Pendampingan Strategi Branding dan Pembuatan Laporan Keuangan bagi Wirusaha Pemula Milenial
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Vol. 7 ● No. 1 ● 2023
ISSN : 2581-1320 (Print) ISSN : 2581-2572 (Online)
Homepage: http://ejurnal.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/J-ABDIPAMAS
PENDAMPINGAN STRATEGI BRANDING DAN PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN
BAGI WIRAUSAHA PEMULA MILENIAL
Dwi Hasmidyani1, Ikbal Barlian2, Siti Fatimah3,
Edutivia Mardetini4, Dian Eka Amrina5
¹Universitas Sriwijaya. Email:
2Universitas Sriwijaya. Email:
3Universitas Sriwijaya. Email:
4Universitas Sriwijaya. Email:
5Universitas Sriwijaya. Email:
ABSTRACT
The purpose of this community service activity is to provide assistance in branding strategies (labeling and
packaging) and making financial reports, as well as providing label and packaging assistance for millennial
beginner entrepreneurs. This is important to do as part of increasing income and orderly administration of
financial reporting for millennial entrepreneurs. The number of participants involved in mentoring in this
community service activity is 10 beginner entrepreneurs belonging to the millennial generation. In delivering
this mentoring material, several methods were used, including the tutorial method, and the field trip method.
After being given the mentoring material, there was an increase in the target audience's understanding of the
importance of labeling and packaging, as well as the preparation of financial reports.
Keywords: labeling, packaging, branding strategy, financial reports, millennial generation.
ABSTRAK
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pendampingan strategi
branding (labeling dan packaging) dan pembuatan laporan keuangan, serta pemberian bantuan label dan
kemasan bagi wirausaha pemula milenial. Hal ini penting dilakukan sebagai bagian dari meningkatkan
pendapatan dan tertib administrasi pelaporan keuangan wirausaha pemula milenial. Jumlah peserta yang
terlibat dalam pendampingan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 10 orang wirausaha
pemula yang tergolong generasi milenial. Dalam penyampaian materi pendampingan ini, digunakan
beberapa metode antara lain metode tutorial, dan metode field trip. Setelah diberikan materi pendampingan,
terdapat peningkatan pemahaman khalayak sasaran terhadap pentingnya labeling dan packaging, serta
pembuatan laporan keuangan.
Kata Kunci: labeling, packaging, strategi branding, laporan keuangan, generasi milenial.
PENDAHULUAN
Dalam beberapa tahun terakhir, kewirausahaan mulai mengambil alih pandangan lama
tentang lulus studi harus menjadi pegawai, saat ini generasi milenial mulai tertarik untuk
mendirikan usaha sendiri. Sukandar (2019) menyatakan banyak generasi milenial yang
enggan berkarir sebagai pekerja kantoran atau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Mereka lebih cenderung memilih untuk memulai karir sebagai wirausaha. Pola pikir
kewirausahaan mereka begitu kuat, sehingga mereka bahkan siap untuk meninggalkan
zona nyaman yang didapatkan apabila menjadi pegawai dan lebih memilih startup yang
1
2 J-Abdipamas, Vol. 7 No.1 April, 2023
mereka inginkan. Generasi milenial terkenal sebagai generasi yang mendominasi gaya
hidup, tren, cara menangani keuangan, hingga karir. Generasi ini berani mengambil
resiko, suka berpetualang dan selalu siap merebut peluang.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta generasi
milenial untuk bisa berwirausaha agar tetap produktif karena jumlah lulusan perguruan
tinggi yang identik dengan generasi milenial yang siap bekerja terus meningkat,
sedangkan lapangan pekerjaan tak banyak bertambah (Anwar, 2018), terlebih lagi sejak
pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020, banyak generasi milenial yang
kehilangan pekerjaan, sedangkan lapangan usaha baru tidak banyak bertambah, sehingga
generasi milenial beralih membuka usaha sendiri.
Generasi milenial yang merupakan wirausaha pemula ini, perlu mendapatkan
penyuluhan tentang bagaimana cara memanajemen usaha yg baik, karena tak jarang para
wirausaha pemula ini melupakan perencanaan pengelolaan keuangan serta tidak
memiliki strategi pemasaran yang tepat. Pelatihan tentang bagaimana cara
memanajemen usaha telah dilakukan pada tahun 2020 melalui kegiatan pengabdian
masyarakat yang berjudul “Pelatihan Kewirausahaan bagi generasi Milenial : Tantangan,
Peluang, dan Manajemen Usaha dalam berwirausaha di Era Pandemik Covid-19”.
Berdasarkan hasil pretest dan post test kegiatan PPM tahun 2020 didapatlah data hasil
tes awal peserta rata-rata 6,00 dan tes akhir rata-rata 7,07, perhitungan gain meningkat
0,27 dengan kategori rendah. Peningkatan tersebut diiringi dengan pemanfaatan media
sosial sebagai salah satu media promosi, serta kesulitan pemasaran, permodalan, dan
biaya operasional berwirausaha sebesar 78,56% (Mardetini, dkk. 2021).
Berdasarkan evaluasi pada hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada
tahun 2020 dan hasil survei pendahuluan pada kegiatan pengabdian tahun 2021 ini, maka
beberapa poin yang menjadi pekerjaan rumah bagi tim pengabdian kepada masyarakat,
beberapa diantaranya yakni minimnya kemampuan dalam pengelolaan keuangan yang
baik, penyusunan laporan keuangannya belum tertib, dan kadang masih ada catatan yang
terlupakan, menyusun laporan keuangan secara sederhana saja, seperti besaran
pengeluaran dan pemasukan setiap penyelesaian order. Artinya pembuatan laporan
keuangan untuk kegiatan operasional, kegiatan investasi, kegiatan keuangan dan
pembiayaan masih dilakukan seadanya, padahal untuk pengajuan dana/ pinjaman
bahkan hal-hal yang berkaitan dengan pajak semuanya membutuhkan laporan keuangan.
Permasalahan kedua yakni kesulitan pemasaran, dimana khalayak sasaran belum
memiliki strategi branding dan strategi pemasaran yang tepat, strategi branding erat
kaitannya dengan labeling dan packaging yang merupakan sebuah pencitraan awal dari
suatu produk, selama ini mayoritas khalayak sasaran hanya menggunakan kantong
plastik pembungkus biasa, plastik mika dan styrofoam, dengan hanya memberikan label
dari stiker tidak tahan air bahkan ada juga yang tidak menggunakan label merk usaha,
lalu tidak menggunakan stiker segel untuk menjaga keamanan produk. Selain itu,
penggunaan packaging dengan bahan baku tersebut tidak ramah lingkungan dan tidak
baik untuk kesehatan, serta dari sisi branding kurang menarik minat pembeli, diperkuat
oleh Irrubai, 2015; Jayengsari, 2021 yang menyatakan packaging yang menarik dan unik
Hasmidyani, Pendampingan Strategi Branding….3
merupakan salah satu strategi pemasaran yang baik, karena yang pertama kali dilihat
oleh customer adalah pengemasan produk dan bentuk labelnya.
Maka dari itu, pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun 2021 ini tim
melaksanakan pendampingan pembuatan laporan keuangan dan strategi branding
(labeling dan packaging), serta pemberian bantuan label dan kemasan bagi wirausaha
pemula milenial.
METODE PELAKSANAAN
Pendampingan strategi labeling dan packaging ini dilakukan melalui pemberian
materi dan bantuan usaha kepada khalayak sasaran wirausaha pemula milenia (...truncated)