga perpaduan breksi dan batuan beku dari Formasi Tarahan dengan nilai resistivitas lebih dari 250 Ωm. Lapisan pasir lempungan diidentifikasi sebagai bidang gelincir pada area penelitian. Kata Kunci: bidang gelincir; litologi; metode geolistrik; resistivitas. Abstract Jalan Raya Suban Bandar Lampung is located on the physiography of Bukit Barisan which is influenced by the movement of the Sumatran Fault, causing morphological conditions in the form of hills and steep slopes. This condition triggers the occurrence of disasters, one of which is landslides. In this study, the lithology of subsurface rocks and slides in the landslide-prone zone was examined using the WennerSchlumberger and Wenner-Alpha configuration geoelectrics. The Wenner-Schlumberger configuration has deeper penetration but lower resolution subsurface images, while the Wenner-Alpha configuration has less deep penetration but lower resolution surface images. The use of these two configurations is to take advantage of the advantages and reduce the disadvantages of each configuration in landslide analysis. The measurement results in the Wenner-Schlumberger and Wenner-Alpha configurations identified that the upper layer consists of weathered rock associated with clay tuff and sandy tuff with a resistivity of 1 m – 95.6 m, the second layer is clay sand from the Campang Formation with a resistivity value of 95.6 m – 250 m and the third layer is a mixture of breccia and igneous rock from the Tarahan Formation with a resistivity value of more than 250 m. The clay-sand layer was identified as the slip plane in the study area. © 2022 Dept. of Geophysics Hasanuddin University 108 Pambudi dkk./ Jurnal Geocelebes Vol. 6 No. 2, Oktober 2022, 108 – 116 Keywords: geoelectric method; lithology; resistivity; slip surface. Pendahuluan mengakibatkan kerugian dan menutup akses jalan. Kota Bandar Lampung adalah kota yang berada di ujung Pulau Sumatra yang di dominasi oleh dataran tinggi dan dataran rendah. Pada Peta Geologi Lembar Tanjungkarang (Mangga dkk., 1993), menggambarkan kondisi geologi Kota Bandar Lampung bagian tenggara dan barat secara fisiografis berada pada fisiografi Bukit Barisan dan berada pada pengaruh Sesar Lampung-Panjang. Keberadaan sesar tersebut terlihat dari kondisi morfologinya berupa perbukitan dengan kelerengan yang cukup curam. Litologi pada daerah ini didominasi oleh dua kategori, yaitu endapan sungai dan pantai yang tersebar di sekitar Teluk Lampung dan tanah pelapukan hasil kegiatan gunungapi muda di sekitar Tanjungkarang (Dani dkk., 2020). Berdasarkan data curah hujan dari BMKG tahun 2021 Bandar Lampung masuk kedalam daerah yang memiliki curah hujan yang termasuk tinggi. Beberapa kondisi ini ialah penyebab wilayah Kota Bandar Lampung mempunyai resiko kebencanaan yang cukup tinggi, salah satunya ialah bencana tanah longsor. Tanah longsor adalah peristiwa gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran dari keduanya yang menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng (Agustina, 2020). Faktor yang mempengaruhi terjadinya tanah longsor yaitu hujan, getaran gempa, pengikisan/ erosi, tanah yang kurang padat dan tebal, batuan yang kurang kuat, lereng terjal, jenis tata lahan, susut muka air danau atau bendungan, dan adanya beban tambahan (Nandi, 2007). Lapisan yang rawan longsor biasanya dicirikan dengan adanya lapisan yang impermeable berada di bawah lapisan permeabel. Pada lapisan impermeabel tersebut akan bertindak sebagai bidang gelincir yang kemudian menarik material tanah yang berada di atasnya dengan mengikuti bentuk dari bidang gelincir tersebut. Faktor lain yang menjadi penyebab longsoran yang sangat berpengaruh adalah keberadaan bidang geser (shear surface) atau bidang gelincir (slip surface). Umumnya tanah yang mengalami longsoran akan bergerak di atas bidang gelincir tersebut (Sugito dkk., 2012). Jenis litologi bawah permukaan yang dapat berpotensi longsor dan bidang gelincir dapat diketahui dengan memanfaatkan metode geofisika. Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan dan dimanfaatkan ialah metode geolistrik resistivitas. Metode geolistrik memiliki sifat yang tidak merusak lingkungan, memiliki biaya relatif murah juga mampu mendeteksi perlapisan tanah sampai kedalaman beberapa meter di bawah permukaan tanah berdasarkan sifat resistivitas tanah ataupun batuan di wilayah tersebut. Metode geolistrik ini dapat dimanfaatkan untuk menemukan letak dari bidang gelincir (slip surface) yang terdapat pada lokasi penelitian (Romadon, 2016). Menurut Sutasoma dkk. (2017), menjelaskan bahwa persebaran nilai resistivitas di bawah permukaan merupakan hasil dari kemampuan batuan untuk menghantarkan arus listrik. Oleh karena itu Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (2019), salah satu daerah pada Kota Bandar Lampung yang mempunyai potensi tanah longsor pada tingkatan menengah sampai tinggi adalah Kecamatan Panjang. Jalan Raya Suban yang terletak di Kecamatan Panjang adalah daerah yang menjadi perhatian karena berada di tepi tebing Bukit Suban yang memiliki kon (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/download/17903/8134
Article home page: https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/view/17903/8134

Pambudi Rafi Rilo, Nurul Muhammad, Prihadita Winona Putri, Rahmi Mulyasari. Comparison of The Electrode Configuration of The Resistivity Geoelectric Method for Landslide Analysis on Highway Suban, Bandar Lampung: Analisis Kelongsoran dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Wenner-Alpha di Jalan Raya Suban Bandar Lampung, Jurnal Geocelebes, 2022, pp. 108 – 116,