Comparison of The Electrode Configuration of The Resistivity Geoelectric Method for Landslide Analysis on Highway Suban, Bandar Lampung: Analisis Kelongsoran dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Wenner-Alpha di Jalan Raya Suban Bandar Lampung
ISSN: 2579-5821 (Print)
ISSN: 2579-5546 (Online)
URL address: http://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes
DOI: 10.20956/geocelebes.v6i2.17903
Jurnal Geocelebes Vol. 6 No. 2, Oktober 2022, 108 – 116
ANALISIS KELONGSORAN DENGAN METODE
GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER
DAN WENNER-ALPHA DI JALAN RAYA SUBAN BANDAR
LAMPUNG
Rafi Rilo Pambudi*, Muhammad Nurul, Winona Putri Prihadita, Rahmi Mulyasari
Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, Indonesia
*Corresponding author. Email:
Manuscript received: 2 September 2021; Received in revised form: 5 April 2022; Accepted: 22 April 2022
Abstrak
Jalan Raya Suban Bandar Lampung terletak pada fisiografi Bukit Barisan yang dipengaruhi oleh
pergerakan Sesar Sumatera sehingga tercermin dari kondisi morfologi berupa perbukitan dan
kelerengan yang curam. Kondisi ini dapat memicu timbulnya bencana salah satunya ialah tanah longsor.
Pada penelitian ini dilakukan identifikasi litologi batuan bawah permukaan dan bidang gelincir zona
rawan longsor dengan memanfaatkan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger dan
Wenner-Alpha. Konfigurasi Wenner-Schlumberger ini memiliki penetrasi yang lebih dalam tetapi
gambaran penampang bawah permukaannya beresolusi rendah, sedangkan konfigurasi Wenner-Alpha
memiliki penetrasi yang tidak terlalu dalam tetapi gambaran penampang bawah permukaannya
beresolusi di bawah resolusi tinggi. Penggunaan kedua konfigurasi ini untuk memanfaatkan kelebihan
dan mengurangi kelemahan dari masing-masing konfigurasi pada analisis kelongsoran. Hasil
pengukuran pada konfigurasi Wenner-Schlumberger dan Wenner-Alpha diidentifikasi lapisan atas
terdiri dari batuan lapuk yang berasosiasi dengan tuff lempungan dan tuff pasiran dengan resistivitas 1
Ωm – 95,6 Ωm, lapisan kedua berupa pasir lempungan dari Formasi Campang dengan nilai resistivitas
95,6 Ωm – 250 Ωm dan lapisan ketiga perpaduan breksi dan batuan beku dari Formasi Tarahan dengan
nilai resistivitas lebih dari 250 Ωm. Lapisan pasir lempungan diidentifikasi sebagai bidang gelincir pada
area penelitian.
Kata Kunci: bidang gelincir; litologi; metode geolistrik; resistivitas.
Abstract
Jalan Raya Suban Bandar Lampung is located on the physiography of Bukit Barisan which is influenced
by the movement of the Sumatran Fault, causing morphological conditions in the form of hills and steep
slopes. This condition triggers the occurrence of disasters, one of which is landslides. In this study, the
lithology of subsurface rocks and slides in the landslide-prone zone was examined using the WennerSchlumberger and Wenner-Alpha configuration geoelectrics. The Wenner-Schlumberger configuration
has deeper penetration but lower resolution subsurface images, while the Wenner-Alpha configuration
has less deep penetration but lower resolution surface images. The use of these two configurations is to
take advantage of the advantages and reduce the disadvantages of each configuration in landslide
analysis. The measurement results in the Wenner-Schlumberger and Wenner-Alpha configurations
identified that the upper layer consists of weathered rock associated with clay tuff and sandy tuff with
a resistivity of 1 m – 95.6 m, the second layer is clay sand from the Campang Formation with a resistivity
value of 95.6 m – 250 m and the third layer is a mixture of breccia and igneous rock from the Tarahan
Formation with a resistivity value of more than 250 m. The clay-sand layer was identified as the slip
plane in the study area.
© 2022 Dept. of Geophysics Hasanuddin University
108
Pambudi dkk./ Jurnal Geocelebes Vol. 6 No. 2, Oktober 2022, 108 – 116
Keywords: geoelectric method; lithology; resistivity; slip surface.
