An Overview of the Use of Antihypertensive Drugs at the Outpatient Pharmacy of Tarakan "X" Hospital in 2022

Journal Borneo, Mar 2023

Hypertension is a global health problem often encountered, and the appropriate use of antihypertensive drugs is very important for optimal blood pressure control. Therefore, it is necessary to research the description of the use of antihypertensive drugs in various health facilities. The purpose of this study was to describe the prescription of antihypertensive drugs in patients at "X" hospital in the outpatient department. The research data obtained were digital data from prescription services from January-December 2022. This study used retrospective data by accessing computer service data at the "X" hospital outpatient pharmacy to track the history of past hypertensive patients’ treatment. The sampling technique used is total sampling. The results showed that the most prescribed antihypertensive drugs were amlodipine, with 13,203 prescription items. Bisoprolol with 10,704 prescription items, and candesartan with 9,885 prescription items. The frequency of prescribing the antihypertensive drug class the most was calcium channel blockers, as much as 13,784 (23.41%), while for the drug class which was the least prescribed, namely alpha-2 agonists, there were 68 drugs (0.12%). Based on the study results, it can be concluded that the most widely prescribed antihypertensive drugs at the outpatient pharmacy at "X" hospital are amlodipine, bisoprolol, and candesartan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journalborneo.com/index.php/jb/article/download/81/45

An Overview of the Use of Antihypertensive Drugs at the Outpatient Pharmacy of Tarakan "X" Hospital in 2022