Pendahuluan
mengakibatkan kerugian dan menutup
akses jalan.
Kota Bandar Lampung adalah kota yang
berada di ujung Pulau Sumatra yang di
dominasi oleh dataran tinggi dan dataran
rendah. Pada Peta Geologi Lembar
Tanjungkarang (Mangga dkk., 1993),
menggambarkan kondisi geologi Kota
Bandar Lampung bagian tenggara dan barat
secara fisiografis berada pada fisiografi
Bukit Barisan dan berada pada pengaruh
Sesar Lampung-Panjang. Keberadaan sesar
tersebut terlihat dari kondisi morfologinya
berupa perbukitan dengan kelerengan yang
cukup curam. Litologi pada daerah ini
didominasi oleh dua kategori, yaitu
endapan sungai dan pantai yang tersebar di
sekitar Teluk Lampung dan tanah
pelapukan hasil kegiatan gunungapi muda
di sekitar Tanjungkarang (Dani dkk., 2020).
Berdasarkan data curah hujan dari BMKG
tahun 2021 Bandar Lampung masuk
kedalam daerah yang memiliki curah hujan
yang termasuk tinggi. Beberapa kondisi ini
ialah penyebab wilayah Kota Bandar
Lampung mempunyai resiko kebencanaan
yang cukup tinggi, salah satunya ialah
bencana tanah longsor. Tanah longsor
adalah peristiwa gerakan massa tanah atau
batuan, ataupun percampuran
dari
keduanya yang menuruni atau keluar lereng
akibat terganggunya kestabilan tanah atau
batuan penyusun lereng (Agustina, 2020).
Faktor yang mempengaruhi terjadinya
tanah longsor yaitu hujan, getaran gempa,
pengikisan/ erosi, tanah yang kurang padat
dan tebal, batuan yang kurang kuat, lereng
terjal, jenis tata lahan, susut muka air danau
atau bendungan, dan adanya beban
tambahan (Nandi, 2007). Lapisan yang
rawan longsor biasanya dicirikan dengan
adanya lapisan yang impermeable berada di
bawah lapisan permeabel. Pada lapisan
impermeabel tersebut akan bertindak
sebagai bidang gelincir yang kemudian
menarik material tanah yang berada di
atasnya dengan mengikuti bentuk dari
bidang gelincir tersebut. Faktor lain yang
menjadi penyebab longsoran yang sangat
berpengaruh adalah keberadaan bidang
geser (shear surface) atau bidang gelincir
(slip surface). Umumnya tanah yang
mengalami longsoran akan bergerak di atas
bidang gelincir tersebut (Sugito dkk.,
2012).
Jenis litologi bawah permukaan yang dapat
berpotensi longsor dan bidang gelincir
dapat diketahui dengan memanfaatkan
metode geofisika. Salah satu metode
geofisika yang dapat digunakan dan
dimanfaatkan ialah metode geolistrik
resistivitas. Metode geolistrik memiliki
sifat yang tidak merusak lingkungan,
memiliki biaya relatif murah juga mampu
mendeteksi perlapisan tanah sampai
kedalaman beberapa meter di bawah
permukaan tanah berdasarkan sifat
resistivitas tanah ataupun batuan di wilayah
tersebut. Metode geolistrik ini dapat
dimanfaatkan untuk menemukan letak dari
bidang gelincir (slip surface) yang terdapat
pada lokasi penelitian (Romadon, 2016).
Menurut
Sutasoma
dkk.
(2017),
menjelaskan bahwa persebaran nilai
resistivitas di bawah permukaan merupakan
hasil dari kemampuan batuan untuk
menghantarkan arus listrik. Oleh karena itu
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi
dan Mitigasi Bencana Geologi (2019),
salah satu daerah pada Kota Bandar
Lampung yang mempunyai potensi tanah
longsor pada tingkatan menengah sampai
tinggi adalah Kecamatan Panjang. Jalan
Raya Suban yang terletak di Kecamatan
Panjang adalah daerah yang menjadi
perhatian karena berada di tepi tebing Bukit
Suban yang memiliki kon (...truncated)