Journal Borneo Artikel Science Technology and Health Journal www.journalborneo.com GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT “X” TARAKAN TAHUN 2022 Benyamin*), Syuhada, Benazir Evita Rukaya Program Studi Ilmu Farmasi, Politeknik Kaltara, Kota Tarakan, 77113, Indonesia * Corresponding author: Benyamin email: Received February 14, 2023; Accepted March 18, 2023; Published March 20, 2023 ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering dijumpai dan penggunaan obat antihipertensi yang tepat sangat penting untuk pengendalian tekanan darah yang optimal, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai gambaran penggunaan obat antihipertensi di berbagai fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peresepan obat antihipertensi pada pasien di rumah sakit “X” di bagian rawat jalan. Data penelitian yang diperoleh yaitu data digital dari pelayanan resep selama periode Januari-Desember tahun 2022. Penelitian ini menggunakan data retrospektif dengan mengakses data layanan komputer di apotek rawat jalan rumah sakit "X" untuk melacak riwayat pengobatan pasien hipertensi pada masa lalu, dan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan obat antihipertensi terbanyak adalah amlodipin sebanyak 13.203 item resep, bisoprolol 10.704 item resep, dan candesartan 9.885 item resep. Frekuensi peresepan golongan obat antihipertensi paling banyak adalah calcium chanel blocker sebanyak 13.784 (23,41%) sedangkan untuk golongan obat yang paling sedikit diresepkan yaitu agonis alfa-2 berjumlah 68 obat (0,12%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan di apotek rawat jalan rumah sakit "X" adalah amlodipin, bisoprolol, dan candesartan. Kata kunci: Antihipertensi, peresepan obat, rumah sakit ABSTRACT Hypertension is a global health problem often encountered, and the appropriate use of antihypertensive drugs is very important for optimal blood pressure control. Therefore, it is necessary to research the description of the use of antihypertensive drugs in various health facilities. The purpose of this study was to describe the prescription of antihypertensive drugs in patients at "X" hospital in the outpatient department. The research data obtained were digital data from prescription services from January-December 2022. This study used retrospective data by accessing computer service data at the "X" hospital outpatient pharmacy to track the history of past hypertensive patients’ treatment. The sampling technique used is total sampling. The results showed that the most prescribed antihypertensive drugs were amlodipine, with 13,203 prescription items. Bisoprolol with 10,704 prescription items, and candesartan with 9,885 prescription items. The frequency of prescribing the antihypertensive drug class the most was calcium channel blockers, as much as 13,784 (23.41%), while for the drug class which was the least prescribed, namely alpha-2 agonists, there were 68 drugs (0.12%). Based on the study results, it can be concluded that the most widely prescribed antihypertensive drugs at the outpatient pharmacy at "X" hospital are amlodipine, bisoprolol, and candesartan. How to cite this article: Surname N, Surname N. Title of the manuscript. Journal borneo. 2023; 3(1): 55-63 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercialShareAlike 4.0 International License. 10.57174/jborn.v3i1.81 55 Journal Borneo Benyamin, dkk. Gambaran penggunaan obat... Artikel Keywords: Antihypertensives, prescribing drugs, hospital PENDAHULUAN Kepedulian tentang peningkatan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) mendorong kesepakatan tentang strategi global untuk pencegahan dan pengendalian PTM, terutama di negara berkembang1. Hipertensi termasuk dalam PTM yang terus menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Data World Health Organization (WHO) tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 1,13 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi, yang berarti satu dari tiga orang di dunia menderita hipertensi. Jumlah penderita hipertensi terus bertambah setiap tahunnya, dengan perkiraan 1,5 miliar orang menderita hipertensi pada tahun 2025, dan 10,44 juta orang meninggal tiap tahunnya yang disebabkan oleh hipertensi dan komplikasinya2. Hasil penelitian di Indonesia pada tahun 2018, menunujukkan pasien hipertensi berusia diatas 18 tahun mencapai 34,11% 3. Hipertensi sering juga dikenal sebagai pembunuh senyap karena seringkali gejala maupun keluhan tidak nampak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka waktu yang lama dapat merusak ginjal, jantung, dan otak jika tidak dideteksi sejak dini dan ditangani dengan baik4. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah yang tidak normal akibat beberapa faktor resiko dan peningkatan tekanan darah yang terus menerus pada beberapa kali pengukuran tekanan darah, yang menyebabkan gangguan pada sistem kardiovaskuler sehingga tubuh tidak dapat mempertahankan tekanan darah normal. Hipertensi didiagnosis jika tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg5. Berdasarkan data lebih dari 100 negara, kurang dari 50% orang dewasa penderita hipertensi mendapatkan pengobatan antihipertensi. Beberapa negara menerapkan sistem tatalaksana terapi pada pasien hipertensi dengan baik, tetapi sebagian negara lainnya belum optimal6. Menurut tatalaksana terapi hipertensi yang direkomendasikan dalam JNC 8, pengobatan farmakologis hipertensi dapat berupa obat tunggal maupun obat kombinasi. Pengobatan utama hipertensi tidak memerlukan kombinasi dua obat, melainkan hanya satu pengobatan. JNC 8 juga merekomendasikan obat antihipertensi terdiri dari lima kelompok, yaitu ACE-inhibitor, angiotensin II receptor blocker (ARB), diuretik, beta blocker, dan calcium channel blocker (CCB)7. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya oleh Syuhada (2021) sebelumnya di rumah sakit “X” Kota Tarakan menunjukkan bahwa obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah candesartan dengan 10.978 item resep serta frekuensi presepan golongan obat antihipertensi terbanyak yaitu golongan ARB sebanyak 11.180 item resep dari 260.821 jumlah data item resep obat antihipertensi8. https://doi.org/xxxxxxxxxxxxxxxxxx 2023; 3(1): 55-63 56 Journal Borneo Benyamin, dkk. Gambaran penggunaan obat... Artikel METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif retrospektif. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran data elektronik layanan pengobatan pasien hipertensi di apotek rawat jalan rumah sakit “X” Tarakan periode Januari-Desember tahun 2022, dan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Data tersebut kemudian dianalisis secara statistik menggunakan bantuan Software Microsoft Excel® dan SPSS® untuk pengolahan data. Hasil data penelitian disajikan secara deskriptif dan tabel serta grafik untuk menggambarkan obat antihiperte (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journalborneo.com/index.php/jb/article/download/81/45
Article home page: https://journalborneo.com/index.php/jb/article/view/81/45

Benyamin, Syuhada Syuhada, Rukaya Benazir Evita, Benyamin. An Overview of the Use of Antihypertensive Drugs at the Outpatient Pharmacy of Tarakan "X" Hospital in 2022, Journal Borneo, 2023, pp. 55-63, Volume 3, Issue 1,